
Di dalam kamar yang sangat Chana rindukan, bukan kehangatan yang Chana dapatkan, melainkan sikap dingin yang Asdam berikan.
Selepas pulang dari villa, Asdam sama sekali tidak berucap apapun. Hanya sikap dingin yang ia pancarkan. Chana tahu jika Asdam masih sangat kecewa pada dirinya. Tetapi Chana sendiri berharap, jika suatu saat Asdam akan mengerti dirinya.
Pagi ini Asdam sudah siap untuk berangkat ke kantor. Ia sama sekali tidak melirik istrinya yang sebenarnya sangat ia rindukan, namun ia masih terbakar oleh api cemburu.
Chana terlihat seperti orang hilang di atas kasur. Chana merasa seperti orang asing di dalam kamarnya sendiri.
Asdam berbalik dan berkata, "aku akan berangkat kerja. Aku akan pulang sedikit terlambat, dokter akan datang untuk memeriksa mu. Jaga diri mu baik-baik," ujar Asdam yang langsung berlalu begitu saja.
Asdam keluar dari kamar dan tidak memperhatikan lagi bagaimana ekspresi istrinya.
Alden yang baru mengetahui jika kakak iparnya sudah pulang pun langsung menghampiri Asdam.
"Kak, apakah kak Chana sudah kembali?" tanya Alden yang sudah siap dengan seragam sekolahnya.
"Benar. Biarkan ia istirahat dulu. Kamu berangkat sekolah dan belajar dengan baik," jawab Asdam tidak mengizinkan siapapun untuk menemui Chana.
Alden melihat ke lantai atas, ia melihat ada dua bodyguard yang menunggu kamar kakak iparnya.
Alden hanya menduga, jika Asdam pasti karena terlalu cemas dengan istrinya sehingga sekarang ia memberikan pengamanan yang ketat.
"Baik, kak. Aku turut bahagia karena akhirnya kak Chana kembali," ujar Alden yang merasa tidak sabar ingin segera menemui Chana.
Asdam hanya mengelus kepala Alden dan berlalu begitu saja. Asdam berangkat sendiri ke kantor karena saat ini sekertaris Rein masih menangani kasus Chana.
Di sisi lain, Nyonya Beckham yang sangat yakin jika ibu dari Ziga adalah adiknya langsung menghampiri mereka ke rumah sakit.
Misha dan Nomnom yang sedari awal selalu menemani Nyonya Beckham pun terus mengikutinya. Meksipun sebenarnya mereka sangat kelelahan, tetapi Misha tidak bisa meninggalkan Nyonya Beckham sendirian.
Sedangkan Sekertaris Rein, ia juga mengikuti Nyonya Beckham dari belakang dengan beberapa polisi. Sebab, mereka harus menjaga tersangka dan segera menangkapnya jika kondisinya sudah terlihat membaik.
Ibunya Ziga terlihat sangat berantakan ketika melihat anaknya yang mendapatkan beberapa patah tulang. Ada di tangan, rahang dan juga memar di seluruh wajahnya.
Ibunya Ziga sangat terkejut ketika melihat Nyonya Beckham datang bersama dengan polisi di belakangnya. Ia sangat berharap jika keluarga Marquez mau memaafkan anaknya. Meskipun anaknya sudah terbukti bersalah, namun ibu mana yang sanggup melihat anaknya sekarat seperti ini.
"Bu... Aku mohon, ampuni anakku yang sedang sekarat. Tangkap aku saja, aku siap menggantikan anakku!" ibunya Ziga langsung berlutut di bawah kaki Nyonya Beckham yang masuk ke dalam ruangan Ziga.
Nyonya Beckham benar-benar sangat kesulitan harus memulainya dari mana. Antara senang dan sedih bercampur jadi satu.
__ADS_1
Nyonya Beckham dengan lembut mengajak ibunya Ziga untuk berdiri dan duduk bersamanya.
Ibunya Ziga pun sedikit terkejut dengan sikap Nyonya Beckham yang sepertinya sangat perhatian padanya.
Ketika sudah duduk bersama, Nyonya Beckham langsung menunjukkan Poto yang ia ambil dari dinding.
"Apakah ini kamu?" tanya Nyonya Beckham menunjukan sebuah foto anak kecil berusia 6 tahun.
Ibunya Ziga pun menganggukkan kepalanya.
DEG
jantung Nyonya Beckham langsung berseru. Ia pun langsung menunjukan Poto keluarganya ketika mereka masih kecil.
Terlihat foto keluarga, ada Nyonya Beckham yang masih berusia 10 sedang menggandeng adiknya masih berusia 5 tahun, dan di belakang mereka ada kakek Marquez yang masih muda bersama dengan istrinya.
Ibunya Ziga sangat terkejut ketika melihat potret dirinya yang masih kecil bisa bersama dengan keluarga Marquez.
"Bu, apa ini maksudnya?" tanya Ibunya Ziga tidak mengerti.
"Sebaiknya, kita melakukan tes DNA untuk memastikannya." ujar Nyonya Beckham yang tidak ingin lagi menduga-duga.
Nyonya Beckham pun menceritakan adiknya yang hilang.
"Malam itu, mobil kami mengalami sebuah kecelakaan, dan adikku yang masih berusia 5 tahun lebih tidak sengaja terpental dari mobil dan jatuh ke sungai yang mengalir dengan deras. Kami sudah berusaha mencari keberadaan adikku yang hilang, namun sampai saat ini kami akan menemukannya." jelas Nyonya Beckham.
Ibunya Ziga pun menutup mulutnya tidak percaya. Selama ini, ia hidup dengan sempurna dengan keluarganya yang kini sudah pada meninggal. Hanya adiknya yang kini sedang bekerja di luar negeri dan tidak pernah kembali.
Selama ini Ibunya Ziga tidak pernah ingat apapun perihal masa lalunya ketika masih sangat kecil.
Mendengar penjelasan Nyonya Beckham, Ibunya Ziga pun berusaha untuk tenang.
"Buk Beckham, maafkan saya sebelumnya. Bukan saya tidak percaya dengan kisah anda, namun sepertinya anda salah orang dan Poto gadis itu kemungkinan hanya kebetulan mirip dengan saya," jawab Ibunya Ziga.
"Maka dari itu aku tidak ingin lagi menduga-duga, aku ingin kita melakukan tes DNA. Jika benar kamu adalah adikku yang hilang, kamu tidak perlu cemas soap Ziga, kami akan mencabut tuntutannya dan kamu juga akan mendapatkan bagaianmu yang selama ini sudah aku jaga," ujar Nyonya Beckham sedikit memohon.
Ibunya Ziga pun merasa jika ini adalah kesempatannya. Perihal benar atau tidak, soalnya ia sendiri tidak pernah ingat bagaimana masa kecilnya dahulu. Jika benar dirinya adalah anak dari keluarga Marquez, maka ini adalah hoki dari tuhan untuknya.
Ibunya Ziga yang terlihat sangat polos itu pun langsung setuju dan mengangguk tanpa banyak tanya.
__ADS_1
Di sisi lain, Asdam sedang menelpon Sekertaris Rein langsung terlihat marah ketika mendengar jika ibunya Ziga sedang melakukan tes DNA.
Selama hidup Asdam, ia tidak akan pernah menerima Ziga adalah saudara sepupunya. Asdam tetap akan memenjarakan Ziga apapun yang terjadi.
Di sisi lain, terlihat Nomnom yang sedang berada di kamar mandi rumah sakit untuk mencuci mukanya. Nomnom merasa sangat lelah mengikuti drama keluarga Marquez ini.
Ketika Nomnom akan keluar kamar mandi, tiba-tiba saja sekertaris Rein masuk dan langsung menarik tangan Nomnom sedikit memaksa untuk ikut bersamanya.
"Hay! apa yang kamu lakukan!?" tanya Nomnom kaget dengan sikap Sekertaris Rein yang tiba-tiba.
Tidak banyak bicara, Sekertaris Rein langsung memasukan Nomnom masuk ke dalam mobil dan memasangkan sabuk pengaman untuknya.
Misha yang sedang menunggu supirnya datang pun terkejut ketika melihat Sekertaris Rein dan Nomnom terlihat sangat akrab sekali.
"Kok mereka?" Misha yang sangat penasaran pun langsung mencoba untuk mengintip Nomnom dan sekertaris Rein yang berada di dalam mobil.
Ketika Misha melihat dengan seksama dari jarak 5 meter, Misha pun langsung membalikan tubuhnya syok melihat apa yang dia lihat.
"What!" Misha pun tercengang tidak percaya.
Misha memutar tubuhnya kembali dan masih melihat Sekertaris Rein yang mencium Nomnom sambil memegangi kepalanya.
Nomnom hanya bisa memejamkan matanya karena ia juga sangat syok dengan apa Sekertaris Rein lakukan padanya.
TIN...
suara klakson mobil dari belakang mobil sekertaris Rein membuat Nomnom kaget dan spontan langsung mendorong Sekertaris Rein.
Misha yang takut ketahuan pun langsung berlari ke suara klakson karena itu adalah supirnya yang sudah datang.
Nomnom mendelik ke arah sekertaris Rein dengan perasaan gugup tidak tahu harus berkata apa.
"Kita akan memilih gaun pengantin setelah urusan Nona Chana dan tuan Asdam selesai." ujar Sekertaris Rein langsung ke inti bumi membuat Nomnom serasa ingin pingsan saat ini juga.
Di sisi lain, Misha tertawa terbahak-bahak di dalam mobilnya yang sudah berjalan menjauhi kawasan rumah sakit.
"Ooohohohoho..... ini tidak dapat percaya, Nomnom, Sekertaris Rein,mereka? ya, ampuuuuuuun... kenapa jodoh orang pada dekat-dekat, sedangkan aku... Ais, aku akan menunggu oppa kesayangan datang!" ujar Misha menghalu bahagia membayangkan proses percintaan yang rumit ini.
Misha menghela nafas lega. Sekarang, Asdam tidak akan menyakiti Ziga lagi sebab kemungkinan besar, sepertinya Ziga memanglah saudara sepupunya Asdam.
__ADS_1
Mau bagaimana pun, Ziga adalah sahabat terbaiknya.