Bukan Wanita Pengganti

Bukan Wanita Pengganti
Titik terang


__ADS_3

"Misha, ada apa sayang?" Mama Tirana menghampiri putrinya sambil membawa bubur kesukaannya.


Misha terlihat kesal usai menatap ponselnya.


"Mah, Ziga sudah sebulan ini tidak bisa di hubungin," ucap Misha.


Misha terlihat semakin membaik.


Operasi berjalan dengan lancar. Kini, Ia hanya menunggu pemulihan dan pemeriksaan lanjutan lagi untuk memastikan jika kanker yang ada di rahimnya benar-benar sudah hilang.


Meskipun Misha harus kehilangan rahimnya, namun ia sudah merelakannya.


"Hmm, kenapa ya? apa mungkin dia sibuk? mamah juga tidak pernah melihat dia datang ke mengunjungi mu lagi," ujar Mama Tirana heran.


"Makannya itu, mah. Apa Ziga masih marah ya mah sama Misha?" tanya Misha.


"Kalo dia masih marah, harusnya dia tidak datang waktu kita pertama sampai ke sini lagi," ujar Mama Tirana.


"Dia jenguk Misha juga cuma menanyakan keadaan Chana aja," jawab Misha. "Waktu Misha ngomong kalo Chana sudah baikan sama Asdam, dia terlihat seperti aneh gitu," lanjutnya.


"Hem, ya sudah biarkan saja. Mungkin dia lagi sibuk sama pekerjanya. Lagi pula, kita tidak bisa terus-terusan menempel pada Ziga. Mamah sebenarnya sangat kasihan dan merasa bersalah pada anak itu. Mau bagaimana pun, dia pernah menjalan hubungan serius dengan Chana." ujar Mama Tirana.


"Iya, mah. Dia benar-benar lelaki yang sangat baik," ujar Misha.


"Sayang, kenapa gak kamu aja yang nikah sama Ziga. Sepertinya, dia bisa menjaga kamu dengan sangat baik," ujar Mama Tirana memberi saran.


"Iiiiiiiiiiiiiiih, mamah ini apaan sih, dia itu cuma sahabat Misha, Mah. Misha gak mungkin nikah sama dia. Lagi pula, Misha sudah ada seseorang," ujar Misha malu-malu.


"Siapa?" tanya Mama Tirana penasaran..


"Tapi janji, mamah gak boleh marah ya?" ujar Misha.


Mama Tirana pun mengangguk tidak sabar.


"Itu loh mah, perawat yang selalu ngecek Misha." jawab Misha malu-malu.


"Aih, anak mamah cinlok nih ye...!" ledek Mama Tirana.


"Huuussst!" Misha langsung membungkam mulut ibunya. "Mamah, jangan keras-keras ngomong!?"


"Hehehe.. iya-iya, sepertinya dia anak yang baik juga. Hmm, tapi, pantas saja dia selalu ngecek kamu setiap detik setiap waktu, ternyata ada alasannya?" Mama Tirana terlihat sangat antusias dengan perasaan ibunya.


Mama Tirana tidak akan mengengkang putrinya lagi. Cukup Chana karena mereka sebelumnya sudah ada janji oleh keluarga Marquez.


"Dia pria yang baik, mah. Misha ingin menghabiskan sisa hidup Misha bersamanya," ujar Misha dengan serius.


"Tapi, apakah dia tahu kalo kamu adalah penerus keluarga Alonza?" tanya Mama Tirana.


Ia sangat takut jika Hae akan minder mengetahui jika Misha adalah konglomerat penerus tahta keluarga Alonza.

__ADS_1


"Misha akan memberi tahunya, Mah." jawab Misha.


"Misha, setelah kamu keluar dari rumah sakit ini, papah akan menjadikan kamu sebagai CEO di perusahaan papah." ujar Mama Tirana. "Sesuai dengan usia kamu yang menginjak 30 tahun." lanjutnya.


"Mah, dia sebenarnya berkeinginan membuka sebuah usaha rumah makan. Bagaimana kalo kita membuatkannya usaha agar dia tidak minder," ujar Misha.


"Ide bagus!" sahut mama Tirana.


"Mah, tapi apakah papah setuju, Misha berkencan dengan seorang perawat?" tanya Misha.


"Kamu tenang saja, papah sekarang pikirannya sudah mulai terbuka lagi. Dia sekarang hanya akan memikirkan kebahagiaan putri-putrinya," ujar mama Tirana meyakinkan Misha.


"Terima kasih, Mah!" Misha pun memeluk ibunya dengan perasaan bahagia.


......................


Setelah Misha tertidur setelah habis meminum obat, Mama Tirana pun langsung menghubungi besannya karena masalah Chana masih belum di jawabnya.


"Hallo, Jeng, bagaimana dengan Chana?" tanya mama Tirana.


"Kamu tidak perlu cemas, Chana ternyata membeli apartemen baru dan dia tinggal di sana. Chana dan Asdam sempat bertengkar kecil, Chana ngidam ingin tinggal di sebuah apartemen," jawab Nyonya Beckham berbohong.


"Hm, aku berusaha menelponnya tetapi nomornya tidak bisa di hubungi?" ujar Mama Tirana terlihat cemas.


"Mungkin dia sedang tidak ingin di ganggu. Kita harus memberi ruang pada anak kita untuk menjalani rumah tangganya," ujar Nyonya Beckham.


"Iya, Jeng, akan saya sampaikan," jawab Nyonya Beckham.


Kini, Nyonya Beckham menatap tajam ke arah Asdam setelah dia mematikan panggilannya.


Nyonya Beckham terlihat sangat marah dengan Asdam yang tidak mau memberi tahunya soal hilangnya Chana.


"Asdam, mamah sangat kecewa pada mu! jika sampai terjadi apa-apa kepada Chana, mamah tidak akan mengampuni kalian!" tukas Nyonya Beckham menunjuk Asdam dan juga sekertaris Rein.


"Maafkan kami, Miss. Semua ini adalah salah saya," ujar sekertaris Rein membuka suara.


"Kamu lagi! harusnya kamu bisa lebih waspada. Kenapa kamu bisa membiarkan Chana pergi sendiri!" tukas Nyonya Beckham dengan sangat emosi.


"Maafkan saya, Miss!?" hanya kata-kata itu yang dapat keluar dari mulut Sekertaris Rein.


"Sampai mana perkembangannya?" tanya Nyonya Beckham dengan kesal..


"Kamu kehilangan jejak Nona Chana sampai di gerbang perbatasan kota. Mobil yang gunakan sang penculik di tinggal begitu saja di sebuah hutan," jawab Sekertaris Rein.


"Kalian sudah menyelidiki semuanya orang-orang dekat Chana, teman, sahabat, atau siapapun yang pernah kontak dengan Chana!?" tanya Nyonya Beckham.


"Sudah, Miss. Tetapi kami masih belum menemukan apapun," jawab sekertaris Rein.


"Kalian sudah menyelidiki mantan-mantan Chana!?" tanya Nyonya Beckham.

__ADS_1


DEG


Asdam yang sedari tadi hanya memijat kepalanya karena merasa pusing dan tak berdaya, kini ia menemukan sebuah titik terang.


"Ziga!?" ujar Asdam yang langsung teringat perihal Ziga. Sudah 10 hari berlalu, kenapa nama Ziga tidak terlintas dalam benak Asdam.


"Asdam, kamu sudah menyelidiki anak itu!?" tanya Nyonya Beckham.


"Mah, aku terlupa soal dia. Meskipun katanya dia berada di Korea, tetapi bisa jadi dia sudah kembali dan ingin balas dendam kepadaku. AISH! kenapa aku sama sekali tidak terpikirkan soal dia!" ujar Asdam yang langsung mendapatkan titik terang. Meksipun masih belum pasti, namun Asdam akan tetap menyelidiki perihal Ziga.


"Sekertaris Rein, suruh anak buahmu langsung menyelidiki Ziga!" titah Asdam.


"Baik, Tuan!" sahut Sekertaris Rein yang langsung bergegas.


Asdam pun langsung menghubungi seseorang.


Misha yang sedang memainkan ponselnya scroll-scroll tiktok pun di kagetan dengan panggilan dari Asdam.


Tumben?


"Hallo, Asdam, ada apa?" tanya Misha. "Tumben?" lanjutnya.


"Misha, apakah Ziga masih ada di sana?" tanya Asdam.


"Ziga? emm, entahlah, dia sudah sebulan ini tidak bisa di hubungi, bisa jadi mungkin dia sedang sibuk, karena dia habis memperpanjang kontraknya," jawab Misha.


Asdam pun langsung mengepalkan tangannya. Dia sangat yakin jika Ziga tidak memperpanjang kontraknya, melainkan kembali dan menculik istrinya.


"Begitu, ya sudah, terima kasih," ujar Asdam yang langsung menutup panggilan tanpa mau mendengarkan Misha yang ingin bertanya "ada apa".


"Mah, aku akan mencari Chana sekarang juga!" ujar Asdam yang langsung bergegas meninggalkan nyonya Beckham yang terlihat bingung tetapi dia tidak bisa mencegah Asdam.


......................


Di sisi lain, terlihat Chana dan Ziga sedang mengumpulkan kayu bakar untuk perapian. Chana hanya mengikuti Ziga di belakang, karena Ziga tidak mengizinkan Chana untuk membawa ranting kayu.


Ketika Ziga mencari kayu, Chana memperhatikan sekitarnya. jauh sepanjang beberapa meter, Chana seperti melihat portal yang terhubung dengan dunia luar. itu adalah portal batas kepemilikan.


Chana hanya mengingat semuanya di dalam kepalanya. Jika ada kesempatan, ia akan berusaha untuk kabur.


"Sayang, aku sudah mengumpulkan cukup kayu, ayo kita kembali," ujar Ziga.


"Ah, iya." jawab Chana.


"Jalan itu dari gerbang ke jalan raya kurang lebih 3 kilo. Ibu hamil akan bahaya jika berjalan sejauh itu," ujar Ziga seolah-olah mengerti gerak-gerik Chana.


"Oh, aku tidak terpikirkan akan jalan sejauh itu. Lagi pula, ngapain aku jalan, bukankah ada kamu yang bisa mengantar aku," ujar Chana tersenyum kepada Ziga.


Ziga pun hanya membekas senyum Chana sambil mengecup keningnya. Rasa sayang itu sangat dalam membuat Ziga langsung percaya begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2