
Kai merebut tab yang sejak tadi di pegang Heera, membuat Heera kesal. Dia sedang asik memutar ulang ekspresi kesal Baron.
“Kai…?” kesal Heera.
Kai menatap pada Heera, kemudian dia menunjukkan hal apa yang dia buat di tab tersebut.
“Apa yang kau lakukan, Kai…?” tanya Heera dengan kaget, bercampur sedikit senang. Heera mendekat dan hendak mengambil tab itu, tetapi Kai malah memundurkan tubuhnya membuat Heera kesal. Heera hendak melompat ke atas tubuh Kai, tetapi buru-buru Kai tahan karena jika tidak,gondola bianglala yang mereka naiki bisa bergoyang.
“Heera…Kau ini! Gimana kalo jatuh?” ucap Kai penuh khawatir.
“Kau, berlebihan sekali!” cibir Heera.
“Bukan berlebih—
“Syut…! Diem aja! Udah paham, mending sekarang kasih tabnya!” pinta Heera dengan sebelah tangan menengadah.
Kai menarik nafas panjang kemudian memberikan tab nya pada Heera. Heera menerima tab tersebut dengan senang hati. Di dalam tab tersebut terdapat berita skandal baru buatan Kai yang siap dikirim ke publik.
__ADS_1
Kai merasa geram saat dia mengetahui kabar dari anak buahnya kalau Nathan akan membuat berita palsu lagi mengenai skandal dia dan Heera. Kai tidak habis pikir, tidak ada kapok-kapoknya si Nathan itu dia sudah gagal beberapa kali, tetapi masih saja mau membuat berita skandal dia dan Heera.
“Kau akan mengirim berita ini?” tanya Heera.
“Menurutmu?” tanya balik Kai, tangannya kembali mengambil tab tersebut dari tangan Heera.
“Tunggu sampai kita pulang, aku akan mengirim dan menjual berita ini pada media di negara kita,” ucap Kai lagi.
Plak
“Segitu kerenya kau,Kai?” cibir Heera.
“Sudahlah, sekarang lebih baik kit acari tahu apa yang akan Baron rencanakan padamu, Heera. Aku rasa sebelumnya pamanmu itu tidak begitu tertarik untuk mengusikmu. Kenapa sekarang dia mulai mengusik dirimu?” tanya Kai dengan kepala yang dipenuhi pikiran dan tebakan tentang apa yang akan dilakukan oleh Baron.
Sama seperti Kai, Heera juga tengah berpikir sekarang. Benar juga, untuk apa Baron mulai mengusiknya?
“Aku tidak tahu, lebih tepatnya tidak ingin menyimpulkan sesuatu terlebih dahulu. Aku akan memastikannya terlebih dahulu,” jawab Heera akhirnya.
__ADS_1
Kai menaikkan sebelah alisnya, ada yang Heera sembunyikan dari dirinya. Kai harus cari tahu itu. Heera balas menatap Kai, dia tidak nyaman jika diperhatikan seperti itu oleh Kai.
“Kenapa menatapku begitu?” tanya Heera dengan memalingkan wajahnya.
“Tidak ada, aku hanya ingin bertanya. Apa kau masih ingat dengan apa yang harus kita cari tahu?” tanya Kai dengan sedikit bohong, nyatanya dia tidak ingin menanyakan itu tadi. Heera mencoba mengingat-ingat, dia sepertinya lupa sesuatu tapi apa? Tunggu, Heera ingat sekarang.
“Aku mengingatnya! Tentang siapa ibu kandungku?” ucap Heera spontan. Benar, dia hampir lupa akan hal itu.
“Kau ingat juga. Aku dapat sesuatu dari anak buahku. Mereka mengatakan kalau mami dan papi mu dulu sering sekali pergi kemari untuk menemui seseorang di negara ini,” timpal Kai.
“Benarkah?” tanya Heera dengan raut tidak percaya.
“Tentu saja, kita akan cob acari tahu mumpung kita ada di negara ini. Ayo, keluar dari sini!” Kai menarik tangan Heera agar bangun dari duduknya. Kebetulan saat Kai berbicara, bianglala tersebut berhenti dan Heera tidak menyadari hal itu.
“Kita langsung pergi dari taman ini?” tanya Heera.
“Gimana sama Mam?” tanya Heera lagi.
__ADS_1
“Tidak perlu pikirkan itu! Jika dia lihat kita akur seperti ini, dia tidak akan protes. Ayo!” Kai lantas berjalan sambil memegang tangan Heera. Heera menatap tangannya yang digenggam Kai, kemudian tersenyum tipis. Di belakang Heera dan Kai, masih ada anak buah Sevda dan Aarav yang mengikuti mereka.