Bukan Wanita Pengganti

Bukan Wanita Pengganti
Bab 44, akhirnya ku pergi


__ADS_3

"Chana...! Chana...! kamu di mana?" Nomnom terlihat panik membuka satu persatu pintu kamar mandi. Ketika sekertaris Rein sudah di tangani oleh dokter, Chana berpamitan dengan Nomnom jika ia ingin ke kamar kecil. Tetapi, sudah hampir satu jam Chana tidak kembali.


"Ya ampu, anak itu kemana, sih!?" Nomnom pun terlihat panik dan bingung harus mencari Chana kembali lagi.


Tidak mau diam tinggal, Nomnom pun menelpon Nyonya Tirana.


Nyonya Tirana yang sedang menemani suaminya untuk melakukan pertemuan para pejabat penting pun langsung mencari tempat untuk mengangkat telpon dari Nomnom.


"Hallo?"


"Tante, apakah Chana menelpon tante atau menghubungi tante?" tanya Nomnom.


"Tidak, ada apa ini, nom?"


"Tante, Asdam sudah tahu semuanya. Asdam menemukan Misha di apartemennya. Chana di salahkan, dan sekarang Chana pergi tidak tahu ada di mana. Aku sangat khawatir karena sekarang Chana sedang mengandung tante!" jelas Nomnom terlihat sangat panik.


"Apa! gimana bisa Asdam tahu!? ya sudah, sekarang Tante akan ke apartemen Misha!"


"Tidak Tante, mereka sekarang ada di rumah sakit, tidak tahu ada di rumah sakit mana!" jawab Nomnom yang juga tidak mengetahui jika Asdam dan Misha berada satu rumah sakit dengan Sekertaris Rein.


Nyonya Tirana pun langsung mematikan ponselnya dan langsung menghubungi seseorang. Terdengar sangat panik sekali..


Usai menghubungi seseorang, Nyonya Tirana pun berpamitan dengan suaminya untuk izin pulang dahulu, karena Nyoya Tirana tidak mungkin membicarakan soal anak-anaknya kepada tuan Bealonza di depan koleganya.


Usai berpamitan, Nyonya Tirana pun langsung mendatangi rumah sakit yang paling utama yang ada di kota tersebut.


Ketika sampai di rumah sakit, Nyonya Tirana pun langsung menunjuk ke ruangan VIP.


Benar saja, di sana ada Asdam dan juga Misha yang sedang bercerita banyak hal. Tidak tahu apa itu, Nyonya Tirana pun langsung masuk dan membuat Asdam dan Misha terkejut.


"Mamah?" Misha sangat kaget dengan kedatangan ibunya.


"Asdam, saya minta tinggal kami!" titah Nyonya Tirana tanpa basa-basi.


Asdam pun berdiri dan berjalan ke arah Nyonya Tirana. Asdam sengaja mendekati Nyonya Tirana dan berbisik padanya.

__ADS_1


"Sudah terlambat, kalian semua akan tahu akibatnya!" bisik Asdam membuat Nyonya Tirana gemetar. Namun, Nyonya Tirana mencoba untuk tenang.


"Asdam, ini bukanlah lelucon, kami memikirkan semua ini demi kebaikan kalian!" ujar Nyonya Tirana.


"Heh, anda yang menganggap ini adalah sebuah lelucon sehingga dapat menertawai aku dari belakang. Sekarang, sudah cukup kalian tertawa." Asdam pun memegang tangan Nyonya Tirana dan menuntunnya dengan kasar untuk keluar dari kamar Misha.


JEGREK!( suara banting pintu)


Asdam mengunci pintu dan tidak akan membiarkan siapapun masuk ke dalam kehidupannya dan juga Misha.


Misha sudah mengadukan semua perbuatan orang tuanya dan juga orang tua Asdam yang sudah mengancamnya dan juga tidak perduli akan hidup dan matinya.


Misha pun sudah menjelaskan jika Ziga bukanlah selingkuhannya, melainkan sahabatnya yang setia menemani dirinya. Tetapi, Misha tidak mengatakan jika Ziga juga adalah kekasih Chana sebelumnya kepada Asdam.


"Asdam?" Misha memanggil Asdam yang terlihat mematung usai mengunci pintu.


Ini bukanlah tentang rasa cinta atau pun tentang perasaan kemanusiaan. Namun, Asdam sangat tidak suka jika ada seseorang yang ingin bermain-main dengannya.


Asdam mendekati Misha dan mencium keningnya.


Misha tersenyum dan merasa sangat senang. Kini, semangatnya untuk sembuh pun kembali berkobar.


Nyonya Tirana pun terlihat sangat kesal namun ia pun tidak berdaya. Hanya orang tua Asdam yang akan mampu menjelaskan semuanya kepada Asdam.


Di sisi lain, terlihat Chana berada di sebuah toko berlian untuk menjual kalung liontin dan juga antingnya. Terakhir, Chana pun ingin menjual cincinnya, namun Chana ingat, jika cincin itu adalah pemberian dari Asdam.


"ini adalah kenang-kenangan terakhir darinya," gumam Chana menyimpan rasa duka seorang diri.


Chana tidak membawa ponsel karena ponselnya saat itu di pegang oleh Asdam. Chana mau pulang tetapi ia sudah cukup sangat sakit untuk kembali. Chana pun memutuskan untuk membayar seseorang membantunya keluar dari negara ini. Bahkan demi memperlancar proses, Chana pun menjual mobil milik Asdam yang di bawa oleh sekretaris Rein..


Chana menunggu semuanya jadi di bandara dengan pakaian yang tertutup. Sebelumnya, Chana masih menggunakan pakaian joging, kini ia sudah berganti dengan setelan outfit mahal dengan topi dan kaca hitam dan masker yang menutupi wajahnya.


Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya seseorang datang membawa identitas baru untuk Chana. Setelah membayarnya, Chana pun langsung memesan pesawat dan pergi membawa rasa sakit itu sendiri.


...****************...

__ADS_1


Malam ini, Asdam membawa pulang Misha karena Misha meminta untuk di rawat di rumah saja. Asdam pun menuruti permintaan Misha dan meminta semua alat medis di pindahkan ke apartemen Misha.


Meskipun akan menelan uang yang cukup besar, namun demi Misha, Asdam pun akan melakukan segala cara.


Setelah sampai di apartemen Misha, Asdam pun langsung menyelimuti Misha yang tertidur karena pengaruh obat yang ia minum.


Asdam pun memperhatikan apartemen itu dengan penuh kenangan.


Ketika Misha tertidur, handphone miliknya berdering membuat Asdam ingin langsung mematikannya karena itu sangat berisik dan takut akan menganggu Misha.


Tetapi, ketika Asdam melihat jika itu adalah Ziga, ia pun langsung mengangkatnya.


"Hallo? Misha, apakah kamu baik-baik saja di sana? di sini sepi tidak kamu lagi. Habis pulang kerja langsung rebahan di kamar. Baik-baik ya di sana, ingat, jangan buat onar lagi, jangan coba-coba mencelakai Chana lagi. Hmm, aku tahu ini sakit, aku juga sakit. Misha, andai waktu bisa di putar, seharusnya aku langsung melamar Chana saat pulang dari Paris. Harusnya aku menuruti perkataan mu kala itu, pasti aku tidak akan kesepian seperti ini."


terdengar Ziga mencurahkan isi hatinya kepada seseorang di balik telpon yang ia kira itu adalah Misha.


Asdam sendiri menyimak ucapan yang Ziga lontarkan. Asdam cukup terkejut ketika mengetahui jika Ziga dan Chana memiliki hubungan yang spesial.


"Ada hubungan apa kamu dengan Chana?" tanya Asdam membuat Ziga di balik telpon langsung terjingkat dari kasurnya.


Ziga sangat terkejut dan panik ketika mendengar suara seseorang yang tidak asing baginya.


"Si-siapa kamu!? di mana Misha!?" tanya Ziga panik.


"Aku adalah Asdam, Misha ada bersamaku!" jawab Asdam dengan santai.


Ziga pun langsung teringat dengan Chana. Otaknya terbayang bagaimana keadaan Chana kali ini jika benar Asdam sudah mengetahui segalanya.


"Di mana Chana!?" tanya Ziga to the poin. Ziga benar-benar langsung khawatir dengan Chana saat ini.


Ziga ingat bagaimana malam pertama Asdam Chana. Chana mengatakan jika Asdam menodongkan pistol ke kepalanya. Ziga tidak dapat membayangkan bagaimana sikap Asdam kali ini kepada Chana.


Semoga dia tidak membunuhnya.


batin Ziga berharap jika Chana baik-baik saja.

__ADS_1


__ADS_2