Bukan Wanita Pengganti

Bukan Wanita Pengganti
Bab 30, keinginan Alden


__ADS_3

Malam ini Alden nampak gusar di atas kasurnya. Besok adalah acara perpisahannya. Alden menatap jam menunjukan pukul 1 malam. Harusnya kakaknya, Asdam sudah sampai di rumah atau tidak harusnya ia sudah menuju ke rumah.


Namun sampai detik ini Alden belum juga menerima pesan dari Asdam. Pikirnya kacau, Alden takut jika kakaknya tidak jadi pulang dan tidak menghadiri acara perpisahannya.


Alden pun tertidur karena lelah menunggu. waktu demi waktu berlalu, Alden pun terbangun karena alarm jam sudah berbunyi. Waktu sudah menunjukkan pukul 6 pagi. Alden pun terlihat panik dan bangun dari tidurnya.


Alden berlari keluar kamar dan menunju kamar Asdam.


Tok tok tok "kak, apakah kakak ada di dalam?" panggil Alden mengetuk kamar Asdam. Namun ia tidak juga mendengar jawaban dari dalam kamar.


Alden nampak mulai panik sekali, ia berlari ke bawah dan bertanya pada pelayan, apakah Asdam sudah pulang atau belum.

__ADS_1


"Maaf, tuan muda Alden, saya tidak melihat tuan Asdam dari semalam. Sepertinya mereka belum sampai," ujar pelayan.


Bertepatan dengan rasa kecewa yang Alden rasakan, Nyonya Beckham pun datang menghampiri mereka dengan pakaian yang sudah rapi.


"Alden, ada apa?" tanya Nyonya Beckham melihat anaknya berbicara dengan seorang pelayan.


"Mah, apakah kak Asdam sudah pulang? hari ini adalah hari perpisahan di sekolah. Kak Chana berjanji akan membuatkan baju untuk ku tampil," jelas Alden.


"Mah, apakah mamah tidak akan datang ke acara perpisahan Alden?" tanya Alden dengan ragu-ragu.


"Mamah bukannya tidak. Tetapi mamah benar-benar ada urusan yang sangat penting." ujar Nyonya Beckham mencari alasan sambil meletakan kartu istimewanya di tangan Alden.

__ADS_1


"Alden tidak butuh ini, mah!" jawab Alden dengan perasaan hancur berkeping-keping.


"Apa yang kamu katakan Alden! kamu tidak butuh ini!?" tanya Mama Beckham emosi. "kamu pikir, sekolah kamu di bayar pakai daun!? mamah melakukan semua ini demi kamu. Mamah dan papah sibuk untuk membuat perusahaan atas nama kamu di AS. Agar nanti setelah kamu lulus kuliah, kamu bisa langsung mengurus perusahaan ini." jelas mama Beckham.


Namun Alden sama sekali tidak tertarik pada dunia bisnis. Ia pun menolak keras warisan yang sedang orang tuanya bangun untuknya..


"Aku tidak mau, mah! aku hanya ingin menjadi seorang pianis dan seniman. Aku tidak mengikuti jejak kak Asdam yang selalu menuruti kemauan mamah dan papah. Aku tidak mau menjadi korban selanjutnya!" ujar Alden dengan tegas. Bahkan Alden langsung meninggalkan mamanya sebelum mama Tirana merespon amukan Alden.


Mama Tirana pun hanya melihat anaknya yang menjauh dengan perasaan geram. "Anak itu tidak tahu apa-apa. Kau akan mengerti jika mau sudah dewasa sepenuhnya. Hidup tanpa uang, mau sampe mana kebahagiaan dan hidupmu," gumam Mama Tirana mencoba untuk mengerti anaknya yang masih bocah.


Para pelayan pun hanya menundukkan kepala mereka tanpa berani bersuara. Jika orang kaya saja masih bersikeras untuk berkerja, maka mereka yang hanya orang biasa pun harus mencari aman agar tetap bisa bekerja.

__ADS_1


__ADS_2