
Hari sudah sore, sehingga Charlie dan Heera memutuskan untuk pulang. Hingga saat Heera hendak naik ke dalam mobil Charlie, Ia melihat bayangan seseorang lewat kaca spion.
"Ada apa?" Tanya Charlie.
Heera mengode Charlie lewat matanya,dan Charlie paham arti kode dari Heera. Charlie memberitahu Heera untuk diam dan Heera menurut.
Tiba-tiba saja, Charlie malah memegang pinggangnya.
"Apa yang kau lakukan?" Bisik Heera.
Charlie mendekatkan wajahnya ke telinga Heera, sehingga jika dilihat dari jauh seperti Charlie tengah mencium Heera.
"Diamlah! aku yakin jika orang itu adalah orang suruhan Nathan! Nathan pasti curiga jika kau menjadi simpanan bos-bos kaya." Bisik Charlie sambil membenarkan rambut Heera, kemudian menarik Heera semakin mendekat padanya.
"Jangan mengambil kesempatan!" Bisik Heera. Ia menginjak kaki Charlie dengan sangat kuat.
"****! Heera! kau!" Ucap Charlie sambil meringis.
"Rasakan, itu!" Bisik Heera
Heera kemudian masuk ke dalam mobil. Charlie pun masuk ke mobil. Mereka melihat dari kaca spion orang itu sepertinya menghubungi seseorang.
Charlie melajukan mobilnya.
"Benar bukan, apa yang kukatakan! Nathan mengira kau menjadi simpanan bos-bos kaya. Makanya Dia menyuruh seseorang untuk mengikutimu! kau harus lebih waspada." Ucap Charlie.
"Yah, tentu saja! itu harus! dan aku juga harus lebih waspada padamu!" Ketus Heera.
"Padaku? kenapa?" Tanya Charlie.
"Tanyakan saja pada dirimu sendiri!" Ucap Heera sambil memalingkan wajahnya.
Charlie terkekeh mengingat sesuatu.
"Apa kau, takut aku menerkammu?" Goda Charlie.
"Menerkam apa?" Tanya Heera tak mengerti.
"Kau, tidak paham maksudku?" Tanya Charlie.
"Maksudmu apa? aku hanya bertanya menerkam apa yang kau maksud? apa kau singa? harimau? atau serigala? sehingga kau akan menerkamku? kalau bicara itu yang benar!" Ketus Heera.
Charlie menepuk keningnya. Sepertinya Heera tidak paham arah pembicaraannya.
"Eh, kemana ini?" Tanya Heera saat jalannya bukanlah menuju kontrakan mereka.
"Kita ke hotel!" Ucap Charlie singkat
"Untuk apa, ke hotel?" Panik Heera.
"Jauhkan pikiran kotormu! aku hanya ingin membuat mereka semakin percaya bahwa kau seorang sugar baby."
"Apaaa!!! Kau ingin citraku buruk, yah?" Teriak Heera.
"Heera, pelankan suaramu! bukan itu maksudku! ini semacan pancingan untuk mereka!"Charlie membekap mulut Heera,Heera memelototkan matanya pada Charlie.
__ADS_1
"Emmhh!!!"Heera menyuruh Kai melepaskan bekapannya.
"Pancingan apanya?" Tanya Heera kesal.
"Pancingan agar mereka melakukan kesalahan, dan kita bisa memanfaatkan kesalahan itu!Ayo, turunlah! kita sudah sampai!" Ajak Charlie.
Charlie membukakan pintu untuk Heera, karena Heera tidak turun juga.
"Ayolah, apa kau ingin aku menerkammu di sini?" Charlie mencondongkan kepalanya ke depan wajah Heera.
"Kau, singkirkan wajahmu! aku tidak suka! kau tidak akan bisa menerkamku! kau bukan singa,harimau, ataupun serigala!" Ucap Heera sambil memalingkan wajahnya, sedangkan tangannya mendorong dada Charlie.
"Hehe, kau ada-ada saja! cepat! keluarlah!" Charlie terkekeh, karena Heera masih tidak pah arti 'menerkam' itu.
Heera pun turun dengan menghentak-hentakkan kakinya yang memakai high heels itu, membuat telinga Charlie terganggu.
Charlie berjalan ke arah Heera,kemudian dengan sekali gerakan Ia menggendong Heera.
"Apa yang kau lakukan?Turunkan Aku!" Ucap Heera, namun Charlie tak mendengarkannya sama sekali.
Heera menggerak-gerakkan kakinya, membuat Charlie kesusahan.
"Hei! jangan bergerak-gerak! atau aku akan menjatuhkanmu!" Ancam Charlie.
"Kau!" Kesal Heera.
"Mau kujatuhkan?" Ancam Charlie dengan gerakan seperti akan menjatuhkan Heera.
"Eeh, iya! iya, maaf!" Ucap Heera sambil mengeratkan pegangannya pada leher Charlie.
Charlie terkekeh, begitu sifat asli Heera keluar, sifatnya yang selalu manja dan merengek itu.
Disisi lain, orang suruhan Nathan melapor pada Nathan kalau Heera dibawa kencan oleh bosnya ke sebuah hotel dan itu membuat Nathan yakin kalau Heera menjadi seorang sugar baby.
"Cih! ternyata kau sangat murahan!" Cibir Nathan.
"Kau akan kembali menderita Heera! tunggu saja, aku akan membuat rencana untuk mencelakaimu! dan aku tidak akan berhenti sebelum kau benar-benar hancur." Ucap Nathan lagi.
Tanpa Nathan sadari, beberapa orang mendengar ucapannya itu.
Charlie melemparkan tubuh Heera begitu saja di kasur.
"Kyyaaa...!!!kenapa melemparku!?" teriak Heera
"Bukankah sejak tadi kau minta turun?" Tanya Charlie santai.
"Tapi, tidak begini juga!" Ketus Heera.
"Lalu, kau ingin bagaimana?" Tanya Charlie lagi sambil mendekatkan tubuhnya pada Heera yang masih berbaring.
"Kyaaaaaa!!! menjauhlah!! kau jangan mendekattt!!!" Teriak Heera sambil mendorong dada Charlie, namun itu tidak mempan. Heera pun menggunakan kakinya dan kesialan bagi Charlie, karena kaki Heera malah menendang hal yang tidak seharusnya Heera tendang.
"Aaaakhhhh!!! Heeraaaa!!! kau menendang titik utamaku!!!" Teriak Charlie merasa kesakitan dan sungguh ngilu rasanya.
Charlie berguling dari atas tubuh Heera kemudian memegang dan mengusap-usap titik utamanya itu.
__ADS_1
Heera yang tidak tahu apa itu 'titik utama' mengernyit.
"Kau kenapa? titik utama apanya? apa yang sakit?" Tanya Heera beruntun sambil bangun dari posisinya.
Charlie tak menjawab, Ia masih berusaha menetralkan rasa sakitnya.
Heera masih panik, namun bingung harus melakukan apa. Hingga Charlie dapat menghilangkan rasa sakitnya.
"Apa kau tidak apa-apa?" Tanya Heera polos.
"Heera, hampir saja kau menghilangkan masa depanku!" Ucap Charlie kesal.
"Masa depan? masa depan apa?" Heran Heera.
"Aaaah, sudahlah! sampai mulutku berbusa menjelaskan padamu, kau tidak akan pernah paham!" Ketus Charlie.
"Hei! aku tidak sebodoh itu, yah!"
"Akeu tiudak seboudouh itue, yah! Nyatanya kau memang bodoh!" Cibir Charlie meniru ucapan Heera namun dengan kata dimenye-menye.
"Kyaaa.....!!Kauuuu menghinaku!!! aku memang pintar yaaaahhhh!!!" Teriak Heera. Ia kemudian membawa bantal dan memukulkannya pada Charlie.
"Hei! kau curang!!" Ucap Charlie. Ia pun mengambil bantal dan membalas setiap pukulan bantal dari Heera.
Charlie berhasil merebut bantal Heera. Heera lantas lari dan Charlie mengejarnya.
"Wleee!! tangkap kalau bisaaa!!!" Teriak Heera.
"Heeraaa!!! jangan lari, kauuu!!!!" Teriak Charlie.
"Tangkap! tangkap!" Ucap Heera dan Charlie pun mempercepat larinya dan berhasil menangkap pinggang Heera dari belakang.
"Kyaaaa!!! turunkan akuu!!!" Teriak Heera
"Tidak akan!!" Ucap Charlie, kemudian melempar tubuh Heera kea rasa kasur dan menggelitikinya.
"Ahahahhaa!!! geli!!! hentikan!!! geli!!" Ucap Heera sambil tertawa-tawa.
"Rasakan ini, Hah!" Charlie terus menggelitik tubuh Heera.
"Hahaha, hentikan!! stop!! Charlie!! geli!!!" Teriak Heera.
Heera yang digelitiki terus pun bergerak ke sana kemari, hingga tanpa sadar mereka berada di tepi ranjang.
"Charlie!! geliii!!" Ucap Heera.
"Hah! aku masih belum puas menyiksamuu!!" Ucap Charlie dan terus menggelitik tubuh Heera.
"Kyyyaaaa!!!" Heera jatuh, begitu pula Charlie. Charlie memegang kepala Heera agar tak mengenai lantai.
Charlie kini berada di atas tubuh Heera. Ia menatap manik mata milik Heera.
Tatapan Heera dan Charlie saling beradu, Charlie bisa merasakan detak jantungnya begitu kuat sekarang.
Mata Heera, serta bibir tipisnya begitu memikatnya saat pertama bertemu. Hal yang membuat Charlie saat itu mau membantu Heera.
__ADS_1