
"Perih, banget....! Lo, harus tanggung jawab, Kai!" Ajeng mengusap-usap hidungnya yang memerah, sakit sekali rasanya saat Kai melayangkan tangan tepat pada wajahnya.
"Ajeng...! Cepat katakan dimana Heera??" Kai mengacak rambutnya, sambil mondar-mandir, tak peduli dengan rasa sakit yang Ajeng rasakan akibat ulahnya.
Ajeng yang sejak tadi fokus pada rasa sakitnya, langsung mengingat sesuatu.
"Heera....!! Ya ampun Kai!!! Gue baru inget...!!! Heera! Dia!! Gimanaa... dong...!?" Ajeng berteriak dengan tangan menepuk-nepuk samping kepalanya.
"Heera, kenapa?" tanya Kai dan Ray berbarengan.
"Nggak tau. Tadi, ada orang yang nyuruh gue pisah sama Heera dan mereka bawa Heera!!"
Ajeng panik setengah mati, bagaimana bisa dia lupa? Bagaimana keadaan Heera sekarang?
"Apa?? Kenapa kalian tidak melawan?Bukankah kalian bisa beladiri?" Kai membentak Ajeng.
Ajeng makin pusing saja, bagaimana bisa dia dan Heera buat keributan ditempat umum seperti itu??
"Mereka nodong gue sama Heera pake pistol! Yah mana bisa ngelawanlah!!" sewot Ajeng.
Kai mengepalkan tangannya dan langsung berlari keluar dari apartemen milik Ajeng.
"Eh, Ka--Tuan!!" Ray hendak mengejar Kai, tetapi Ajeng malah mencegahnya.
Kai berlari dan masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Heera...semoga kau baik-baik saja," gumam Kai. Kai lantas melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata.
Tut.... tut...
Kai berdecak, karena panggilan telpon harus muncul disaat tidak tepat. Dia sedang panik sekarang.
"Halo!"
"Heera diculik di parkiran Mall H.E," ucap Ajeng dari seberang.
Tut...
Kai tak menjawab ucapan Ajeng, dia langsung saja menutup sambungannya.
Tak berapa lama, Kai pun sampai di Mall H. E. Kai memarkirkan mobilnya, lantas masuk ke dalam Mall.
"Berikan laporan CCTV siang tadi," perintah Kai.
Kai masuk ke ruang CCTV .Kemudian menatap dengan seksama rekaman CCTV dimana Heera berada.
Tangan Kai mengepal, buku-buku jarinya sampai memutih, melihat bagaimana Heera dibuat pingsan oleh orang-orang tersebut.
Mata Kai menyipit saat melihat sepertinya penculik tersebut menaruh sebuah kertas yang ditempel di mobil Heera.
Kai buru-buru keluar dari ruangan CCTV tersebut dan berjalan tergesa menuju tempat mobil Heera.
__ADS_1
"Si*l!" umpat Kai, sesegera mungkin Kai masuk ke dalam mobil dan langsung melesat meninggalkan halaman parkiran mall tersebut.
tut.... tut....
"Ray, siapkan tiket,pasport dan perlengkapan lainnya. Aku akan pergi ke negara H, sekarang."
Tut....
Seperti biasa, dengan tidak sopan Kai langsung menutup panggilan.
Empat puluh lima menit kemudian,Kai sampai di bandara.
"Kenapa Ray belum datang?" gerutu Kai, karena Kai tidak melihat tanda-tanda adanya Ray.
"Awas kalo kau membuatku menunggu lebih lama, Ray!"
"Tuan?" Panggilan tersebut membuat Kai berbalik dan menatap Ray yang sudah siap dengan bajunya.
"Baguslah! Cepat, kemarikan!!" Kai langsung mengambil semua yang dibawa Ray.
"Kau dan siapa saja, gantikan aku dan Heera! Pastikan tidak ada yang mengenali kami."
Setelah berkata seperti itu, Kai langsung menunggu di tempat tunggu sebelum naik pesawat.
Malam ini, dia nekat pergi ke negara H, karena menurut surat yang ditempel di mobil Heera, mereka membawa Heera ke negara H.
__ADS_1
"Heera? Kau dimana?"
Sungguh, sekarang Kai sedang sangat panik, takut dan sedih, dengan berita penculikan Heera. Kai mulai menduga-duga, apakah Angra dan Nathan yang menculik Heera??