Bukan Wanita Pengganti

Bukan Wanita Pengganti
Sulit di terima


__ADS_3

Terlihat kaki yang jenjang nan tinggi berjalan dengan anggun. Nyonya Beckham pulang ke rumah setelah beberapa minggu melakukan pekerjaan di AS.


Gaya wanita yang sangat berkelas sekali.


Nyonya Beckham masuk ke dalam rumahnya dan melihat seperti biasa, rumah besar ini terlihat sangat sunyi dan sepi.


Nyonya Beckham melihat sekeliling sudut rumah dengan tetap berdiri di tempat pintu masuk.


Bagaimana bisa rumah sebesar ini, yang dulunya tempat ia berlari-lari dengan adiknya, kini terlihat sangat sunyi sekali.


Nyonya Beckham terdiam ketika mengingat adiknya yang berjarak 5 tahun dengannya. Ia tiba-tiba saja merasa sangat rindu dengan adiknya tersebut.


Malam itu suasana sangat dingin karena hujan lebat mengguyur bumi bagian sepanjang jalan yang sedang di lewati oleh keluarga besarnya.


Terdiri dari Kakek yang masih muda, Nyonya Beckham, ibunya nyonya Beckham dan juga adik perempuannya masih berusia 5 tahun.


Kakek Marquez yang masih muda pada saat itu, terlihat mengemudi dengan sangat hati-hati sekali.


Jalanan yang licin membuat mereka merasa was-was karena suasana sangat gelap sekali ketika mereka melewati jembatan.


Ketika sedang melewati jembatan, tiba-tiba saja ada sebuah mobil dari belakang dengan kencangnya menabrak mobil mereka.


Tuan Marquez pun terlihat kesulitan menyeimbangkan mobilnya sehingga mobilnya terguling-guling.


adik dari Nyonya Beckham yang pada waktu itu tidak menggunakan sabuk pengaman pun langsung terpental ke luar karena kaca mobil pecah.


Posisi mobil yang tepat berhenti di pinggir jembatan membuat adik dari Nyonya Beckham langsung jatuh ke sungai yang alirannya sangat deras.


Sejak saat itu, Nyonya Beckham tidak pernah melihat adiknya lagi. Meskipun keluarga sudah berupaya mencari keberadaan adiknya, namun mereka tetap tidak bisa menemukannya, meksipun hanya jasadnya saja.


Nyonya Beckham dengan tegar mengelap air matanya sendiri jika ia mengingat hal itu. Rasanya sangat sakit dan Rindu. Di waktu yang bersamaan, ibunya pun meninggal dunia. Hanya tinggal Nyonya Beckham dan kakek Marquez yang masih bertahan sejak saat itu.


Nyonya Beckham sangat berharap jika adiknya masih hidup di suatu tempat.


Nyonya Beckham pun mencoba menenangkan hatinya dan berjalan menuju ke dapur untuk mengambil minum.


Nyonya Beckham melihat Alden yang duduk sendirian di ruang tv sambil memakan mie instan buatannya sendiri.


"Alden?" sapa Nyonya Beckham.


"Mamah, mamah sudah pulang?" sahut Alden.


"Malam-malam begini, kamu makan apa sayang?" tanya Nyonya Beckham yang langsung mendekati Alden dan duduk di sampingnya.


"Makan mie, mah. Seperti biasa," jawab Alden.


Nyonya Beckham melihat jam menunjukan pukul 2 malam, dan anaknya makan mie..


"Sayang, apakah pelayan tidak masak, apakah tidak ada makanan lainnya? siapa mengizinkan kamu memakan mie?" tanya Nyonya Beckham sedikit terkejut..


Pasalnya, Nyonya Beckham tidak pernah memperhatikan kebiasaan Alden yang suka makan malam dengan mie.


"Tidak ada yang mengizinkan, Alden masak sendiri," jawab Alden..


"Apa!?" Nyonya Beckham pun terlihat kaget. "Kamu masak sendiri!? apa gunanya para pelayan itu yang sudah mamah bayar mahal-mahal kalo anak mama masih masak sendiri!" umpat Nyonya Beckham emosi..


"Mah, Alden yang tidak mau di ganggu, jadi Alden masak sendiri. Mamah mau coba?" tawar Alden.


"Tidak, ini sudah malam, mamah tidak makan mie instan," jawab Nyonya Beckham menolak halus.


"Enak loh mah," ujar Alden sedikit memaksa..


Melihat anaknya yang sudah menyodorkan sendok ke dekat mulutnya, Nyonya Beckham pun terpaksa memakannya.


"Ummmm..." Nyonya Beckham terlihat sangat menikmatinya. "Ini enak sekali, sayang?" Nyonya Beckham terlihat sangat senang dan menyukainya.


"Mau lagi?" Alden pun tersenyum dan kembali menyuapi mamanya.


Nyonya Beckham mengangguk dengan senang. Ia pun memakan makanan yang di masak oleh Alden.


Tidak terasa, Nyonya Beckham yang sepertinya sangat kelaparan itu langsung menghabiskan sisa dari makanan Alden.

__ADS_1


"Mamah suka? mau Alden buatkan lagi?" tanya Nyonya Beckham.


"Urgh!" sendawa. "tidak-tidak, mamah kenyang sekali. Ummm, rasanya sangat nikmat, sudah lama sekali mamah tidak makan mie," ujar Nyonya Beckham tersenyum haru.


"Alden sengaja makan mie malam-malam begini, karena rasanya lebih nikmat ketika suasana sepi dan dingin seperti ini." ujar Alden.


"Sejak kapan Alden masak sendiri dan diam-diam makan mie?" tanya Nyonya Beckham.


"Sejak kelas 1 SMP." jawab Alden.


"Sudah selama itu, tetapi mamah sama sekali tidak tahu," jawab Nyonya Beckham merasa sangat sedih dengan dirinya sendiri..


"Mah, maafkan Alden yang tidak bisa menjadi anak seperti yang mamah mau. Mamah sudah bekerja keras untuk masa depan Alden, tetapi Alden malah memiliki keinginan lainnya yang bertentangan dengan kemauan mamah," ujar Alden.


Nyonya Beckham pun hanya bisa teridam. Rasanya bagaikan pisau yang mengiris-ngiris hatinya.


"Alden, maafkan mamah sayang, mamah telah gagal menjadi ibu yang baik untuk mu." Nyonya Beckham memeluk Alden dengan erat.


Anaknya sudah lulus SMP, dan bahkan Nyonya Beckham tidak melihat pertunjukan hebat putranya.


"Mamah adalah yang terbaik," jawab Alden yang juga membalas pelukan ibunya.


"Alden, apakah kamu masih ingin bermain piano?" tanya mamah Beckham.


"Alden akan bermain piano sepuas-puasnya sampai Alden lulus sekolah. Setelah Alden sudah selesai menyelesaikan pendidikan Alden, selanjutnya, Alden akan fokus meneruskan perusahaan yang sudah susah payah mamah, papah dan kakak bangun untuk Alden," jelas Alden.


Nyonya Beckham pun menghela nafas haru. Bagaimana ia bisa kasar dan tidak memperdulikan anak sebaik Alden. Nyonya Beckham sudah pernah memaksa Asdam untuk menjadi apa yang ia inginkan, sekarang ia tidak akan memaksa Alden untuk menjadi apa yang ia mau.


"Sekarang, mamah hanya akan mendukung apapun yang kamu inginkan, sayang."


Nyonya Beckham bener-benar melepaskan kebebasan untuk Alden. Sebab, Nyonya Beckham sangat yakin, jika Alden adalah anak yang bisa di percaya.


......................


Pagi ini, di meja makan hanya Alden dan Nyonya Beckham.


Tuan Paulo sedang mampir ke Singapura, dan Asdam, ia sudah berangkat ke perusahaan sebelum bertemu dengan Nyonya Beckham.


Asdam sengaja menghindar untuk bertemu dengan Nyonya Beckham.


"Kata Kaka Asdam, Kak Chana sedang ke Korea menemani kak Misha yang sedang berobat," jawab Alden menyampaikan apa yang pernah Asdam katakan padanya. Ia, Asdam masih menutupi hilangnya istrinya dari semua orang termasuk Alden, padahal, sebenarnya Alden sudah tahu semuanya.


"Ya ampun, Chana lagi hamil muda, dan dia sudah berkeliaran sampai ke Korea!?" Nyonya Beckham terlihat sangat kaget mengetahui hal tersebut.


Nyonya Beckham pun langsung mengambil ponselnya dan menghubungi besannya.


"Hallo, jeng, apakah Chana baik-baik saja di sana? kalo Misha sudah membaik, sebaiknya biarkan Chana kembali ke rumah agar ia bisa istirahat dengan tenang." ujar Nyonya Beckham to the poin. Langsung pada intinya.


"Loh!" Mama Tirana terlihat sangat kaget dengan ucapan besannya. "Jeng, Chana tidak bersama dengan kami." jawab Mama Tirana membuat Nyonya Beckham langsung terlihat pucat. "Ada apa ini? di mana Chana sekarang?" tanya Mama Tirana melanjutkan ucapannya. Mama Tirana sekarang terlihat sangat panik sekali.


"Bukannya Chana ikut mengantar Misha berobat!?" tanya Nyonya Beckham.


"Tidak! Chana hanya mengantar kami sampai bandara aja!" jawab Mama Tirana.


Nyonya Beckham pun yang melihat wajah Alden yang ditekuk, ia langsung mengerti sesuatu.


"Jeng, aku akan menelpon mu kembali," ujar Nyonya Beckham yang langsung menutup telponnya.


"Alden!?" Nyonya Beckham menatap wajah Alden dengan seksama. "katakan pada mamah, apa sebenarnya yang sudah terjadi!?" tanya Nyonya Beckham.


"Mah, maafkan Alden," jawab Alden.


"Katakan, di mana Chana sekarang?" tanya Mama Beckham tegas.


"Kak Chana hilang, dia culik, dan kak Asdam mencoba untuk menutupi itu dari kita semua. Diam-diam, kak Asdam menyuruh seseorang untuk mencari keberadaan kak Chana. Aku tidak sengaja menguping dan mendengar sendiri." jawab Alden.


Nyonya Beckham pun sangat-sangat terkejut sampai-sampai mulutnya ternganga lebar. matanya mendelik dan ototnya langsung kaku seketika.Nafasnya tersengal sampai rasanya ia ingin pingsan.


"A-APA!?" Nyonya Beckham berteriak. "Alden! hal seserius ini kamu tidak pernah memberi tahu mamah ataupun menghubungi mamah!? Astaga!" Nyonya Beckham bangkit dari duduknya dan terlihat sangat panik sekali.


"Alden, sudah berapa lama Chana menghilang?" tanya Nyonya Beckham.

__ADS_1


"Sudah 10 hari, mah." jawab Alden.


"APA! SUDAH 10 HARI!?" Nyonya Beckham tambah syok mendengar jika sudah selama itu Chana hilang. "Astaga!"


Nyonya Beckham pun langsung menelepon seseorang untuk langsung mencari informasi. Sedangkan Alden, ia hanya bisa diam karena dia sendiri sudah gagal membantu Asdam diam-diam mencari keberadaan Chana.


......................


Di sisi lain, kini Chana sudah dapat di izinkan oleh Ziga untuk sekedar berkeliling halam depan rumah. Ziga sudah mulai mengendorkan kewaspadaan kepada Chana.


Chana sangat senang karena akhirnya dia dapat menghirup udara segar. Air sungai kini terlihat sangat tenang dan dangkal.


"Ziga, boleh aku masuk ke air?" tanya Chana kepada Ziga yang sedari tadi mengawasinya dari belakang.


"Hati-hati." jawab Ziga mengangguk.


Chana pun dengan hati-hati masuk ke dalam air yang hanya setinggi bawah lutut. Chana merasakan airnya sangat dingin sekali, Karana air ini langsung berasal dari mata air pengunungan.


Chana bahkan bisa melihat ikan-ikan yang sedang berenang dengan santainya. Ikan-ikan itu sangat besar-besar dan sangat mudah sekali di tangkap dengan tangan.


Melihat itu, Chana pun terlihat sangat kegirangan. "Zigaaaaa! aku dapat ikan...!" teriak Chana tersenyum dan tertawa seperti anak kecil.


Ziga pun menghampiri Chana dengan perasaan yang ikut bahagia sekali.


"Bagus sayang, malam ini kita akan makan ikan bakar," ujar Ziga yang juga turun ke sungai untuk menangkap ikan.


"Di sini ikannya besar-besar dan mudah di tangkap, mana banyak banget ikannya!?" ujar Chana yang sangat terkagum-kagum.


"Karena tempat ini hampir tidak pernah di masuki orang lain," jawab Ziga.


"Kenapa?" tanya Ziga.


"Tempat ini, dari ujung sana sampai ujung sana adalah tempat privasi paman ku. Orang lain tidak bisa masuk ke dalam Karana akan melanggar privasi. Bahkan polisi jika ingin masuk ke sini, ia harus membawa surat penangkapan," jelas Ziga sekali lagi dengan jelas agar Chana dapat mengerti jika ia ingin kabur dari sini.


"Emm.. paman kamu hebat ya?" ujar Chana.


Ziga hanya mengangguk dan tersenyum.


"Ziga! aku dapat lagi!?" seru Chana kegirangan. Karena tidak hati-hati, Chana pun terjatuh ke air.


BYUR!


Ziga pun langsung terlihat sangat panik melihatnya. "CHANA!" teriak Ziga yang langsung menghampiri Chana.


"Hehehe...!" Chana tersenyum sambil mengelap wajahnya. "Aku gak papa, kok!" jawab Chana.


Ziga pun menghela nafas lega. "Chana, sudah ku katakan, hati-hati!" ujar Ziga mengingatkan.


"Airnya segar sekali." jawab Chana tersenyum kepada Ziga sambil kembali menenggelamkan tubuhnya ke air.


"Chana, kamu akan kedinginan?" ujar Ziga yang langsung mendekati Chana dan merangkul pundaknya. Ziga ingin Chana menyudahi bermain airnya.


"Aaa.. Ziga... aku bosan di dalam, aku masih ingin di luar," ujar Chana merengek.


"Ganti baju dulu, setelah itu kita akan bakar ikannya di luar," sahut Ziga dengan lembut menuntun Chana.


"Tapi?" Chana seperti anak kecil yang tidak mau sudahan bermain air.


"Ikannya sudah dapat 6, ini sudah cukup," jawab Ziga dengan tegas. "Ingat, kamu sedang mengandung, aku tidak mau terjadi apa-apa dengan anak kita," ujar Ziga mengingatkan.


Chana pun hanya bisa mengangguk pasrah.


Sore ini, Chana menggunakan sweater tebal dan juga syal untuk menghangatkan tubuhnya. Karena cuaca sore ini terlihat sangat sejuk sekali.


Ziga membakar ikan dengan serius, sedangkan Chana hanya boleh duduk dan tidak melakukan apapun.


Diam-diam, Chana memperhatikan Ziga dengan seksama. Perasaan yang tidak mudah hilang, dan perasaan yang sulit untuk di terima.


Tidak dapat di bohongi, Chana sendiri masih sangat menyayangi Ziga. Bagaimana tidak, sifatnya yang dewasa dan lembut, mampu membuat Chana bertahan 5 tahun menjalin hubungan dengannya.


Masih sulit Chana terima, kini ia sudah berpaling begitu saja dari Ziga dan menjalin hubungan bersama dengan suaminya.

__ADS_1


Jiwa Chana terasa bergejolak tidak karuan. Ziga adalah mantan kekasih yang di paksa di pisahkan. Sedangkan Asdam, dia adalah pangeran yang sudah berjanji akan menjadikannya ratu. Meskipun ada banyak problem dengan Asdam, namun Chana sadar karena memang banyaknya kesalahpahaman di antara mereka.


Aisht, entahlah, Chana sendiri sangat sulit untuk menjalani semua ini. Namun yang pasti, Chana tidak bisa menerima Ziga karena statusnya adalah istri seseorang.


__ADS_2