Bukan Wanita Pengganti

Bukan Wanita Pengganti
Masih berusaha


__ADS_3

Keluarga besar terlihat sangat gelisah di satu ruangan. Keluarga Alonza dan juga keluarga Marquez berkumpul di kediaman keluarga Marquez.


Nyonya Beckham terlihat tidak berdaya dengan wajahnya yang selalu nampak arogan.


Mama Tirana hanya bisa menangis di pelukan Misha yang kini sudah terlihat lebih sehat dari sebelumnya.


"Bagaimana dengan putri ku. Bagaimana nasibnya saat ini. Ais, aku tidak pernah menduga jika Ziga bisa melakukan ini kepada putri. Huu...uuu..uuu!" Mama Tirana terlihat sangat terpukul sekali.


"Mah, Misha yakin jika Ziga tidak akan menyakiti Chana. Ziga sangat mencintai Chana, Mah!" sahut Misha mengelus wajah ibunya untuk meyakinkannya.


"Misha, hanya aku yang sangat mencintai Chana di sini!" sahut Asdam yang masih terlihat pucat karena demamnya masih belum turun. Tetapi Asdam tidak mau istirahat.


Asdam merasa tidak terima mendengar terus menerus jika ada pria lain yang mencintai istrinya.


"Asdam, turunkan ego mu sedikit saja saat ini. Kamu ini ya, kalo sudah terlanjur jatuh cinta sama wanita, sama sekali gak bisa di ajak musyawarah!" sahut Nyonya Beckham kesal dengan putranya.


"Tapi, Mah!" Asdam masih saja ingin memberontak.


"Sudah Asdam! tanpa kamu sadari, semua ini juga adalah ulahmu. Andai saja waktu itu kamu tidak membuat onar, Ziga mungkin saja tidak akan kembali untuk merebut Chana!" sahut Tuan Paulo yang juga menahan kesal dengan putranya.


Asdam pun terdiam mendengar sentakkan sang ayah. Asdam ingin sekali marah, tetapi ia sendiri tak berdaya.


"Yang aku tahu, Ziga masih mempunyai ibu yang berada di desa xxx. Kita bisa menanyakan perihal Ziga kepadanya," ujar Misha memberi informasi yang ia tahu.


"Kita langsung berangkat!" sahut Asdam yang langsung berdiri.


"Tidak, Asdam. Kamu istirahat saja di rumah, biar aku sama sekertaris Rein dan juga yang lainnya yang mencari informasi," ujar Misha.


"Tidak ada yang bisa menghalangi ku!" sahut Asdam terlihat tidak sabaran.


Bagaimana tidak, sudah 4 bulan lamanya ia tidak melihat wajah sang istri.

__ADS_1


"Saya juga akan ikut!" sahut Nyonya Beckham yang berdiri sigap. Nyonya Beckham sangat cemas dan khawatir tentang cucu yang sedang di kandung oleh Chana.


"Mah, kita masih harus ada pertemuan dengan klien dari XXX!?" ucap Tuan Paulo..


"Papah handle semuanya," jawab Nyonya Beckrham yang juga 11 12 seperti putranya.


"Ayo, kita berangkat!" ujar Nyonya Beckham.


Misha, Asdam, Sekertaris Rein dan juga Nyonya Beckham berangkat menuju desa tempat ibunya Ziga tinggal. Desanya cukup jauh menempuh 5 jam perjalanan.


Di sebuah perdesaan, terlihat gadis cantik sangat mempesona. Tubuhnya terlihat sangat gemulai seksi. Terlihat ramping namun seksi, sangat ideal sekali. Bagaikan biola spanyol yang bahenol.


"Nomnom, ambilkan Bibik handuk!" teriak seorang Bibik yang terlihat baru saja pulang dari ladangnya.


Nomnom yang sedang mengangkat jemuran pun langsung mengangguk. "oke, bibiku sayang!" sahut Nomnom bergegas masuk ke dalam.


Ketika akan mengambil handuk untuk bibiknya, Nomnom tidak sengaja mendengar berita di tv yang masih menyala.


Menantu dari pengusaha Marquez hilang kurang lebih 4 bulan lamanya. Pelaku penculiknya bukan lain adalah mantan kekasihnya sendiri. Siapapun yang berhasil menemukan pelaku, keluarga Marquez akan memberi imbalan uang sebesar 1M.


"Oh, my lady lady lady! Chana, Hilang!?" Nomnom menutup mulutnya tidak percaya.


Matanya memerah dan juga tubuhnya bergetar.


Selama 5 bulan ini hanya fokus untuk mengecilkan perutnya yang membengkak dan juga lemak-lemak jahat yang menumpuk pada tubuhnya.


Kini, dari bobot 85, Nomnom berhasil mencapai nilai yang ia inginkan, yaitu 55kg.


"NOOOOOM!" teriak sang Bibik yang terdengar sudah tidak sabaran.


"I-iya, sebentar!" sahut Nomnom yang langsung berlari ke belakang untuk memberikan handuk kepada bibiknya.

__ADS_1


"Kamar banget sih, handuknya ada di toko apa gimana?" ujar Bibik bergurau.


"Bik, sahabat ku, dia di beritakan hilang!" jelas Nomnom.


"Apa? teman kamu yang kaya raya itu, yang cantik itu kan?" tanya Bibik yang juga terkejut.


"I-iya, bik. Bik, aku akan kembali ke kota, aku mau membantu mencari Chana. Aku tidak bisa tidur nyenyak kalo begini. Gimana kalo ... Kalo....!" Nomnom tidak dapat melanjutkan membayangkan hal-hal buruk kepada Chana.


Meskipun sudah 4 bulan di nyatakan hilang, tetapi Nomnom sangat berharap jika Chana baik-baik saja.


......................


Di sisi lain, terlihat Chana yang sedang makan siang bersama dengan Ziga yang selalu ada di sampingnya.


Chana terlihat menikmati makannya tanpa mengetahui jika orang-orang di luar sana kini sedang panik mencarinya. Tetapi ini bukan salah Chana juga.


"Enak?" tanya Ziga dengan lembut.


"Seperti biasa, masakan mu selalu enak,." jawab Chana tersenyum. "Au!" pekik Chana tiba-tiba.


"Ada apa?" tanya Ziga panik ketika Chana berteriak dan memegang perutnya.


",Oh,hoho!" Chana tersenyum bahagia. "Dia sudah mulai menendang perutku," lanjutnya merasa sangat takjub dengan apa yang ia rasakan dengan bayinya.


"Benarkah?" Ziga pun terlihat sangat bahagia untuk itu. "boleh aku memegangnya?" tanya Ziga meminta izin.


Ragu-ragu Chana pun mengangguk. Ziga dengan sangat hati-hati menempelkan tangannya ke perut Chana.


Ketika tangannya di letakan, Ziga dapat merasakan pergerakan bayi yang berada di dalam kandungan Chana.


"Waw, aku bisa merasakannya, ini benar-benar luar biasa." ujar Ziga yang juga merasa sangat takjub.

__ADS_1


"Kamu benar, aku jadi tidak sabar ingin memberi tau Asdam." ucap Chana keceplosan membuat Ziga langsung menekuk wajahnya.


Chana pun langsung menggigit bibir bawahnya karena takut jika Ziga marah dan melampiaskan marahnya. Chana tidak mau lagi di borgol dan di kurung di dalam kamar.


__ADS_2