Bukan Wanita Pengganti

Bukan Wanita Pengganti
Bab 34, Rein dan Nomnom


__ADS_3

Mata genit dan juga gelagat yang menggelikan membuat Sekertaris Rein merasa sangat risih di ikuti Nomnom yang selalu menempel padanya.


Mobil sekalian di servis, jadi mereka harus menunggu sedikit lama di bengkel mobil.


"Nona, apakah anda tidak bisa mencari tempat duduk sendiri. Lihatlah sebelah anda, kursi itu cukup besar untuk anda duduk di sana!" ujar sekertaris Rein menunjukan tempat lainnya yang lebih longgar.


Sekertaris Rein sangat kesal karena di mana pun ia duduk, Nomnom akan pindah ke sebelahnya.


"Hay manusia tampan, aku tidak bisa membiarkan orang tampan seperti mu duduk sendiri, jika tidak, kamu bisa saja di culik oleh om-om berkumis itu!" tunjuk Nomnom kepada orang berkumis yang juga sedang membenahi mobilnya.


Sekertaris Rein pun benar-benar sangat kesal, namun ia sendiri tidak bisa meninggalkan Nomnom. Karena Chana sudah berpesan padanya agar membawa Nomnom bersamanya.


Sekertaris Rein pun menatap Nomnom yang duduk di sebelahnya dengan penampakan lipatan lemak yang ada di mana-mana. Sekertaris Rein menatap dari atas ke bawah membuat Nomnom merasa insecure.


Nomnom pun menyadari penampakan lipatan yang membuat orang lain akan tergelitik melihatnya. Usianya masih muda, namun ia sudah terlihat emak-emak dengan sepuluh anak.


Sekertaris Rein hanya menggelengkan kepalanya melihat Nomnom yang menundukkan kepalanya karena insecure. Nomnom merasa sedih dengan dirinya sendiri. Karena itikadnya untuk diet malah berujung bertambahnya bobotnya semakin besar.


Melihat tubuh suspek dan juga otot yang terjaga, membuat Nomnom sadar siaplah dirinya jika ingin mengidolakan Sekertaris Rein.


Nomnom dengan kesadaran penuh bergeser dan menjauh dari Sekertaris Rein. Tidak perlu berkata kasar, cukup dengan tatapan Rein yang tajam mampu membuat Nomnom sadar diri.


Sekertaris Rein pun terkejut ketika melihat Nomnom duduk menjauh darinya. Wajahnya yang di tekuk membuat sekertaris Rein merasa tidak enak dan merasa bersalah.


Mau bagaimana pun, bukan maksud sekertaris Rein menghina penampilan Nomnom, hanya saja memang ia tidak suka dekat-dekat dengan wanita, apalagi jika wanita itu belum ia kenal, yang sudah kenal saja sekertaris Rein pilih-pilih, apa lagi orang baru ia kenal hari ini.


Setelah mobil sudah jadi, Sekertaris Rein dan Nomnom pun menunju ke sekolahan Alden. Sebelum ke sekolahan, Sekertaris Rein mengajak Nomnom mampir ke sebuah mall untuk mengganti bajunya.


Sekertaris Rein melihat jika baju Nomnom ada belahan sobek akibat kecelakaan tadi. Sekertaris Rein juga butuh salin karena semalam ia tidur di bandara untuk menunggu kedatangan tuannya.


"Kita mau kemana?" tanya Nomnom penasaran.

__ADS_1


"Ikut saya dengan ku. Kamu akan tahu sendiri," ujar sekertaris Rein turun dari mobil.


Nomnom pun ikut turun dari mobil tetapi dia hanya berdiri di samping mobil dan tidak mengikuti Sekertaris Rein yang berjalan menuju pintu mall.


Menyadari jika wanita itu tidak ikut bersamanya, Sekertaris Rein pun membalikan badannya dan memanggil Nomnom .


"Hey...! Hay.. kamu!" teriak Sekertaris Rein.


Nomnom menunjukan dirinya sendiri untuk memastikan jika dialah yang di panggil. Sekertaris Rein pun mengangguk.


Setelah memastikan, akhirnya Nomnom berlari kecil membawa tubuhnya yang gembul menghampiri Sekertaris Rein.


"Kenapa? Ada apa kamu memanggilku?" tanya Nomnom.


"ikutlah denganku dan jangan banyak bertanya," jawab sekretaris Rein.


Nomnom akhirnya mengekori Sekertaris Rein di belakangnya. Tatapan orang-orang di mall membuat Nomnom semakin insecure.


Ketika sampai di sebuah toko bermerk, Nomnom pun terkejut melihat Sekertaris Rein masuk ke dalamnya.


Ketika bingung harus ngapain, Nomnom memutuskan untuk ikut masuk ke dalam. Namun, pelayan menghentikan Nomnom dan berkata. "Maaf, anda tidak boleh masuk!" ujar pelayan itu menghentikan Nomnom karena penampilan dan juga baju Nomnom yang sobek-sobek.


Sekertaris Rein pun menoleh ke belakang untuk memastikan jika Nomnom tetap berada di dekatnya, namun ia malah melihat jika Nomnom di intimidasi oleh pelayan toko di pintu masuk.


Sekertaris Rein pun menghampiri Nomnom yang hanya menundukkan kepalanya dan terdiam.


"Apa yang kalian lakukan!?" tanya Sekertaris Rein membuat Nomnom dan juga pelayan terkejut.


"Oh, maaf tuan, kami hanya sedang mengawasi toko agar tidak kemasukan-"


"Ke masukan apa? dia datang bersama saya. Sekarang, kalian layani dia dengan baik atau saya akan melaporkan tindakan kalian kepada manager kalian!" gertak Sekertaris Rein membuat pelayan itu pun langsung gemetar ketakutan.

__ADS_1


"Ba-baik, Tuan!" sahut pelayan itu yang langsung mempersilahkan Nomnom masuk dan bersikap ramah ke padanya.


Nomnom pun merasa sangat terharu dengan sikap Sekertaris Rein yang sangat perhatian dan mau membelanya.


Ketika Nomnom sedang memilih baju yang pas dengannya. Tiba-tiba saja ada salah satu pelanggan butiknya yang mengenalinya.


"Hey, Nomnom? kamu belanja di sini juga?" sapa pelanggan VIP yang sudah berlangganan di toko tersebut.


Melihat orang penting menyapa Nomnom, membuat pelayan yang tadi menggertak Nomnom pun semakin kehilangan muka.


"Oh, hay mommy, iya ini, aku tadi habis ada kecelakaan kecil, jadi baju aku robek deh," jawab Nomnom ramah.


"Oh, begitu? tapi kamu gak papa kan? Oya, butik kapan lagi buka? aku kangen sama desain baju-baju yang kalian buat," ujarnya.


Pelayan toko pun semakin gelisah ketika mengetahui jika yang ada di depannya adalah seorang desainer. Awalnya pelayan toko ingin mengerjai Nomnom agar memilih baju yang tidak cocok dengan tubuh dan warna kulitnya.


"Tidak tahu kapan toko akan di buka kembali, karena Chana sedang dalam proses untuk mempunyai bayi. Dan juga, ada sedikit masalah di toko makannya toko tutup untuk sementara," jelas Nomnom.


"Oh, begitu. Hm, sayang sekali," ujar pelanggan itu kecewa.


"Jika Mommy mau, aku bisa mendesain khusus untuk Mommy. Katakan saja kapan butuhnya dan untuk ke acara apa, aku akan usahakan untuk mommy," ujar Nomnom ramah.


"Benarkah? baiklah, nanti aku akan WhatsApp kamu saja. Aku sedang buru-buru saat ini," ujar pelanggan.


"Baik, Mommy, selamat berjumpa kembali," ujar Nomnom tersenyum.


Sekertaris Rein yang sedari memperhatikan Nomnom merasa pandangan kini berubah kepada Nomnom. Cantik tidak hanya dari fisik, namun Nomnom memiliki hati yang sangat baik.


Sekertaris Rein pun tertawa dalam hati ketika melihat pelayan toko semakin tidak ada muka dan nyali untuk menghadapi Nomnom.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2