
Jika Angra tengah mencoba menjebak Heera, lain halnya dengan Nathan yang tengah cari muka dengan salah satu pemilik perusahaan H'La Company, sebuah perusahaan ternama ke-dua setelah perusahaan Kai.
"Selamat datang, Nona!" Sapa Nathan, Ia menyunggingkan senyumnya, pada pemilik perusahaan itu yang terlihat sangat menawan, meski menggunakan cadar di wajahnya.
(NOTE:CADAR DI SINI, BUKAN NIQAB, YAH, MELAINKAN CADAR YANG BISA DIGUNAKAN OLEH YANG BERHIJAB, MAUPUN YANG TIDAK BERHIJAB)
"Terimakasih, sambutannya, Tuan--
Perempuan itu sengaja tidak meneruskan kalimatnya, karena tidak mengetahui nama Nathan.
" Nathan! Nathan Ivander, Nona---
Nathan juga sengaja tidak melanjutkan kalimatnya.
"Anda bisa memanggil, Miss La, Tuan!"Jawab sanga asisten perempuan yang ternyata kerap di sapa Miss La.
" Oh, baik Miss! semoga Anda menikmati pesta ini."
"Tentu."
Nathan senang, karena tidak menyangka kalau pemilik H'La Company, mau datang ke acaranya.
Di sisi lain, Heera naik ke podium, Kai memperhatikan itu dari jauh.
Apakah suaranya akan merdu? mengapa dia begitu nekat? satu lagi dan ini adalah yang terpenting, apa Heera bisa menyanyi? dasar! kau bunuh diri Heera. Batin Kai.
Semua tamu mengalihkan perhatian mereka pada Heera yang mulai memainkan pianonya.
Heera membawakan lagu yang dipopulerkan oleh Yura Yunita--"Berawal Dari Tatap"
Berawal dari tatap
Indah senyummu memikat
Memikat hatiku yang hampa lara
Senyum membawa tawa
Tawa membawa cerita
Cerita kasih indah tentang kita
Heera mulai menyanyikan lirik lagu, Berawal dari Tatap, itu diiringi alunan musik piano yang mengalun dengan indahnya.
Kai, Angra dan Nathan begitu kaget ketika Heera membawakan lagu itu dengan sangat indah, dengan suaranya yang begitu merdu dan syahdu.
Terkadang kuragu
Kadang tak percaya
Tapi kuyakin kau milikku
Kau membuatku bahagia
Di saat hati ini terluka
Kau membuatku tertawa
Di saat hati ini terbawa
__ADS_1
Terbawa oleh cintamu untukku
Untuk kita
Semua larut dalam lagu yang Heera bawakan. Kai yang mendengar lirik lagu yang dibawakan Heera terbawa suasana, Ia kira Heera menyanyikan itu untuk dirinya, padahal nyatanya tidak sama sekali.
Kau membuatku bahagia
Di saat hati ini terluka
Kau membuatku tertawa
Di saat hati ini terbawa
Terbawa oleh cintamu untukku
Untuk kita
Sumber: LyricFind
Penulis lagu: Yunita Rachman
Lagu pun selesai, dan semua bertepuk tangan, seakan terhipnotis dengan suara dan permainan piano yang Heera mainkan.Baron dan Anne, mengepalkan tangan mereka, karena lagu itu mengingatkan mereka pada luka lama mereka.
Angra yang geram hendak berbicara, namun Ia merasa kesakitan di tenggorokannya.
"Kenapa, ini terasa sakit? apa aku salah meminum, minumannya?" Batin Angra kaget.
Nathan, juga tak kalah kesalnya, karena niatnya ingin agar Heera kembali dipermalukan,tapi ternyata Heera malah banjir pujian.
Heera turun dari podium, Ia lantas berjalan pada Kai. Kai, masih terpaku, karena begitu terpana dengan penampilan Heera.
Dia Batinnya.
"Hei! kenapa, kau melamun?" Tanya Heera pada Kai.
"Hah? kenapa?" Kai jadi gelagapan.
Heera menggeleng pelan.
"*Dia mungkin terpesona dengan lagu yang kau bawakan Heera." Goda Mervan.
"Kai, lo bisa terpesona juga, yah?" Cibir Ajeng*.
Kai, menjadi semakin gelagapan. "Apa yang kalian, bicarakan? Jangan mengada-ada, oke!" Ketus Heera.
Kai menjadi tenang, karena sepertinya Heera tidak peka, kalau Ia memang terpesona dengan penampilan Heera barusan.
"Aku, akan ke kamar mandi sebentar." Pamit Heera dan Kai mengangguk mengiyakan.
Nathan yang melihat Heera pergi, lantas menelpon orang suruhannya untuk mengikuti Heera.
Angra yang mengalami masalah dengan tenggorokannya lantas menemui Nathan.
"Nathan, tenggorokanku sangat, sakit. Sepertinya minumanku dan minuman Heera tertukar." Ucap Angra dengan nada serak.
"Kenapa, kau ceroboh? gara-gara kau, Heera tidak jadi dipermalukan." Ketus Nathan dan tanpa memikirkan Angra, Ia langsung pergi begitu saja, apalagi Ia mendapat telpon kalau video yang dikirimkan Angra sudah mulai tranding.
Angra yang kesal lantas memilih meninggalkan pesta, karena tidak mungkin Ia terus berada di sana, dengan suara yang serak dan tenggorokannya yang sangat sakit.
__ADS_1
Acara kembali, berlangsung. Kai juga sesekali berbicara dengan rekan bisnis yang menyapanya.
"Hah, video apa ini?" Ucap seorang tamu dengan suara sedikit keras.
"Ada apa?" Tanya tamu lain.
"Coba kau lihat berita di ponselmu!"
Orang-orang lantas membuka laman berita di ponsel masing-masing.
Ternyata, ada sebuah video yang tengah tranding. Video itu memperlihatkan sepenggal adegan bermesraan sepasang sejoli. Yang membuat mereka terkejut karena menurut caption di video itu, menyebut kalau pria yang ada di dalam video adalah seorang pengusaha muda yang cukup tersohor.
Nathan menyeringai senang, karena video itu sudah mulai tersebar. Namun, seringaiannya itu pudar ketika mendengar seorang tamu kembali berbicara.
"Kenapa, tubuh pria ini mirip dengan Tuan Nathan?" Celetuk tamu itu. Hal itu tentu saja membuat Nathan heran. Ia lantas membuka handphonenya dan membulatkan matanya saat melihat video yang tersebar itu, justru video dirinya.
Kai, Mervan, Daniel dan Ajeng menyeringai melihat Nathan yang panik.
Lain di tempat pesta, lain di tempat Heera sekarang. Ia tengah membasuh wajahnya, hingga dua orang pria datang.
"Siapa, kalian?" Tanya Heera garang.
"Anda tidak perlu tahu siapa kami. Yang perlu Anda ketahui, adalah Anda harus ikut dengan kami!"
Salah satu preman itu langsung membekap mulut Heera dengan selimut. Heera sempat melawan, namun satu orang lagi langsung memegangi Heera.
Perlahan, mata Heera tertutup, dan Heera pingsan.
Kembali ke suasana pesta, mereka menuntut Nathan, untuk menjelaskan video itu.
"Apa, ini Anda Tuan?" Tanya seorang rekan bisnisnya.
"Saya, juga tidak tahu, Tuan! tapi saya bisa jamin, kalau itu bukan video saya!" jawab Nathan, meski agak gugup, Ia bisa menutupinya.
Baron, menatap kesal pada Nathan. Meski Ia jarang memberi perhatian pada Angra, tapi Angra tetap putrinya. Anne juga tak kalah kesal, jika saja video itu benar, video Nathan, maka Ia akan membuat Nathan menderita.
Di sisi lain, tepatnya di sebuah kamar di hotel itu, Heera di masukan dan ditidurkan di sana. Mereka hendak menjual Heera pada seorang pengusaha,setelah itu mereka akan memfoto,setelah memfoto, mereka akan menggiring tamu yang ada di pesta agar memergoki Heera.
Seorang pria berperut buncit hendak menyentuh Heera, namun sebuah gerakan tak terduga dari Heera, membuat pria itu seketika terjungkal.
"Tidak semudah itu!!" Bentak Heera.
Bugh...
Bugh...
Bugh...
Bugh..
tanpa perlawanan, pria itu langsung babak belur dibuat Heera.
Ceklek
Pelayan berkumis dan berkacamata tebal tadi masuk.
"Anda tidak apa-apa Nona?"
"Aku, tidak apa-apa Kak Ray!" Jawab Heera.
__ADS_1
'Yap! pelayan itu adalah Ray, dialah yang membuat Angra meminum, minuman yang seharusnya untuk Heera.
"Kak Ray! awas!!" Teriak Heera.