
"Cepat katakan siapa namamu!!" Ucap Heera penuh penekanan.
Tidak semudah itu Nona Batin orang itu menyeringai.
Orang itu menyikut perut Heera dengan sangat kecang, membuat tubuh Heera mundur dari punggungnya, kesempatan itu Ia gunakan untuk menyerang Heera, kemudian kabur begitu saja.
Heera yang tidak menduga gerakan itu, kehilangan orang tersebut.
"Semoga beruntung lain kali, Baby!" ucap Orang itu sebelum benar-benar hilang.
"Si*l!" Umpat Heera.
Tut....
Heera melihat siapa yang menelponnya.
"Yah, katakanlah!" Ucap Heera cepat.
"Hei! ada apa denganmu?" jawab orang diseberang, menyadari nada bicara Heera yang sepertinya sedang kesal.
"Tidak ada, cepat katakanlah!"
"Oke, kau datang ke markas! sekarang! ada yang harus kita lakukan."
"Oke, setengah jam lagi aku datang ke sana."
Tut.....
Heera menutup sambungan telponnya, kemudian Ia menggenggam dengan erat handphone itu.
"Siapa kau." Ucap Heera penuh penekanan.
Ia lantas pergi dari tempat itu.
Di Markas Black Tiger
Heera berjalan masuk, dan semua yang ada di sana menunduk hormat pada Heera, Heera berjalan dengan wajah datarnya, kemudian seseorang memberitahu padanya untuk masuk ke sebuah ruangan.
Ceklek
Heera membuka pintu ruangan itu, dan terlihatlah Ajeng, Daniel dan Mervan yang tengah bekerja.
"Jadi, ada apa ini?" tanya Heera.
"Ah, kau datang juga! coba kau lihat ini!" Ucap Mervan.
Di sisi lain, Angra dan Nathan tengah mengobrol bersama untuk merencanakan rencana mereka pada Heera.
"Jadi, kita akan buat Heera di permalukan di depan umum?Bagaimana dengan suami Heera?" tanya Nathan.
"Tentu saja! aku tau watak Heera, dia akan tertekan dengan hal itu!suami Heera tidak perlu kita hiraukan, karena dia tidak ada urusannya di sini, biarkan saja!"
"Lalu, bagaimana dengan Kai?Apa kau tidak takut kalau dia malah mengetahui kalau kita yang menyebarkan video itu?"
"Tidak akan! aku jamin itu!"
Nathan menggedikan bahunya, kalau sudah begitu, Ia pasrah saja dengan rencana Angra.
__ADS_1
Malam harinya.....
Kai baru saja tiba dari luar kota, Ia lantas buru-buru mengganti kostumnya dan menggunakan baju sederhana yang Ia gunakan ketika menyamar menjadi Charlie.
Kai mengendarai motor bututnya, hari belum terlalu malam, Ia lantas datang ke bengkel terlebih dahulu, karena ada barang yang harus Ia ambil di sana.
Kai membuka pintu masuk, tapi kemudian Ia mendengar sebuah suara.
Apa itu maling? Batin Kai.
Puk
Puk
Puk
Puk
Tiba-tiba saja ada yang memukuli Kai dengan brutal menggunakan gagang sapu.
"Rasakan itu!! dasar!! kau mau maling di sini, yah!!" Teriak orang itu pada Kai.
"Hei!! hentikan!!!" Kai melindungi tubuhnya dengan kedua tangannya.
"Tidak akan kuabiarkan yah!! awas kau!! beraninya kau mau maling di bengkel suamiku!!awas kau!!!" Teriak orang itu.
Mendengar teriakan orang itu, Kai kini paham siapa yang memukulinya sejak tadi.
"Heera!!! ini aku Kai!!" Ucap Kai, namun tidak digubris Heera.
"Tidak!! aku tidak percaya kau Kai!!! jangan mengada-ada!!! dia ada di luar kota!!!" Teriak Heera. Ia lantas semakin memukul dengan membabi buta, hingga lagi-lagi pukulan Heera mendarat tepat pada 'titik utama' Kai.
Mendengar teriakan Kai, Heera seketika tau siapa ornag yang sejak tadi Ia pukuli.
"Kai, apa itu kau?" Tanya Heera cepat.
"Kau, pikir siapa!!" Bentak Kai. Ia berguling dilantai sambil memegang titik utamanya.
Heera lantas buru-buru mendekat pada Kai, namun karena minimnya pencahayaan, Heera malah tersandung dan....
Brukkk.....
Tubuh Heera tepat menimpa Kai yang tengah kesakitan.
"Aduuhh!! Heera!!!! kau itu sangat ceroboh!!!!" Teriak Kai.
"Ups!" Heera buru-buru bangun dari atas tubuh Kai.
"Maafkan aku, maafkan aku!! sini aku bantu berdiri!!" Ucap Heera lagi, Ia kemudian membantu Kai berdiri, tapi karena tubuh Kai yang sekarang lebih berat dari tubuh Heera, mengakibatkan Heera kesusahan, sehingga bukannya berdiri, Kai dan Heera malah kembali terjatuh.
"Heeraaaa!!!!" Teriak Kai, malam ini sudah berapa kali tubuhnya dibuat sakit oleh Heera.
Aduuhhb mengapa harus jatuh lagi, sih?? mana Kai marah-marah mulu!!! Batin Heera.
Ia lantas bangun dari atas tubuh Kai. Kai mendengus dengan hal itu, sudah capek, dipukuli, jatuh tertimpa Heera dua kali, lengkap sudah rasa sakit di tubuhnya malam ini, kesalnya dalam hati.
Kai bangun dari posisinya sekarang, kemudian menatap Heera tajam.
__ADS_1
"Sedang apa, kau di sini!?" Tanya Kai sambil menatap Heera tajam.
"A--aku sedang mencari peralatan untuk memperbaiki keran air yang rusak di kontrakan!" Jawab Heera.
Kai memicing, mencari peralatan memperbaiki keran air kok di bengkel! bohongnya ketahuan banget Batin Kai.
"Kau, berbohong!" Tuduh Kai.
"Tidak!!" jawab Heera sambil mengalihkan pandangannya.
"Jujur saja!! kau berbohong!?"
"Tidak!! sudahlah!! aku mau bertanya, kenapa kau juga bisa di sini? bukankah kau bilang kau berada di luar kota?" Heera mulai mengalihkan pembicaraan.
"Tentu saja aku di luar kota!" Jawab Kai gelagapan.
"Kau yakin? bukankah kau bilang kau harus pulang besok?" Tanya Heera sambil menyeringai.
"Kau meragukanku? aku memang pergi keluar kota! dan karena pekerjaannya beres lebih cepat, makanya aku bisa pulang lebih awal!!!" Ucap Kai dengan nada tinggi, terlihat Ia gugup.
Jangan sampai dia tahu kalau aku cepat-cepat pulang, karena takut dia pergi, itu akan sangat memalukan Batin Kai.
"Yakiiin?" Tanya Heera lagi, Ia menaik turunkan alisnya.
"Hei! jangan seperti itu!! kau jelek bila seperti itu!!" Ketus Kai.
Heera mengerucutkan bibirnya. "Tega sekali!" Rajuk Heera sambil menghentak-hentakkan kakinya. Ia lantas keluar dari bengkel itu meninggalkan Kai.
"Ehh? Kenapa malah marah? dasar perempuan!! begitu saja langsung marah!" Gerutu Kai, Ia pun mengikuti kemana Heera pergi, sampai Ia lupa tujuannya datang ke bengkel.
"Heera!! Hei!! tunggu!!" Teriak Kai, Ia berteriak sambil mengejar langkah Heera.
"Kau, marah?" Tanya Kai saat langkahnya dan Heera sejajar. Kai melongokkan wajahnya pada pada wajah Heera, membuat Heera memalingkan wajahnya.
"Menjauhlah!!syuh!! syuh!!" Ucap Heera pada Kai seakan Kai itu seekor ayam.
"Kau mengusirku seakan-akan aku ini ayam!" celetuk Kai.
"Terserah dirikulah!" ketus Heera.
Kai menggelengkan kepalanya. Percuma berbicara pada wanita yang sedang marah pikirnya.
Tin--Tin-
Suara klakson itu membuat Kai dan Heera mengalihkan pandangan mereka.
"Adudududuh!! kasiannya..... jalan kaki malam-malam, nggak punya uang yah? atau motornya mogok? Ups lupa dia kan montir!! aaaapaa, karena motornya harus dijual buat permak istrinya, Ups, salah juga yah! istrinya kan malah jual----
" Kyaaaaaaaaa!!!!! Diamlah kau!!!!! Berisik!!! jika kau bicara lagi, aku akan melemparkan dengan sepatuku ini!!!"Heera berteriak dengan sangat kencang, membuat Angra seketika mengehentikan ucapannya dan Kai langsung menutup telinganya.
Heera melepas sepatunya, dan hendak melayangkannya pada Angra. Angra yang ketakutan lantas menutup jendela mobilnya dan langsung menekan pedal gas agar mobilnya bisa membawa Ia pergi dari Heera.
"Hei!!! Kemari kau!!! Dasar!!!" Teriak Heera Ia lantas melemparkan sepatu itu. Namun, sebuah musibah tiba, bukannya mengenai pada Angra, sepatu itu malah mengenai seekor anjing.
Gog.....
Gog......
__ADS_1
Heera dan Kai membulatkan mata mereka, mereka lantas lari terbirit-birit karena takut dengan anjing itu.
"Kyaaaaa!!!!"