Bukan Wanita Pengganti

Bukan Wanita Pengganti
Bab 53, kembali


__ADS_3

"Kakeeeeeeeeek......!"


Alden berlari dan menangis karena kematian sang kakek yang tiba-tiba.


Nyonya Beckham pun menoleh dan melihat putranya berlari seperti orang hilang akal.


Nyonya Beckham yang larut dalam kesedihan pun terlupa jika ia masih memiliki satu anak lagi yang belum di beri kabar tentang kematian sang kakek.


Melihat Alden menangis di bawah peti sang kakek, Nyonya Beckham pun merasa jika ia benar-benar gagal menjadi orang tua yang baik.


Bagaimana tidak, ia sampai terlupa dengan Alden yang juga cucu dari keluarga Marquez.


Nyonya Beckham pun mendekati Alden dan memeluknya.


"Sayang?"


Nyonya Beckham memeluk erat Alden dengan sangat. Alden pun merasakan pelukan sang ibu yang sudah lama tidak ia dapatkan.


"Mamah, sekarang kakek sudah tiada, kemana lagi aku harus pergi untuk sekedar berlibur?" ujar Alden menyayat hati.


"Maafkan mamah sayang, maafkan mamah. Kakekmu sekarang sudah tenang bersama tuhan. Mamah janji, ketika waktu liburan, mamah akan menemani kamu kemana pun kamu mau, mamah janji." ucap Nyonya Beckham dengan lirih sambil memeluk Alden..


Alden semakin deras mendengar hiburan yang mamahnya ucapakan, karena Alden tahu, semua itu hanya kata-kata kiasan saja dalam hidupnya.


Setelah semua orang sudah merasa tenang, akhirnya pemakaman kakek pun akan segera di laksanakan.


Namun karena masih banyaknya tamu yang datang, jadi proses pemakaman di tunda beberapa saat.


Asdam dengan wajah datarnya masuk ke dalam dan membuat semua orang bertanya-tanya mengapa Asdam terlihat tidak menunjukan ekspresi sedih.


Asdam memberi hormat kepada kakeknya yang sudah meninggal dan juga menaburkan bunga untuk sang kakek, sebelum akhirnya ia menutup peti sang kakek.


Orang-orang terlihat terdiam ketika melihat kehadiran Asdam, karena sekarang ini, Asdam adalah topik utama untuk di bicarakan di belakang.


"Cepat urus pemakaman kakek sekarang juga!" titah Asdam kepada penanggung jawab pemakaman.


Nyonya Beckham dan tuan Paulo pun hanya diam. Sebenarnya mereka menunda pemakaman bukan karena masih banyak tamu yang belum datang, melainkan karena putranya sendiri. Asdam harus datang dan melihat wajah sang kakek yang sudah ia bunuh secara tidak langsung.


......................


Di sisi lain,. terlihat Chana yang sudah mendarat dengan selamat setelah beberapa jam di atas awan.

__ADS_1


Pertama yang Chana hubungi adalah Nomnom..


Nomnom yang sedang menggarap pakaian yang sedang ia buat pun langsung berjalan ke arah tasnya ia cantolkan ketika mendengar suara ponselnya berbunyi.


Ketika melihat siapa yang menelepon, Nomnom pun terlihat sangat terkejut.


"Oh, my lady lady lady! akhirnya, anak itu nelpon juga!" seru Nomnom merasa senang karena nama Chanalah yang menelponnya.


"Hallo?? oh, my lady lady lady! Cahanaaaaa... bener-benar keterlaluan lu ya!" seru Nomnom ketika mengangkat telpon dari Chana.


Chana pun hanya tersenyum. "Sorry." jawab Chana dengan ekspresi wajah yang sudah fres. Chana bertekad, jika dia akan menghadapi masalah sebesar apapun itu.


"Is... kamu dari mana aja sih!" tanya Nomnom kesal.


"Aku? Em... habis terbang jalan-jalan di awan," jawab Chana sambil berjalan mencari taksi online yang sudah ia pesan..


"Ya ampun, di sini aku hampir gila, dan lu jalan-jalan di awan. Agak lain otak kamu memang!" umpat Nomnom bener-benar sangat kesal.


Chana pun hanya tersenyum menerima semua umpatan yang Nomnom lontarkan.


"Nom, bagaimana keadaan kamu sekarang? kamu sekarang ada di mana, dan bagaimana keadaan sekertaris Rein?" tanya Chana.


"Aku sekarang lagi stres di butik. Pesanan, semua pesanan aku ambil demi untuk membiayai pengobatan Sekertaris Rein. Kamu tahu, sekertaris Rein masih koma, dan pria sialan itu tidak pernah datang untuk bertanggung jawab! Kamu tahu, aku menjual tas aku, motor aku, dan juga sudah membanting harga 50%. Syukurlah kamu pulang, jadi aku agak sedikit lega. Kamu tahu, bobot aku turun lebih dari 5 hanya dalam waktu beberapa hari. Gilak gak?" jelas Nomnom menangis haru dalam diam..


"Maafkan aku, Nom. Aku janji aku akan mengganti semuanya. Aku yang akan bertanggung jawab atas sekertaris Rein," jawab Chana.


Nomnom pun teringat sesuatu. "Chana, apakah kamu belum dengar?" tanya Nomnom.


"Apa?" tanya Chana.


"Kakek meninggal gara-gara Asdam!" jawab Nomnom dengan antusias.


"APA!?" Chana pun sangat syok mendengar mendengar hal itu.


"Benar, hari ini kakek meninggal!" jawab Nomnom kembali.


Chana pun langsung meminta supir untuk berhenti. "pak, putar arah!" ucap Chana meminta agar pak supir mengganti jalur tujuannya.


"Ya sudah, aku akan segera ke vila sekarang juga! Dan, uang kamu akan transfer sekarang juga, cepat kirim jumlahnya ya!?" ujar Chana.


"Aish, gampang itu, lah!" jawab Nomnom merasa malu.

__ADS_1


"Sudah gak papa, buat beli motor lagi biar kamu bisa kemana-mana," jawab Chana.


"Oke!" Nomnom pun merasa sangat senang.


Tidak lama, Nomnom memberi tahu jumlah uang yang sudah ia habiskan untuk pengobatan Sekertaris Rein.


"184.000.000,-rp"


Chana menerima pesan dari Nomnom. Ia pun langsung mentransfer uang lebih untuk Nomnom. Chana tahu, pengorbanan Nomnom tidak sebanding dengan jumlah uang yang sudah ia usahakan.


Ting


satu pesan lagi masuk ke dalam handphone Chana.


"Maaf Chana, masih ada tagihan perawatan perhari dan juga ruang inapnya semalam. Aku tidak berani meletakan sekertaris Rein di ruang kelas bawah, aku takut ketika sekertaris sadar, dia akan kecewa. Jadi aku meletakannya di ruang VIP yang permalamnya 30juta. Sudah 3 malam belum terbayar 🙏🙏.


Itu adalah isi pesan dari Nomnom.


Chana pun hanya tersenyum dan mentransfer separuh sisa uangnya untuk Nomnom..


Chana mengirim uang 500 juta untuk Nomnom.


Nomnom yang melihat jumlah yang Chana berikan pun langsung tersenyum sumringah. Karena terlalu senang, Nomnom pun tidak sadar memasak mie instan sekaligus 5 untuk dirinya sendiri..


"Ye..ye..ye.. makan..makan...makan...!" seru Nomnom..


Tetapi, ketika sedang memasak, melihat mie yang begitu banyak, entah kenapa Nomnom jadi tidak berselera seperti biasanya. Justru Nomnom merasa jika mie itu terlihat menjijikan membuat perutnya mual..


Yah, karena beberapa hari ini Nomnom tidak nafsu makan, jadi perutnya mengempis cukup banyak. Nomnom tersadar, jika ini adalah waktunya untuk mengecilkan perut dan juga tubuhnya.


Nomnom pun akhirnya membuang semua mie yang ia masak.


"No mie, no lemak jahat! makan sayur dan buah, cukup!" Nomnom pun meyakinkan dirinya sendiri.


Akhirnya, Nomnom pun memilih kembali untuk menyelesaikan pekerjaannya.


Karena diskon 50%, Nomnom jadi kebanjiran job. Bahkan sampai saat ini, Nomnom pun masih menerima pesanan. Tetapi, karena sudah ada Chana, jadi Nomnom menolak pesanan terakhir.


Di sisi lain, terlihat Chana merenung di dalam mobil yang sedang menuju ke villa kakek. Chana memegangi perutnya.


"Kakek, apakah kamu sudah mendapatkan kabar jika cicit mu kini telah hadir di dalam perutku? Kakek, maafkan aku, seharusnya aku tidak lari dari masalah. Andai aku tidak lari, mungkin aku masih bisa mencegah Asdam untuk melakukan hal-hal bodoh."

__ADS_1


gumam Chana merasa sangat marah kepada Asdam. Chana sudah melihat berita dari handphone saat penangkapan ibu mertuanya. Meksipun ada berita susulan atas pembebasan Nyonya Beckham, namun tetap saja Chana merasa sangat marah dengan tindakan Asdam yang berlebihan.


__ADS_2