
"Kyaaa.......!!!" Teriak mereka.
Heera dan Kai lantas berlari cepat.
Gog.......
Gog.......
Gog........
"Heera!!!! ini gara-gara dirimu!!!" Teriak Kai pada Heera, Ia berlari dengan sangat kencang.
"Gara-gara diriku? justru ini karena dirimu!!!" Teriak Heera yang malah menyalahkan Kai.
Gog......
Gog.......
"Kyaaa....!!!itu anjingnya.....!!!!" Teriak Heera.
"Kyyaaaa......Kita harus kemana......!?!?"
Mereka bingung harus kemana,apalagi mereka berlari di trotoar,dah hal itu tentu saja merugikan mereka, karena tidak ada yang bisa mereka jadikan tempat bersembunyi,anjing itu terus mengejar di belakang. Yang bisa mereka lakukan hanyalah terus berlari.
Hingga,mereka melihat sebuah tembok yang masih bisa mereka panjat, mereka pun naik ke tembok itu. Namun, karena tembok yang pendek, anjing itu juga hampir bisa meloncatinya. Tak ada pilihan, mereka lantas melompat dan sialnya, mereka malah jatuh tepat di tumpukan sampah.
"Aaakhhhh!!!!! Si*al....!!!!" Umpat Kai.Ia kemudian hendak bangun, namun sesuatu yang lembek dan basah terpegang oleh tangannya.
"Apa ini?" Tanya Kai, lantas Ia melihat tangannya. Matanya melotot melihat kotoran bayi itu menempel sempurna di tangannya.
"Kyyaaaa!!!! jorok sekali!!!" Teriak Kai.
"Hahahahah!!! Kau memegang pup bayi?" Heera malah menertawakan mereka.
"Awas kau Heera!!!"
Gog.....
Gog.....
"Kyaaaa.....!!! Anjing itu kemari lagi!" Heera yang tadinya tertawa,menghentikan tawanya lantas keluar dari tempat sampah itu.
"Heera!!! Hey!! tunggu!!!" Kai terpaksa tidak membersihkan tangannya, Ia pun ikut berlari bersama Heera.
Setelah lari yang melelahkan, mereka bisa bebas dari kejaran anjing itu.
Heera terus tertawa sepanjang jalan, sedangkan Kai malah terus menggerutu.Bagaimana tidak menggerutu,gara-gara Heera, Ia harus dikejar anjing, setelah itu tangannya harus terkena pup bayi dan itu sangat menjijikan.
"Kau, benar-benar menyebalkan Heera!!"
"Kau tidak lihat, aku bahkan sampai terkena pup bayi seperti ini, karena dirimu! kau seharusnya bertanggung jawab He---
"Eh?"Saat Kai berbalik, Heera tidak ada.
" Heera!!!?"Teriak Kai.
Kai menengok kesana kemari, namun tidak ada Heera sama sekali.
__ADS_1
"Heera!!!?" Teriak Kai.
"Kemana, dia??" Gerutu Kai. Hingga matanya melihat seseorang yang tengah bersembunyi di balik pohon.
Kena kau! Batin Kai,
Kai berencana membuat Heera terkejut. Lantas Ia pun mendekat pada sosok yang berada di balik pohon itu.
Heera yang tengah bersembunyi mengernyit, karena Kai malah pergi ke dekat pohon, sedangkan Ia bersembunyi di dekat halte.
Kai, menyeringai. Ia kemudian berdiri tepat di belakang pohon itu.
"Hihi."
Kai bisa mendengar suara cekikikan, Ia menduga kalau Heera pasti menertawakan dirinya yang bisa ditipu. Tapi, tidak semudah itu, karena dia tidak mudah ditipu Batin Kai.
*1
2*
Kai menghitung dalam hati dan saat hitungan ketiga.....
"DOR!!!!KENA KAU!!!" Teriak Kai mengejutkan orang yang berada di balik pohon.
"Eh kodok!!!" Kaget dua orang yang ada di balik pohon.
Kai lantas membeku, karena yang Ia buat terkejut bukanlah Heera, melainkan dua orang nenek dan kakek, yang sepertinya tengah pacaran.
"DASAR!! LU YEH!!" Bentak si Kakek, matanya melotot sempurna, karena Kai mengganggu waktu pacarannya dengan si nenek.
Ia lantas melepaskan sandal jepitnya dan memukulkannya begitu saja pada Kai.
Kakek dan nenek itu menganiaya Kai begitu saja. Kai yang tidak mau semakin terkena pukulan pun berlari.
Heera yang melihat drama itu,tertawa terpingkal-pingkal.
Kai masih terus berlari dan di kejar si nenek dan si kakek.
"Heh!!! sini lu!! jangan lari!!"
Si kakek melemparkan sandalnya dan..
Puk
pas sekali, sandal itu mengenai pantat Kai. Heera lantas semakin terpingkal, apalagi begitu melihat si nenek yang sampai menyingsingkan sarungnya dan melemparkan kedua sandalnya pada Kai.
Puk
Puk
Makin menderita lah Kai, karena kedua sandal itu tepat kembali mengenai pantat serta kepalanya.
"Aishh." Ringis Kai sambil mengusap-usap pantatnya yang dua kali terkena tembakan maut dari si kakek dan si nenek.
Mata Kai kemudian melirik pada asal suara tawa yang begitu keras dan ternyata tawa itu berasal dari Heera. Itu membuat Kai geram, bisa-bisanya Heera kembali membuatnya terkena masalah.
"Sini lu!!!"
__ADS_1
"Dasar!!! jangan lari lu!!!"
Si kakek dan si nenek masih saja mengejar Kai. Kai memutar otaknya, hingga matanya melihat sebuah bangku, Ia lantas bersembunyi di bawahnya.
"Waah, kemana tuh bocah dungu?" Gerutu si Kakek.
"Dasar bocah edan!! ganggu orang pacaran saja!" Gerutu si nenek.
Si nenek lantas duduk di atas bangku yang Kai duduki. Kai, berusaha untuk tidak bergerak dan menimbulkan suara.Hingga sebuah suara ledakan bom, disusul bau yang sangat menyengat bagai bau belerang, membuat hidung Kai keracunan.
Drottttttt..........
Si nenek malah kentut sembari duduk, Kai yang berada di bawah sampai kehabisan nafas dengan bau yang dihasilkan.
"Nek, kentut?" Tanya si Kakek.
"Enggak! eeeh.... punten! nenek mah cantik, nggak mungkin kentut atuh." Jawab si nenek sambil bergaya centil.
Kai yang berada di bawah sudah sangat tidak tahan, Ia lantas langsung bangun begitu saja, membuat si nenek yang tengah duduk terjungkal seketika.
Heera kembali terbahak melihat itu.
"Dasar edan!!! sinting!!!" Ucap si Kakek saat Kai tiba-tiba keluar dari bawah bangku. Ia lantas membantu si nenek bangun.
Kai tidak mempedulikan omongan si kakek, Ia lantas buru-buru lari dari sana, apalagi oksigen dalam tubuhnya terkuras karena bau belerang dari si nenek.
"Heh!!! jangan lari, lu!!!" Teriak si kakek.
Kai lantas semakin kencang berlari, Heera pun ikut belari menyusul Kai.
Malam pun semakin larut, tetapi mereka masih belum pulang, karena sedikit nyasar jauh dari kontrakan mereka.
Penampilan mereka begitu terlihat acak-acakan. Heera yang tidak memakai sandal, karena sandalnya hilang saat lari, sedangkan Kai, rambut acak-acakan, sepatunya yang hanya tinggal sebelah, bajunya yang banyak sobek sana-sini.
"Kau, penyebab semua ini, Heera!!" Gerutu Kai.
"Haha, kenapa kau malah menyalahkanku? bukankah kau yang salah mengira kakek dan nenek tadi sebagai aku?" Jawab Heera sambil menaik turunkan alisnya.
"Cih! bukankah dikejar-kejar anjing dan tanganku yang memegang kotoran bayi, itu karena ulahmu?" Cibir Kai.
"Siapa suruh ikut berlari denganku tadi? kalau kau tidak berlari mungkin kau tidak akan seperti ini!" jawab Heera tak mau kalah.
"Bodoh!" Ucap Kai sambil menyentil kening Heera.
"Aish!!" Heera meringis.
"Kalau aku tidak berlari, kau ingin aku di gigit anjing itu?" ketus Kai.
"Lah, tak masalah! bukankah itu bagus? aku jadi tidak akan dikejar oleh anjing itu!" Jawab Heera lagi, Ia lantas tersenyum menyeringai.
"Kau!!!" Kesal Kai, Heera lantas berlari dan Kai pun mengejarnya.
"Kemari kau!! Heera!!!" Teriak Kai, karena Heera berlari sambil membawa minuman miliknya, padahal Heera juga sudah memiliki minumannya sendiri.
"Blee!!! Tangkap!!!" Teriak Heera.
"Awas, kau yah!!!"
__ADS_1
Mereka akhirnya menghabiskan malam itu dengan berlari