
Hari demi hari berlalu. Asdam sangat stres karena ia masih juga belum menemukan di mana keberadaan sang istri.
Pekerjaan jadi terganggu dan juga tubuhnya menjadi tidak terurus.
Asdam menggila sampai-sampai ia tidak lagi memperhatikan rambutnya yang sudah mulai gondrong. Jenggot dan kumis yang mulai lebat.
Wajahnya terlihat sangat kusam dan tubuhnya mulai kurus. Matanya menjadi sayu karena lelah mencari keberadaan sang istri yang tidak juga kunjung ketemu.
Sudah 4 bulan lebih Chana masih juga tidak di temukan. Asdam yang awalnya hanya ingin menyelidiki secara diam-diam, akhirnya Nyonya Beckham turun tangan dan menyebarkan berita hilangnya menantu kesayangannya di media sosial,tv dan juga koran.
Asdam seperti orang gila yang tidak bernyawa. Asdam dengan terhuyung lemas menghampiri ibunya yang sibuk menerima panggilan sana-sini dari orang-orang terdekatnya yang mengucapkan keprihatinan atas hilangnya menantu keluarga Marquez.
"Mamah!" sentak Asdam dengan lemas tetapi ia berusaha untuk tetap berdiri.
"Asdam?" Nyonya Beckham meletakan ponselnya dan menghampiri sang putra.
"Sayang, kamu demam, Nak?" Nyonya Beckham sangat terkejut mengetahui jika suhu badan Asdam sangat tinggi. Bibirnya juga terlihat sangat pucat sekali.
"Mah, kenapa mamah menyebarkan berita tentang hilangnya Chana!? jika begini, pria brengsek itu akan lebih waspada!" ujar Asdam kesal dengan mamahnya.
"Tidak ada cara lain sayang. Semakin banyak yang mengetahui, maka akan semakin banyak orang yang membantu kita!" jawab Nyonya Beckham.
Di sisi lain, Misha yang baru saja pulang dari Korea bersama dengan kedua orang tuanya pun di kejutkan dengan berita hilangnya Chana.
Misha kini sudah di nyatakan sembuh total meksipun ia harus tetap rutin menjalani pemeriksaan agar jika ada gejala-gejala kanker itu tumbuh kembali, maka mereka bisa melakukan penanganan lebih awal.
Sebenarnya ini adalah sebuah mukjizat dari tuhan. Sudah 8 bulan Misha melakukan perawatan, dan akhirnya ia bisa di nyatakan pulih kembali melawan kankernya.
"Mah, Pah! apa-apaan ini?" tanya Misha terkejut mendengar kabar berita hilangnya Chana.
"Mamah juga tidak tahu sayang. Kita baru saja pulang, jadi mamah tidak tahu apa-apa soal hilangnya Chana. Kenapa Jeng Beckham tidak memberi tahu mamah!?" ujar Mama Tirana yang juga syok mendengar kabar tersebut.
"Papah juga tidak tahu apa-apa. Selama ini semuanya terlihat baik-baik saja sebelum papah menjemput kalian!" jawab Tuan Bea-.
"Pah, sekarang kita harus segera ke rumah Asdam!" ujar Misha terlihat sangat panik.
Kedua orang tuanya pun tidak kalah paniknya. Mereka yang sedang baru saja pulang dari perjalanan jauh pun langsung bergegas pergi ke rumah Asdam.
__ADS_1
Setelah sampai ke rumah Asdam, Misha pun langsung berjalan tegas menghampiri Nyonya Beckham yang terlihat sangat panik di aula rumah.
"Tante!?" panggil Misha dengan keras. Misha pun langsung menghampiri Nyonya Beckham dan di ikuti oleh kedua orang tuanya.
"Misha!? kamu sudah sembuh?" tanya Nyonya Beckham terkejut.
"Iya, Tante, saya sudah sembuh, saya sudah sehat kembali." jawab Misha.
"Syukurlah, saya ikut senang mendengarnya," jawab Nyonya Beckham.
"Jeng, kalian harus menjelaskan kepada kami apa sebenarnya terjadi dengan Chana!?" tanya Mama Tirana to the poin.
"Sejak kapan Chana hilang, bagaimana bisa dia hilang!?" tanya Tuan Bea yang juga menahan geram. Sebab ini menyangkut perihal putrinya yang ia sayangi.
Nyonya Beckham pun mengajak besannya untuk duduk dan menceritakan segalanya. Dari awal dan akhir seperti yang ia ketahui.
"Sekarang, kami mencurangi Ziga sebagai pelakunya. Tetapi sudah berjalan 4 bulan hilangnya Chana, kami belum mendapatkan kabar apapun," jelas Nyonya.
BRUAK!
Suara bantingan meja membuat mereka sangat kaget.
"Jeng, jadi kamu berbohong pada kami kalo katanya Chana membeli apartemen baru?" tanya Mama Tirana.
"Maafkan kami," jawab Nyonya Beckham dengan elegan.
"Tante, sekarang di mana Asdam? aku perlu bicara dengannya!?" tanya Misha.
"Dia ada di kamarnya. Asdam sedang demam sekarang, karena sudah 4 bulan ini Asdam tidak makan dan tidur dengan benar. Bahkan pekerjaannya kini di ambil alih oleh ayahnya." ujar Nyonya Beckham.
Misha pun meminta izin untuk menemui Asdam. Setelah sampai kamar, Misha terlihat kaget melihat Asdam yang mengejang di tempat tidurnya sambil mengigau.
"Chana...Chana... Chana.. jangan tinggalkan aku Chana... aku sungguh sangat menyesal.. Chana...Chana...!" Asdam mengigau.
Misha pun hanya bisa menahan air matanya sambil menutup mulutnya karena merasa sangat sedih melihat penampilan Asdam saat ini.
"Asdam, hey!?" Misha mengelus rambut Asdam dengan lembut agar Asdam sadar dari mimpinya.
__ADS_1
Asdam pun perlahan membuka matanya.
"Chana?" Asdam mengira jika Misha adalah Chana.
"Bukan, ini aku, Misha." jawab Misha menjelaskan.
"Kamu?" Asdam sepertinya masih belum stabil.
"Aku adalah Misha. Sudah, kamu tidak perlu bangun, istirahat saja," ujar Misha melarang Asdam yang ingin bangun.
"Kau sudah kembali?" tanya Asdam.
"Puji syukur, aku sudah sehat sekarang. Meksipun tidak 100% tetapi aku bersyukur bisa kembali lagi dengan keadaan yang lebih baik. Lihatlah, wajahku sudah tidak sepucat dulu," ujar Misha.
"syukurlah," jawab Asdam yang masih nampak lemah dan pucat.
"Aku mendengar kabar jika Chana hilang, dan itu sudah 4 bulan lamanya. Aku tidak percaya, kenapa kamu bisa menyembunyikan ini dari kami selama ini?" tanya Misha kecewa kepada Asdam.
"Aku tidak mau kalian panik, semua ini adalah salahku," jawab Asdam.
"Aku tahu ini adalah salahmu. Dan jika sampai terjadi apa-apa kepada Chana, aku tidak akan pernah memaafkan mu!" ujar Misha kesal kepada Asdam.
"Aku akan lebih keras lagi mencarinya!" ujar Asdam yang langsung ingin turun dari kasur.
"Tidak-tidak! kamu istirahat dan pulihkan dulu kesehatan mu. Jika sudah membaik, aku akan menemani mu untuk mencari adikku. Kamu tenang saja, aku mengenal semua keluarga Ziga, bahkan keluarga anggapan, tetangga dekatnya, dan siapa saja yang memiliki hubungan dengan Ziga. Aku juga tidak pernah percaya jika Ziga akan nekat melakukan semua ini. Tapi aku sangat yakin, Ziga tidak akan pernah melukai Chana. Sepertinya, Ziga sangat marah ketika ia mengetahui saat Chana pergi gara-gara permasalahan kita dulu. Ziga merasa jika wanita yang ia cintai, kau sakiti seperti itu. Ziga paling tidak bisa melihat Chana terluka. Dia pernah memberi mu kesempatan, tetapi kita malah tidak sengaja membuat Chana terluka," jelas Misha panjang lebar.
"Kesempatan!?" tanya Asdam heran. Sebab, ia sendiri tidak pernah bertemu dengan Ziga.
"Aku dengar, katanya kamu pernah menodongkan pistol ke kepala Chana saat malam pertama kalian. Chana ngomong sama Ziga, dan Ziga ngomong sama aku. Saat itu Ziga memilih mendukung Chana untuk melanjutkan pernikahan denganmu, karena Ziga tahu jika kamu sedang berada di posisi tidak tahu apa-apa saat itu. Bahkan, Ziga rela menjadi kambing hitam untuk menjadi selingkuhan ku demi menuruti kemauan orang tuaku." jelas Misha kembali.
Asdam pun terdiam. Ia merenungi banyak hal, terutama dalam kesalahannya sendiri. Entah mengapa, Asdam jadi memaklumi kenapa Ziga melakukan semua ini. Semuanya karena memang kesalahan ia sendiri.
Asdam pun menjambak rambutnya frustasi. Ia kesal pada dirinya sendiri yang memiliki sifat tempramental dan tidak sabaran akan sesuatu.
Tetapi, kini Asdam semakin sangat takut kehilangan istrinya. Bagaimana jika Ziga mencuci otak Chana dan tidak mau lagi kembali padanya. Bagaimana mana jika saat ini mereka sebenarnya sedang berduaan kembali.
Pikiran itu menganggu otak Asdam yang sedang panas dingin. Asdam tidak bisa membayangkan jika sampai Chana bener-benar kembali jatuh kepada mantannya yang baik hati itu.
__ADS_1
Asdam menggila dibuat pikirannya sendiri.....
......