
"Bagaimana?" tanya Mervan.
"Aku sudah masuk, menuju ruang Heera di sekap! begitu mendapat kode dariku, serang mereka," jawab Kai dari seberang, mereka kini saling menghubungi lewat earphones.
Kai yang kini berubah menjadi Charlie, masuk menuju ruangan Heera disekap lewat sebuah jalan yang sudah Ia tandai sebelumnya.
Bugh
"Shh.... ini begitu sakit," ringis Kai
Heera memperhatikan Kai, yang dengan cerobohnya malah terjun begitu saja dari atap.
Kenapa tidak memakai tali? pikir Heera.
Kai bangun dari posisinya,matanya membulat melihat keadaan Heera.
"Apa yang terjadi?" tanya Kai sambil membuka semua ikatan Heera, Ia meringis melihat luka di tubuh Heera, hatinya begitu sakit melihat semua itu, amarahnya mencuat, Ia kesal dengan dirinya yang datang terlambat.
Prepeetttt...
Suara lakban dibuka terdengar begitu jelas, Heera memeluk pinggang Kai yang berdiri didepannya, Ia menyandarkan tubuhnya yang terasa begitu lelah.
"Apa si bre*gsek itu yang melakukan ini?" tanya Kai nyalang.
"Hem!" jawab Heera dengan gumaman.
"Lihat Aku!" Kai membuat wajah Heera mendongak, Ia meringis melihat lebam dipipi Heera.
Heera terkekeh, melihat ekspresi Kai, dan itu membuat Kai tidak suka.
"Kenapa, masih bisa tertawa?kau lihat luka di pipimu?dan ini! luka cambuk ini?" kesal Kai.
"Kau, berlebihan!" ucap Heera sambil menepuk pinggang Kai, kemudian berdiri, Ia lantas membuka satu persatu baju yang melekat ditubuhnya, Ia menggeleng dengan ekspresi Kai yang lebai.
Setelah baju yang ada noda darah itu terlepas, terpampanglah sebuah baju lagi yang menjadi pelindung tubuh Heera dari cambukan Nathan.
"Kau, harus diberi piala aktor terbaik Kai!" celetuk Heera, membuat Kai tertawa.
'Yap! mereka sudah memperkirakan ini sebelumnya.
"Ini sangat gerah!"
Heera lantas membuka pelindung itu, hingga menyisakan baju kaos dan celana jeans selutut.
Kai menghentikan tawanya, Ia mendekat pada Heera kemudian memegang pipinya.
"Sshh..." ringis Heera.
"Sakit, hem?" tanya Kai lembut, membuat hati Heera bergetar, namun buru-buru Ia menepisnya. Heera mengangguk mendengar jawaban Heera.
Kai meniup pelan lebam dipipi Heera, meski untuk luka cambuk itu tidak melukai Heera, namun luka dipipi ini juga membuat amarah Kai pada Nathan berkobar, Ia tidak suka miliknya disakiti. Tawanya tadi hanya agar Heera terhibur.
"Kai! sudahlah! ini tidak apa-apa!"ucap Heera sambil melepas tangan Kai yang berada dipipinya.
" Kau tidak suka aku menyentuhmu?"tanya Kai tidak suka.
"Eh? bukan itu maksudku!" jawab Heera cepat.
"Hei! mengapa kalian malah romantis-romantisan?cepat! apa sudah beres?" tanya Daniel dari seberang.
"Ck! menganggu saja! iyah kami sudah selesai! kalian bisa lakukan sekarang!" ucap Kai.
__ADS_1
"Ayo!" ajak Kai pada Heera.
Kai dan Heera memasang kuda-kuda, lantas kemudian...
Brak
Mereka mendobrak pintu itu, di saat bersamaan, Mervan, Daniel, Ajeng dan Ray serta anak buah mereka menyerang tempat itu.
"Hei!" ucap dua penjaga yang menjaga ruangan Heera. Tanpa berlama-lama, Heera dan Kai menyerang keduanya.
Bugh
Bugh
Bugh
Bugh
Mereka berhasil melumpuhkan dua penjaga itu.
"Hei! siapa disana!" teriak penjaga lain, Heera dan Kai lantas berlari dari sana.
Di sisi lain, Mervan, Daniel, Ray, dan Ajeng serta anak buah mereka tengah baku hantam dengan anak buah Nathan.
"Apa Kai dan Heera, sudah keluar?" tanya Ajeng, sembari menghindar dari pukulan lawan.
Bugh
Bugh
"Iyah, mereka sudah keluar dari ruangan, hanya saja sekarang mereka sedang bertarung seperti kita!" jawab Mervan.
Bugh
Bugh
"Si*l! siapa mereka?" umpat Nathan saat melihat Mervan, Daniel, Ajeng dan Ray yang tengah bertarung.
"Laki-laki itu asisten Charlie Kai Harish? mengapa dia bisa di sini?" gerutu Nathan.
Nathan kemudian melihat rekaman CCTV yang lainnya, matanya membulat sempurna, melihat Heera dan Kai yang Ia anggap Charlie sedang bertarung dengan anak buahnya.
Ia kemudian melihat seluruh rekaman CCTV yang Ia pasang.
"Si*l! aku terjebak!" umpat Nathan. Ia lantas segera kabur dari sana dengan mengendap-endap.
Tepat di sebelah timur dimana Nathan berdiri sekarang,Kai dan Heera tengah berlari dari kejaran anak buah Nathan.
Nathan yang tahu Kai dan Heera akan keluar dari sebelah timurnya, Ia pun pergi lewat jalur selatan, Nathan terus mengendap-endap hingga Ia harus bertemu dengan Ajeng dan Ray.
"Hei!" teriak Ajeng.
"Si*l!" umpat Nathan, Ia lantas kembali berbalik dan berlari.
"Ayo kejar!" ajak Ajeng.
Nathan yang dikejar Ajeng dan Ray, harus kembali terkena sial, karena Heera dan Kai yang berhasil melumpuhkan anak buah Nathan hampir bertubrukan dengannya.
Kenapa bisa terjepit begini?!gerutu Nathan dalam hati.
Mendapatkan ide, Ia lantas dengan cepat berlari dan membawa Heera.
__ADS_1
"Hei! lepaskan!" bentak Heera.
Kai yang berdiri di samping Heera tentu saja kaget.
"Kenapa tidak dicegah!?" teriak Ajeng saat Kai berlari mengejar Nathan dan Heera.
"Di saat seperti ini, kau masih bisa menyalahkan orang lain!" cibir Ray, sambil berlari.
"Alah, situ ngomong juga apa bedanya?" balas Ajeng sarkas. Membuat Ray bungkam.
"Lepaskan Heera!" teriak Kai.
"Tidak akan!" ucap Nathan yang tengah mencekik lengan Heera dengan pistol yang ditodongkan tepat di samping kepala Heera.
Posisi Nathan agak terjepit sekarang, karena tidak ada jalan keluar, selain berlari ke sebelah kirinya, hanya saja Ia tidak bisa kesana karena Kai juga menodongkan pistol padanya.
"Jangan gegabah! lepaskan Heera!" teriak Kai.
Ajeng dan Ray yang baru tiba membulatkan mata mereka, melihat nyawa Heera berada di ujung tanduk.
"Ba*ingan! lepaskan Heera!" teriak Ajeng.
"Tidak akan! mundur kalian semua! atau Heera kutembak!" teriak Nathan.
Bugh
Bugh
Kai, Ray dan Ajeng terpaksa mundur, Nathan bergerak sambil membawa tubuh Heera sebagai sandra.Namun, diluar dugaan Nathan, Heera memanfaatkan kesempatan saat Ia lemah dengan menendang tubuhnya, sehingga Ia mundur beberapa langkah setelah itu Heera memukul wajahnya. Tak tinggal diam, saat Heera hendak kembali memukul,
Dor
Nathan menembak Heera. Heera memegang bahunya yang tertembak, darah segar keluar dari lukanya.
Bugh
Nathan menendang kaki Heera sehingga Heera terjatuh.
Dor
Dor
Kai menembak sembarang pada Nathan, membuat Nathan bergegas kabur, Ray pun mengejar Nathan yang berlari.
"Heeraaaa...!" teriak Kai.
Nathan terus berlari dibawah kejaran Ray, hingga Ia harus bertemu dengan Mervan dan Daniel.
Dor
Dor
Nathan menembak ke arah Mervan dan Daniel, membuat mereka berusaha menghindar.
"Jangan biarkan dia lari!" teriak Ray,
Dor
Dor
Nathan kembali menembak, membuat Mervan dan Daniel kesulitan untuk menangkapnya.
__ADS_1
"Dia sudah menembak Heera! jangan biarkan lari!" teriak Ray lagi