Bukan Wanita Pengganti

Bukan Wanita Pengganti
Bab 55, pilihan terbaik


__ADS_3

Terlihat Misha dengan gelisah menunggu kedatangan Asdam di apartemennya. Misha tersenyum-senyum sendiri karena merasa bahagia dengan apa yang sudah Asdam lakukan untuk rasa sakit yang ia terima.


Melihat dua keluarga hancur, cukup bagi Misha untuk percaya dengan kesungguhan Asdam kepada dirinya.


Misha pun dengan gila menanti kedatangan Asdam yang sedang berjalan menuju apartemen Misha.


Asdam nampak ragu-ragu untuk masuk ke dalam. Sekarang, rasa apapun untuk Misha kini telah hilang, hanya ada rasa kasihan yang membuat Asdam bingung harus bagaimana untuk mengatakannya kepada Misha.


Asdam memberanikan diri untuk masuk ke dalam, melihat orang pintu terbuka, Misha nampak memancarkan wajahnya yang bahagia.


"Sayang, akhirnya kamu datang juga, aku sangat merindukanmu!?" Misha dengan manja mengulurkan tangannya kepada Asdam.


Asdam pun hanya tersenyum hambar dan memeluk Misha dengan sekilas.


"Sayang, apakah hari-hari ini kamu lelah? Oya, aku turut berduka atas kematian kakek," lanjutnya basa-basi, padahal Misha merasa sangat senang dalam hati.


"Terima kasih," jawab Asdam datar.


"Oiya, bagaimana dengan Tante Tirana dan tuan Paulo, apakah kamu kalah dengan mereka? aku bisa meminta mengambil alih perusahaan papah meskipun aku harus menahan sakit. Kita bisa memberi perlawanan kepada mereka semua!" seru Misha dengan antusias. Walaupun Misha tahu jika ia bukanlah anak kandung dari tuan Bea-, namun Misha tidak perduli. Selama namanya masih tertera dalam surat wasiat sebagai penerus tahta keluarga Alonza, makan Misha tidak akan menyerah begitu saja.


Asdam tahu sikap Misha adalah sebuah ungkapan berapa besarnya rasa sakit yang dia terima. Di khianati keluarga dan di jauhkan dari kekasihnya pas lagi sakit, adalah sebuah seribu tamparan untuk membunuhnya secara perlahan.


Namun Asdam sendiri juga tahu, jika Misha sudah berbuat kesalahan besar dalam hidupnya, yaitu, ia telah berani berpura-pura menjadi gadis kecil.


"Misha, kamu tidak perlu melakukan semua itu. Sudah cukup kakek menjadi korban karena kehilafanku. Aku tidak ingin keluarga ku hancur satu persatu hanya karena egoku semata. Chana sedang hamil anakku, jadi aku tidak akan meninggalkannya. Aku selalu berada di samping Chana dan menjaganya. Misha, aku juga sudah mengetahui, jika Chana adalah gadis yang aku inginkan selama ini. Aku harap, kamu dapat fokus pada dirimu agar segera lekas sembuh dan mencari pria yang kamu inginkan. Maafkan aku, aku tidak bisa lagi melanjutkan balas dendam ini, karena memang sedari awal tidak ada yang harus di beri hukuman. Aku hanya terlalu terburu-buru menyikapi hal ini. Maafkan aku."


Misha nampak tertegun sampai-sampai tenggorokannya terasa sangat sakit sekali. Bibirnya bergetar dan dadanya serasa sangat sesak.

__ADS_1


Bagaimana bisa Asdam berbicara seperti itu pada dirinya. Bagaimana bisa Asdam dengan semudah itu melupakan kisah cinta mereka selama ini.


Bahkan, ketika mendengar jika Chana hamil dan Asdam berniat untuk menjaganya, Misha benar-benar tidak bisa menerima semua ini.


"Asdam...?" Misha menangis dan meraih tangan Asdam. Rasanya sangat sesak, sampai-sampai tubuhnya serasa terbakar oleh perasaan ketidak berdayaan.


Asdam pun hanya bisa terdiam dan tertunduk lesu.


"Maafkan, aku." ujar Asdam yang langsung membalikan badannya dan berjalan perlahan dan meninggalkan Misha.


Ketika Asdam keluar kamar, suara pecahan gelas pun terdengar sangat nyaring


PRAAAANG.....!


"HAAAAAAAAAAAAAAAAH!" teriak Misha histeris.


Asdam hanya bisa menahan kepedihan itu dalam-dalam. Ini adalah keputusannya, jadi ia tidak akan membalikan tubuhnya kembali.


Asdam pun langsung bergegas pergi meninggalkan apartemen Misha.


Ketika sudah berada di dalam mobil, Asdam hanya bisa terdiam dan menghela nafas dalam-dalam.


......................


Di rumah utama, terlihat 2 keluarga besar sedang berkumpul bersama di kediaman tuan Paulo.


Terlihat Chana di kelilingi oleh orang-orang yang menyayangi dirinya.

__ADS_1


Ada orang tuanya, dan juga ada mertuanya, di tambah adik ipar yang awalnya kaku, kini terlihat sangat manja padanya.


"Chana, katakan pada mamah, kemana aja kamu selama ini, semua orang panik loh cariin kamu!?" tanya mama Tirana.


"Benar, bahkan mamah juga sudah menyuruh bawahan mamah untuk melacak keberadaan kamu. Tapi, yang mamah dapatkan hanya, kamu sudah menjual mobil Asdam," ujar Mamah Beckham.


Chana pun menertawai dirinya yang konyol.


"Hehehe, iya mah, maafin Chana ya? Chana akan berusaha untuk membelikan mobil yang sama untuk Asdam, aku jadi merasa bersalah," jawab Chana merasa tidak enak dengan ibu mertuanya.


"Udah gak papa, tidak usah di pikirkan kalo cuma soal itu mah. Justru mamah saat tau mobil Asdam kamu jual, itu tandanya kamu memegang uang cukup pada saat itu," ujar mama Beckham.


"Chana, tetapi lain kali jangan seperti ini, ya? kenapa kamu harus memendam semuanya sendiri. Ada mamah, ada papah dan juga ada mertuamu, bahkan ada adik ipar mu yang sangat menyayangi mu," ujar tuan Bea- sembari mencubit pipi Chana.


"Papah?" Chana pun memeluk sang ayah yang selama ini ia kira sudah tidak perduli padanya. Karena Chana berfikir, jika ayahnya hanya perduli dengan Misha dan juga bisnisnya. Namun, Kini Chana tahu jika ia sudah salah paham dengan ayahnya sendiri.


"Pah, Chana cuma jalan-jalan kok, Chana naik pesawat ke Kanada dan setelah sampai, Chana langsung kembali lagi. Chana berfikir panjang saat berada di bandara. Setelah Chana pikir-pikir, Chana akhirnya memutuskan untuk kembali dan akan menghadapi semuanya." jelas Chana.


"WAW! kak Chana ke Kanada? Ah, coba kakak ajak Alden!" seru Alden tiba-tiba.


"Loh, kenapa kamu mau ke Kanada?" tanya Mama Beckham.


Alden seketika terdiam malu. Sebenarnya, Alden menemukan teman wanita yang berasal dari Kanada.


"Em, tidak apa-apa, mah!" jawab Alden tersenyum.


Di sisi lain, terlihat Asdam yang melihat semua orang mengelilingi Chana dan berebut untuk memberikan perhatian dan juga kasih sayang.

__ADS_1


Asdam merasa senang dengan pemandangan yang ada di depannya. Tetapi, ini juga adalah pilihan tersulit yang harus dia pilih. Antara senang bersatu dengan keluarganya, juga merasa bersalah dengan apa yang kini sedang di alami oleh Misha.


__ADS_2