
SHIIIIIIIIT!
BRUAAK!
Karena menghindari Sekertaris Rein, motor itu pun membanting setir dan malah menabrak mobil Asdam.
Sekertaris Rein pun terkejut melihat mobil bosnya di tabrak sampai penyok. Seorang wanita gendut yang membawa motor pun bangkit seorang diri karena sekertaris Rein lebih fokus ke penyokkan mobilnya.
Asdam dan Chana pun keluar mobil setelah merasakan hantaman yang cukup keras..
"Ada apa ini!?" tanya Asdam memeriksa.
Wanita gendut itu membuka helm dan meringis kesakitan.
Ternyata, wanita itu adalah Nomnom. Nomnom membelakangi Asdam dan Chana ketika membuka helm. Matanya fokus menatap Sekertaris Rein yang terlihat seperti paha ayam yang siap di lahap.
"HAY KAMU! SENGAJA YA TURUN KE JALAN BIAR SAYA CELAKA!" teriak Nomnom dengan geram.
"Nona, maafkan saya. Tadi saya berniat untuk memanggil taksi. Saya tidak memperhatikan sekitar saya. Maafkan saya, Nona," ucap Sekertaris Rein meminta maaf.
Chana yang mengenali suara Nomnom mencoba untuk mendekatinya.
"Nomnom?" panggil Chana membuat Nomnom yang merasa namanya di panggil menoleh ke arah belakangnya.
Matanya sangat terkejut ketika melihat sahabatnya yang ternyata si empunya mobil.
__ADS_1
"Oh mau lady lady lady ... Chanaa... kamu Chana?" tanya Nomnom memastikan.
"Iya ini aku. Kamu tidak apa-apa? apakah kamu terluka?" tanya Chana terlihat cemas.
"Aku tidak apa-apa kok. lemakku cukup tebal untuk menahan bantingan. hehehe." jawab Nomnom..
"Tetapi tetap saja, pasti sakit ya? maafkan sekertaris Rein, ya. Dia sedang mencarikan aku taksi. Aku sedang buru-buru, dan ban mobilku malah kempes," ujar Chana meminta maaf kepada Nomnom untuk Sekertaris Rein..
"Kamu mau kemana? biar aku antar?" tanya Nomnom..
"Aku mau ke sekolahan. Adik iparku sedang perpisahan hari ini," jawab Chana menjelaskan.
"Ya sudah aku antar, yuk? untung motor ku gak apa-apa. Bandel kaya yang punya. Tapi mobil mu agak penyok?" ujar Nomnom menunjuk mobil Asdam.
"Sudah gak apa-apa. Yang punya mobil ini orang kaya, dia punya 5 lima di rumahnya," sahut Chana..
"Tidak perlu. Tapi ayo, antar aku sekarang juga," ucap Chana yang langsung berniat naik ke motor Nomnom..
Asdam yang sedari tadi diam seperti tidak di anggap pun akhirnya berbicara. "tidak-tidak! aku tidak akan membiarkan istri ku naik motor denganmu. Melihat mu membawa motor tadi cukup berbahaya. Aku tidak akan membiarkan istri ku celaka!" ujar Asdam menahan tangan Chana agar tidak naik motor sama Nomnom.
"Ya ampun, bosss... aku ini tidak pernah jatuh dari motor jika bukan gara-gara anak buahmu itu!" ujar Nomnom tidak terima.
"Tetap saja, aku tidak bisa membiarkan istri ku pergi dengan mu," ujar Asdam kekeuh menolak..
"Asdam, kita gak punya banyak waktu!" ujar Chana memohon.
__ADS_1
Melihat permohonan Chana, akhirnya Asdam pun setuju. Tetapi kali ini yang berubah.
Akhirnya, Chana-lah yang membawa motornya dan menggonceng Asdam di belakangnya. Karena Asdam tidak bisa naik motor, jadi Chana-lah yang maju dan meyakinkan Asdam.
Ini adalah pertama kali dalam seumur hidup Asdam menaiki sepeda motor. Tubuhnya cukup tegang karena takut.
"PEGANGAN!" teriak Chana meminta Asdam agar memeluk dirinya. Karena mereka tidak ada waktu lagi.
Awalnya Asdam gengsi untuk berpegangan. Tetapi setelah Chana menambah kecepatan, Asdam akhirnya terpaksa memeluk Chana.
"Pelan-pelan!" teriak Asdam yang terlihat sedikit ketakutan.
Chana pun hanya tersenyum melihat ekspresi wajah Asdam dari kaca spion. Meksipun body motor terlihat pecah-pecah, tetapi beruntung mesin masih mau berjalan kencang.
Di sekolahan, Alden pun nampak gusar karena kakaknya tidak kunjung datang. Katanya Asdam akan sampai dalam waktu 15 menit, tetapi ini sudah lebih dari 30 menit berlalu. Teman-temannya sudah pada siap. Sebelum acara di mulai, Alden harus siap karena ia akan memainkan piano untuk pembukaan dan penutupan.
Di sisi lain, terlihat Nomnom dan sekretaris Rein berada di dalam mobil. Sekertaris Rein pun terlihat melipat kedua tangannya meskipun mobil berjalan.
Ah, ternyata mobil sudah di bawa oleh tukang derek.
Nomnom sesekali carper melirik Sekertaris Rein yang terlihat cuek. Nomnom terus memperhatikan Rein yang terlihat sangat tampan dan gagah.
Matanya malu-malu membuat Rein semakin rikuh dan memilih untuk memejamkan matanya.
Aaaa... dia tampan sekali... oh my lady lady lady .. bagaimana selera pria ini? apakah dia menyukai wanita seksi, langsing, tinggi dan putih. Ah, jika benar, bagaimana nasibku yang gendut ini. Aaaaaa ... aku mau dia.. aku mau ... aku mau ...
__ADS_1
Nomnom berderu dalam hati mengidolakan sekertaris Rein.