Bukan Wanita Pengganti

Bukan Wanita Pengganti
Kegilaan Ziga


__ADS_3

PRANK!


Ziga tiba-tiba saja membanting susu di gelas yang ia pegang sedari awal.


"Aaaaaaaaaaaaa.....!" Chana berteriak karena kaget dan takut.


"KAMU! KAMULAH WANITA YANG TIDAK AKU KENAL LAGI! DASAR WANITA LICIK, WANITA SIALAN! WANITA MATRE! WANITA MURAHAN! DASAR PELACUR!" teriak Ziga membabi buta.


Chana pun semakin seperti kena asma setelah mendengar cacian Ziga yang sangat menyakiti hati.


Chana sangat ketakutan, ia bahkan memaksa menarik tangannya dari borgol secara diam-diam sambil menundukkan kepala dan satu tangan lagi melindungi kepalanya.


Ziga yang melihat respon Chana pun langsung merasa sangat bersalah sekaligus merasa marah.


"Sayang, maafkan aku, maafkan aku tadi aku hilang kesabaran, maafkan aku. Tapi, kenapa kamu menutupi kepala mu, padahal aku tidak pernah memukul mu, bukan?" tanya Ziga semakin penasaran.


Chana pun hanya diam. Jika sampai Ziga tahu jika Asdam sudah dua kali memukulnya, pasti Ziga akan semakin bruntal.

__ADS_1


Tetapi, Ziga sudah tahu semuanya. Awalnya, Ziga masih memberi kesempatan kepada Asdam, tetapi Asdam malah memecahkan kepercayaannya sehingga membuatnya merasa gila.


Melihat Chana yang hanya menundukkan kepala dan menangis, Ziga pun semakin emosi dan langsung berdiri mengambil pistol di laci lemarinya.


Melihat itu, Chana pun terlihat sangat panik dan terkejut terkaget-kaget.


"Ziga, apa mau kamu lakukan! ZIGA!" teriak Chana ketika Ziga ingin berjalan keluar kamar.


"Aku akan melenyapkan orang yang sudah menyakiti mu. Pria bajing itu sama sekali tidak pantas untuk hidup!" ujar Ziga dengan api membara.


Namun sepertinya Ziga tidak ingin mendengarkan Chana sama sekali. Hatinya sudah terlalu sakit mendengar mantan kekasihnya yang di rebut paksa menerima kekerasan di dalam rumah tangga.


Melihat Ziga yang tidak perduli dengan ucapannya, Chana pun langsung berteriak, " aku mohon jangan bunuh dia, dan aku tinggal di sini bersamamu!" teriak Chana bernegosiasi kepada Ziga.


Ziga yang sudah keluar pintu kamar pun langsung memundurkan langkah kakinya.


"Apa?" tanya Ziga sekali lagi.

__ADS_1


Bibir Chana pun bergetar hebat, bahkan tubuhnya serasa hangus terbakar. Rasanya sangat sakit sekali di kelilingi oleh pria-pria gila..


Awalnya, Chana harus menghadapi kegilaan Asdam. Ketika Asdam sudah luluh, sekarang kucing manis itu bergilir jadi gila pula.


"Sayang, katakan padaku sekali, lagi?" tanya Ziga dengan lembut.


"Aku mohon, biarkan mereka hidup, aku dan kamu akan tinggal di sini bersama, tapi aku mohon, jangan ganggu dan jangan usik hidup mereka?" ucap Chana dengan mata dan bibir yang tidak terkendalikan lagi.


Ziga pun tersenyum dan mencium kening Chana dengan lembut. "baiklah, kamu sendiri yang mengatakan ingin tinggal bersamaku. Emuach."


Ketika Ziga mencium kening Chana, Chana pun semakin panas dingin menahan ketakutan yang luar biasa. Sampai akhirnya, Chana pun pingsan karena tidak kuat lagi.


Karena sedang mengandung, jadi kondisi Chana saat ini tidak bisa menerima tekanan yang luar biasa lagi. Tubuh Chana sudah mulai melemah ketika permasalahan dengan Misha dan Asdam.


Saat ini, Ziga menyelimuti tubuh Chana dengan tenang tanpa cemas sedikit pun. Bahkan Ziga menyuntikan obat penguat janin kepada Chana.


Sepertinya, Ziga sudah menyiapkan segala hal untuk dapat bersatu dengan Chana.

__ADS_1


__ADS_2