
Pagi ini pukul 10, Nyonya Tirana dan juga Tuan Bealonza berkunjung ke kediaman besan mereka untuk menjenguk Chana yang habis kecelakaan.
Tidak hanya Nyonya Tirana dan juga Tuan Bealonza, bahkan kakek pun ikut datang untuk menjenguk cucunya yang katanya kecelakaan.
"Selamat pagi, Say, apa kabar?" sapa Nyonya Tirana kepada Nyonya Beckham.
"Baik, Say. Senang bisa bertemu lagi. Mari, kita masuk ke dalam," ujar Nyonya Beckham mempersilahkan Nyonya dan Tuan Bealonza masuk.
Di ruang keluarga sudah ada Kakek dan juga Tuan Paulo.
Mereka pun akhirnya bertemu sapa satu sama lain. Terlihat sangat akrab dan juga penuh dengan senyuman. Bukan karena apa, selagi uang ada di atas kepala, maka orang lain akan tersenyum lebar kepada kita.
Tidak berlangsung lama, Asdam dan Chana pun berjalan menuruni anak tangga. Asdam dan Chana kompak bersandiwara jika mereka adalah pasangan yang sangat harmonis.
Asdam membantu Chana dan memegang erat tangannya. Meskipun Chana merasa canggung, namun ia harus tetap terlihat anggun di depan dua keluarga besar.
"Pagi sayang ku, ya tuhan, bagaimana bisa ini terjadi padamu, nak?" sapa Nyonya Tirana yang langsung memeluk Chana dengan erat.
"Mah, aku tidak apa-apa. Ini hanya luka kecil saja," jawab Chana mencoba untuk menenangkan semua orang.
"Aku sudah bertanya pada dokter, syukur tidak ada luka dalam yang akan mempengaruhi rahimnya," jawab Nyonya Beckham.
Meskipun Nyonya Tirana tersenyum, namun hatinya merasa sangat tersinggung dan sakit hati. Mau bagaimana pun, Chana lebih berharga ketimbang anak yang akan berada di dalam perutnya.
"Syukurlah jika begitu. Chana, papah sudah siapkan supir untuk mu. Sudah papah katakan, jangan membeli mobil murahan. Pakai mobil yang sudah papah siapkan dan pakailah supir. Kali ini papah tidak ingin mendengar penolakan darimu!" tegas Tuan Bealonza memperingati putri.
Chana pun hanya bisa diam dan mengangguk pasrah.
"Baik, pah."
__ADS_1
"Asdam, apakah kamu sudah melaporkan hal ini kepada polisi?" tanya Kakek.
Asdam pun terdiam penuh makna. Semua orang pun menatapnya dengan seksama. Chana menatap Asdam yang berada di sebelahnya. Chana mengerti jika Asdam ingin mengatakan apa yang sudah Asdam katakan padanya tadi malam.
Chana pun mencoba menarik perhatian Asdam dengan menggenggam tangannya. Asdam pun terkejut dengan sikap Chana, ia pun menatap Chana.
Chana dengan perlahan mengedipkan mata dan menggelengkan kepalanya. Chana memohon agar Asdam tidak mengatakan soal semalam.
Sikap Chana akhirnya semakin meyakinkan Asdam, larangan adalah perintah baginya. Seorang Asdam tidak akan mendengarkan Chana dengan semudah itu.
"Kakek, mamah, papah, dan juga untuk papah Bea-, ada yang ingin saya sampaikan. Mungkin berita ini akan membuat kalian merasa tidak percaya, namun saya harus mengatakannya."
Kata-kata Asdam membuat semua orang merasa sangat penasaran, apa sebenarnya yang ingin Asdam katakan. Di sisi lain, terlihat Alden yang ikut menguping di balik pintu.
"Misha lah yang sudah menyuruh seseorang untuk mencelakai Chana dan juga Alden," jelas Asdam membuat semua orang terkejut.
Bahkan Nyonya Tirana pun sampai ambruk ketika mendengar hal itu. Chana sendiri hanya bisa berdecak kesal kepada Asdam yang tidak mau di ajak kerja sama..
Tuan Bealonza tahu anaknya sedang sakit, jadi tidak mungkin Misha dapat melakukan hal itu.
Mendengar anaknya di bentak, Nyonya Beckham pun maju dan membela.
"Tuan Bea-, ini bukan tidak mungkin. Anakmu Misha, sudah berusaha menipu kami, dan juga sudah mengkhianati kami. Jadi, aku rasa tidak mustahil jika anakmu dapat berbuat demikian. Kami harap anda tidak melupakan hal itu, Tuan Bealonza," ujar Nyonya Beckham dengan tegas membuat Tuan Bealonza tidak berkutik.
Suasana semakin memanas, kakek dan Tuan Paulo mencoba untuk menenangkan mereka akan tetap tenang.
"Sudah-sudah, kita akan selidiki ini ke pihak yang berwajib saja agar semuanya jelas," ujar kakek.
Mendengar hal itu, Nyonya Tirana pun menatap semua orang dan menggelengkan kepalanya. Tatapannya penuh arti, dan semua orang mengerti apa maksudnya itu kecuali Asdam.
__ADS_1
Karena memang hanya Asdam yang sampai saat ini belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di keluarganya.
Nyonya Beckham pun mencoba untuk memberi kode pada Nyonya Tirana agar tetap tenang. Sebab, kakek tidak akan semudah itu membiarkan Asdam mengetahui yang sebenarnya.
"Benar, biar polisi yang menangani ini dan menyelidiki yang sebenarnya," ujar Tuan Bealonza bersuara.
"Maaf, Pah. Apakah boleh saya tahu di mana keberadaan Misha saat ini?" tanya Asdam. "Jika memang yang melakukan semua ini, saya hanya ingin bicara berdua padanya, untuk apa dia melakukan semua ini," lanjutnya.
"Asdam!?" Nyonya Beckham pun mendekati Asdam dan memegang pundaknya.
"Saat ini Misha pasti sedang berbahagia dengan kekasihnya. Jadi, untuk apa dia melakukan ini pada Chana, apalagi Chana adalah adiknya sendiri," ujar Nyonya Beckham mencoba untuk menenangkan Asdam dengan pengakuan palsu.
Asdam lagi-lagi hanya terdiam. Apakah aku benar-benar telah salah paham kepada Misha seperti apa yang Chana katakan? hmmm...
Asdam pun hanya bisa menghela nafas. Karena ia masih ragu dan ia juga telah kehilangan jejak supir truk yang sudah melarikan diri.
...----------------...
Ketika Asdam sudah berangkat ke kantor, semua keluarga berkumpul untuk menanyakan dan membahas soal Misha yang berusaha untuk mencelakai Chana.
Di dalam ada Kakek, Tuan Paulo, nyonya Beckham, Tuan Bealonza, Nyonya Tirana dan juga Chana.
"Tuan Bea-, tolong anda pastikan apakah benar Misha yang melakukan semua ini. Jika memang benar, kita harus segera temukan supir itu dan menyuapnya untuk tutup mulut agar Asdam tidak membara untuk menemukannya," ujar Tuan Paulo.
"Maaf Tuan Paulo, saya sendiri belum dapat memastikannya. Andai jika benar itu perbuatan Misha, saya sendiri yang akan memberinya sanksi," jawab Tuan Bealonza merasa sangat malu dan kecewa.
"Melihat apa yang terjadi, sepertinya tidak dapat di pungkiri jika Misha dapat melakukan itu. Dia merasa cemburu dengan Chana dan mencoba untuk menyakitinya," imbuh Nyonya Beckham.
"Besok aku akan terbang ke Korea untuk memastikannya sendiri," ujar Nyonya Tirana tidak dapat lagi berkata-kata panjang lebar.
__ADS_1
Sedangkan Chana, ia hanya bisa terdiam dan tak berdaya. Chana sendiri bingung harus bagaimana, ia hanya bisa mengikuti alur yang ada saat ini. Berbicara pun tidak akan menemukan solusinya yang tepat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...