Buruk Rupa?

Buruk Rupa?
Undangan dari Nathan


__ADS_3

"Kau, sudah berani sekarang, Hah?" tanya Kai menyeringai, Ia lantas mendekatkan tubuh Heera pada tubuhnya.


"Hei, apa yang kau lakukan?" Heera mencoba mendorong dada Kai,namun sangat susah.


Kai memperhatikan dari dekat wajah Heera yang begitu manis menurutnya, wajah ini, wajah yang mengingatkan Ia pada seseorang.


Huh


Kai meniup wajah Heera, membuat Heera memejamkan matanya. Kai tersenyum tipis, melihat itu.


Heera masih terus mencoba mendorong dada Kai, "Kai, lepaskan Aku! apa yang kau lakukan?"


Huh


Kai kembali meniup wajah Heera, Ia mendekatkan wajahnya ke telinga Heera.


"Memangnya, apa yang kulakukan, Hem?" Bisik Kai.


"Kai!! apa yang kau lakukan? ini geli! lepaskan!!" Rengek Heera.


Kai terkekeh, namun kemudian Ia makin menempelkan tubuh Heera ke tubuhnya.


"Beraktinglah!" Bisik Kai cepat.


"Kenapa?ada apa?" Tanya Heera sedikit panik, Ia pun ikut berbisik seperti Kai.


"Ada Nathan dan Angra! kau berpura-puralah melakukan hal yang tidak -tidak bersamaku!" Bisik Kai tepat di telinga Heera, satu tangannya memegang tengkuk Heera. Sedangkan tangan satunya melingkar di pinggang Heera. Posisi ini jika dilihat dari luar, terlihat seperti Kai tengah men*ium Heera.


Heera sebenarnya tak nyaman dengan posisi itu, namun bagaimana lagi, Ia pun terpaksa ikut dalam permainan Kai.


Nathan dan Angra yang baru masuk lantas membeku melihat apa yang dilakukan Heera dan Kai. Ray yang mengantar mereka berdua menaikan sebelah alisnya, karena dari posisi Ray berdiri sekarang, Ia bisa tahu kalau Kai dan Heera tengah berakting.


Apa-apaan mereka?akting yang buruk. Batin Ray


"Mereka datang!" Bisik Kai lagi.


"Heeem." jawab Heera, namun terdengar seperti lenguhan.


Jawaban Heera itu lantas membuat Nathan dan Angra berpikir yang tidak - tidak. Sedangkan Ray tersedak air liurnya sendiri, karena berusaha menahan tawanya.


Cih! dia begitu murahan Batin Nathan


Heera, Heera, aku tidak menyangka ternyata kau begitu murahan, dan aku juga tidak menyangka kalau Tuan Kai Harish itu mudah tergoda Batin Angra.


"Hu, ohok!! ohok!!" Ray terbatuk.


"Ehem!"Dehem Nathan.


Kai dan Heera pura-pura tersentak.Heera lantas pura-pura mendorong Kai, kemudian menundukan kepalanya, seakan-akan Ia benar-benar malu tengah kepergok berduaan dengan Kai.

__ADS_1


Sedangkan, Kai dia berpura-pura berdehem. Nathan dan Angra berpura-pura mengalihkan pandangan mereka.


" Ray??"Tanya Kai penuh penekanan, berpura-pura marah pada Ray.


"Ehem, maaf Tuan! tapi mereka memaksa. Mereka bilang ini adalah hal yang penting!" Jawab Ray sambil menunduk, menyembunyikan tawanya.


Kai menatap Ray intens,seakan-akan Ia sangat tidak suka kecerobohan Ray. Nathan dan Angra bisa merasakan kemarahan Kai.


"Emh, Tuan Kai, maaf mengganggu waktunya, kedatangan kami ke sini adalah untuk mengundang Anda di acara ulang tahun perusahaan saya yang ke-50 tahun." Ucap Nathan sambil menyodorkan sebuah undangan.


Kai menatap undangan itu, lantas menatap pada Heera. Dari tatapannya seakan - akan berkata 'ambillah!'


Heera lantas langsung mengambil undangan itu. Nathan menatap tak suka pada Heera, Ia juga begitu kesal dengan kesombongan Kai. Kalau saja Ia tidak butuh kerjasama ini, sudah Ia beri bogem mentah Kai Pikirnya.


Lain halnya dengan Nathan yang tengah kesal, Angra malah memperhatikan Heera dan Kai bergantian. Ia pikir Ia juga pasti bisa mendekati Kai, andai saja Ia belum menikah dengan Nathan, sudah Ia dekati Kai! dibanding Nathan, Kai jauh lebih segalanya, Heera tidak pantas mendapatkannya.


"Apalagi, yang kalian tunggu?" Tanya Kai datar.


Nathan dan Angra gelagapan.


"Bukankah niat kalian datang kemari sudah tersampaikan?tunggu apalagi?aku ada urusan lagi setelah ini!" Ucap Kai lagi masih datar.


Makin, kikuklah, Nathan dan Angra.


"Ehem, Baiklah, kalau begitu kami permisi, Tuan!" Ucap Nathan.


Setelah Nathan dan Angra pergi, tawa Ray pecah seketika.


"Hahaha,Akting kalian begitu buruk!" Ucap Ray.


Kai tak menanggapi dan memilih duduk di kursinya, sedangkan Heera merasa malu sekali karena ditertawakan oleh Ray.


"Hahhhaaaa." Ray kesulitan mengehentikan tawanya.


"Ray!! diamlah!!!" Ucap Kai serius.


"Oh, haha, iyah! maaf, haha!" Ray lantas duduk di sofa sambil memegang perutnya.


Kai menggelengkan kepalanya, lantas melihat Heera yang masih berdiri.


"Heera, mengapa masih berdiri di sana? cepatlah duduk!" perintah Kai.


Heera lantas duduk di samping Ray.


"Ray!! hentikan tawamu!!" Ucap Kai penuh penekanan. Ray pun buru-buru menghentikan tawanya.


"Heera, baca undangan itu, kapan acaranya diadakan!" perintah Kai.


Heera lantas melihat dan membaca undangannya.

__ADS_1


"Minggu depan,hari selasa pukul sembilan malam. " Jawab Heera


"Kenapa?" Tanyanya lagi.


"Kita harus bersiap! kita harus melakukan beberapa persiapan. Seperti waktu itu, kali ini mereka pasti akan merencanakan sesuatu." jawab Kai menyeringai.


Di sisi lain, Nathan yang kesal terus mengumpat di dalam mobilnya.


"Si*l!! dia pikir dirinya siapa, beraninya dia merendahkanku!!"


buk


Ia memukul setir mobilnya.


"Tenanglah, Nathan! bukankah kita akan mempermalukan Heera nanti malam? kenapa tidak kita permalukan saja sekalian Tuan Kai itu!" Ucap Angra


"Maksudmu?"Heran Nathan


Angra menyeringai " Kita akan mempermalukan mereka dengan ini!"Ucap Angra sambil menunjukan handphonenya.


"Kau, memfoto mereka?" Tanya Nathan.


"Tidak hanya memfoto, bahkan aku mem-video mereka tadi." Jawab Angra, ia tersenyum menyeringai.


"Kau memang bisa diandalkan." Puji Nathan. Ia pun lantas menyeringai.


Mervan dengan penyamarannya, memasuki perusahaan C. M grup, perusahaan peninggalan orang tua Heera yang kini diambil alih oleh Baron.


Mervan datang untuk melamar sebagai salah satu karyawan di perusahaan itu, bukankah untuk balas dendam lebih baik kita pura-pura menjadi kawan mereka dan menghancurkan mereka secara perlahan dari dalam? itulah yang direncanakan oleh Heera, Kai dan yang lainnya.


"Selamat! Ijang,Anda diterima bekerja di perusahaan ini! sebagai Cleaning Service. Anda bisa mulai bekerja esok hari!ini seragam Anda!" Ucap salah satu staf HRD yang mewawancarainya.


"Terimakasih, Pak! saya akan bekerja dengan sangat baik!" Jawab Mervan tersenyum begitu ramah, Ia kali ini mendalami perannya sebagai pria sederhana yang murah senyum dan agak polos.


"Haha, tentu!"


Mervan lantas keluar dari ruangan itu. Diam-diam Ia menyeringai senang.


Di sisi lainnya Daniel masuk ke perusahaan Nathan, sama dengan Mervan Ia juga menggunakan penyamaran. Ia melamar sebagai karayawan di divisi pemasaran, dan Ia pun diterima bekerja di perusahaan itu.


Tut.....


"Kau diterima?" Tanya Mervan dari seberang.


"Kau meremehkanku?" Balas Daniel dengan mendengus.


"Haha, aku tau kau pasti akan mendapatkan pekerjaan itu!" jawab Mervan.


"Tentu saja!"

__ADS_1


__ADS_2