
Sekertaris Rein terlihat menganggukkan kepala ketika melihat Nomnom yang selesai berganti baju yang ia pilihkan. Meksipun berat badan Nomnom sangat berbobot, namun wajahnya terlihat sangat imut dan manis. Bahkan dress yang Sekertaris Rein pilih untuknya benar-benar sangat serasi dengan wajahnya yang imut.
Tetapi, Nomnom terlihat kurang percaya diri dengan dress yang ia gunakan, karena Nomnom tidak percaya diri dengan betisnya yang cukup besar.
"Em, apakah ini tidak berlebihan? aku serasa seperti mau ke acara pertemuan presiden," ujar Nomnom merasa jika bajunya terlalu formal.
"Kita memang akan bertemu dengan orang penting. Tuan Asdam mengatakan padaku, jika kamu akan resmi menjadi asisten pribadi Nona Chana. Jadi, anda akan bertemu langsung dengan Nyonya kami," ujar sekertaris Rein menjelaskan.
"Oh, my lady lady lady.. seriously..? aku tidak salah dengar?" tanya Nomnom tidak percaya.
Nomnom pun hanya mengangguk senang mendengar hal ini. Itu tandanya, ia akan kembali bersama-sama dengan Chana, dan yang paling tepat adalah, ia akan lebih sering-sering bertemu dengan sekertaris Rein, pria yang akan masuk daftar incarannya.
Setelah sekertaris Rein ganti baju, terlihat Nomnom memandanginya dengan seksama.
Oh my lady lady lady... sebuah anugrah aku bisa jalan bersama dengan Abang tamvan.. aaaa.. aku suka aku suka ...
"Sudah siap, mari kita ke sekolahan tuan muda Alden." ujar Sekertaris Rein.
Nomnom pun hanya mengangguk dan tersenyum. Ketika akan keluar pintu toko tersebut, Nomnom pun mengedipkan matanya kepada pelayan toko yang mengantar mereka sampai ke pintu untuk mengejeknya.
Pelayan itu pun tidak berani merespon apapun lagi sampai menggertak Nomnom kembali. Ia hanya membungkuk hormat sedalam-dalamnya.
................
Di sisi lain, Chana terlihat meletakan kepalanya ke bahu Asdam sambil menyaksikan pertunjukan Alden yang sangat memukau.
Ini adalah pertunjukan terakhir Alden karena acara akan segera berakhir. Setiap melodi yang Alden ciptakan mengayunkan sebuah emosi yang cukup dahsyat membuat jantung seperti ikut berdetak mengikuti iramanya.
Bahkan, Asdam pun terlihat hanyut dalam emosi yang Alden sampaikan lewat tuts yang ia tekan dengan gerakan cepat.
Meskipun Asdam tidak mengerti soal musik, namun ia dapat merasakan apa yang Alden sampaikan. Sebuah emosi, keinginan, harapan, namun semua sirna karena sebuah tekanan dan keegoisan.
Chana pun tak henti-hentinya meneteskan air matanya sampai-sampai air matanya membasahi kemeja Asdam.
"Asdam, bukankah ini terlalu dalam?" tanya Chana kepada Asdam.
Asdam pun hanya diam dan menahan sakit di hatinya. Melihat Alden yang terlihat sangat menghayati permainannya, membuat Asdam semakin lemas di buatnya.
__ADS_1
Setelah berakhir, Chana pun dengan semangat berdiri dan menjadi orang pertama bertepuk tangan untuk Alden.
PROK
PROK
PROK
"Aldeeeeeeeen.. i love youuuuuu!" teriak Chana memberi semangat untuk adik iparnya.
Alden pun tersenyum lebar ketika melihat kakaknya, Asdam, memberinya dua jempol padanya.
Setelah pembagian ijazah selesai, para murid pun kini pulang satu persatu.
Asdam, Chana dan juga Alden menunggu jemputan di depan sekolah.
"Alden, kamu tadi benar-benar luar biasa. Kakak tidak rugi membiayai kegiatan sekolahmu selama ini," ujar Asdam.
"Jadi, kalo Alden tidak berhasil, apakah kakak akan rugi?" tanya Alden.
"Namun kakak yakin kamu tidak akan pernah gagal," jawab Asdam meyakinkan..
"Tapi, kak." Alden pun langsung lesu. "bagaimana dengan mamah dan papah?" tanyanya.
Asdam pun merangkul pundak adiknya dan berkata, "kamu tenang saja, kakak akan mengurus mereka," jawab Asdam meyakinkan.
Tidak berlangsung lama dua mobil mewah beriringan depan dan belakang. Satu adalah mobil Asdam dan satu lagi mobil jemputan Alden.
"Nomnom? ini serius kamu? cantik sekali!" puji Chana terkejut ketika sahabat memakai baju yang hampir tidak pernah Nomnom pakai.
"Nona Chana, terima kasih banyak atas pujiannya," jawab Nomnom sambil membungkuk ala-ala pelayan kerajaan.
Chana pun menutup mulutnya tidak percaya jika sahabat bertingkah seperti ini..
"Nomnom, kamu ngapain kaya gitu!?" tanya Chana tersenyum geli.
"Loh, apa tuan Asdam belum memberi tahu mu?" tanya Nomnom..
__ADS_1
"Apa?" Chana pun menatap Asdam dengan seksama untuk meminta penjelasan.
"Nomnom akan menjadi asisten pribadi mu. Semua ini agar kamu tidak kesepian di rumah ketika aku tidak ada. Mamah sudah melarang kamu untuk kembali ke butik, itu tandanya kamu harus beristirahatlah di rumah," jelas Asdam.
Chana pun ternganga tidak percaya, betapa bahagianya Chana ketika mendengar kejutan ini.
"Aaaaaa... Nomnom... aku senang sekali, akhirnya kita akan sama-sama lagi..!" seru Chana memeluk Nomnom. "tapi, butik kaya mana?" tanya Chana kepada Nomnom..
"Butik sudah tutup setelah aku menyelesaikan semua pesanan terakhir. Kamu tahu, aku tidak bisa mengerjakan butik seorang diri tanpa kamu. Para pelanggan juga mengeluh karena tidak ada kamu, mereka banyak yang tidak puas dengan hasil yang aku buat," jawab Nomnom sendu.
"Maafin aku ya, Nom. Semua ini gara-gara aku." Chana pun memegang tangan Nomnom dengan tulus.
"Udah gak papa, yang terpenting, sekarang aku sudah memiliki pekerjaan lagi, yaitu menjadi asisten pribadi Chana..!" Nomnom menyemangati Chana agar tidak larut dalam kesedihan.
"Ya sudah, kalian pulanglah bersama dengan Alden. Aku ada pekerjaan penting yang harus aku tangani," ujar Asdam.
"Loh, gak pulang ke rumah dulu?" tanya Chana.
"Tidak. Aku akan pulang sebelum tengah malam, tunggu aku dan jangan lupa persiapkan dirimu," ujar Asdam terang-terangan di depan semua orang, ada Alden, Sekertaris Rein dan juga Nomnom.
Pipi Chana pun seketika langsung memerah.
Asdam pun tidak lupa mencium kening Chana sebelum ia masuk ke dalam mobil yang pintunya sudah di buka oleh sekretaris Rein.
Nomnom pun hanya bisa melongok cemburu melihat kemesraan Chana dan juga Asdam.
Ketika Asdam pergi, Nomnom pun langsung kembali ke setel awalnya.
"Oh my lady lady lady .... Chanaaaa... hatiku, hatiku atit .. aku cemburu ... aku maaau.....!" ucap Nomnom dengan lebay membuat Alden menggelengkan kepalanya.
Melihat tatapan Alden yang sinis kepada Nomnom, Chana pun merasa tidak enak hati. "Nooom, sudah-sudah, suatu saat kamu juga akan mendapatkan pangeranmu," ucap Chana yang menggandeng tangan Nomnom agar langsung naik masuk ke dalam mobil.
Chana pun memberi kode kepada Nomnom agar diam dan tidak berisik ketika berada di dalam mobil Alden. Awalnya Nomnom bingung, namun setelah memperhatikan wajah Alden yang kaku dari kaca mobil, Nomnom pun mengerti maksud Chana.
................
Di sisi lain, terlihat Misha dan mama Tirana sudah sampai di apartemen milik Misha.
__ADS_1
Meskipun Misha nampak lemas dan pucat, namun matanya terlihat membara dengan penuh dendam di hatinya.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ