Bukan Wanita Pengganti

Bukan Wanita Pengganti
Bab 49, membuka kenyataan


__ADS_3

Semua para dewan-dewan penting dari beberapa management berada di ruangan meeting, terlihat mereka semua memandangi tv yang sudah di sediakan..


Atas perintah dari Asdam, semua orang kembali berkumpul dan melihat berita penangkapan seorang Presdir yang baru turun dari pesawat.


Wajah semua orang terlihat merasa sangat bersalah. Bagaimana tidak, gara-gara Asdam, mereka harus bersekongkol untuk menjatuhkan orang yang sudah membantu mereka.


Ketika mereka semua fokus melihat berita, tiba-tiba saja pintu ruangan tertutup itu terbuka.


Betapa terkejutnya mereka ketika melihat orang yang berada di tv sekarang berjalan menuju ke ruangan dingin ini.


"Apa, bagaimana bisa? "


Matilah aku, harusnya aku sejak awal tidak ikut-ikutan!"


"Bagaimana ini, seharunya aku sedari awal aku sudah tahu siapa yang paling kuat, sial!"


"Apa? besanku sudah keluar? aduh, ini antara berita bagus dan buruk. Aku harus mencari muka agar mereka tidak marah padaku!"


Suara-suara ramai itu hanya tuhan dan malaikat maut yang dapat mendengarkannya. Terlihat para direktur utama, manager, kolega dan juga beberapa klein penting terlihat sangat pucat ketika melihat Nyonya Beckham dan Tuan Paulo masuk ke dalam.


Wajah mereka semakin pucat ketika melihat ekspresi wajah Asdam yang terlihat tidak berdaya di belakang Nyonya Beckham.


"Selamat pagi semuanya?" sapa Nyonya Beckham menatap tajam ke semua orang.


"Pagi, Miss Beckham!" sahut orang-orang.


"Apakah kalian semua sudah melihat beritanya? apakah kalian senang dengan berita itu? apakah kalian merasa puas? atau, apakah kalian berharap jika saya dan suami saya masuk ke jeruji besi itu?" sindir Nyonya Beckham langsung pada jantung masalah.


"Maafkan kami, Miss. Anda harus tahu, jika kami semua di ancam dan di buat terpaksa oleh anak anda, tuan Asdam!" sahut salah satu dari mereka.


"Benar, Miss. Kami tidak berdaya kala itu!"


"Kamu meminta maaf pada anda, Miss Beckham dan juga tuan Paulo. Kami siap membantu memulihkan nama baik kalian, asalkan tuan Asdam benar-benar menghapus aib-aib kami semua!"


Nyonya Beckham pun tersenyum.

__ADS_1


"Tidak perlu, saya tahu jika semua ini adalah ulah anakku. Kalian jangan khawatir, semu aib-aib kalian akan di hapus dan tidak akan pernah publish selama saya masih ada." jawab Nyonya Beckham menjelaskan..


Prok


prok


prok


Semua orang pun bertepuk tangan atas pengertian yang Nyonya Beckham berikan..


"Tapi....!" lanjut Nyonya Beckham membuat semua orang berhenti tersenyum.


"Untuk kalian yang sudah mengkhianati perusahaan, silakan keluar dari ruangan ini. Bukankah tidak perlu saya katakan siapa saja, bukankah kalian semua adalah saksi dari bukti-bukti yang anak saya tunjukkan. So, silahkan sekarang juga!"


Terlihat Nyonya Beckham membuang muka acuh tak acuh karena tidak ingin melihat wajah-wajah orang yang sudah mengkhianati dirinya dan juga suaminya.


Berkat kerja Asdam, akhirnya Nyonya Beckham tahu akar dari permasalahan perusahaan yang sulit di jelaskan.


"Miss, semua itu tidak benar, semu bukti itu palsu!" seseorang mencoba untuk mengelak.


"Miss, ini semua tidak adil!" sahut lainnya.


"Lalu, jika saya mempertahankan kalian, apakah saya akan adil dengan diri saya sendiri!? jangan membuat lelucon di depan saya. Cepat keluar!" titah Nyonya Beckham.


Tuan Paulo yang sedari awal diam dan membiarkan istrinya speak up. Kini berdiri dan menatap tajam ke orang-orang sedari awal sudah ingin ia habisi.


"Cepat keluar, dan jangan menoleh lagi. Jika bukan karena istriku, mungkin aku sudah menembak kepala kalian semua!" ujar Tuan Paulo membuat beberapa orang tidak berdaya.


Jika tuan Paulo sudah berucap, tidak ada lagi kesempatan untuk membela diri..


Usai semua orang yang sudah tidak penting keluar, Nyonya Beckham mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang tersisa. Setelah masalah selesai, orang-orang pun akhirnya keluar satu-persatu memberi selamat kepada Nyonya Beckham dan tuan Paulo yang sudah bebas..


Akhirnya, kini di ruang meeting tersisa Nyonya Beckham, tuan Paulo, tuan Bealonza, dan juga Asdam.


"Bea-, bagaimana kabar mu? maafkan Asdam yang sudah membuka aib mu di depan banyak orang," ucap Tuan Paulo menyapa besannya.

__ADS_1


"Ini tidak masalah, saya tahu jika Asdam sedang marah. Lagi pula, saya memang salah, sudah tua tetapi tidak juga tobat," sahut tuan Bea- tersenyum.


"Pah, maafkan Asdam?" ucap Asdam membungkuk hormat kepada tuan Bea-.


"Sudah tidak apa-apa, nak. Papah justru berterima kasih padamu. Jika bukan karena kamu, mungkin papah tidak akan sadar. Mungkin apa akan selalu menggunakan waktu luang untuk bersenang-senang di luar sana, berzina di luar sana. Padahal, sebentar lagi papah akan memiliki cucu," ucap Tuna Bea- menyadari kesalahannya.


"Tapi, sekarang di mana Chana berada?" tanya Nyonya Beckham yang masih merasa sangat penasaran.


"Kami sudah menghubungi semua sanak saudara, teman-teman dan juga beberapa orang pernah berhubungan dengan Chana, tetapi mereka tidak tahu Chana ada di mana," jawab Tuan Bea- merasa sangat sedih. Mau bagaimana pun, Chana adalah kandung satu-satunya.


Melihat ekspresi wajah mertuanya, Asdam pun kini bener-benar telah gagal menjadi manusia.


"Pah, maafkan Asdam, Asdam akan berusaha untuk mencari Chana. Andai Asdam dapat menjaga emosi dan mendengarkan kalian terlebih dahulu, mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini." ucap Asdam penuh dengan penyesalan.


Tuan Bea- pun hanya bisa menghela nafas, "Asdam, bagaimana keadaan Misha sekarang? selama Misha sakit, saya belum menemuinya sekali pun," ucap Tuan Bea-.


"Misha sudah membaik sebelumnya, tetapi tidak tahu sekarang, karena dari kemarin saya sendiri belum menemuinya dan juga tidak mengangkat panggilannya. Saya masih sangat kesal dengannya. Tetapi saya akan berusaha untuk tenang kali ini." jawab Asdam.


"Tuan Bea-, mengapa anda tidak pernah menjenguk putri mu. Kasian dia," tanya Nyonya Beckham.


Tuan Bea- pun menahan diri untuk tidak menceritakan yang sebenarnya, namun sepertinya, kini sudah waktunya.


"Maafkan aku karena selama ini sudah berbohong pada kalian. Sebenarnya, Misha bukanlah anak kandung ku," jawab Tuan Bea-mengaku.


Sontak semua orang yang ada di ruangan itu terkejut.


"Kok, bisa?" tanya Asdam.


"Waktu perjodohan aku dan juga Tirana, ternyata Tirana masih menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya. Saat Tirana hamil, aku meragukan kehamilannya, jadi aku melakukan tes DNA. Aku tahu jika Tirana sudah memanipulasi data, sehingga Misha terbukti anakku. Namun saat itu memilih diam dengan pengkhianatan Tirana, di tambah kegigihannya yang bersedia untuk melepaskan mantannya demi hidup bersama ku.


Aku pikir, dengan memberikan kasih sayang lebih kepada Misha, itu akan membuat aku semakin dekat dengan Misha. Awalnya memang seperti itu, namun setelah aku tau apa yang Misha lakukan, aku jadi teringat dengan perbuatan ibunya yang sesuka hati memanipulasi data demi keuntungan mereka sendiri. Aku di ingatkan lagi tentang sikap Tirana yang menurun ke Misha. Aku benar-benar merasa gagal menjadi seorang ayah, di tambah, aku baru sadar jika selama ini aku kurang memperhatikan Chana, putri kandungku sendiri."


Setelah menceritakan semuanya, Tuan Bealonza pun terkulai lemas. Sungguh Tuan bea sudah berusaha menjadi suami dan ayah yang baik, namun wanita-wanita itu selalu mampu membuatnya terpuruk.


Hanya Chana yang tidak pernah menuntut apapun darinya. namun, kini tuan Bea- pun tidak tahu di mana keberadaan putri kandungnya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2