
Posisi masih sama selama beberapa menit kemudian. Asdam masih duduk di lantai dan tubuhnya tersandar pada dipan kasur. Asdam melekukkan salah kakinya dan menselonjorkan satunya lagi. salah satu tangan berpangku pada kaki yang di tekuk untuk menahan kepalanya yang ingin tumbang.
Chana terlihat menggeliat dan tangannya tidak sengaja menyentuh kepala Asdam. Chana pun terkejut ketika tangannya seperti menyentuh sesuatu.
"Ya, ampun!? astaga, Asdam, aku pikir tadi aku menyentuh apa, ternyata kamu sudah kembali?" tanya Chana bangkit dari tidurnya dan melihat suaminya yang duduk di bawah. "Asdam, kamu ngapain duduk di situ? kamu pulang jam berapa? maaf, aku ketiduran," lanjutnya dengan nada yang tidak enak.
Asdam pun bangkit dan duduk di atas kasur di samping Chana. Chana pun langsung dapat melihat luka yang ada di bibir Asdam.
Chana pun sangat terkejut dan menyentuh luka itu dengan perasaan. "Asdam, ini kenapa? siapa berani melukaimu sampai seperti ini?" tanya Chana dengan lembut.
Asdam pun menggelengkan kepalanya dan memegang tangan istrinya. "ini bukan apa-apa. Chana, maafkan aku, aku pulang terlambat, aku baru saja sampai beberapa menit yang lalu. Kamu pasti kecewa padaku," ujar Asdam menatap mata sang istri yang bundar sempurna seperti mata barbie.
Chana pun tersenyum. "aku sungguh gak apa-apa kok, kamu pulang dengan selamat, itu sudah cukup untuk ku," ucap Chana mengelus pipi Asdam dengan lembut.
Asdam tidak dapat berkata-kata. Ia sangat- sangat merasa beruntung karena mendapatkan ratunya yang asli untuk menjadi istrinya. "I love you?" ucap Asdam dengan penuh rasa.
Chana pun hanya tersenyum dan mengangguk, entah kenapa rasa masih sulit untuk membalas ucapan kata-kata itu. Masih ada hati yang harus Chana jaga, yaitu Misha.
"Kamu pasti lelah, mau mandi atau langsung tidur? tapi sebaiknya kamu tetap ganti bajumu," ujar Chana.
Asdam melihat jam sudah menunjukan pukul 4:47 pagi dini hari.
"Aku masih ingin yang itu," jawab Asdam sambil mengedipkan salah satu matanya dan tersenyum kepada Chana untuk menggodanya.
"Ckckck!" Chana pun tersenyum sambil tertawa melihat rayuan sang suami. "memang kamu gak capek, apa?" tanya Chana.
Asdam hanya menggelengkan kepalanya sambil mendekati bibir Chana. Tetapi, seketika Chana langsung menoleh dan menutup mulutnya.
"Aku belom gosok gigi, aku habis tidur," ujar Chana menjelaskan.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, kamu masih sangat wangi, aku suka," jawab Asdam langsung mendorong Chana dengan pelan-pelan.
Chana pun hanya bisa pasrah dan mengikuti kemauan sang suami. Pagi-pagi memang waktu yang sangat sempurna untuk menyalurkan gairah kehangatan.
Chana mencium aroma wangi tubuh sang suami yang sangat khas dan harum. Ada sedikit aroma keringat, namun keringat itu tambah wangi ketika bercampur dengan parfum yang Asdam gunakan.
Nyawa Chana pun langsung kembali sepenuhnya ketika Asdam turun ke bawah untuk memainkan biji kacang hijau miliknya.
"Eemmm...." Chana hanya bisa menggigit bibir bawahnya.
Setelah beberapa saat kemudian, "gantian?" tanya Chana memberi kode.
"Tidak perlu, kali ini khusus aku akan melayani mu," bisik Asdam yang meminta agar Chana tidak melakukan apapun padanya. Asdam tidak ingin Chana kelelahan. Asdam hanya ingin Chana menikmatinya saja.
Setelah puas memberi kis naik turun dari atas ke bawah, kini Asdam pun siap memberikan benih-benih kehidupan untuk Chana jaga.
"AHK! Chana masih saja merasa kesakitan di awal jika benda itu masuk kedalamnya. Ini adalah 3 kalinya mereka berhubungan, namun darah itu masih ada meksipun tidak sebanyak di awal.
Setelah beberapa menit, Asdam pun mengakhiri permainan. Karena terlalu lelah, akhirnya Asdam tepar dan langsung memejamkan matanya.
Chana dengan perlahan membersihkan sisa-sisa mereka. Meskipun Chana sudah pernah merasakannya, namun entah mengapa ia masih saja malu untuk memegang sosis besar milik Asdam, padahal si empunya pun sudah tepar dan terlihat tidur pulas.
Setelah ragu-ragu, akhirnya Chana selesai membersihkannya dan kini memakaikan baju santai dan celana kolor untuk Asdam.
Setelah itu, Chana pun pergi ke kamar mandi untuk mandi. Setelah membersihkan diri, Chana pun memakai baju joging.
Chana melihat jam menunjukan waktu 6:30, Chana berniat akan berjoging pagi ini dengan Nomnom.
Sebelum masuk tidur, Nomnom meminta agar Chana mau joging dengannya esok pagi. Entah mengapa Nomnom sekarang sangat bersemangat untuk menjalani pola hidup yang sehat.
__ADS_1
Bahkan di saat makan malam, Nomnom memilih untuk makan buah-buahan saja.
Setelah memakai sepatunya, Chana pun keluar dari kamar salin. Sebelum pergi, Chana melihat suaminya yang tertidur pulas. Chana mendekati suaminya dan mencium bibir Asdam dengan gemas. "Kamu laki, tapi kenapa kamu memiliki bibir yang sangat merah dan terlihat manis seperti ini," ucap Chana dengan gemas.
Asdam yang sudah jatuh dalam bermimpi pun hanya diam dan pasrah ketika bibirnya di uwel-uwel sama Chana.
Puas menjahili sang suami, Chana pun keluar dari kamarnya. Chana berjalan menuruni anak tangga dan melihat ke sekitar tidak ada Nomnom di mana pun.
Ketika Chana akan pergi ke kamar pelayan yang ada di bagian belakang, tiba-tiba saja Nyonya Beckham muncul.
"Chana!?" panggil Nyonya Beckham yang masih sudah menggunakan pakaian rapi.
"Mamah? mama semalam pulang?" tanya Chana mendekati Nyonya Beckham.
"Iya, semalam mama pulang bareng sama Asdam. Tapi gak malam lah, mamah sama Asdam sampai jam 4 dini hari," jelas Nyonya Beckham.
"Loh, sekarang mama mau ke mana?" tanya Chana terkejut. Baru pulang tadi pagi, dan sekarang pagi-pagi sekali sudah siap dengan setelannya yang sudah rapi.
"Mama ada penerbangan ke Singapura pagi ini. Kamu mau olah raga, ya?" tanya Nyonya Beckham.
"Iya, mah. Chana mau joging sama asisten baru Chana," jawab Chana tersenyum.
"Iya, mamah sudah lihat berkas yang di kirim oleh sekertaris Rein. Meksipun mamah kurang setuju dengan dia, namun katanya kamu sangat suka dengan asisten baru kamu. Jadi, mamah pun terserah dengan kamu saja," ujar Nyonya Beckham yang terlihat mencurahkan kasih sayangnya kepada Chana.
"Terima kasih karena mamah sudah mengizinkan Chana untuk menjadikan Nomnom asisten pribadi Chana. Tapi, mah, mamah kapan istirahatnya? bukankah mamah baru datang pagi ini, dan sekarang sudah mau pergi lagi," ujar Chana mengelus tangan Nyonya Beckham karena merasa kasihan. Nyonya Beckham sudah tua, namun masih berkerja sekeras ini.
"Mamah nanti bisa tidur di mobil dan di pesawat, kamu tidak perlu khawatir, mamah di luar sana tidur dengan baik, kok. Terima kasih kamu sudah perhatian kepada Mamah. Dan juga, mama melakukan ini agar Asdam dan Alden dapat melihat, betapa orang tuanya sudah bekerja keras demi masa depan mereka. Maka dari itu, mamah akan sakit sekali jika sampai Alden tidak mau meneruskan perjuangan mamah, karena mamah seperti ini pun demi mereka," jelas Nyonya Beckham yang dengan sengaja memberi kode kepada Chana.
Chana hanya mengangguk dan tersenyum canggung. Chana sangat mengerti apa yang di maksud oleh mama Beckham.
__ADS_1
......................
......................