
Heera yang berada di alam mimpi merasakan tubuhnya basah dan dingin.Mencoba mengabaikan, Heera lantas membalikkan tubuhnya namun bukannya menghilang rasa dingin dan basah yang dirasakan makin menjadi. Heera lantas membuka matanya perlahan dan betapa terkejutnya Heera saat melihat hamparan air di depannya.
"Apa ini? Kenapa semuanya air doang?" gumam Heera.
aku mati? Mana mungkin? Ini surga? Mana mungkin? Nggak...Nggak...
"Kyaaa....! Nggak mau mati sekarang...!!" teriak Heera sambil berdiri, dia hendak berlari namun Heera menyadari sesuatu.
"Kalo mati, aku mati karena apa?" gumam Heera, dia melihat kakinya manapak di pasir. Telinga Heera menangkap suara tawa seseorang, dia lantas mengarahkan kepalanya ke asal suara tawa.
Tangan Heera mengepal, dengan wajah memerah melihat Kai tertawa terpingkal. Melihat tawanya saja sudah membuat Heera paham apa yang terjadi.
"Kaaaaaii...!" teriak Heera sambil berlari mengejar Kai. Kai yang terkejut Heera akan menyadarinya secepat itu lantas berlari menghindar agar tidak tertangkap Heera.
"Awas kau Kai...!! Kau mengerjaiku," teriak Heera lagi.
"Hahaa, tangkap aku...!" teriak Kai dengan lidah menjulur membuat Heera makin geram saja.
Heera mempercepat larinya, kakinya yang kotor tidak dia hiraukan,begitu pula rasa dingin di tubuhnya otu semua tidak Heera hiraukan, yang ada dalam benak Heera sekarang adalah menangkap Kai.
Kai yang merasa Heera tidak bisa menyusulnya pun tertawa-tawa, senang sekali mengerjainya. Kai berbalik ke belakang dan tidak melihat Heera dimanapun,sontak itu membuat Kai panik.
"Heera...?" teriak Kai.
"Heera...?!" teriak Kai lagi.
Suasana pantai masih sepi, tapi mata Kai tidak melihat tubuh Heera dimanapun. Makin panik, Kai pun kembali berlari ke tempat tadi dan masih sama, nihil! Tidak ada Heera.
__ADS_1
"Heeraaaa....!" teriak Kai lagi, kali ini matanya mulai memerah, Kai takut Heera kembali diculik. Hingga Kai merasakan seseorang menerjangnya dari samping dan membuatnya jatuh ke air.
Bruk
Brush...
Kai mengusap wajahnya yang terkena air laut, matanya menatap Heera yang sekarang tengah tertawa, ternyata pelaku yang membuatnya jatuh ke air adalah Heera. Tidak mau rugi, Kai lantas menarik tangan Heera membuat Heera terjatuh ke air bersamanya.
"Kyaaaaa....!"
Brush...
Beruntung karena ditepi tentu saja air laut dan ombaknya tidak terlalu besar.
"Kaiii...!" teriak Heera tidak terima.
"Hahahaha...Kita imbas," ucap Kai sambil mencipratkan air ke arah Heera, membuat Heera balas mencipratkan air kearahnya.
Dalam perjalanan awalnya baik-baik saja, hingga Kai harus mengerem mendadak saat sebuah mobil berhenti tepat di depan mobil mereka.
"Kai, siapa mereka?" tanya Heera.
"Jangan bilang kalau kau mempunyai musuh disini?" ucap Heera lagi.
"Tidak, aku tidak mempunyai musuh disini," jawab Kai, matanya menatap lurus ke depan melihat dua orang keluar dari dalam mobil. Kai pun melepaskan seatbelt nya.
"Kau tunggu disini," ucap Kai pada Heera.
__ADS_1
"Tidak! Aku akan ikut denganmu. Kita lawan mereka bersama," tolak Heera. Dia juga melepaskan seatbeltnya.
"Heera?" Kai tidak setuju dengan apa yang Heera putuskan.
"Apa? Jangan mencegahku, jika kau mecegahku, maka kau saja yang diam didalam dan aku yang akan melawan mereka berdua sendirian!" Heera tetap keukeuh, dia lantas membuka pintu membuat Kai mau tak mau membiarkanĀ Heera ikut bertarung.
Kedua orang berpakaian serba hitam,serta wajah ditutupi masker terkekeh melihat Kai dan Heera berjalan ke arah mereka.
"Punya nyali juga kalian!" ucap salah satu dari dua orang berpakain hitam tersebut dalam inggris.
Bugh
Bugh
Tanpa aba-aba ataupun basa basi menjawab ucapan orang tersebut, Heera melayangkan pukulannya pada mereka.
Kai memejamkan matanya, kenapa gegabah...? pikir Kai.
"Kau cukup gesit juga."
Bugh
"Jangan banyak omong!" ucap Heera lagi.
Dua orang berpakaian serba hitam itu menjadi geram dan akhirnya perkelahian pun tidak dapat dielakkan. Kai lantas ikut membantu, sehingga seimbang dua lawan dua.
Mereka saling memukul dan menendang, gerakan mereka sama-sama gesit. Membuat kedua kubu sama-sama kewalahan.
__ADS_1
Bugh
Heera tersungkur, membuat Kai buru-buru mendekat pada Heera dan kesempatan itu digunakan kedua orang berpakaian untuk menangkap mereka.