Buruk Rupa?

Buruk Rupa?
Memberikan Sedikit Percikan


__ADS_3

Heera tengah duduk di rungan Kai sambil mengotak atik laptopnya, jari-jari lentiknya bergerak begitu lincah di atas papan ketik itu.


Kai dan Ray harus pergi keluar kota karena ada pekerjaan mendesak.


"Kita lihat, apa kalian bisa ku adu domba?" Gumam Heera.


Ia lantas dengan sengaja mengirimkan poto Nathan yang tengah berc*uman dengan seorang wanita di bar, dan terlihat jelas tanggal poto itu di ambil, karena Heera mengambilnya dari rekaman CCTV yang Ia retas.


Angra yang tengah mengerjakan sesuatu di laptopnya lantas melihat siapa yang mengirim pesan padanya, dan betapa terkejut dan kesalnya Ia saat melihat poto yang dikirimkan Heera.


📩Siapa kau?


Angra membalas pesan yang Heera kirimkan, jelas Ia bukan wanita bodoh, sehingga Ia akan memastikannya terlebih dahulu sebelum bertindak, apalagi dia tidak tau siapa yang mengirimkan poto itu.


"Dia ternyata cukup cerdas dan tidak mudah ditipu." Ucap Heera. Ia lantas tak menjawab pertanyaan Angra, namun langsung mengirimkan video panas milik Nathan dengan seorang kupu-kupu malam.


ting


Angra membuka video itu dan dadanya seketika bergemuruh. Ia lantas berdiri dari duduknya dan langsung menuju ruangan Nathan.


Brakk....


Brakk....


"Nathan!!!!" Ucap Angra.


Nathan yang tengah pusing dengan pekerjaanya, langsung membuka pintu ruangannya dengan kesal.


Ceklek


Angra berdiri dengan nafas naik turun, tangannya mengepal. Nathan yang tengah kesal pun tak menghiraukan Angra yang terlihat kesal, Ia lantas langsung berbalik begitu saja.


Angra yang kesal mengejar Nathan masuk. Ia lantas menutup dengan keras pintu ruangan Nathan.


Braaakkk


"Apa yang kau lakukan?" Bentak Nathan karena Angra menimbulkan suara gaduh.


"Apa yang kulakukan?? justru seharusnya aku yang bertanya padamu, apa yang kau lakukan!!!?" Bentak Angra balik.


Nathan yang tengah capek, pusing dan kesal bertambah pusing dengan pertanyaan Angra itu.


"Kau lihat ini!!!! kau harus menjelaskannya padaku!!!" Teriak Angra, Ia memperlihatkan video dan poto yang tadi dikirimkan Heera.


Nathan hanya menatap datar video itu, lantas Ia menatap Angra biasa-biasa saja. Angra heran dengan tingkah Nathan yang sama sekali tak terkejut ataupun takut karena Ia memperlihatkan bukti perselingkuhannya.


"Kau sudah tau?" Tanya Nathan.


"Oh, baguslah! dengan begitu aku tidak perlu repot-repot bersembunyi darimu!" Ucap Nathan lagi.


Angra lantas memelototkan matanya. Apa katanya? bre*gsek!!! dia mengkhianatiku? dan bersikap biasa saja?? Apa aku salah memilih pasangan?? Batin Angra.


"Apa kau mau menuntutku untuk tetap setia padamu?" Tanya Nathan datar.


"Itu tidak akan pernah bisa kau lakukan, karena kau yang menginginkan pernikahan ini! maka sekarang terima dan pasrah saja!" pungkas Nathan. Ia lantas dengan santainya kembali duduk di kursi kerjanya.

__ADS_1


Angra berdiri terpaku dengan tangan mengepal. setetes air mata keluar dari matanya dan ia mengusapnya dengan kasar.


"Kenapa masih berdiri disitu? kau bisa keluar dari ruanganku!" Ucap Nathan lagi.


Tanpa banyak kata Angra langsung keluar dari ruangan Nathan.


Brakkk


Ia kembali menutup pintu itu dengan kasar.


"Apa aku salah memilih pasangan?" Gerutu Angra, Ia berjalan dengan tergesa-gesa, kemudian masuk ke dalam lift.


"Kenapa akau dengan bodohnya memilih dia sebagai pasanganku?"


"Dasar, breng*ek!! aku akan buat perhitungan denganmu nanti!!! lihat saja!!!"


Angra lantas masuk ke mobilnya dan melaju meninggalkan kantor Nathan.


Heera yang melihat drama Angra dan Nathan dari CCTV ruang kerja Nathan yang Ia retas, menyunggingkan senyum devilnya.


"Untung aku tidak menikah dengan pria breng*ek seperti dia." Ucapnya, Ia lantas menyesap cokelat panasnya. Heera kemudian mengingat kembali saat-saat bodohnya waktu bersama Nathan.


"Huft, capek juga ternyata. " Ucap Heera sembari mengelap keringat di wajahnya. Badan Heera yang gendut tentu saja membuatnya sangat kelelahan, apalagi membersihkan sebuah apartemen sendirian.


setengah jam membereskan apartemen dan akhirnya apartemen Nathan pun bersih berkat kecekatan Heera.


Nathan masih belum keluar dari kamarnya, Heera pun memilih untuk memasak.


"Kak Nathan mungkin lagi kerja kali yah?" Tanya Heera pada dirinya sendiri. Karena biasanya menang seperti itu, jika Heera datang ke apartemen Nathan kemudian membersihkan nya, Nathan selalu keluar dari kamar setelah ia beres bersih-bersih dan memasak dan setiap Heera tanya mengapa lama? Nathan selalu menjawab, bahwa ia sedang memeriksa pekerjaan.


"Kak Nathan? "


Tok.... Tok...


Tok... Tok...


Tok... Tok...


"Kak, makan kak! makanannya udah siap. " Panggil Heera pada Nathan.


Nathan yang tengah tertidur pun segera bangun dan mencuci wajah.


Ceklek


"Makan Kak. " Ajak Heera sembari tersenyum saat Nathan membuka kamarnya.


"Ah, yah. Maaf yah Heera Kakak nggak bantu kamu, ini pekerjaan Kakak banyak banget lho. " Ucap Nathan dengan nada menyesal.


"Nggak papa. " Jawab Heera sembari tersenyum, merekapun berjalan bersama menuju meja makan. Di sana sudah tersaji berbagai menu.


Flashback off


"Kenapa dulu aku begitu bodoh?" Gerutu Heera, setiap kali Ia mengingat saat-saat bodohnya ketika dengan Nathan, rasa marah, sakit hati, benci, jijik,pokoknya semua Ia rasakan, kecuali rasa cinta dan bahagia tentunya.


"Lo emang bodoh Heera!" Ucap Ajeng yang entah sejak kapan masuk ke ruangan Kai.

__ADS_1


Heera menatap Ajeng heran "Bagaimana kau bisa masuk kemari?" Tanya Heera.


"Bodoh! tentu saja lewat pintu!" Jawab Ajeng kemudian duduk di samping Heera, dan tanpa permisi Ia meminum cokelat panas milik Heera.


"Heii!! itu bekasku!" Ucap Heera cepat.


"Ahhh." Ajeng menyimpan kembali cangkir yang berisi cokelat panas itu.


"Lah,kalo bekas lo, kenapa emangnya?" Ajeng malah balik bertanya.


"Sampai kapan kau akan merubah kebiasaanmu itu?" Tanya Heera sambil menggelengkan kepalanya, Ia lantas mematikan laptopnya.


"Sammmpaii..." Ajeng terlihat berfikir.


"Sampai gue bosen atau lupa buat nggak ngelakuin itu lagi!" lanjut Ajeng


"Dasar!" Cibir Heera.


"Alah, sendiri juga gitu! lo lupa? dulu lo seberapa bodohnya? udah gue ingetin juga jangan ama si Nathan! jangan ama si Nathan! tapi tetep aja nggak nurut! selalu jawab 'Kak Nathan itu baik, aku yakin kok! dia nggak akan khianati aku', Huh!" Cibir Ajeng balik, Ia meniru kata-kata Heera kalau menjawabnya ketika Ia sedang menasehati Heera.


"Ish!! jangan diingetin dong!!bikin orang kesel aja!!" Protes Heera.


"Emang gitu kenyataannya, kan?"


"Terserah!"


"Oh yah! bagaimana kabar paman dan bibi?" tanya Heera


Huft


Ajeng menghela nafas.


"Itu dia, tujuan gue datang kemari buat curhat soal itu!"


"Kenapa lagi? apa paman dan bibi masih memaksamu menikah?" Tanya Heera.


Ajeng mengangguk. "Iyah! kesel tau Heera!!! apalagi mereka bilang, 'Kamu itu harus rubah penampilan! masa anak cewek bajunya gitu, makin nggak laku aja' Kan kesel Heeraaa!!!" Ajeng menirukan kata-kata kedua orangnya yang selalu menyuruh Ia merubah penampilan dan menikah.


Heera terkekeh,karena tiruan Ajeng itu sama persis dengan ucapan ayahnya itu. "Ajeng! dengerin aku! mereka itu ingin yang terbaik untuk kamu, meski dengan cara seperti itu! aku yakin!"


Tut.... Tut....


Ponsel Ajeng berdering.


"Siapa sihh?" Gerutu Ajeng.


Ajeng menatap malas siapa yang menelponnya. "Siapa?" Tanya Heera.


"Orang yang baru aja kita gibahin!" Jawab Ajeng, lantas kemudian Ia mengangkat sambungan telpon itu. Heera terkekeh dengan jawaban Ajeng.


"Hal---


" Ajeng Pramesti Ramadhani!!!! kenapa malah kabur!!! sini kamu!! kapan kamu nikahnya kalau kamu gini terus Ajeng!!! Papa juga pengen cepet dapet cucu!! apa kamu mau papa modar sebelum dapet cucu!! kamu mau jadi anak durhaka!!!?kamu mau jadi perawan tua hah!?apa kamu nggak ingin punya makhluk kecil yang imut menggemaskan,yang bisa dicubut-cubit, yang bisa kamu timang-timang?"ocehan panjang lebar itu membuat Ajeng menjauhkan handphone itu dari telinganya.


"Papaaaa!!! apa-apaan sih!!? ngomongnya nggak jelas banget!! ngawur tau!!!"

__ADS_1


__ADS_2