Bukan Wanita Pengganti

Bukan Wanita Pengganti
Bab 25, kebahagiaan Chana


__ADS_3

Di depan cermin Chana menatap dirinya sendiri dengan seksama. Ia selalu memastikan jika make up yang menempel pada wajahnya tidak berlebihan atau pun kekurangan.


Malam ini adalah malam di mana Chana tidak tahu apa yang akan Asdam lakukan untuknya. Seharian Asdam meninggalkan dirinya dan hanya memberikan sepucuk surat agar ia malam ini dandan dengan cantik.


Usai di rasa sempurna, Chana pun berjalan keluar hotel. Chana berfikir jika di bawah akan ada Asdam yang menyambutnya, namun ternyata hanya supir yang menyapanya.


"Silahkan, Nona Chana." supir itu pun membukakan pintu mobil untuk Chana.


Di perjalanan, jantung Chana berdegup sangat kencang. Ia tidak dapat menebak-nebak apa yang akan di lakukan Asdam padanya.


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya mobil yang membawa chana sampai ke sebuah gedung yang yang tidak asing bagi Chana.


Chana mengerutkan keningnya heran karena ini gedung di mana konser temannya Davis di selenggarakan.


Chana pun menghampiri supirnya dan bertanya, "Pak, apakah anda tidak salah tempat? suamiku tidak mungkin berada di sini."


Pak supir tidak menjawab pernyataan Chana. Pak supir hanya memberikan setangkai bunga kepada Chana dan tersenyum.


Chana pun menerima setangkai mawar itu dengan perasaan heran..


"A-apa ini, pak?" tanya Chana.


Pak supir pun lagi-lagi tersenyum dalam diam, ia hanya mengulurkan tangannya ke arah belakang Chana agar Chana menoleh ke arah itu.


Chana pun membalikan badannya dan sangat terkejut ketika melihat beberapa anak kecil datang ke padanya sambil membawa setangkai bunga mawar yang sama seperti yang pak supir berikan padanya.


Sampai di sini, Chana masih bingung. Apakah suprise ini dari Asdam, atau dari temannya Davis. Sebab Asdam terlihat mungkin melakukan ini di acara Davis, karena Chana tahu jika Asdam tidak menyukai Davis.


Tetapi, jika pun ini perbuatan Davis, tidaklah ini sangat berlebihan. Apa lagi Davis tahu jika ia sudah memiliki suami.


Chana pun hanya terlihat bingung ketika anak-anak itu menarik tangan Chana agar mengikuti mereka.


"Hey, kalian mau bawa aku ke mana?" tanya Chana sesekali sambil menoleh ke arah pak supir. Chana berharap pak supir dapat memberikan sesuatu untuk sebuah penjelasan. Namun lagi-lagi pak supir pun hanya terdiam dan tersenyum.


Chana ingin menolak anak-anak ini, karena jika sampai ini adalah perbuatannya Davis, tentu itu akan memancing amarah Asdam.


Ia baru saja memulai hubungan baru bersama dengan Asdam, jadi Chana tidak ingin merusak suasana ini hanya karena sebuah kesalahan pahaman.


Ketika akan memasuki gedungnya, Chana pun memaksa berhenti membuat anak-anak itu pun menatapnya.

__ADS_1


"Kakak cantik, Kakak tampan sudah menunggu mu, mari ikut dengan kami," ucap anak itu.


"Kakak tampan siapa? maaf ya dek, tapi tolong katakan pada kakak tampan itu jika kakak cantik ini sudah punya suami. Kakak cantik tidak bisa menemui kakak tampan," ujar Chana memberikan pengertian kepada anak-anak yang membawanya.


Tanpa Chana ketahui, Asdam berdiri di belakangnya sambil tersenyum. Asdam tahu jika Chana pasti mengira yang memberikannya suprise ini adalah Davis. Karena Asdam memang tidak mengatakan apapun kepada Chana.


"Itu kakak tampannya!" ujar salah satu anak menunjuk Asdam yang berdiri di belakangnya Chana.


Chana pun menghela nafas panjang. Ia pun bersiap-siap untuk memarahi Davis karena sudah bertindak berlebihan padanya.


"Davis, kau ini sungguh-"


Chana pun terdiam ketika ia melihat jika yang berada di belakangnya adalah sosok yang ia nanti-nantikan kehadirannya.


"Asdam? ka-kamu ada di sini?" tanya Chana terkejut.


"Happy birthday my princess." ucap Asdam memberikan bunga besar terakhir untuk Chana.


Chana pun menutup mulutnya tidak percaya dengan kejutan yang Asdam berikan.


"Asdam, uuuuu ... manis sekali, terima kasih banyak, ya?" Chana pun memeluk Asdam singkat.


"Lalu mengapa tidak menemui ku?" tanya Chana.


"Aku menyiapkan ini untuk mu," ucap Asdam mengajak Chana untuk masuk ke dalam konser Davis.


Ketika Chana dan Asdam masuk ke dalam auditorium, lampu langsung menyoroti keduanya yang berjalan menuruni anak tangga.


Di panggung proscenium kebanggaannya, Davis pun dengan ketrampilan langsung menekan setiap tuts pada piano. Suara yang di hasilkan dari tekanan tuts yang menjadi melodi mampu membuat bulu guduk merinding karena takjub.


Jantung Chana pun berdebar tidak karuan. Matanya tidak dapat berbohong jika Chana sangat mengaguminya.


Alunan musik ucapan selamat ulang tahun versi Davis pun membuat Chana ikut takjub mendengarnya.


Chana tidak percaya jika Asdam dan Davis bersama-sama membuat kejutan ini untuknya.


Hal yang membuat Chana lebih tidak percaya adalah, ketika Chana duduk di bagian paling depan, tiba-tiba saja Asdam naik ke panggung dan memegang mik.


"Istri ku, dengan seruan takdir, membawa hati yang patah ini kembali menyatu sesingkat mungkin. Maafkan atas keterlambatan ku untuk mengenal mu sebagai ratuku. Di hari spesial ini, aku akan membawakan lagu untuk mu. Happy birthday, istriku. I Love you!"

__ADS_1


Prok.. prok.. prok...


suara gemuruh tepuk tangan dari penonton pun menggema di ruangan itu.


Chana hanya bisa menutup mulutnya tidak percaya. Rasanya sangat terharu sampai-sampai ia meneteskan air.


Perbuatan baik apa di masa lalunya sehingga di mendapatkan ke manisan ini.


Asdam dan Davis benar-benar berkolaborasi dengan baik. Chana sendiri tidak menyangka jika suara Asdam benar-benar sangat merdu.


......................


Di sisi lain, acara konser Davis pun di adakan secara streaming. Banyak orang-orang dari belahan dunia mengikuti konser Davis.


Beberapa orang pun sangat iri dengan wanita yang di sorot di acara tersebut, yaitu Chana..


Sebuah mata menatap tajam dengan rasa cemburu yang membara. Misha melihat acara streaming itu dengan seksama. Misha tidak percaya jika di acara konser itu ada sesuatu yang membuatnya akan semakin drop.


"Bagaimana, bagaimana bisa Chana?" Misha pun meremas kuat ponsel yang sedang ia genggam.


Melihat kemesraan Chana dan Asdam, dan juga kedekatan Chana dengan Davis, membuat Misha kembali tercuak dalam rasa cemburu yang mendalam.


Bagaimana bisa Chana mendapatkan segalanya.


Selain merebut kekasihnya, Chana juga ternyata dekat dengan sang idola yang selama ini ia mimpi-mimpikan untuk bertemu.


Chanaaa...


Suara hati Misha yang semakin membara membenci Chana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2