Bukan Wanita Pengganti

Bukan Wanita Pengganti
Bab 47, sadar setelah mengetahui sebenarnya


__ADS_3

Di sebuah penjara, terlihat Tuan Paulo dan istrinya, Beckham, sedang berada di ruang interogasi.


Terlihat wajah mereka menahan amarah yang sangat tinggi. Apa lagi, ketika mereka tahu anak merekalah yang telah melaporkan mereka ke polisi.


Terlihat Asdam berjalan dengan berani datang ke kantor polisi seorang diri. Dia ingin melihat penampilan orang tuanya yang sudah bermain-main dengan perasaannya.


"Asdam!?" terlihat Nyonya Beckham terkejut melihat anaknya yang akhirnya datang.


"Hay, mah, Hay pah!?" sapa Asdam dengan santainya.


"Apa yang kamu lakukan, Asdam!? apa semua ini!?" tanya tuan paulo kesal.


Asdam meminta para aparat kepolisian keluar dan meninggalkan mereka bertiga di ruang interogasi.


"Apa yang aku lakukan!?" Asdam terlihat sangat angkuh sambil berjalan membelakangi kedua orang tuanya.


"Hmm, sepertinya aku tidak berbuat apapun. Aku hanya melakukan apa yang menurut aku benar," lanjutnya.


"Benar katamu!?" Nyonya Beckham pun tidak percaya dengan apa yang anaknya katakan.


"Yah, seperti yang kalian lakukan padaku," jawab Asdam tersenyum manis, tetapi mampu membuat kedua orang tuanya naik darah.


"Asdam, jangan main-main, kita melakukan semua ini demi kebaikan mu sendiri!" sahut tuan Paulo.

__ADS_1


"Kebaikan kata anda? kebaikan seperti apa, ya? membohongi anaknya sendiri, dan mendzolimi seseorang yang sedang sakit parah? atau...!"


"Asdam, keluarga kita tidak bisa membiarkan seseorang yang berpenyakitkan melahirkan anak untuk keturunan keluarga kita. Misha telah membohongi kita semua dari awal! Dia sebenarnya sudah sakit sejak pertunangan kalian. Tetapi dia dengan kurang ajar telah memanipulasi hasilnya. Lagi pula, wanita yang sebenarnya kamu cari adalah Chana,kan? Sedari awal Misha sudah mengaku-ngaku pada mu jika dia adalah anak kecil yang pernah bermain denganmu! Kenapa kamu harus membela wanita itu!?"


Nyonya Beckham mampu membuat Asdam terpatung sejenak. Asdam tidak dapat mempercayai perkataan ibunya yang mengatakan jika Misha sudah memanipulasi hasil kesehatan mereka kala itu.


Dan juga, Asdam sangat terkejut ketika ibunya tahu tentang niatnya untuk mencari anak kecil yang pernah bermain dengannya dahulu kala. Yang lebih syoknya, kenapa Nyonya Beckham tahu jika Chana-lah gadis yang selama ini Asdam cari.


"Mamah, kamu tahu dari mana jika yang selama ini yang aku inginkan adalah anak kecil yang pernah bermain denganku!? Mamah tahu dari mana jika gadis itu adalah Chana!? dan, mamah tahu dari mana jika Misha sudah memanipulasi hasil kesehatan kamu dulu itu? semua tidak mungkin, mah! Aku ada di sana sama Misha, jadi tidak mungkin Misha dapat melakukan kecurangan itu!"


Wajah Asdam nampak seperti anak bayi yang tidak tahu banyak hal, dan mengeyel pada ibunya.


Nyonya Beckham pun memegang tangan kedua anaknya yang terlihat hilang arah saat ini. Sangat terlihat dari wajahnya yang seperti orang bingung dengan segala apa yang sudah terjadi.


Nyonya Beckham membelai wajah sang putranya dengan lembut. Nyonya Beckham akhirnya sadar, jika selama ini ia terlalu sibuk sehingga melupakan ada hati yang harus ia beri kehangatan.


Terlihat Asdam yang semakin lemas ketika mendengar pengakuan sang ibu. Namun, Nyonya Beckham masih belum menceritakan yang sebenarnya, sehingga Asdam masih belum dapat berkata apa-apa.


"Asdam." Nyonya Beckham terlihat serius. "di saat hari dimana kamu selalu menolak untuk di jodohkan dengan kedua sahabat kami, dan kamu memilih untuk setuju di jodohkan dengan keluarga Bealonza, dari sana mama teringat, jika salah satu putri Bealonza sudah merenggut hatimu. Mamah sangat ingat, bagaimana kamu bisa bermain dan tersenyum kepada gadis kecil nan manis itu.


Ketika perjodohan itu, ketika kamu dan Misha duduk di tepi kolam, Mamah tidak sengaja mendengar jika Misha mengaku jika dia adalah gadis kecil itu, sehingga membuat kamu menerima Misha.


Tetapi, saat itu mamah sangat ingat sekali, jika sebenarnya gadis kecil itu bukanlah Misha, tetapi Chana. Kamu pasti bertanya-tanya kenapa mamah diam saja saat mendengar Misha mengaku-ngaku jika dia adalah gadis kecil itu. Itu karena, Misha-lah yang memiliki semangat besar untuk maju dan meneruskan perusahaan ayahnya, sedangkan Chana, dia lebih fokus ke seni dan desain. Bahkan, Chana tidak mau bersekolah di sekolahan yang bagus untuk menunjang prestasi.

__ADS_1


So, ketika kamu percaya jika Misha adalah gadis itu, mamah merasa tidak ada yang salahnya. Lagi pula Misha adalah anak yang cantik dan cerdik. Toh, saat itu kamu juga tidak bertanya kepada mamah, siapa nama gaids yang dulu pernah bermain denganmu. Jadi, mamah semakin yakin dengan keputusan mamah untuk diam..


Masalah penyakit Misha, semuanya juga baru tahu satu hari sebelum hari H. Tiba-tiba saja Misha pingsan dan koma. Ketika kami selidiki, memang ada seseorang yang sengaja mengganti hasil datanya sesuai perintah dari Misha.


Mamah bener-benar sangat kecewa dengan Misha. Ketika mamah sudah sangat percaya padanya, dia justru berbuat curang!"


Nyonya Beckham dengan pelan-pelan memberi tahu anaknya agar mengerti.


Asdam pun terlihat seperti manusia yang kehilangan kepalanya. Tubuhnya tidak sinkron sehingga ia seperti orang mabuk berat.


Dadanya sangat sesak mendengar penjelasan dari mamahnya. Soalnya, baru kemarin Asdam dan Misha bercerita kembali setelah sekian lama berpisah. Dalam cerita mereka, Misha dengan air mata meyakinkan Asdam jika dia adalah gadis kecil itu. Sedangkan Chana hanyalah berpura-pura dan berbohong.


Asdam pun sudah percaya penuh dengan Misha, karena Asdam merasa jika Misha sudah dizolimi seperti itu dengan keadaanya yang sakit parah.


"Mah, apakah mamah yakin? apakah kali ini mamah tidak bohong!?" tanya Asdam dengan raut wajah yang memelas.


Nyonya Beckham pun menangis melihat anaknya yang hancur karena keserakahannya. Nyonya Beckham bener-benar merasa gagal kali ini.


"Mamah tidak berbohong, sayang. Maafkan mamah, andai mamah mengatakan yang sebenarnya dulu, mungkin keadaanya tidak akan seperti ini." Nyonya Beckham pun tak henti-hentinya meneteskan air matanya.


Asdam pun menangis sesenggukan di pangkuan ibunya. Asdam yang awalnya datang dengan arogannya, kini ia seperti anak kucing yang tak berdaya.


Rasa marah, benci, dan juga ketidak percayaan membuatnya sudah berbuat gegabah. Bahkan Asdam sudah melakukan konspirasi kejam untuk menjatuhkan kedua orang tuanya sendiri.

__ADS_1


"Maaaa...aaaa..aaa apa yang sudah Asdam lakukan, maafkan Asdam, mah?" ujar Asdam.


"Sudah tidak apa-apa sayang, mamah mengerti. Mamah juga minta maaf ya, karena selama ini maaf sudah terlalu egois!?" sahut Nyonya Beckham memeluk sang putra.


__ADS_2