Bukan Wanita Pengganti

Bukan Wanita Pengganti
Bab 18 Persahabatan


__ADS_3

Chana dengan keadaannya yang masih luka-luka, ia di paksa tidak boleh datang ke butik meskipun ia bersedia menggunakan supir.


Chana terkurung di dalam kamarnya dan hanya perasaan gusar yang selalu menghantuinya.


Chana terlihat mondar-mandir seorang diri dan bingung harus bagaimana. Ponselnya selalu ia genggam dan berharap seseorang membalas pesannya.


Kenapa, Misha aku mohon balas pesan ku, aku berharap jika semua ini bukanlah perbuatan mu. Aku tahu kau marah dan kecewa, tetapi aku mohon jangan melakukan sesuatu yang akan membuatmu terjerumus dalam masalah yang lebih besar.


Chana tertunduk sembari menyadarkan tubuhnya di kasur. Chana terkulai lemas dan tak berdaya.


Tiba-tiba saja, ponselnya berdering, Chana dengan semangat melihatnya berharap jika itu adalah Misha , tetapi ternyata itu adalah Nomnom.


"Hallo?" jawab Chana mengangkat teleponnya.


"Oh my Lady .. lady .. lady ... Cahanaaaa, ada apa denganmu! mengapa kamu tidak dapat di hubungi, tidak datang ke butik, dan sekarang, ini siapa orang-orang yang datang ke butik! mengapa orang-orang ini mengatakan jika mereka akan bekerja di butik ini atas perintah Nyonya Beckham, siapa Nyonya Beckham itu Chanaaaa, cepat jelaskan!" amukan Nomnom membuat kepala Chana semakin pusing.


"Nom, sabar dan pelankan suaramu. Aku tidak berharap kamu akan jadi kurus karena lelah mengoceh-ngoceh padaku," jawab Chana menggelengkan kepalanya.


"Iiisht, kamu ini ya, tunggu sampe aku ketemu kamu, tak tantang makan mie rebus 3 dengan 5 telur di dalamnya!" sahut Nomnom kesal. "Chana, my princess, aku sangat pusing sekarang, tiba-tiba saja ada orang baru datang dan kini butik ramai sekali. Aku tidak mengerti ada apa sebenarnya ini." Nomnom terlihat bingung di dalam ruangan Chana.


Nomnom sengaja mengunci dirinya sendiri ruangan Chana karena ia bingung dan sulit bernafas melihat kerumunan orang-orang yang tiba-tiba menyerbu butiknya.


"Nom, aku habis kecelakaan, jadi aku tidak bisa datang ke butik sekarang. Nyonya Beckham, ia adalah ibu mertuaku, aku di larang ke butik sekarang ini," jelas Chana..


"Oh my lady, lady, lady! Kamu kecelakaan!? patahkah tangan kamu? kaki kamu? atau leher kamu? separah apa!?" tanya Nomnom mencerocos.


"Ayolah, Nom, kalo leher aku yang patah mana mungkin aku masih hidup sampai sekarang ini. Kamu tolong jagain butik ya, itu pesanan klien kita sampai di ambil sama orang, jaga dan awasi mereka," ujar Chana.

__ADS_1


Setelah mendengarkan peringatan Chana, Nomnom sepertinya mendengar sesuatu. Ia adalah langkah kaki yang sepertinya mengarah ke lantai dua.


Nomnom pun melotot dan langsung mematikan panggilan dengan Chana. Seperti yang Nomnom duga, orang-orang wanita sosialita itu dengan gaya mereka menatap gaun-gaun yang cantik yang ada di lantai 2.


Gaun yang ada di lantai dua ini adalah pesanan para klien sebelumnya, jadi tidak di jual ke sembarang orang.


"HAY! JANGAN SENTUH YANG ITU!" teriak Nomnom kesal kepada pelayan baru yang ingin mengambil baju itu untuk di serahkan kepada wanita sosialita itu.


"Kenapa? bukankah kamu bebas beli mana yang mana saja yang kami mau?" tanya pembeli itu.


"Iya, mbak, mbak bisa pilih yang mana saja, tetapi yang ada di lantai 1, Karana di lantai 2 ini adalah baju khusus yang sudah kamu rancang untuk klien kami. Baju-baju ini sudah pesanan orang, jadi, maaf aku tidak bisa menjual," jawab Nomnom yang langsung merebut baju itu dari tangan pelayan baru yang wajahnya nampak tidak merasa bersalah.


"Hm..!" pelanggan itu pun mendengus kesal. "Tidak, aku tetap ingin baju ini, kamu bisa buatkan yang lain, aku akan bayar 3 kalo lipat untuk baju ini," ujar pelanggan itu tidak mau kalah.


Nomnom pun terasa sangat kesal dengan dan ingin mengamuk sekarang juga. Namun Nomnom takut jika ia bertindak gegabah, itu akan mengurangi nilai baik butiknya.


"HIIII..HIIII..HIIII.. pergilah, hiiiii....hi..hi..hi...atau aku akan memakan kalian semua... HIIIIIII....HIIII.....!" akting Nomnom benar-benar sangat bagus membuat para pelanggan berlarian..


Ketika para pelanggan berhamburan keluar, kini tinggal menyisakan Nomnom dan 3 pelayan baru.


"Kalian, pergilah, jika memang Chana belum bisa bekerja, maka aku akan kerja sendiri di sini. Aku tidak butuh bantuan kalian. Kalian hanya membuat ku pusing saja," ujar Nomnom mengusir 3 pelayan yang di utus oleh nyonya Beckham.


Tanpa bicara apapun, 3 pelayan itu pun keluar dari butik meninggalkan Nomnom seorang diri tanpa sepatah kata pun.


Mereka adalah seorang bodyguard. Mereka dari awal sudah di desain untuk tegas, tegap dan tidak banyak bicara dan lebih mengutamakan tindakan nyata.


Nomnom uring-uringan sendiri memikirkan apa yang sudah terjadi akhir-akhir ini. Tidak ingin berfikir panjang, Nomnom pun bergegas menutup butik dan berniat ingin menjenguk Chana yang katanya habis kecelakaan.

__ADS_1


Singkat cerita, Nomnom pun sampai di kediaman rumah mertua Chana.


Nomnom nampak takjub dengan rumah besar yang ada di depan matanya.


Sampai seorang pelayan membawanya ke kamar Chana atas perintah Chana.


Ketika Nomnom melihat Chana, matanya berkaca-kaca melihat beberapa perban membalut luka.


"Oh my lady lady lady..! ada apa denganmu? bagaimana bisa seperti ini?" tanya Nomnom cemas.


"Aku tidak apa-apa, Nom, ini hanya kecelakaan biasa. Hm, makasih karena kamu sudah datang menjengukku," ujar Chana.


"Chana, bisa kamu tolong jelaskan sekarang? gimana kamu bisa nikah sama pria itu." Nomnom menunjukan foto besar Asdam yang ada di kamar itu.


Chana pun mengajak Nomnom untuk duduk di balkon. Chana berniat untuk menceritakan segalanya pada Nomnom..


Di balkon, Chana pun menceritakannya semuanya. Dari Asdam yang di jodohkan oleh Misha. Jika Misha mengaku sehat tetapi sebenarnya sakit, sampai pernikahan sehari sebelum hari H tiba-tiba Misha koma dan keluarga sangat marah dengan kebohongan Misha, dan akhirnya keluarganya memutuskan untuk Chana menggantikan posisi Misha tanpa sepengetahuan Asdam.


Nomnom tidak percaya dengan kisah sahabatnya yang sangat rumit. Hanya dalam hitungan hari, masa-masa indah mereka berubah drastis.


Padahal, Chana sudah memimpikan akan menikah dengan Ziga dan Nomnom sudah memimpikan akan menjadi bridesmaid.


"Nom, aku mohon kamu jaga rahasia ini dari Asdam. Aku tidak tahu bagaimana sampai Asdam tahu yang sebenarnya. Aku benar-benar sakit kepala jika memikirkan semua ini," ujar Chana sesegukan di pelukan Nomnom.


"Chana, kamu tenang saja ,aku akan tutup mulut. Kamu sudah berkorban sejauh ini, aku berharap, pria tampan itu tidak jahat dan kasar padamu. Uuuu, aku tidak dapat membayangkan jadi kamu bagaimana, ini terlalu sakit....!" Nomnom pun menangis di pelukan Chana. Bukan Chana yang menangis kuat, tapi justru Nomnom yang mengeluarkan lautan dari matanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2