
Baron yang baru kembali dari perjalanan bisnisnya, terkejut bukan main saat Anne menelponnya dan marah-marah mengatakan kalau ia sudah berani berselingkuh.
Ia lekas pulang, karena jika tidak buru-buru pulang bisa saja Anne datang menyusul ke kantor dan membuat keributan. Jika keributan ini terendus media, saham perusahaannya bisa saja anjlok. Karena mereka akan membicarakan skandal dirinya dengan seorang model dan itu akan membuat citra dirinya buruk.
"Kau! Apa kau selingkuh dariku?" teriak Anne, begitu Baron masuk ke dalam rumah.
Baron menatap datar pada Anne.
"Kalau kau bisa berselingkuh, kenapa aku tidak?" tanya Baron.
Anne mengepalkan tangannya, ia tidak suka Baron mengungkit-ungkit perselingkuhannya dulu. Tapi, itu tidak bisa dianggap perselingkuhan, karena dia tidak berhubungan dengan pria itu, dia hanya mencintai dan terobsesi pada pria itu tidak lebih.
Berbeda dengan Baron yang bahkan sampai membuat selingkuhannya hamil.
"Jangan menyudutkanku! Aku tidak berselingkuh sama sekali! Jangan menyalahkan orang lain ketika kau terbukti bersalah, Baron..!!!" teriak Anne.
Baron mendengus, ia tidak suka ketika Anne berteriak atau bahkan mendominasi dalam hubungan.
"Berapa wanita yang kau kencani hah? Katakan! Sudah berapa banyak wanita yang hamil karenamu? Katakan!! Sudah berapa lama kau berselingkuh dariku Baron!!? Katakan...!!?" Anne memukul-mukul dada bidang Baron.
Brak
Dengan kasar Baron mendorong tubuh Anne, hingga tubuhnya jatuh terduduk di lantai.
"Diam..!!" bentak Baron.
"Kau!" Baron menunjuk Anne.
"Kau hanya seorang istri disini! Maka menurutlah padaku, dan jangan banyak protes!" Baron menatap tajam mata Anne, begitupula Anne yang balik menatap nyalang pada Baron.
"Kau ingin tau aku berselingkuh sejak kapan hah? Kau ingin tau? Biar kuberi tahu! Aku berselingkuh sejak kau masih terobsesi pada Karan! Kau dengar! Aku sudah banyak mengencani wanita! Dan salah satunya yang kini tengah ramai di beritakan! Yah! Aku berselingkuh dengan Ishani dan membuatnya hamil kau--
Bugh
Bugh
Bugh
Nathan memukul wajah dan perut Baron. Baron yang hendak membalas tak sempat karena Nathan kembali menyerangnya.
__ADS_1
Bugh
Bugh
"Akhh... Nathan...! Apa yang kau lakukan!!?" teriak Anne.
Bugh
Bugh
Nathan tidak mendengarkan teriakan Anne, emosinya membuncah mendengar pengakuan Baron.
"Apa yang kau lakukan?" teriak Baron, tubuhnya terasa remuk, Nathan memukulnya tanpa henti.
"Kau! Kau sudah membuat Ishani bunuh diri! "
Bugh
Bugh
Angra yang baru tiba terkejut melihat Nathan memukuli ayahnya. Ia lantas berlari dan memegang tangan Nathan.
"Nathan....!!Apa yang kau lakukan...!?" teriak Angra, matanya melotot melihat Nathan.
"Lepaskan!" sentak Nathan, membuat pegangan Angra terlepas.
"Kau! Ayahmu itu benar-benar breng*ek!" teriak Nathan.
"Apa maksudmu? Aku tidak terima jika kau menghina ayahku!!" teriak balik Angra.
Nathan dan Angra saling tatap, dalam mata mereka sama-sama menyimpan kilat kemarahan.
"Cih! Tidak terima katamu?" decih Nathan.
Angra menatap heran pada Nathan, ia merasa aneh ada apa sebenarnya? Hal apa yang membuat Nathan begitu marah?
"Kau tidak terima?Lalu bagaimana dengan diriku yang harus kehilangan kekasihku karena ayahmu yang bre*gsek itu!!!" teriak Nathan tepat di depan wajah Angra.
Deg
__ADS_1
Angra jelas terkejut mendengar teriakan Nathan barusan. Begitu pula Anne dan Baron.
"Apa maksudmu?"
"Kau masih belum paham juga?" dengus Nathan.
"Ishani!? Kau kenal Ishani? Dia kekasihku!! Dan ayahmu yang bren*sek itu berani-beraninya dia melakukan affair dengan Ishani!! Aku sangat menyesal menikah denganmu! Jika kutahu ayahmu yang menyebabkan Ishani tewas tak sudi aku menikah denganmu, bahkan untuk menyentuhmu barang seujung kuku!"
Plak
Angra menampar Nathan. Nafasnya naik turun.
"Jaga ucapanmu, Nathan Ivander!!" bentak Angra.
Nathan memegang pipinya yang terasa panas karena tamparan Angra barusan.
"Kau! Berani-beraninya menamparku, hah?"
Nathan hendak melayangkan tangannya pada Angra, namun Anne buru-buru mencegahnya.
"Apa yang kau lakukan? Jangan melayangkan tanganmu pada Angra! Dia itu istrimu!"
"Cih! Tidak untuk besok!" ucap Nathan, sebelum akhirnya berbalik untuk pergi dari rumah.
"Nathan!!" teriak Angra, ia hendak mengejar namun Anne mencegahnya.
"Biarkan dia menenangkan dirinya terlebih dahulu!" ucap Anne.
"Tapi---
" Menurutlah!"
Angra lantas mengehembuskan nafasnya kemudian berlalu untuk pergi ke kamar.
Baron yang masih terdiam sambil mengusap-usap bagian tubuhnya yang terkena pukulan Nathan.
Dalam hati dia bertanya-tanya bagaimana bisa Ishani menjadi kekasih Nathan?
"Ini semua karena dirimu! Jika rumah tangga putriku hancur, itu semua karena dirimu!" bentak Anne, sebelum akhirnya pergi.
__ADS_1
Baron mendengus kesal, ia juga tidak akan pernah membiarkan rumah tangga putri satu-satunya kandas di tengah jalan.
Nathan yang melajukan mobilnya meninggalkan rumah keluarga Candramaya, lantas memutuskan untuk menemui Mesti. Ia butuh seseorang yang bisa memberikan ketenangan dan itu hanya Mesti,karena sikap Mesti yang hampir sama dengan Ishani, membuat Nathan merasa tenang bila bersamanya.