Bukan Wanita Pengganti

Bukan Wanita Pengganti
bab 46, pertarungan di mulai


__ADS_3

"Dengar, kamu tidak ada hak untuk membela wanita itu. Dan juga, kamu tidak akan lagi bermain piano. Kamu akan sekolah khusus untuk fokus meneruskan perusahaan yang sudah saya bangun untuk kamu. Ingat, kamu tidak akan saya izinkan untuk menyentuh piano lagi. Camkan itu!"


ujar Asdam mengancam Alden.


"Kak! aku tahu kamu kecewa padaku karena aku ikut diam selama ini. Aku terima kamu marah padaku juga, tetapi, aku tidak akan membiarkan kakak menyakiti kak Chana sedikit pun. Kak Chana adalah wanita yang baik, yang rela berkorban. Apakah kak Asdam fikir kalo kak Chana tidak memiliki kehidupan!? Dia bahkan rela meninggalkan butiknya demi menuruti perintah dari mamah! Apakah kakak tahu itu!" Alden terlihat sigap untuk menantang Asdam dan memperingatinya agar tidak menyakiti Chana.


"Bahkan, kak Chana hampir mati karena melindungi ku di saat kecelakaan itu. Kecelakaan yang didalangi oleh Misha!" lanjutnya dengan tegas.


"JIKA BEGITU KENAPA KALIAN TIDAK MAU MENGATAKAN PADAKU YANG SEBENARNYA!" teriak Asdam kesal karena Alden terus membela Chana.


"YA KARENA KITA PUNYA ORANG TUA KAYA MEREKA!" Alden pun ikut berteriak kepada Asdam..


Alden sudah cukup diam selama ini. Alden selama hidupnya tidak pernah merasakan kasih sayang dan cinta. Hanya kedatangan Chana-lah yang membuatnya seperti anak pada umumnya, yang mendapatkan cinta dan perhatian. Chana sudah memberikan warna baru dalam hidupnya. Jika bukan karena Chana, Asdam mungkin juga tidak akan pernah melihat langsung ketrampilan Alden bermain piano.


Mendengar perkataan Alden, Asdam pun semakin kalut dalam kebingungan.


"Jika begitu, aku akan menyingkirkan orang tua itu!" sahut Asdam dengan suara tertahan.


Alden pun di dorong masuk ke dalam kamar, dan Asdam langsung mengunci pintu kamar Alden. Asdam hanya ingin semua orang tahu bagaimana jika berani bermain-main dengannya..


Asdam memanggil dua bodyguard untuk menjaga pintu kamar Alden..


"Ingat, jangan sampai dia keluar dari kamar ini. Pintu hanya boleh di buka pada saat makan, apa kalian mengerti!?" titah Asdam dengan tegas.


"Siap, Tuan!" sahut dua bodyguard sigap.


Asdam pun berjalan tegap menuju mobilnya. Badannya yang tinggi nan suspek. Rahang yang tirus dan juga mata yang indah namun sangat tajam. Benar-benar membuat semua akan takluk oleh penampakan mematikan yang Asdam pancarkan.


Ketika sudah berada di kantor, orang-orang bawahannya dan juga beberapa klein pun pada bingung karena ada meeting mendadak.


Ketika orang-orang melihat kedatangan Asdam masuk ke ruang meeting, orang-orang pun langsung menyambutnya. Tetapi Asdam kali ini tidak ingin berbasa-basi.

__ADS_1


Melihat mertuanya yang sepertinya sangat membanggakan dirinya. Asdam pun tersenyum kecut melihat ketidaktahudirian mertuanya yang sudah berani membohongi dirinya.


Tanpa basa-basi, Asdam pun menyalakan layar LCD Projector.


Semua orang pun sangat terkejut melihat aib-aib mereka dan juga data kecurangan mereka di tampilan.


Bahkan, Asdam juga memperlihatkan kecurangan terbesar kakeknya dan orang tuanya sendiri yang sudah menggelapkan uang yang cukup besar selama bertahun-tahun. Meksipun kedua orang tuanya masih berada di perjalanan pulang, tetapi Asdam tetap memperlihatkan keburukan mereka.


Para Klein yang berada di ruangan meeting pun tidak mengerti apa mau dari Asdam sehingga membuka aib semua. Bahkan mertuanya di buat sangat malu ketika tubuh bugilnya yang sedang bercinta dengan daun muda di pertontonkan dengan jelas..


Tidak hanya itu, ada beberapa foto ketika tuan Bealonza melakukan transaksi ilegal untuk mengelabui tukang pajak dengan jumlah yang sangat fantastis..


Tidak hanya mertuanya sendiri, bahkan banyak dari partner kerjanya yang ia bongkar aibnya secara terang-terangan.


"Asdam! apa-apaan ini!" tanya tuan Bealonza menegur menantunya.


Karena sibuk sendiri, alhasil tuan Bealonza pun tidak mengetahui jika sebenarnya Asdam sudah mengetahui semuanya.


Asdam pun tidak mempedulikan pertanyaan dari tuan Bealonza..


Tuan Bealonza pun langsung terkulai lemas mendengar ancaman dari menantunya tersebut. Tuan Bealonza pun akhirnya mengerti sesuatu, yaitu rahasia mereka telah terbongkar.


Yang buat Tuan Bealonza tidak percaya adalah, Asdam bisa mendapatkan semua bukti-bukti kejatahan setiap orang ada di ruangan tersebut.


Saat ini tidak ada yang bisa berkutik dan hanya bisa menunjukan tangan mereka.


Puas melihat ketidak berdayaan semua orang, Asdam pun tersenyum mematikan.


...****************...


Singkat cerita, kini sebuah pesawat mendarat dengan sempurna.

__ADS_1


Terlihat Nyonya Beckham dan tuan Paulo turun dari pesawat dan ingin bergegas untuk menemui Asdam..


Nyonya Beckham terlihat sangat gelisah namun ia berusaha untuk tenang.


Di tempat yang sama namun sedikit agak jauh, terlihat Nyonya Tirana ingin menyambut kedatangan sang besan.


Nyonya Tirana sudah mendapatkan telpon dari suaminya tentang apa yang terjadi di kantor hari ini.


ketika akan menghampiri besannya dan memberi tahu kelanjutan perbuatan yang Asdam lakukan, tiba-tiba saja kakinya terhenti ketika melihat polisi dengan sigap menangkap Nyonya Beckham dan tuan Paulo di Bandara..


Sepertinya balas dendam Asdam tidak main-main kali ini.


"Hey, apa yang kalian lakukan!" ucap Nyonya Beckham terkejut.


"Kami mendapat perintah untuk menangkap anda. Ikut dengan kami, jika tidak, kami akan melakukan dengan cara keras!" ancam polisi tersebut.


Nyonya Beckham dan tuan Paulo pun langsung menutupi wajah mereka ketika tiba-tiba para wartawan menyerbu wajah mereka.


Nyonya Tirana pun terlihat mengumpat ketika melihat segerombolan polisi menangkap besannya.


"Gawat! mereka aja bisa di tangkap, bagaimana dengan nasib ku dan keluarga ku? sepertinya aku harus bicara dengan Misha untuk menyadarkan Asdam!" gumam Nyonya Tirana ketakutan.


Setelah Nyonya Beckham dan tuan Paulo di tangkap, beberapa polisi kini mengincar vila kakek untuk melakukan penggeledahan.


Karena mereka mendapatkan laporan, jika kakek sudah menyembunyikan benda-benda antik ilegal di ruangan rahasia agar terhindar dari pajak, dll.


Kakek yang melihat villanya yang tadinya adem, tentram, damai, sejuk, kini tiba-tiba saja kedatangan polisi untuk memeriksa dan menggeledah villanya.


Kakek pun terlihat syok namun ia berusaha untuk tetap tenang dan duduk dengan tenang. Meskipun jantung kakek berdegup dengan kencang, namun jiwanya sangat stabil sehingga ia tetap tenang dari luar.


Di sisi lain, Asdam terlihat duduk sambil salah satu kak naik ke atas meja sambil tangannya memegang air soda.

__ADS_1


Asdam sangat puas karena ia berhasil memberi pelajaran berharga untuk keluarganya sendiri. Tetapi, meksipun begitu, ada satu hal yang harus Asdam lakukan..


Yaitu membuat kedua orang tua Chana hancur agar Chana mau muncul di depannya lagi. Entah kenapa, Asdam sangat ingin mencari keberadaan Chana. "Sembunyi di mana sekarang kau, Chana!?" Aku akan menemukan mu!"


__ADS_2