Bukan Wanita Pengganti

Bukan Wanita Pengganti
Dilema


__ADS_3

Ayo Chana, kamu pasti bisa!


Gumam Chana meyakinkan dirinya sendiri.


Meskipun jalan berlubang dan akar pohon membuatnya kesulitan, Chana tetap menerjang semua itu sampai perutnya terasa nyeri. Tetapi, karena kurangnya ke ahlian Chana membawa motor koplingan, ia pun akhirnya...


BRUAK!


Motor akhirnya menabrak kayu yang sudah tumbang. Banyak sekali jalan tipu-tipu yang membuat Chana kesulitan.


Chana terlihat meringis kesakitan melihat luka-luka yang ada pada tubuhnya. Chana tidak sanggup berdiri lagi, perutnya terasa sangat sakit sekali.


Chana menatap memiringkan tubuhnya di tanah dan kepalanya menatap langit yang yang bersahabat dengan pohon-pohon tinggi.


Tidak terasa air mata menetes begitu derasnya. Chana tidak dapat meminta tolong karena Chana tahu tidak ada siapa-siapa di sana. Namun meskipun begitu, Chana berharap Ziga segera kembali dan menolong. Rasa sakit dan trauma membawa Chana sangat kesulitan menggerakkan kakinya.


"Ziga, kembalikanlah, ini sakit sekali..iii...iii.. Ah!" Chana meringkuk untuk menahan perutnya yang sakit.


Di sisi lain, Ziga yang baru saja keluar dari portal perbatasan pun langsung meminggirkan mobilnya. Ziga mengambil ponselnya yang ia sembunyikan. Ziga melihat berita jika kini hilangnya Chana sudah di beritakan.


"Sial!" umpat Ziga kesal meninju kaca mobil.


Ziga menundukkan kepalanya, kini ia tidak bisa keluar begitu saja. Wajahnya kini sudah terpampang jelas sebagai pelaku penculikan. Merasa belum siap keluar di keramaian, Ziga pun putar balik dan kembali ke vila.


Ternyata, jalan yang di gunakan Ziga berbeda. jalan ke arah portal yang Chana tuju adalah jalan jebakan. Sebenarnya bukan ke arah sana. Ziga sengaja membuat ada 5 portal palsu untuk jaga-jaga. Dan benar saja, ketika Ziga sampai di villa, ia tidak melihat Chana di manapun.


Panik, Ziga pun langsung melihat gudang yang terbuka dan motornya sudah tidak ada lagi.


"Oh shiiiittt!" umpat Ziga yang langsung berlari sekuat tenang mengikuti jejak motor yang Chana gunakan.


Setelah berlari beberapa menit, akhirnya Ziga menemukan di mana Chana. Matanya mendelik ketika melihat cintanya tergeletak tidak berdaya di tanah.


Chana yang sudah kesakitan dari tadi sedikit senang ketika melihat Ziga dari kejauhan lari ke arahnya.


"Hai, apa yang terjadi padamu?" Ziga mengelus rambut Chana dengan hati yang terluka. Ziga benar-benar tidak bisa membayangkan jika ini akan terjadi pada kekasihnya.

__ADS_1


"Ziga, ini sakit sekali, aku sudah tidak tahan." jawab Chana dengan bibir bergetar.


"Tahan sedikit sayang, aku akan membawamu," ucap Ziga yang langsung membopong tubuh Chana. Sebelum membopong, Ziga tidak lupa mencium kening Chana terlebih dahulu, karena ia benar-benar merasa sangat sayang sekali dengan Chana. Ziga sebenarnya tidak sanggup melihat kekasihnya terluka seperti ini.


Chana hanya bisa membenamkan wajahnya di dada bidang Ziga yang kekar. Entah mengapa, rasanya begitu sangat nyaman saat ini.


Ziga membopong Chana dengan ekspresi wajah yang tidak dapat di artikan. Seperti marah, kesal, tidak tega dan tak berdaya. Setelah membopong Chana sekitar 2kilo jauhnya, Ziga langsung merebahkan tubuh Chana yang masih meringis kesakitan.


Tidak banyak kata-kata, yang pertama Ziga lakukan adalah menyuntikan obat penguat janin. Setelah itu, ia memberikan obat pereda nyeri kepada Chana.


Setelah memberi obat dalam, Ziga meminta Chana untuk tetap rebahan dan menenangkan diri.


"Aku akan memberi obat pada luka-luka mu," ucap Ziga menahan perasaan berkecamuk dalam hatinya.


Ia membersihkan noda-noda darah yang ada di tangan dan kaki Chana.


Chana dapat melihat bagaimana tersiksanya Ziga melihat dirinya yang seperti ini. Entah mengapa, Chana merasa sangat bersalah sekali. Sebab, Ziga tidak pernah membuatnya luka, semua luka yang ada, itu adalah ulahnya sendiri.


Jika Chana bisa mengerti kelakuan kasar Asdam yang pernah ia rasakan, mengapa ia tidak bisa mengerti cinta dan kasih sayang yang Ziga curahkan selama ini.


"Ziga, maafkan aku." ucap Chana merasa sangat bersalah.


"Tidurlah, aku akan menyiapkan segalanya sendiri. Tempat ini terlalu bahagia untukmu," ucap Ziga.


"Ziga, ini bukan salah tempatnya, tetapi ini salah ku yang tidak berhati-hati!" jawab Chana.


"Tempat ini memberi kamu peluang, sehingga kamu berani nekat untuk lari," jawab Ziga tidak menatap wajah Chana.


Setelah selesai mengobati luka-luka yang ada di tubuh Chana, Ziga pun berpaling dan meninggalkan sana begitu saja.


melihat ke acuan Ziga, entah mengapa Chana pun merasa sangat sakit hati.


Chana pun memiringkan tubuhnya dan menutupnya dengan selimut.


Di sisi lain, terlihat Ziga menjauh dari Villa dan berjalan ke sisi sungai.

__ADS_1


"HAAAAAAAAAAAAAAAAH!" teriak Ziga sekuat tenaga. Ziga melampiaskan amarahnya yang mencuat dalam hatinya.


Melihat Chana yang ingin kabur dan terluka karenanya, Ziga pun bener-benar terbakar oleh perasaan ini. Kurang apa dengan semua yang sudah ia lakukan untuk Chana, mengapa Chana masih ingin lari darinya.


"Chana, tidakkah sedikit saja kamu melihat perjuangan ku, pengorbanan ku, ke inginkan ku mempertahankan dirimu, membahagiakan mu. Aku harus bagaimana lagi agar kamu mengerti, Chana. Kenapa dengan semua yang sudah aku lakukan, kamu masih memilih bajing'an seperti dia untuk kamu pertahankan dalam hatimu." Ziga tertunduk tidak berdaya dengan kenyataan yang harus ia terima.


......................


Di sisi lain, terlihat Nyonya Beckham terlihat sangat terkejut ketika melihat di ibu dari Ziga. Entah mengapa, melihatnya, ia seperti mengingat seseorang, tetapi entah siapa itu.


"Maaf, siapa ya?" tanya seorang wanita paruh baya yang masih terlihat sangat awet muda.


"Hallo, Tante, saya adalah Misha, teman Ziga," jawab Misha.


"Oh, kamu nak Misha yang katanya sakit itu ya? gimana keadaan kamu sekarang?"


"Alhamdulillah, saya sudah sembuh Tante," jawab Misha.


"Syukurlah. Em, tapi ngomong-ngomong ini ada apa ya?" tanyanya.


"Putra anda sudah menculik istri saya!" sahut Asdam tanpa basa-basi.


"Asdam, biarkan mamah yang bicara!" tegur Nyonya Beckham kesal dengan putranya yang kurang sopan.


"Begini, Jeng.."


Nyonya Beckham menceritakan sedetail mungkin apa hubungannya Ziga dengan Chana. Sampai akhirnya Chana harus meninggalkan Ziga dan menikah dengan Asdam karena sebuah perjodohan.


"Tetapi, sepertinya Ziga masih belum dapat menerima kenyataan itu, sehingga ia membawa pergi Chana. Apakah anda tahu kira-kira di mana keberadaan Ziga saat ini?" tanya Nyonya Beckham kurang lebih masih menutupi kelakuan Asdam yang kasar kepada Chana, sebab utama yang membuat Ziga ingin merebut Chana kembali.


Ibu dari Ziga pun terlihat sangat syok mendengar jika putranya yang baik hati telah melakukan tindakan jahat dengan menculik istri orang.


"Maaf, apakah sudah di pastikan jika anak saya yang menculik menantu mu?" tanyanya.


"Tante, Ziga sudah tidak di Korea sejak 5 bulan yang lalu. Dia tiba-tiba saja hilang, dan bertepatan dengan itu, adikku juga hilang." jelas Misha.

__ADS_1


Ibu dari Ziga memegang jantungnya yang serasa sangat sekali lagi. Dia tidak dapat menduga kabar buruk ini. Bagaimana bisa, Ibu itu hanya terlihat membisu dan menahan sesak di dada.


__ADS_2