Buruk Rupa?

Buruk Rupa?
Kemarahan yang malah mendekatkan


__ADS_3

Heera membuka matanya.


"Kyaaaaa....!" teriak Heera saat melihat tubuh bagian atas Kai, dia berbalik dan hendak lari keluar, namun karena lantai yang licin, Heera malah terpeleset dan tubuhnya terjatuh menimpa tubuh Kai.


"Aduuh...." Kai meringis merasakan sakit di kepala dan bokongnya.


Heera yang sadar malah menimpa tubuh Kai yang bertelanjang dada, lantas berusaha untuk bangun, tetapi bukannya bangun dia malah kembali terjatuh dan menimpa tubuh Kai, karena lantainya sangat licin akibat terkena busa sabun.


"Akh.. Akhh...." Heera mencari pegangan dan dia malah menarik selang shower dan membuat ujung shower tersebut menimpa kepala Kai.


Tuk


Buk


"Aduh, tubuhku...." Kai meringis sakit sekali kepalanya sekarang, bagitu pula tubuhnya.


"Kenapa kau ceroboh sekali Heera...?!" Kai berteriak, dia mengambil selang air yang menimpuk kepalanya.


"Akh... Kai...! Jangan dong!! Basah nih!!!" Heera berusaha menghalangi setiap air yang disiramkan ke tubuhnya.


"Siapa suruh kau membuatku merasakan kesakitan Heera....?" Kai masih terus menyiramkan air pada Heera, membuat Heera bangun dan mengambil shower yang ada di dalam bilik kaca, lumayan meski selangnya tak panjang, setidaknya air yang keluar dari shower bisa menjangkau tubuh Kai.


"Rasakan itu, Kai!!" Heera malah asik membuat Kai basah, dia lupa dengan Kai yang masih bertelanjang dada.


"Kau menantangku,Heera..!" Kai balas menyiram Kai.

__ADS_1


Mereka berdua layaknya anak kecil malah saling menyiram satu sama lain, tertawa bersama seakan dunia milik berdua, mereka sejenak melupakan kemarahan dan kerenggangan yang terjadi.


Kai yang sudah gemas karena Heera bisa menghindar dari setiap serangan airnya, lantas berlari mendekati Heera dan tanpa aba-aba dia mengangkat tubuh Heera.


"Kyaaa...! Turunkan aku, Kai...!"teriak Kai.


Kai malah tertawa senang, dia membawa Heera mendekati bathtub jacuzzi yang ada di dalam kamar mandi tersebut.


" Akh... jangan! jangan! Kai......Tidak.....!"


Brussshhhh......


Kai membawa tubuhnya dan tubuh Heera masuk kedalam jacuzzi tersebut.


"Kai.......!"


"Rasakan itu!!"


"Kai...! Hentikan..!"


Kai malah kembali menyiramkan air pada Heera, membuat Heera kembali membalas Kai.


Walhasil, mereka pun malah kembali bermain air dan saling serang.


Satu jam kemudian....

__ADS_1


Heera yang berpakaian sedikit tebal kini tengah duduk berselonjor di atas ranjang.


Kai yang baru selesai memakai baju ikut naik keatas ranjang dan langsung memeluk Heera, menyenderkan kepalanya di bahu Heera.


"Kai...! Apa yang kau lakukan?!"


Seakan kembali mendapatkan kesadaran bahwa dia tengah marah pada Kai, Heera lantas berkata ketus dan tidak suka saat Kai memeluknya.


Kai mengangkat tubuhnya dan menatap penuh kesal pada Heera.


"Kenapa kau selalu menolakku?!" kesal Kai.


Heera memalingkan wajahnya, "Aku tidak selalu menolakmu!"


"Lalu? Kenapa kau tidak ingin kupeluk?!" Kai sedikit melotot pada Heera.


"Karena aku ingin pulang ke Indonesia!" Heera balas melotot pada Kai.


"Pasti kau yang menyuruh orang untuk menculiku, iya benar 'kan? jawab!!" Heera menunjuk Kai dengan jari telunjuknya, matanya memicing menatap mata Kai.


Kai tidak terima dengan tuduhan Kai, dia sama sekali tidak pernah menyuruh siapapun menculik Heera. Lagi pula, dia sudah tau siapa dalang semuanya.


Flashback saat Kai didatangi pria bertubuh kekar.....


Kai menaikkan sebelah alisnya menatap pria bertubuh basar.

__ADS_1


"Anda harus ikut kami, Tuan!"ucap si pria untuk kedua kalinya.


" Apa, orang tua saya yang menyuruh kalian?"


__ADS_2