
Heera pergi meninggalkan cafe tempat dimana dia dan Angra bertemu. Ia tidak menyangka reaksi Angra hanya sampai seperti itu, tidak seru menurutnya. Ia harus memberikan percikan lain untuk keluarga itu.
Heera berjalan pelan dan tiba-tiba saja sebuah panggilan masuk ke handphonenya.
"Untuk apa Kai menelpon?" gumam Heera, ia lantas mengangkatnya.
"Kau ikuti orang di sampingmu, mereka akan membawamu kepadaku!" ucap Kai tanpa basa basi.
Tut....
Kai langsung menutup sambungannya begitu saja.
"Sopan sekali, " ucap Heera.
"Nona mari ikut saya!"
Heera terjengkit kaget, mendengar suara seorang wanita yang kini tepat berada di sampingnya.
"Siapa kalian?" tanya Heera tidak suka.
"Tuan Kai sudah memberi tahu Anda, bukan?" jawab satunya lagi sedikit datar.
Heera menatap tidak suka pada mereka, apa-apaan Kai ini? Aneh-aneh saja, pikir Heera.
"Mari, Nona!"ucap mereka sedikit memaksa.
__ADS_1
Heera pun akhirnya mengikuti kedua orang suruhan Kai. Ia dibawa ke sebuah butik, apalagi ini? batin Heera.
Terlihat salah satu dari orang suruhan Kai berbicara dengan pemilik butik dan akhirnya pemilik butik itu membawa Heera ke dalam sebuah ruangan.
Dalam ruangan tersebut, mereka menyuruh Heera berganti dengan satu baju ke baju yang lainnya. Heera pasrah saja, dari pada protes yang ada makin lama. Ingin sekali sekarang Heera pergi ke kontrakan dan memakan makanan sederhana lantas tertidur.
Satu jam kemudian, baju Heera pun diganti dengan baju yang bagus. Sebuah dress malam, berleher V-neck. Dress tersebut telihat sangat indah dipakai Heera.
Setelah mengucapkan terimakasih dan pamit, Heera dibawa ke sebuah salon oleh kedua orang suruhan Kai.
Heera cukup menikmati kali ini, karena ia bisa tidur sambil menikmati pijatan di rambutnya.
Malam pun tiba dan Heera kini menjelma menjadi wanita yang sangat cantik.
Heera turun dari mobil dan mengernyit melihat suasana restoran yang begitu sepi.
"Lah, main pergi aja, " cibir Heera sambil melihat mobil yang perlahan menjauh.
Slllingggg.... Dor... Dor... Dor
Banyak kembang api yang menyala di langit atas restoran tersebut. Tertulis kata selamat datang Heera.
Heera terkagum-kagum melihatnya, hingga ia tidak sadar seorang pelayan datang kepadanya.
"Mari, Nona! Anda sudah ditunggu di dalam."
__ADS_1
Meski awalnya kaget dengan suara si pelayan,tetapi Heera tetap mengikuti langkah pelayan tersebut.
Pintu restoran di buka dan seketika semua gelap, pelayan itu juga tiba-tiba tidak ada.
"Eh, mbak?" tanya Heera, namun tidak ada sahutan.
"Lho, kemana dia?" gumam Heera.
Heera berjalan perlahan, hingga setiap kali ia melangkah, lampu yang berada di kanan dan kirinya menyala.
Banyak bunga mawar yang berserakan di lantai yang ia pijak. Dalam hati merasa sangat senang dengan semua ini.
"Indah," ucap Heera.
Dua lampu lagi menyala dan semakin terlihat keindahan ruangan ini.
"Selamat datang, sayang." Begitulah kira-kira yang tertulis di lantai.
Heera menarik sebuah tali yang tepat berada di samping kepalanya, Heera rasa talinya begitu mengganggu.
Wuuuurrr....
Kelopak bunga berhamburan mengenai kepala Heera, bersamaan dengan itu semua lampu menyala.
Terlihatlah sebuah ruangan yang disulap sedemikian rupa, membuat ruangan tersebut begitu indah dengan nuansa merah hati.
__ADS_1
Wangi lilin aromaterapi begitu menyeruak, Heera memejamkan matanya menikmati aroma yang dikeluarkan lilin tersebut.
"Semoga kau menyukainya, sayang," ucap Kai yang berjalan menuju Heera dengan memegang sesuatu yang ia simpan di belakang tubuhnya.