
"APA!?" Chana mendelik tidak percaya. "misha, aku tahu kamu kecewa dengan kami, tetapi jangan kelewatan seperti ini dong! kamu itu ya benar-benar kelewatan tau gak!" umpat Chana kesal.
"Chana, tenangkan dirimu, nak! Papah akan menjelaskan semuanya pada kalian. Lebih baik sekarang kita duduk bersama," ujar Tuan Bealonza meminta agar keluarga duduk bersama.
Akhirnya, kini mereka duduk membundar di atas kasur yang cukup besar. Meskipun Chana, Misha dan juga Mama Tirana merasa heran, namun mereka tetap melakukan apa yang Tuan Bea- ucapakan.
"Pah, ada apa ini?" tanya Chana tidak sabaran.
"Pah, kenapa papah tidak marah?" tanya Misha.
"Pah, mamah bisa jelasin semuanya?" mama Tirana terlihat sangat takut.
Namun Tuan Bea-terlihat sangat tenang dan tersenyum untuk meyakinkan semuanya.
"Papah sudah tahu semuanya sejak awal. Sejak ibu kalian memalsukan data, papah sudah mengetahui semuanya. Kenapa papah selama ini diam? Misha," tuan Bea- menatap putri dengan lembut. "di saat papah menatap matamu, papah merasa jika separuh nyawa papah dari di kamu. Makannya, ketika itu, papah tidak memperdulikan lagi siapa kamu. Papah sudah menganggap kamu adalah anak papah sendiri. Hanya saja, papah selalu di mimpikan oleh mimpi-mimpi itu, sehingga papah suka tidak terkendali." jelas Tuan Bea-tertunduk.
Mama Tirana terlihat menetas air mata haru, begitu juga dengan Misha. Dia tidak percaya, jika sebenarnya selama ini tuan Bea- sudah mengetahui semuanya, namun ia tetap memperlakukan dirinya seperti anak kandungnya sendiri.
Di sini, hanya Chana yang masih tidak mengerti apapun yang di ucapkan oleh Keluarganya.
"Tunggu-tunggu, ini maksudnya apa, sih? papah, sebenarnya ada apa ini?" tanya Chana heran.
__ADS_1
"Chana." Mama Tirana memegang tangan Chana. "Sebenarnya, dahulu, ketika mamah dan papah di jodohkan dan kami menikah, mamah sempat berselingkuh dengan mantan mamah. Namun, mantan mamah hanya memanfaatkan mamah saja. Pada saat itu, papah mu tahu perselingkuhan kami, tetapi dia tetap mau menerima mamah. Meskipun di awal anak yang mamah kandung sempat menjadi problem, semua keluarga ingin membuang anak pertama karena itu adalah aib, jadi, mamah memutuskan untuk memalsukan test DNA. Selama ini, mamah pikir hanya mamah yang tahu, mamah tidak percaya jika papah juga sebenarnya sudah tahu semuanya, maafkan mamah, pah?"
"Sudah tidak apa-apa, papah juga sudah memaafkan mamah. Maafkan papah juga ya, jika selama ini papah selalu kasar kepada mamah?" ujar tulus dari Tuan Bea-.
Chana yang masih sangat baru mengetahui hal ini pun terlihat syok berat. Chana menatap Misha yang menangis dengan tatapan tidak percaya, jika kakak yang selama ini ia sayangi, bukanlah saudara kandungnya.
"Tidak! tidak! mamah, pah, hentikan semua ini. Chana tidak mau mendengar apapun lagi! Misha adalah saudari kandung ku, titik! aku tidak ingin mendengar drama ini lagi!" tukas Chana meminta semua orang berhenti membahas ini.
"Chana, kamu tenang saja, Misha akan selalu menjadi putri cantik papah," ujar Tuan Bealonza tersenyum hangat.
Misha pun semakin terharu melihat keluarganya ternyata tulus mencintai dirinya. Namun, dirinya malah mengkhianati keluarga ini sedemikian rupa, bahkan Misha juga pernah menyuruh orang untuk melenyapkan Chana.
"Tidak dong, keluarga harus saling memaafkan dan saling mengerti!" seru Chana yang langsung mengajak keluarganya untuk berpelukan bersama.
"BERPELUKAN!" seru Chana merasa bahagia sekali.
"Misha, aku kangen sama kamu!?" Chana memeluk erat Misha dengan perasaan penuh haru dan kegembiraan.
"Chana, maafkan aku ya?" Misha pun dengan tulus meminta maaf kepada Chana.
keluarga besar akhirnya dapat bersatu kembali. Mengingat Chana hamil, Misha pun mengelus perut Chana dengan lembut .
__ADS_1
"Jaga bayi ini dengan baik, ya? ketika aku sembuh nanti, aku ingin kembali dan melihatnya menjadi anak yang tampan!?" ujar Misha mengelus perut Chana dengan lembut.
Chana pun malu-malu mengangguk.
"Chana, aku sudah mengikhlaskan Asdam untuk mu. Sedari awal, memang kamu yang di inginkan oleh Asdam, maafkan aku yang sudah menjadi penghalang hubungan kalian?" ujar Misha dengan tulus..
"Misha, terima kasih banyak..." Chana pun hanya bisa memeluk Misha karena ia sudah tak bisa berkata kata. Betapa bahagianya Ia saat ini.
...****************...
Di sisi lain, terlihat Nomnom ambruk ke sofa karena ia baru saja menyelesaikan pakaian terkahir yang ia buat. Nomnom akhirnya dapat menghembus nafas lega.
"Aaaah, akhirnya selesai juga .. Oh my lady lady lady... capek bangeeet!" keluh Nomnom mengelus perutnya terasa lapar.
"Laper..."
Nomnom pun berjalan menuju kulkas untuk mencari sesuatu. Tetapi, tidak ada apapun selain air putih dan juga pisang.
"Ais, diet nom...! kamu harus bisa dieeet!" Nomnom pun merasa frustasi sendiri.
Pingin kurus, tetapi perut laper, mau makan, tapi takut diet gagal, "aist, mending aku sekarang jenguk pangeran tamvan!" gumam Nomnom yang selalu merasa bersemangat jika menyangkut tentang Sekertaris Rein.
__ADS_1