Buruk Rupa?

Buruk Rupa?
Alasan Nathan membenci Heera


__ADS_3

Nathan menghempaskan tubuhnya di sandaran kursi kerjanya.


Huft


Matanya menerawang, mengingat masa lalu


Flashback on


Nathan berlari keluar dari lift gedung apartemen kekasihnya. Nafasnya naik turun, wajahnya begitu menampakkan kekhawatiran.


Setelah passcode apartemennya ia tekan, dengan segera Nathan masuk ke sana.


"Ishani..!" teriak Nathan, matanya menelusuri ruangan itu, namun tidak ada.


"Dimana, dirimu, sayang....!?" teriak Nathan, air matanya luruh keluar dari kedua matanya. Ia bingung, kesal, sedih, karena tiba-tiba saja Ishani, kekasihnya memutuskan Ia begitu saja dan lagi, kekasihnya itu mengirim sebuah kalimat yang membuat dada Nathan sesak.


Aku sudah tidak sanggup hidup lagi, di dunia ini. Selamat tinggal Nathan, maaf memutuskanmu secara sepihak.


Mendapatkan pesan seperti itu, rasa-rasanya dunia Nathan runtuh seketika.


"Ishani....!" teriak Nathan lagi, Ia lantas bergegas masuk ke kamar kekasihnya. Namun, nihil tidak ada siapapun di sana, sampai Nathan mendengar suara orang-orang yang berteriak.


"Jangan...!"


"Turun! hei! turun!"


Itulah suara-suara yang Nathan dengar.


"Ada apa? kenapa mereka berteriak?" gumam Nathan, hingga di balkon kamar itu, Nathan melihat siluet tubuh kekasihnya.


"Ishani!"teriak Nathan bahagia.


Ishani menengok ke belakang, karena mendengar suara Nathan.


" Aku sudah tidak kuat! hidupku hancur! selamat tinggal Nathan!"


Setelah berkata begitu Ishani meluncur terjun bebas dari lantai 12 di mana apartemen miliknya berada.


"Tidak! tidak! tidak! Ishani....!!" teriak Nathan sambil berlari mencoba menyelamatkan kekasihnya.


"Ishaaanniii....!" teriak Nathan, karena ia gagal menyelamatkan kekasihnya.


Flashback off


Tangan Nathan mengepal, setiap kali mengingat kejadian itu.


"Heera! kau harus merasakan rasa sakit yang Ishani rasakan! karena dirimu, kekasihku harus tiada!" ucap Nathan dengan pandangan menggelap.


Nathan menuduh Heera sebagai penyebab kekasihnya bunuh diri, dikarenakan ia menemukan sebuah poster di kamar kekasihnya yang menuliskan bahwa ia gagal memenuhi impiannya, menjadi juara dalam kontes kecantikan.

__ADS_1


Nathan tidak tahu, kalau kekasihnya itu kalah dalam kontes kecantikan. Karena saat itu ia tengah berada di luar negeri dan baru kembali saat kekasihnya mengirim pesan kalau mereka harus putus.


Mendapati kekasihnya kalah di kontes kecantikan tersebut, Nathan yakin itulah penyebab kekasihnya sampai bunuh diri,mengingat kontes itu adalah impian,harapan dan cita-cita yang begitu diidamkan oleh Ishani.


Ia pun mencari tahu siapa pemenang kontes kecantikan itu dan pemenangnya ternyata Heera. Sejak saat itu, Nathan menyusun rencana, agar bisa membalas dendam pada Heera.


Nathan keluar dari ruang kerjanya, ada suatu hal yang harus diurusnya.


"Nathan! kau mau kemana?" teriak Angra, saat tubuh Nathan berada di ambang pintu.


"Kau tidak perlu tau, semua hal yang kulakukan!" ketus Nathan, kemudian pergi dari sana.


Mendengar jawaban Nathan yang seperti itu, Angra mengepalkan tangannya. Setelah menikah dengan Nathan, bukannya bahagia, dirinya malah menderita. Apalagi dengan tingkah Nathan yang suka berselingkuh dengan banyak wanita.


Menyesal sudah ia karena memilih Nathan untuk menjadi suaminya. Angra pikir Nathan itu tipe pria yang diidamkannya, apalagi saat bersama Heera, Nathan begitu perhatian dan sering memberikan banyak hal pada Heera. Bahkan, saat wajah Heera sudah buruk rupa sekalipun dan itu membuatnya iri dan menginginkan Nathan.


"Heera! ini semua gara-gara dirimu! aku harus menikah dengannya juga karenamu! akan kupastikan kau juga menderita, Heera!" gerutu Angra, yang malah menyalahkan Heera.


Di sisi lain, Mervan dan Daniel berjalan tergesa masuk ke ruangan dimana Heera dirawat.


"Bang? Kak? kok nafas kalian tersendat-sendat kayak gitu?" tanya Heera, saat melihat mereka yang masuk dengan nafas baik turun. Kai hanya memperhatikan mereka saja, sepertinya ada hal yang sangat penting.


"Hosh ... Hosh ... Iyah, nih! Heera! Daniel, ngajak abang buru-buru, makanya gini!" jawab Mervan yang mencoba mengatur nafasnya.


"Minum dulu, Bang! Kak!" pinta Heera, mereka lantas meminum air yang ada di sana. Mereka lantas duduk menyandar.


"Heera makan lagi buburnya!" perintah Kai, ia menyodorkan sendok yang berisi bubur itu.


Heera sebenarnya tidak ingin memakan bubur itu, karena rasa bubur itu begitu pahit dilidahnya. Namun, karena ia menghargai usaha Kai yang membuat bubur itu, ia pun memakannya.


Mervan dan Daniel yang sudah bisa menstabilkan nafasnya, lantas menegakan tubuh mereka.


"Heera! kami sudah tahu alasan si bre*gsek itu membencimu!"ucap Daniel yang enggan menyebut nama Nathan.


Heera yang mengunyah buburnya sampai tersedak. Kai buru-buru menyodorkan minum pada Heera.


Begitu mendengar Nathan kau langsung tersedak. Apa kau begitu mencintai Nathan? kesal Kai dalam hati.


Setelah bisa menelan bubur itu, Heera menatap Daniel dan Mervan.


"Apa alasannya?" tanya Heera.


Daniel lantas berdiri, ia menyodorkan amplop cokelat pada Heera. "Bukalah!" pintanya.


Heera lantas menerima amplop cokelat tersebut, kemudian membukanya.Kai yang penasaran, ikut melihat apa isi amplop itu.


Dahi Heera berkerut, ia heran melihat poto itu, poto seorang wanita yang ia kenal. Kai juga memperhatikan poto wanita itu dengan seksama.


"Poto ini?"

__ADS_1


"Itu, poto kekasih Nathan," jawab Mervan.


Heera membulatkan matanya "Kekasih Nathan? sejak kapan?"


Kai menatap tidak suka dengan reaksi Heera yang ia anggap berlebihan.


Huft


Mervan menghela nafasnya.


"Maksudnya,mantan kekasih Nathan, dia sudah meninggal karena bunuh diri, setelah kalah darimu dalam kontes kecantikan," jelas Mervan.


"Apa? Ishani sudah meninggal?" kaget Heera.


Kai, Mervan dan Daniel terkejut, ternyata Heera kenal dengan kekasih Nathan yang bunuh diri?


"Kau mengenalnya?"tanya Kai.


" Yah, aku mengenalnya, karena dia ikut kontes kecantikan yang sama denganku,"jawab Heera dengan menerawang.


"Ceritakan apa saja yang kau tau tentangnya!" pinta Kai.


Heera menghela nafasnya, sedikit hatinya terasa sakit. Kai memperhatikan tingkah Heera yang gelisah.


Huft


"Ishani itu, dia wanita baik," ucap Heera mengawali ceritanya mengenai Ishani.


Flashback on


Heera dan Ishani mereka sama-sama masuk ke babak final. Semua awalnya baik, hingga Heera melihat Ishani yang sembab.


Heera yang merasa harus memberikan perhatian pada temannya, lantas bertanya dan tanpa disangka, Ishani malah menangis.


"Kenapa? ada apa? katakanlah!" ucap Heera yang memeluk Ishani.


"Hiks... Hiks... Aku hancur," ucap Ishani yang berada dipelukan Heera.


"Kenapa? kau hancur kenapa?" panik Heera.


"Aku, aku, aku hamil... hiks...." tangis Ishani, mendengar ucapan Ishani, itu Heera menengok ke sana, kemari, takut ada yang mendengar. Karena jika ada yang mendengar bisa-bisa Ishani dikeluarkan dari kontes ini.


"Ayo! ikut denganku!" ajak Heera, ia membawa Ishani ke toilet. Tangis Ishani pecah ditoilet itu.


Heera hanya mampu menenangkan Ishani dengan mengusap-usap punggungnya.


Setelah reda, Heera membantu Ishani membasuh wajahnya.


Flashback off

__ADS_1


__ADS_2