Bukan Wanita Pengganti

Bukan Wanita Pengganti
Pada akhirnya hati memilih


__ADS_3

Dinginnya angin menusuk sampai ke sumsum tulang Nomnom.


Nomnom yang kesal karena sedari 1 jam tadi sudah tidak ada kendaraan lewat lagi, ia pun berinisiatif menutup jalan menggunakan kayu-kayu. Supaya, jika ada mobil yang lewat lagi mereka mau berhenti dulu.


Terakhir ada mobil lewat, Nomnom malah di kira hantu.


"Awas aja, aku akan membuat kalian berhenti dan menolong ku. Suara ku sudah hampir habis karena berteriak meminta tolong, tetapi kalian malah tidak ada dengar!" umpat Nomnom kesal sekali.


Di sisi lain, mobil yang di kendarai Sekertaris Rein masih berhenti di depan portal. Ibu dari Ziga meminta agar mereka tidak masuk menggunakan mobil. Karena, setau Ibu dari Ziga ini ada banyak jalan jebakan. Jika mereka mau aman, sebaiknya mereka harus jalan kaki saja.


"Mah, Asdam akan jalan kaki sendiri jika kalian tidak mau!" ujar Asdam merasa tidak sabaran. Karena sedari tadi sudah menunggu 1 jam lamanya di dalam mobil untuk menunggu instruksi dari nyonya Beckham.


"Asdam, ini sudah larut malam, sebaiknya kita tunggu besok pagi saja. Mamah tidak mau kamu kenapa-kenapa. Jalan masuk ke sana pasti ada banyak binatang buasnya!" sahut Nyonya Beckham yang sudah di beri tahu oleh ibu dari Ziga.


Ibu dari Ziga terlihat sangat lemas sekali. Pikirannya kalut membuatnya bimbang.


"Tante, ada apa?" tanya Misha yang melihat wajah musam ibunya Ziga.


"Bolehkah saya meminta satu permintaan. Saya tahu anak saya bersalah, tetapi saya mohon, jangan hukum anak saya. Saya, di dunia sudah tidak punya siapa-siapa lagi selain Ziga." permohonan ibunya Ziga dengan tulus. Sebagai seorang ibu, ia rela melakukan apapun demi anaknya. Apalagi, Ziga melakukan semua ini itu karena kekasihnya di rebut paksa dan mendapatkan perlakuan tidak adil dari suaminya, makannya Ziga sampai harus melakukan ini.


"Tidak bisa! orang itu harus merasakan rasanya terpenjara di dalam kesepian. Aku tidak akan pernah memaafkan pria bajjingann itu!" sahut Asdam kesal.


"Asdam, tenangkan dirimu. Ingat pesan mamah. Kita harus waspada, jika mereka tidak menggunakan kekerasan, kamu jangan gunakan kekerasan." sahut Nyonya Beckham.


"Bu." Nyonya Beckham menatap ibu dari Ziga. "Maafkan saya. Saya sudah memanggil polisi agar datang menyusul kita. Ziga tetap akan di tangkap, bagaimana dengan hukumnya, itu tergantung bagaimana Ziga memperlakukan Chana." ujar Nyonya Beckham dengan berat harus menyampaikan ini.


Ibu dari Ziga menangis sesegukan sambil menutupi wajahnya. Ia pun tak berdaya untuk memaksa Nyonya Beckham agar tidak menghukum anaknya.


"Rein, ikut denganku, aku sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi di sini!" ujar Asdam yang nekat keluar dan akan berjalan kaki untuk mencari Chana.


Sekertaris Rein pun hanya mengikuti apa perintah dari Asdam.


"Asdam, jangan gegabah, Nak!" Nyonya Beckham meminta agar anaknya menunggu sebentar lagi sampai polisi datang. Tetapi, rasanya, sedetik saja Asdam sudah tak tahan untuk diam diri tanpa melakukan apapun.


Asdam dan Sekertaris Rein pun langsung berjalan menyelusuri hutan untuk mencari keberadaan villa yang di maksud oleh ibunya Ziga.


Meskipun hanya menggunakan senter dari handphone, mereka tetap kesulitan untuk menjangkau tempat yang sangat rimbun itu.


Tetapi, Asdam tidak putus asa begitu saja. Asdam pun tidak dapat membayangkan, pasti istrinya sangat ketakutan karena selama ini di kurung di tempat seperti ini.

__ADS_1


Sekertaris Rein yang memasang garda terdepan pun harus susah payah mencari jalan.


Setelah hampir 1 jam lebih mereka berjalan di hutan, akhirnya mereka menemukan cahaya lampu.


"Rein, di sana!" ujar Asdam menunjukan sebuah cahaya kepada sekertaris Rein.


"Sepertinya itu tempatnya," sahut Sekertaris Rein yang langsung berjalan ke arah itu.


Di dalam Vila, terlihat Ziga dan Chana sedang membaca buku dongeng bersama-sama di atas ranjang.


Ziga dengan telaten membacakan kisah duyung yang jatuh cinta dengan manusia.


Meskipun Chana sudah membacanya berulang kali, tetapi ia tidak pernah bosan untuk membaca kisah ini.


"Hey, kamu menangis?" tanya Ziga menyeka air mata Chana.


Chana menyandarkan kepalanya ke bahu Ziga sambil menahan rasa bapernya.


"Kasihan, kenapa mereka tidak bisa bersatu, padahal mereka sudah berjuang untuk bersama-sama," ujar Chana yang merasa sangat terharu dengan kisah dongeng itu, yang mana di putri duyung tidak bisa bersatu dengan manusia. Padahal, mereka sudah melewati banyak cobaan dan rintangan.


Ziga pun mengelus rambut Chana dengan penuh kasih dan sayang.


"Kita sudah melewati banyak rintangan. Sudah melewati banyak waktu, tetapi pada ujungnya, kamu masih bersama dengan pria lain." lanjutnya dengan perasaan yang sangat patah hati.


Chana pun menyeka air matanya dan ingin memberi tahu Ziga yang sebenarnya.


"Ziga, maafkan aku. Bukan tanpa alasan aku langsung mencintai Asdam, semua itu karena, sebenarnya Asdam ternyata adalah cinta pertamaku." jawab Chana menjelaskan.


Ziga terdiam tidak mengerti apa maksud dari Chana.


"Sebenarnya, Misha sudah berbohong banyak hal. Dia juga berbohong kepada Asdam, jika dia adalah gadis kecil yang pernah menghabiskan waktu bersama Asdam.


Asdam sudah mencari aku sejak lama, tetapi Misha sudah mengaku-ngaku menjadi aku di depan Asdam." jelas Chana.


DEG


"Benarkah?" tanya Ziga yang baru mengetahui hal ini.


"Itu benar. Makannya, Asdam kembali padaku ketika dia tahu jika Misha benar-benar telah berbohong. Selama ini, Asdam sudah terikat oleh perkataan Misha. Sehingga, dia sedikit sulit untuk mempercayai ku. Apa lagi, aku juga ikut adil atas ketidak jujuran dan ikut adil membohongi Asdam perihal Misha yang sedang sakit." jelas Chana.

__ADS_1


"Chana?" Ziga menatap mata Chana dengan lekat-lekat.


"I-iya?" Chana pun terlihat sangat gugup dengan tatapan Ziga. Chana takut jika Ziga akan marah lagi. Terakhir mereka membahas soal Asdam, Ziga langsung mengurungnya lagi.


"Apakah, sudah tidak ada sedikit saja perasaan mu kepadaku?" tanya Ziga dengan serius. Sungguh Ziga selama ini sangat penasaran dengan perasaan Chana terhadapnya.


Chana bingung harus menjawab apa. Sebab, Chana sendiri tidak tahu bagaimana dengan perasaannya saat ini.


Perasaannya kepada Ziga. Chana kurang mengerti, apakah ini perasaan sayang, atau perasaan iba. Meskipun Chana masih menyayangi Ziga, itu pun tidak lebih dari sekedar teman karena Ziga sudah menghabiskan banyak waktu bersamanya dulu.


Namun perasaannya kepada Asdam, Chana bener-benar sangat mencintai suaminya. Dengan segala kekurangan dan kelebihan Asdam.


"Ziga, maafkan aku." jawab Chana.


Ziga pun menghela nafas panjang nan berat. Sepanjang hari ini, Ziga selalu memikirkan hal terbaik yang harus ia ambil, meksipun ia harus melepaskan Chana.


"Apakah kamu sama sekali tidak ingin memberi aku kesempatan?" tanyanya lagi.


"Ziga, maafkan aku." lagi-lagi Chana hanya bisa menundukkan kepalanya.


Mata Ziga pun ikut memerah menahan patah hati sedalam ini. Tidak terasa, air matanya pun ikut menetes. Ziga rasanya tidak sanggup melepaskan Chana, tetapi dia juga tidak bisa menahan cintanya sengsara karena egoisnya.


"Maafkan aku sayang, maafkan aku!" Ziga pun langsung memeluk Chana dengan sangat erat. "Aku janji, besok aku akan mengantar mu pulang." ujar Ziga membuat Chana langsung melepaskan pelukannya.


"Benarkah?" tanya Chana tidak percaya.


"Kamu senang?" tanya Ziga dengan hangat menatap Chana.


Chana pun mengangguk senang. Tetapi, sesaat Chana langsung terdiam.


"Ada apa?" tanya Ziga.


"Sebaiknya biar aku pulang sendirian. Aku tidak mau kamu kenapa-kenapa. Asdam pasti akan marah besar padamu. Aku tidak mau kamu kenapa-kenapa!" ujar Chana memohon agar Ziga tidak menunjukan wajahnya kepada Asdam.


"Tidak, aku harus bertanggung jawab. Aku yang sudah membawamu, maka akulah yang harus mengantar mu pulang. Jika kamu memang tidak mau aku kenapa-kenapa, maka kamu harus jadi pelindung ku," jawab Ziga tersenyum.


Ziga ingin tahu, sampai mama Chana akan membela dirinya. Akankah Chana akan mempertaruhkan nyawanya untuk melindunginya. Jika iya, maka Ziga tahu bagaimana perasaannya Chana kepadanya. Hanya sebatas itu, Ziga sudah merasa cukup.


Di cintai dalam status ketidak berdayaan.

__ADS_1


__ADS_2