Bukan Wanita Pengganti

Bukan Wanita Pengganti
Bab 23, Malam Kehangatan


__ADS_3

Gerakan kaki berjalan dengan cepat. Terlihat Nyonya Tirana dengan buru-buru berjalan cepat menuju keruangan Misha.


"Mamah!?" Misha terlihat senang ketika melihat sosok ibunya datang.


Wajah Misha yang nambah pucat membuat jantung seorang ibu langsung terasa tercekit-cekit.


Meskipun Nyonya Tirana datang untuk menanyakan langsung tentang masalah kecelakaan Chana, tetapi ketika mendengar kabar dari Ziga, jika Misha semakin memburuk, Nyonya Tirana pun dengan panik ingin segera terbang ke Korea.


"Sayang, maaf baru datang untuk mu," ujar Nyonya Tirana yang langsung memeluk Misha dengan erat.


Misha terlihat sangat pucat dengan kepala yang sudah mulai rontok. Kanker yang di deritanya ternyata kini sudah menjalar kemana-mana dan membuat komplikasi lainnya.


"Mah, Misha ingin pulang saja," ucap Misha dengan lemas memohon kepada ibunya.


"Sayang, kita coba sekali lagi ya di sini? atau, kamu mau berobat di mana?" tanya Nyonya Tirana mencoba untuk membujuk Misha.


"Tidak, Mah. Aku ingin pulang," ucap Misha terlihat memohon.


Nyonya Tirana sedikit bingung. Suaminya masih marah tentang apa yang sudah Misha lakukan. Tetapi, dia juga tidak bisa membiarkan Misha seperti ini.


"Mah, apakah papah sudah tahu semuanya?" tanya Misha.


"Maksudnya?" Nyonya Tirana pun bingung dengan maksud Misha.


"Ziga mengatakan padaku, jika dia mendapatkan kabar ini dari mamah. Apakah benar, semu orang sudah tahu jika aku lah yang telah mencelakai Chana? katanya, Asdamlah yang mencari orang suruhanku dan menangkapnya. Aku sangat salut, ternyata sebegitu cintanya Asdam dengan Chana sampai-sampai dia tidak perduli dengan perasaan ku," jelas Misha mengakui perbuatannya.


Nyonya Tirana bingung harus berkata apa. Karena sejatinya, Asdam sampai detik ini belum mengetahui jika Misha sedang sakit.


Tetapi, yang kita tahu, kini Asdam sudah tahu jika selama ini Misha telah menipunya dan berpura-pura menjadi anak kecil yang dulu bermain dengannya.


"Misha, mengapa kau melakukan ini pada adikmu? mamah tahu kamu kecewa, tetapi seharusnya kamu tidak perlu melakukan itu. Beruntung adik mu selamat, jika tidak bagaimana coba!?" tanya Nyonya Tirana menahan marah.


Misha pun tersenyum.


"Iya, mah, dan sekarang sangat menyesalinya. Awalnya aku ingin Chana dan Asdam mati bersamaku. Tetapi setelah aku pikir, di sini hanya akulah yang layak untuk mati. Mah, aku ingin bertemu dengan Chana dan Asdam. Aku janji aku tidak aneh-aneh, aku hanya ingin mengucapkan selamat atas pernikahan mereka. Aku sadar, waktu ku tidak banyak," ujar Misha membuat hati Nyonya Tirana terasa tersayat-sayat.

__ADS_1


Nyonya Tirana menahan air matanya dan hanya memeluk Misha dengan erat. Misha yang sudah tak berdaya pun hanya bisa menerima pelukan sang ibu sambil berderai air mata.


......................


Seperti bunga yang baru bermekaran, Asdam dan Chana yang sudah mulai membuka hati satu lain bersama-sama mengabdikan momen mereka ketika sedang menikmati liburan di Paris.


Kali ini, Asdam dan Chana sangat kompak dan terlihat kebahagiaan terpancar dari keduanya.


Mereka mengambil banyak foto romantis untuk kenang-kenangan.


Bahkan, Chana tidak ragu-ragu memeluk Asdam ketika mereka akan mengabadikan foto bersama. Meksipun Asdam ada rasa canggung sedikit, namun rasa itu hilang dengan rasa kebahagiaan yang Chana ciptakan.


Tidak terasa seharian full ini mereka berjalan-jalan sampai malam. Kedekatan mereka membuat keduanya seperti layak di sandang sebagai sepasang kekasih.


Ketika sampai di kamar hotel, Asdam membelai rambut Chana dengan lembut. Matanya penuh dengan cinta dan kerinduan yang mendalam.


Chana pun merasakan kehangatan itu, membuatnya hanyut dalam irama gairah.


Asdam perlahan tapi pasti menyentuh bibir merah Chana dengan lembut. Semakin dalam dan semakin dalam, suasana semakin memanas membuat Asdam merasa tidak tahan.


Chana meracau sambil mengelus rambut hitam Asdam dengan lembut. Matanya terpejam meresapi dan menikmati setiap sentuhan yang Asdam ciptakan.


Bisiknya membuat buluk guduk Chana merinding karena geli. Chana hanya memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya.


"AWH!"


Satu kata keluar dari bibir Chana ketika senjata tumpul itu menebus selaput dara-nya.


Mendengar jeritan Chana, Asdam pun melakukannya dengan perlahan, karena Asdam tahu ini yang pertama untuk Chana. Asdam tidak ingin bermain kasar yang akan membuat Chana kesakitan dan trauma.


Lambat laun, rasa perih itu berujung menjadi rasa nikmat yang Chana rasakan. Kelembutan Asdam membuatnya merasa sampai melayang ke atas surga dengan nikmat yang luar biasa.


Ini adalah hal pertama yang Chana rasakan. Chana selalu menjaga pergaulannya agar mendapatkan kenikmatan ini dengan seseorang yang ia cintai dalam status yang halal. Dan akhirnya, ia menemukan cinta masa kecilnya.


Chana tersenyum dan memeluk Asdam yang ambruk ke atas tubuhnya usai mereka sama-sama terbayang melayang ke awan.

__ADS_1


......................


Usai aksi pembuatan anak berakhir, kini Asdam mengambil posisi memeluk Chana dari belakang. Entah mengapa, setelah usai, kini Chana merasa malu untuk menatap Asdam.


"Apakah tadi sakit?" tanya Asdam berbisik.


"Awalnya," jawab Chana malu-malu.


"Aku tidak membuat trauma kan?" tanya Asdam sambil memainkan rambut Chana yang panjang sebahu.


Chana pun dengan malu-malu menggelengkan kepalanya, lalu memutar balikkan tubuhnya untuk menatap wajah Asdam. "Aku sangat menikmatinya. Malam ini, adalah malam yang aku nanti-nantikan. Dulu Teman-teman ku selalu menceritakan kisah mereka, dan membuat merasa ingin melakukannya. Tetapi aku selalu menahan diri. Aku hanya melakukan ini kepada seorang pria yang sudah menjadi suamiku saja," ucap Chana menceritakan masa mudanya dengan teman-temannya.


"Aku percaya," jawab Asdam membelai rambut Chana.


Chana ingin sekali bertanya, apakah Asdam dan Misha pernah melakukan ini atau tidak. Namun Chana merasa malu untuk bertanya, di tambah Chana tidak ingin membahas Misha kepada Asdam. Chana takut akan merusak suasana mereka saat ini.


Tetapi, seperti bisa membaca pikiran Chana, Asdam tiba-tiba berkata, " Aku pun tidak pernah melakukan ini kepada Misha. Karena aku ingin menjaga berlian dari napsu," ujarnya terus terang.


Chana pun terkejut mendengar pengakuan Asdam.


"Iya, kah? padahal kalian sudah bertunangan lama," ucap Chana penasaran.


"Em, Misha sendiri yang selalu menolaknya, jadi aku tidak pernah memaksanya. Apakah kamu tidak marah jika aku membahas dia?" tanya Asdam takut jika Chana akan marah atau semacamnya.


Namun Chana hanya tersenyum, meskipun sebenarnya ia sendiri tidak suka. Wanita mana sih yang senang jika suaminya membahas soal mantannya. Namun Chana mencoba untuk tenang.


"Iya, kah? lalu, bagiamana kamu menuntaskannya?" tanya Chana iseng.


Asdam pun dengan santainya menjawab, " Yaa... kalo bukan dengan sabun, cari jajan di luar..," jawab Asdam.


Chana pun terkejut dan langsung mencubit dada Asdam bertubi-tubi.


"AW! Hahaha... aku hanya bercanda, sudah-sudah!" Asdam memohon agar Chana berhenti mencubit dirinya.


"TIDAK BISA, KAU HARUS MERASAKAN AKIBATNYA KARENA SUDAH MENGKHIANATI MISHA!" ujar Chana yang tanpa ampun terus mencubit tubuh Asdam karena kesal.

__ADS_1


Jadi, selama Asdam berhubungan dengan Misha, dia pernah jajan di luar jika Misha menolaknya. Meksipun Asdam mengatakan jika ia hanya bercanda, namun Chana sama sekali tidak percaya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2