
Asdam dengan sangat tegas menolak seorang laki-laki yang bernama nama Davis ini mengundangnya berkunjung ke diamnya.
Setelah menolak tiket gratis, Asdam juga tak ingin menerima tawarannya untuk berkunjung ke rumah Davis.
Davis nampak terlihat sangat kurang suka dengan sikap Asdam, yang mana Davis ini juga masih tidak percaya jika Chana sudah menikah dengan pria yang menurut Davis sangat aneh dan kaku.
"Maaf, kami ke sini untuk menghabiskan waktu berdua, bukan bertiga ataupun berempat," ujar Asdam membuat suasana semakin tidak enak.
"Em, Davis, maaf sepertinya aku memang tidak bisa datang ke konser mu kali ini, Next time aku pasti akan datang. Sorry, waktu ku di sini emang tidak banyak, kami juga harus membagi untuk karena kami akan kembali secepatnya," imbuh Chana meminta pengertian Davis. Sungguh Chana merasa tidak enak dengan Davis gara-gara ucapan Asdam yang cukup angkuh.
"Sebenarnya sangat di sayangkan, karena kapan lagi kamu ada di sini. Tapi ya sudahlah, aku mengerti. Jika begitu, selamat bersenang-senang, saya permisi," ujar Davis dengan wajah kecewa meninggalkan Chana dan Asdam.
Asdam masih acuh tak acuh. Entah mengapa hatinya sangat panas melihat tatapan Chana yang merasa sangat perduli dengan perasaan Davis.
"Apakah dia mantanmu? atau kekasihmu? atau bisa jadi selingkuhanmu? kamu dan kakakmu sama saja, sama-sama kegatelan?" bisik Asdam dengan geram menatap Chana dengan penuh amarah.
Chana pun langsung memegangi jantungnya karena setelah mendengar tuduhan Asdam, jantungnya langsung terasa sangat sakit.
Chana tidak percaya jika Asdam possessive seperti ini. Padahal mereka tadi hanya berbincang biasa, tetapi Asdam sampai sebegininya menuduhnya.
"Asdam, dia tadi hanya teman aku. Kami pernah belajar bersama di sini," ucap Chana mencoba menjelaskan.
"Bukankah selingkuhan kakakmu adalah teman sekolahnya juga? semua berawal dari teman yang lama-lama jadi-!" Asdam pun langsung mengentikan bicaranya ketika pelayan datang membawakan pesanan mereka.
Chana entah harus berfikir apa dan harus berprasangka seperti apa. Asdam ini sebenarnya sedang marah, cemburu, atau bagaimana.
Apakah dia trauma? Hmmm,
Chana pun mencoba untuk berfikir positif tentang apa yang di rasakan Asdam. Trauma, bisa saja itu sedang menghantui pikiran Asdam.
"Asdam, maafkan aku, mungkin seharusnya aku dapat mengendalikan diri dan menjaga jarak. Karena, mau bagaimana pun aku kini adalah istri mu. Maafkan aku," ucap Chana mencoba untuk menenangkan perasaan Asdam.
Mendengar kata maaf dari Chana, Asdam langsung tersadar dari rasa yang berkecamuk di hatinya. Asdam sendiri tidak tahu mengapa ia bisa seperti ini kepada Chana.
Namun Asdam hanya menghela nafas. "Sudahlah, kita makan dan setelah itu pulang. Aku merasa lelah hari ini," ujar Asdam..
Chana pun hanya mengangguk dan terdiam. Chana merasa bingung dengan sikap Asdam yang suka berubah-ubah. Sangat tidak pandai mengendalikan dirinya sendiri.
Setelah makan malam usai, Asdam pun membawa mobil dengan kecepatan pelan. Chana yang merasa sangat lelah pun tidak sadar tertidur di dalam mobil.
__ADS_1
Ketika melihat Chana tertidur, Asdam melihat jika Chana tidak menggunakan sabuk pengaman. Asdam langsung menepikan mobilnya.
Asdam berniat akan memasangkan sabuk pengaman untuk Chana, karena perjalan pulang masih sedikit jauh, masih 15 menit untuk sampai ke hotel.
Ketika Asdam akan memasangkan sabuk pengaman, matanya tidak sengaja melihat sebuah tanda di belakang kuping Chana. Karena posisi kepala Chana yang doyong ke samping, jadi Asdam dapat melihat tanda di belakang kuping dengan jelas.
Asdam sangat terkejut melihat ini. Bagaimana tidak, harusnya yang memiliki tanda ini adalah Misha, bukan Chana.
Asdam kalut dalam kebingungan. Dia mengingat waktu dia masih kecil, kurang lebih berusia 7 tahun.
Kala itu, orang tua Asdam membawanya piknik di tepi pantai. Bersamaan dengan itu, ada 3 keluarga dewan yang juga ikut piknik, salah satunya adalah keluarga Bealonza, orang tua Chana.
Kala itu, Asdam adalah anak yang sangat pendiam, ia tidak suka bercampur dengan orang-orang asing dan orang yang baru di kenalnya.
Namun, kedatangan seorang anak perempuan yang manis membuatnya sangat terhibur, ia adalah anak yang memiliki tanda di belakang kupingnya.
Setelah bertahun-tahun, akhirnya Asdam bertemu kembali dengan anak perempuan kecil yang sudah merebut hatinya sejak ia berusia 7 tahun.
Orang tua Asdam sudah menjodohkan dengan 2 dewan yang kala itu ikut piknik bersamanya. Namun, Asdam tidak melihat jika anak-anak mereka ada tanda yang ia cari.
Tapi ketika mendatangi keluarga Bealonza, Asdam pun melihat tanda itu ada di telinga Misha. Alhasil, Asdam pun langsung setuju dengan perjodohannya dengan Misha.
Namun, sekarang ia melihat dengan mata kepalanya sendiri jika tanda itu juga di telinga Chana.
Selama ini, Chana dan Asdam memang hampir tidak pernah bertemu. Bahkan saat acara perjodohan, Chana tidak hadir kala itu.
Ketika dalam fase bingung, tiba-tiba saja Chana membuka matanya. Chana terkejut melihat Asdam yang hanya berjarak satu senti dari wajahnya.
"AAAAHHK!" Chana berteriak dan mendorong Asdam dengan kuat. "KAMU, KAMU NGAPAIN!?" tanya Chana.
Asdam masih terlihat bingung harus memulainya dari mana. Sungguh ia sangat ingin tahu tentang Chana kali ini.
Jika memang Chana adalah anak kecil yang bersamanya kala itu. Berarti, perjodohan ini memang harusnya di antara ia dan Chana, bukan Misha.
Melihat wajah Asdam yang terdiam dan kelihatan seperti orang kebingungan, Chana pun merasa heran dan bertanya-tanya.
"Asdam, kamu tidak apa-apa kan? aku tidak mendorong mu sampai kepalamu kebentur kuat kan? kamu gak lagi kehilangan ingatan kan?" tanya Chana merasa bersalah karena ia sudah mendorong Asdam dengan kuat.
Tetapi pada saat itu Chana dalam keadaan kaget, jadi ia tidak sadar telah mendorong Asdam dengan sekuatnya.
__ADS_1
Namun Asdam masih diam dan tidak mengatakan apapun. Wajahnya terus diliputi perasaan bingung. Membuat Chana semakin merasa bersalah dan takut.
"Asdam, maafkan aku, aku tidak maksud kasar padamu, aku tanya merasa terkejut," jelas Chana mencoba untuk menjelaskan..
Asdam pun menatap Chana dengan penuh arti membuat Chana merasa sangat aneh.
"Asdam, ada apa? apa yang membuat mu seperti ini? katakan jika ada yang menganggu pikiran mu?" ujar Chana mencoba untuk memancing Asdam agar mau berkata sepatah dua kata. Sebab, sedari tadi Asdam hanya diam dan seperti orang kebingungan.
"Ratuku berjalan menyelusuri rerumputan, ada sebuah bunga yang menarik perhatiannya. Bunga itu sangat cantik seperti wajahnya."
Asdam mengatakan perkataan yang membuat Chana pun langsung mendelik dan terkejut. Jantungnya berdegup sangat kencang ketika mendengar puitis yang tidak asing di telinganya.
............
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like dan komen ya. Dukung terus otor biar semangat up up dan up. 🥰
__ADS_1