
"Heeraa!!!" Charlie berlari dengan berteriak. Ia menyingkirkan pria itu dari hadapan Heera
Bugh
Bugh
Bugh
Bugh
Charlie memukul membabi buta pria yang hendak melecehkan Heera. Pria itu terkapar, namun Charlie masih terus memukulnya.
Heera yang masih dalam keadaan terikat dengan banyak memar ditubuhnya, gemetar melihat itu, namun Ia puas, setidaknya laki-laki yang hendak melecehkannya itu tidak berdaya.
"Bre*gsek!! Rasakan ini!!"
Bugh
Bugh
"Hei!! apa yang kau lakukan!!" Teriak seorang pria, bisa Charlie tebak pria itu adalah teman pria yang Ia buat babak belur.
Pria itu mendekat pada Charlie dan hendak memukulnya, namun Charlie mengelak dan terjadilah duel diantara mereka.
Charlie menyerang dengan penuh amarah, membuat pria itu kewalahan.
Bugh
Bugh
Bugh
Bugh
Pria itu juga ikut babak belur seperti temannya. Charlie menatap mereka dengan nafas naik turun,kemudian Charlie ingat sesuatu.
"Heera!?" Gumam Charlie sambil berbalik dan ternyata Ia melihat Heera tergeletak pingsan.
"Heeraaa!!!" Teriak Charlie
"Hei! bangunlah!! jangan buat aku makin merasa bersalah! Heera!! bangunlah!!" Ucap Charlie menepuk pipi Heera, namun Heera tak kunjung bangun.
Charlie membuka ikatan di tubuh Heera, Ia meringis melihat banyak luka lebam di wajah,kaki serta tangan Heera.
"Heera, maafkan aku." Ucap Charlie lirih, kemudian hendak menggendong Heera.
"Apakah dia berat?" Gumam Charlie, sesaat sebelum menggendong Heera. Namun, dugaan Charlie salah, karena bobot Heera tak seberat dulu. Ia pun bisa menggendong Heera.
"Kau berusaha dengan sangat baik, Heera!" Ucap Charlie.
Charlie perlahan menaiki undakan tangga itu. Ia cukup bersusah payah, karena meski bobot Heera berkurang, namun masih cukup berat. Sampainya di atas, Charlie melongok mencoba mengamati situasi dan ternyata aman. Ia pun keluar dari jalan itu.
Charlie memutuskan untuk membawa Heera lewat jalan belakang. Saat diluar Ia melihat seseorang dan orang itu melihat Charlie.
"Si*l." Umpat Charlie dan mau tidak mau Ia harus berlari dengan membawa tubuh Heera yang berat.
"Hei!!! jangan membawa pergi dia!!" Teriak orang itu.
Charlie terus berlari, yang ada dipikirannya sekarang adalah harus lari dari orang itu, sehingga bobot Heera yang berat tak terlalu dipikirkannya.
__ADS_1
Di sisi lain, Ray yang tengah diganggu oleh Seny kaget kala seorang penjaga di rumah bordil itu memberitahu pada Seny kalau seseorang membawa kabur Heera.
"Apa!! Kejar, mereka!!" Teriak Seny, Ia kemudian berlari menuju belakang.
Ray mengode kedua anak buahnya untuk berlari.
Seny yang sadar sesuatu kembali berbalik. Ia melotot melihat Ray dan dua orang itu berlari keluar.
"Hei!! Tangkap mereka!! mereka juga terlibat!!" Teriak Seny.
Ray dan dua anak buah itu harus menghadapi beberapa penjaga. Mereka cukup kewalahan, karena sepuluh banding tiga, jelas tidak seimbang.
Ray melihat siluet Charlie yang sepertinya tenaga berlari dengan menggendong Heera. Ia yakin Charlie butuh bantuan dan Ia harus segera mengalahkan mereka.
Bugh...
Bugh....
Charlie yang masih berlari itu merasa senang, karena Ia sudah dekat dengan mobilnya.
"Hei!! Berhenti!!" Teriak orang yang masih mengejarnya.
Charlie menambah kecepatan larinya, hingga Ia sampai di samping mobilnya. Buru-buru Charlie membuka mobil dan memasukan Heera.
Brugh
Charlie menutup pintu mobil dan dengan secepat kilat Ia melajukan mobilnya.
"Huh! selamat." Ucap Charlie.
Saat mobil Charlie pergi, mobil Mervan, Daniel dan Ajeng datang.
Heera langsung dibawa ke ruang IGD.Suster mendatangi Charlie.
"Tuan, sebaiknya Anda mengisi formulir ini terlebih dahulu." Ucap Suster itu.
Charlie langsung menerimanya dan mengisi formulir itu.
"Terimakasih Tuan."
"Tolong selamatkan dia!" Pinta Charlie
"Kami akan berusaha sebisa kami, Tuan!? " Jawab Suster itu sebelum akhirnya pergi.
Charlie mondar mandir di depan ruang IGD, cukup lama Ia menunggu, hingga rombongan Rey dan Mervan datang, hanya Ajeng yang tak ikut karena harus mengurus sesuatu.
"Bagaimana keadaan Heera?" Tanya Mervan.
"Masih ditangani dokter." jawab Charlie menunduk.
Ceklek
Pintu IGD terbuka, mereka langsung memberondong dokter itu dengan banyak pertanyaan.
"Tenanglah, Tuan! Nona Heera sudah melewati masa kritisnya. Ia mengalami luka pukul yang parah, serta dehidrasi yang berlebihan.Sepertinya sebelum Ia mengalami kekerasan itu, Ia terlalu memaksakan diri menurunkan berat badannya dan itu tidak baik dan juga sepertinya Nona Heera belum makan sama sekali, itu makin berdampak buruk pada tubuhnya."
"Apa itu berbahaya Dok?" Tanya Charlie
"Untuk sekarang tidak! karena kami sudah memberikan penanganan, namun untuk kedepannya tolong lebih diperhatikan lagi! jika terjadi lagi mungkin keadaannya akan lebih parah!kami akan memindahkan Nona Heera ke ruang rawat."Jelas Dokter.
__ADS_1
Charlie, Ray, Mervan dan Daniel menghembuskan nafas, lega.
"Terimakasih banyak, Dokter!" Ucap Mervan.
"Sudah menjadi tugas kami, Tuan." Jawab Dokter itu kemudian pergi.
Daniel menatap Charlie nyalang, kemudian
Bugh
Bugh
tiba-tiba Ia memukul Charlie.
"Itu hadiah dariku, untukmu! gara-gara dirimu Heera seperti ini! Bre*gsek!" Bentak Daniel, Ia menyeret Charlie keluar dari rumah sakit. Charlie melawan, "Apa yang kau lakukan!? " Bentak Charlie.
Bugh
Daniel kembali memukul Charlie.
"Diam br*ngsek!!Kau sudah membuat Heera celaka!!" Bentak Daniel.
"Niel! tenangkan dirimu!" Ucap Mervan.
"Jangan mencegahku untuk sekarang! laki-laki ini dia sudah membuat Heera diculik! Cih! kau sengaja bukan melakukan ini? Kau ingin mengetes Heera Hah?" Teriak Daniel.
"Niel!" Cegah Mervan.
Seorang Suster datang. "Tuan, tolong Anda jangan ribut di sini! ini rumah sakit." Ucap Suster itu.
"Baik, Sus! saya akan membawa mereka, agar tidak ribut di sini!" Ucap Ray.
"Tolong dikendalikan Tuan." Ucap Suster itu lagi sebelum benar-benar pergi.
"Kita bicarakan ini di luar!" Ucap Mervan.
Akhirnya, mereka memilih berjalan keluar dengan tenang. Saat di luar, Daniel kembali hendak memukul Charlie, namun kali ini Charlie dapat mengelak.
"Niel!" Ucap Mervan.
"Ada apa dengan dirimu? sejak tadi kau terus memukulku!" Tanya Charlie.
"Itu, karena kau yang membuat Heera seperti ini!! Karena rencana konyolmu itu, Heera sampai diculik!! suami macam apa, kau!!" Bentak Daniel.
Charlie merenungi ucapan Daniel, benar ini adalah salahnya. Ia yang merencanakan ini dan membuat Heera diculik.Tapi, Charlie pikir Ia tidak sengaja, mengapa harus disalahkan?
"Aku tidak sengaja! ini diluar rencanaku!" Jawab Charlie.
"Cih! tidak sengaja, diluar rencanamu tapi tetap saja, bukan!! jika kau tidak membuat rencana itu, Heera tidak akan seperti ini!!" Cibir Daniel.
"Itu menurutmu! menurutku, aku tidak bersalah dalam hal ini! aku tidak berniat membuat Heera celaka! lagi----
Bugh
Bugh
Kini giliran Ray yang memukul Charlie.
" Ray?"Teriak Charlie.
__ADS_1
"Pukulan untuk kesombonganmu itu!!" Ucap Ray