Bukan Wanita Pengganti

Bukan Wanita Pengganti
Bab 24 Persiapan kejutan


__ADS_3

Pagi ini cuaca sangat cerah, terlihat Chana menutupi wajahnya dengan selimut karena cahaya matahari menyilaukan matanya.


Terlihat jika Chana masih enggan untuk bangkit dari tidurnya. Chana hanya menggeliat dan kembali tertidur.


Di sisi lain, Asdam sudah siap dengan pakaian santainya. Entah mau kemana, namun Asdam terlihat sangat rapi dan terlihat sangat segar bugar.


Asdam hanya tersenyum melihat Chana yang enggan untuk bangun. Asdam mendekati Chana dan mencium keningnya dengan lembut tanpa berkata apapun.


Chana yang masih terlelap nyenyak pun tidak sadar jika kini suaminya telah pergi.


......................


Asdam menggunakan setelan cinos cream pendek dan juga kaos putih, kaca mata hitam dan sepatu putih, terlihat kece keluar dari mobil sport-nya.


Meskipun beberapa mata wanita menoleh dan meliriknya dengan tatapan menggoda, namun sepertinya Asdam kali ini telah benar-benar jatuh ke dalam lingkaran asmara Chana.


Asdam berjalan menuju Mall dan berniat untuk mencarikan hadiah untuk Chana. Ternyata, kini adalah ulang tahun Chana yang ke 29 tahun. Asdam tidak ingin melewatkan kesempatan ini, ia ingin memberikan sesuatu yang indah dan suprise yang tidak akan Chana lupakan.


"Hallo, Tuan. Ada yang dapat bantu? Anda ingin mencari baju, atau sepatu untuk anda?" tanya pelayan toko bermerk .....,.


"Oh, bukan untuk saya, tetapi untuk istri saya," jawab Asdam.


"Baiklah, jika boleh tahu berapa ukuran tinggi dan juga lingkar dada istri anda? Dan berapa ukuran sepatu istri anda, agar kami dapat membantu mencarikannya."


Asdam hanya memberikan foto Chana kepada pelayan tersebut. Karena Asdam sendiri tidak tahu persis ukuran yang minta.


Pelayan pun mengangguk mengerti ketika melihat foto Chana.


"Istri anda terlihat sangat cantik, Tuan. Namun ia terlihat sederhana," ujar pelayan memberi penilaian terhadap Chana.


"Kau benar, dia sangat sederhana meskipun ia memiliki segalanya. Aku ingin sesuatu yang cocok untuknya. Dia sepertinya tidak suka sesuatu yang terlalu glamor dan berlebihan," ujar Asdam.


Pelayan pun mengangguk mengerti dan mencarikan beberapa gaun malam untuk Chana.

__ADS_1


Asdam benar-benar ingin menjadikan Chana sebagai ratunya malam ini.


Singkat cerita, akhirnya Asdam mendapatkan pakaian dan juga sepatu hils untuk Chana.


Asdam membuatkannya bingkisannya untuk dikirim ke Chana, sebab ia sendiri tidak akan kembali hotel.


Setelah menyuruh seseorang untuk mengirimkan paket itu, Asdam pun membawa mobilnya ke sesuatu tempat.


......................


Chana pun baru membuka matanya ketika jam menunjukkan pukul 11 siang.


"Astaga! ini jam berapa? di mana Asdam, kenapa dia tidak membangunkan aku!?" gumam Chana terlihat panik.


Ketika Chana akan berdiri, ia baru menyadari jika tubuhnya masih tanpa sehelai benang pun. Chana pun langsung menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya.


"Ya ampun, apa yang terjadi semalam?Aaa... aku malu sekali," gumam Chana terlihat tersipu malu jika mengingat kejadian semalam. Di tambah dengan kasur yang berantakan, Chana bingung harus membersihkannya mulai dari mana.


"Hmm .. aku mandi dulu saja deh, ini akan aku bereskan nanti," gumam Chana yang langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Namun, setelah meresapi setiap kenangan yang Asdam berikan, tiba-tiba saja pikiran Chana kabur ketika ia mengingat Misha. Mau bagaimanapun, Chana masih merasa terus dihantui rasa bersalah.


Tetapi, ketika di pikir-pikir, Chana pun sangat kesal dengan perbuatan Misha yang selalu saja merugikan dirinya.


Pertama, Misha sudah merebut bangku sekolah yang ia inginkan. Misha selalu tidak mau satu sekolahan dengannya, dengan dalih ia tidak mau bersaing dengan adiknya sendiri. Bahkan Misha dengan tega meminta Chana agar bersekolah di sekolahan biasa saja. Dan Chana pun menurutinya tanpa sepengetahuan orang tuanya.


Gara-gara itu, papah mereka pun kesal dengan Chana karena ia tidak mau bersekolah di sekolahan yang elit, malah memilih sekolah negeri biasa.


Kedua. Misha tidak mau satu kampus dengan Chana. Bahkan Misha menyuruh Chana untuk bersekolah yang jurusnya tidak untuk meneruskan perusahaan papah mereka. Misha selalu mengatakan, jika anak pertamalah yang pantas untuk memimpin dan menggantikan posisi orang tuanya.


Chana pun dengan rela memberikan segalanya kepada Misha. Sebab, ia sendiri memang tidak tertarik dengan dunia bisnis dan politik. Alhasil, Chana lebih memilih untuk menjadi desainer.


Ketiga. Misha selalu memaksanya untuk mendekati sahabatnya, yaitu Ziga ...

__ADS_1


Kini, Chana mengerti mengapa dulu Misha sangat ingin ia dan Ziga menjalin sebuah hubungan, itu karena Misha ingin merebut dan mengambil Asdam darinya. Sebab, Chana selalu mengatakan jika ia sedang menunggu dan mencari pangerannya.


Misha berpura-pura menjadi dirinya dan menjadi ratu kecilnya si Asdam. Dan, ketika Misha di jodohkan dengan Asdam, Chana pun akan tidak perduli karena ia sudah punya Ziga sebagai kekasihnya.


Chana berfikir jika Misha benar-benar sangat rapih menyusun segalanya.


"Ah! pantas saja Misha meminta aku agar tidak meneruskan perusahaan papah. Itu karena dia pasti takut jika aku dan Asdam sering bertemu dan saling bekerjasama dan dekat. Dia takut jika sandiwaranya terbongkar. Dan, dia juga tidak mau aku masuk ke sekolahan elit bersamanya, itu karena Asdam juga bersekolah di sana. Mishaaaaa... kenapa kamu melakukan kepada ku siiih... kenapa kamu egois banget sama aku. Kamu selalu buat aku dan papah bertengkar, kamu selalu merebut apapun yang harusnya menjadi milik ku. Hmmm ...!" Chana pun menghela nafas ketika sedang uring-uringan sendiri.


Tetapi Chana tidak dapat berbuat apa-apa, karena mau bagaimana pun, kini Misha sedang sakit. Tidak mungkin Chana akan membalas perbuatan Misha kepadanya.


"Tapi, meksipun dia sedang sakit, kenapa dia sempat-sempatnya menyuruh orang untuk mencelakai aku. Hmmm, Misha, aku benar-benar tidak mengerti apa maumu sekarang ini," gumam Chana terlihat pasrah.


Chana pun menyelesaikan mandinya dan menyudahi perasaannya yang uring-uringan ketika mengingat Misha.


Setelah mandi, Chana melihat jika jam sudah menunjukan waktu 1 siang.


"Ya ampun, aku hampir 2 jam sendiri di kamar mandi. Hmmm, pikiran ku benar-benar kacau kalo mengingat anak itu," gumam Chana kembali sambil mengganti bajunya.


Usai berpakaian, Chana pun memesan makanan. Perutnya terasa perih karena lapar.


Chana pun memakan cemilan dan menonton tv sambil menunggu makanan tiba. Meskipun matanya melihat tv, tetapi pikiran Chana selalu terbayang-bayang Asdam. Chana bertanya-tanya kemana perginya Asdam hari ini..


Sesekali Chana melihat ponselnya, tetapi tidak ada satu pun pesan dari Asdam, membuat Chana merasa sangat galau.


Ting Tong...! (suara bel)


Chana pun berlari cepat, karena ia pikir itu adalah Asdam.


Tetapi, senyumnya memudar ketika ia melihat jika yang datang bukanlah Asdam, melainkan kurir yang mengantarkan pesanan dari Asdam.


Chana pun menerima paket itu dan membukanya dengan penasaran. Ketika di buka, Chana melihat di dalamnya ada sebuah gaun yang sangat cantik dan elegan, sangat simpel sesuai dengan seleranya Chana.


Di dalamnya pun ada sepucuk surat. Ketika Chana membaca surat itu, wajahnya pun langsung tersenyum sumringah.

__ADS_1


Sepertinya akan kejutan yang tidak akan Chana bayangkan ...


Apakah kejutan yang Asdam siapkan. Yukz, simak terus ceritanya ya. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian seperti like dan komen.. :)


__ADS_2