
Mobil Ardian pun melaju ke arah sekolah Lia,Sambil mengemudi sesekali melihat ke arah Lia.
Ya Allah begitu sempurnanya ciptaan Mu ini,salahkah bila aku mencintainya?
"Idih Abang ngapain sich liatin adik gitu amat?risih tahu liatnya?" kata Lia sambil memijat kakinya.
"Idih..G R aja,Abang liat tu khawatir kakimu masih sakit ga?" kata Ardian berusaha menyembunyikan perasaannya.
"Dikit Bang..ni lagi adik coba urut,mungkin bisa reda nyerinya"
"Ati..ati jangan salah urut nanti bisa bengkak kakinya"
"Tenang aja kali Bang,kaya Adik anak kemarin sore,di tempat latihan karate kan juga di ajari cara penyembuhan kaki terkilir kali ..makanya ga akan salah urut" kata Lia meyakinkan Ardian.
ting...(bunyi Wa masuk)
Lia pun membuka ponselnya.
"Assalamualaikum Bro.."
" (*gimana kabar Lo ga apa apakan?")
("Walaikum salam...)
"(Gue gapapa,ni lagi mau meluncur ke sekolah")
("O..syukur Alhamdullilah..kalau gpp")
("Lo bawa motor ga?)
(" Ga,nie gue di antar abang gue,Napa?)
"(Ntar pulang sekolah gue jemput ya?)
(" Ga usah nanti gue di jemput abang gue")
("O ya uda..Gue cuma nanya kabar Lo")
("Gimana kabar orang yang semalam nantang gue?)
(" Kata anak anak dia uda sadar dan baik baik aja)
("O..syukur dah..)
(" serius Lo ga papakan?)
("Gue ga papa kok ga percaya)
"( Nich*...)
Sambil mengirim foto selfinya dan melingkari perban di kening.
("Nich..cuma ada tambalan dikit tapi ga sakit kok,tenang aje gue kan kuat Wonder Woman wkkk..wkwk..)
Akhirnya kepancing juga Lo ya..gue kangen Lo ya...batin Diki sambil tersenyum senyum memandang foto lia yang barusan dikirim.
("*Woy..jangan pandangi foto gue dong..awas Lo ya kalau Lo guna guna in.)
(" Dah ah gue hapus ya sorry*...)
Lia pun menghapus fotonya..
("*Kok Lo hapus sich..jahat Lo ah..)
(" Biarin gue takut mata Lo yang menelanjangi foto gue wkkwk..wkak*)
Buset dah anak ini tahu aja gue lagi pantengin fotonya.batin Diki sambil mengacak acak rambutnya.
("*Udah ah...gue males liat muka Lo kaya badut.. yang lagi manyun.)
(" Assalamualaikum*...)
Lia mengakhiri chat nya dengan Diki.
"Kok senyam senyum emang lagi chatting ma sapa?" tanya Ardian sambil menyembunyikan perasaan cemburu.
"Bukan siapa siapa..." kata lia.
"udah sampai kak,ampe gerbang aja ya!" kata lia kemudian setelah tahu mobil sudah berhenti depan gerbang sekolah.
"Abang antar ya ampe kelas kamu?" kata Ardian sambil membukakan untuk Lia.
"Ga usah Bang,biar adik sendiri aja lagian adik belum tahu dapet kelas dimana?hari ini pembagiannya" kata Lia turun pelan pelan.
"Tapi kaki kamu?" Ardian Pun masih cemas
"Lihat bang udah gapapa kan..?kata lia sambil menghentak hentakkan kakinya ke tanah,sambil menahan sakit biar Ardian percaya.
"Ya udah kamu masuk dulu sana!biar abang liatin dari sini" kata Ardian mengalah.
"ga usah bang...liat ni jam berapa?abang telat briefing lo" kata lia mengingatkan
"Astaghfirullah...kurang 15 menit lagi,Ya udah abang tinggal dulu dik kamu baik baik aja kan?jawab ardian.
" Assalamualaikum dik..."kata Ardian lagi
"Walaikum salam,ati ati bang.."
Kepergian Ardian Lia pun masuk ke pintu gerbang sambil jalan tertatih tatih menahan sakit.
"Assalamualaikum...bisa saya bantu" tiba tiba ada yang menegur lia dari arah belakang.
"Walaikum salam..kak Ferdinan" jawab lia setelah tahu yang menyapanya.
"Kamu ga papa?"
"Ga papa kak cuma terkilir sedikit"
"Kok bisa?
" Gara gara kemarin aku lari lari takut terlambat kerja terus kesandung"jawab lia bohong
maafkan hambamu ini ya Allah kalau hamba berdusta.Lagian ngapain sich ni orang kepo..dengus lia kesal
"O..gitu mari saya bantu sampai kelasmu"
"Maaf kak aku belum sempet liat pembagian kelas,pengumumannya dimana ya kak?"tanya lia
__ADS_1
" O..gitu..em ,..sebentar nich aku nyimpen filenya"kata Ferdinan sambil melihatkan hpnya.
Sebenarnya aku tahu kelasmu,karena kelasmu di area kelasku juga,semua uda aku atur agar setiap hari lihat kamu.batin Ferdinan
"O ini kak aku di kelas F,ni dimana ya?" tanya Lia
"O..ya kebetulan aku juga di kelas F, ayo aku antar" tawar Ferdinan.
Lia mengangguk.
Mereka pun berjalan kearah kelas F yang letak nya di dekat Mushola.
Buset dah banyak yang liatin gue dengan tatapan yang ga menyenangkan sich..runtuk Lia karena dia merasa ada yang liatin dari kejauhan,tapi lia pun merasa yang liatin dari dua arah yang berlawanan .
Seperti apa yang di rasakan lia emang benar yang melihat dari 2 arah.Di sebelah Kanan ada Sherly the gang sedang melihat kearah Ferdinan dan Lia.
"Hai Ser..liat tuh Ferdinan jalan ma anak kemarin sore..mosok Lo kalah.."kata Caca Dia sengaja memanas manasi hati Serly.
Caca tahu kalau dari kelas X sampai sekarang Serly coba cari perhatian Ferdinan tapi ga pernah berhasil,tapi ini anak baru 2hari masuk uda bisa jalan bareng dengan Ferdinan.
" Udah ayo kalian pada ikut gue..."Ajak Sherli pada temen temen nya
"kemana Sher..."tanya temannya
Sherli membisik kan sesuatu dan semua temen temennya tertawa.
Sherli the gang pun berlalu dan menyiapkan sesuatu tapi entah apa...
Sedangkan dari arah kiri Firman pun melihat kedekatan Ferdinan dengan Lia.Rencana awal Firman mau ke Mushola tapi pas melihat dari arah gerbang sekolah Firman melihat lia dan ferdinan berjalan berdua.
" *Ya Allah Ya ROBB..nikmat mana yang kau dustakan?nikmat ini ternyata sakit dan sakit..Batin Firman menahan api cemburunya.
"Subhanallah...apakah ini yang dinamakan cinta?apakah ini yang di namakan cemburu?kenapa aku harus cemburu Ya Allah sedangkan aku belum ada hubungan apa apa dengan dia.
" Astaghfirullah al adzim*...
Firman mengucapkan istighfar 3x untuk menahan perasaan cemburu yang menyakitkan,kemudian dia menuju ke mushola.
"Dik..itu kelas kamu" Ferdinan nunjukin kelasnya Lia.
"Dan di sebelah sana kelas ku,nanti kalau butuh bantuan kamu bisa kesana" kata Ferdinan
"
O..ya ni aku kirim No hp ku,tolong save ya.."kata Ferdinan sambil mengirim Wa ke ponsel Lia.
"Kakak tahu no ku?"
"Ya tahu lah kan kamu cantumkan nomormu waktu ngisi formulir" kata ferdinan.
O iya ya gue pernah isi formulir pake no hp gue
"O..ya udah kak Ferdinan saya masuk kelas dulu Assalamualaikum...." kata lia sambil masuk kedalam kelas.
"Walaikum salam..."
Dengan perlahan lahan Lia melangkahkan kakinya ke kelasnya.Sampai di depan kelas dia bingung mau duduk dimana,tempat duduk sudah penuh semua,tinggal 3 bangku yang kosong.
Buset dah..udah penuh semua sich..perasaan gue belum telat.batin Lia sambil mengarah pandangan ke depan dan berharap masih ada di bangku kosong.
nach..tu ada yang kosong,di belakang ,tengah sama depan guru,mmm...mau yang mana ya enaknya.Batin lia sambil berpikir.
Lia berjalan dan menuju bangku yang kosong.
"Hai lia....Lo satu kelas dengan gue?teriak Kayla
" Walaikum sallam..Buset dah ni anak kalau ngomong ucap salam kek...?jawab lia setelah tahu siapa yang teriak teriak.
"Ya sori...he..he..lagian gue seneng lo satu kelas ama gue,jadinya gue kan punya temen" kata kayla
"Ayo duduk di tempat gue.." ajak kayla.
"Maaf Jel gue ga jadi duduk ama Lo,temen gue da dateng" kata kayla ama temen sebangkunya.
"He..apa apa an sich Lo kayla ,kalau Lo uda ada temen ya udah gue bisa duduk di tempat lain" kata lia .
"la...kok gitu ya...gue kan pingin duduk ama Lo..?jawab kayla
" hush...diam bawel gue kan ga kemana mana,da gue cari tempat duduk yang belum terisi"kata lia sambil berjalan menuju bangku kosong yang di belakang.
"Maaf boleh gue duduk sini?" tanya lia sambil menunjukkan bangku yang kosong .
"Ga boleh..itu punya temen gue " kata cowok itu,dingin.
Buset dah dingin banget tu orang,mm... kayanya gue pernah liat siapa ya...batin Lia sambil berpikir .
"Hai...Lo kalau mau duduk tuh di sebelahnya si culun masih kosong" kata seorang anak.
"Ya....betul itu.. yang satu culun yang satu miskin ha...ha..satu paket " teriak anak yang lain.
Lia pun melihat ke arah yang di maksud cowok itu.
Itu dia culun,boleh lah dari pada gue berdiri terus cape..
Lia melangkah ke arah Si culun.
"Assalamualaikum...maaf boleh gue duduk sini?"tanya lia pada anak yang di namakan culun.
" Sssi.. silakan!"jawab si culun terbata bata.
"Hai..ga usah liat liat gitu,kalau ga nyaman gue duduk sini anggap gue ga ada,kalau gue ga duduk di samping Lo trus gue duduk dimana?tempat duduk yang kosong cuma 3,yang satu tu di anak sombong itu,di sebelahmu dan bangku guru,iya..kali gue duduk di depan bisa bisa kalian ga belajar malah membuli gue" kata lia sambil mendaratkan pantatnya ke bangku kosong.
Ga nyangka tahu aja gue liatin padahal gue dah curi curi pandang masih ketahuan juga.
"Alhamdullilah ...akhirnya pantat gue bisa gue istirahatkan"
"kenalin nama gue LIA,iya ...kali duduk satu bangku ga tahu nama" kata Lia memperkenalkan diri.
"Brian..." kata si culun.
"Pelit amat kalau ngomong..." kata Lia sambil menatap Brian..dan
Huuupp..
Lia tiba tiba menarik kacamata Brian.
"Wow...tampan juga.." teriak Lia mengundang tatapan liar mata satu kelas.
__ADS_1
"Apa apan sich...Lo jangan kurang ajar" kata Brian sambil mengambil kacamatanya.
"Ha...ha..ha.." temen satu kelas pun tertawa
"Lihat mereka emang jodoh...si miskin baru pertama kali lihat tampang si culun langsung suka"
"Kelas orang miskin emang gitu,murahan....ha...ha.."
Tawa satu kelas pun pecah.Brian malu jadi bahan ledekan teman temannya.Sebenarnya bukan satu atau dua kali dia di menjadi bahan ledekan satu kelas,tapi untuk kali ini dia benar benar malu.
Dia ga tahu malu karena jadi bahan lelucon apa malu karena di bilang tampan pada makhluk cantik di sebelahnya.
"Kalau emang tampan kalian mau apa?salah gue muji kalau dia tampan?" jawab Lia santai.
"Ha..ha..ha..dasar miskin selera mu emang rendah..tampang kaya gitu aja di bilang tampan?anjing betina gue aja paling ga demen liat muka dia.."
"Ha..ha..ha..."
"Ku kira yang buta tu mata kalian...dengan kalian menghina berarti kalian menghina ciptaan Allah" jawab Lia.
"Hai..gadis miskin ga usah ceramah " teriak Roy.
"Gue emang miskin harta tapi gue ga miskin hati dan agama.." kata Lia.
"B******,..." bentak Roy sambil berjalan ke arah Lia dan melayangkan tamparan ke muka Lia.
Tapi....
"Ach...sakit..B******.." pekik Roy.
semua mata memandang Roy,mereka ga menyangka kalau semua bakal berbalik arah Roy.Tadi semua tahu kalau Roy akan menampar Lia tapi ga nyangka dengan sekali gerakan tangan Roy sudah di plintir Lia.
*Mampus Lo..makanya jangan macam macam dengan Lia .batin Kayla
.Dari tadi dia hanya diam semua pada membuli Lia dan si culun,Kayla hanya diam semua belum tahu kalau akan membangunkan singa betina tidur.
Lia...Lia... ini yang gue suka ama Lo walau ditindas tapi Lo tidak takut dan menunjukkan kalau Lo lebih unggul,gue harap Lo bisa nahan emosi lia agar tuh tangan orang ga Lo patahkan*..
Batin Kayla..karena dia tahu bagaimana kalau lia sedang marah.
"Hai...kay..temen Lo boleh juga?baru kali ini ada yang berani ama si Roy" kata Angel
"Emang mereka siapa?"
"Mereka tuh biang perusuh dan bikin onar,mereka bener bener kejam dan suka menindas,makanya kita semua takut bisa bisa di bunuh bila berurusan dengan mereka" kata Angel sambil bergidik ngeri
"Sangat kejam kah?sampai sampai kalian takut?" kata kayla ga percaya.
"Terserah Lo mau percaya,gue cuma kasih tahu aja sebisa mungkin ga usah bikin gara gar ama mereka,gue harap habis ini Lia ga akan kena masalah dengan The gank mereka." Bisik Angel.
Kayla pun ngeri mendengar cerita Angel,hi...hi..
Semoga aja Lo bisa mengatasi ya.batin kayla.
"Dim...bantu gue..!" teriak Roy merasa kewalahan menghadapi Lia.Tangannya masih di plintir dan genggaman tangannya sangat kuat
"Hai..Lo mau bantu temen Lo.." sambil mencibir
"Ga nyangka ya..anak laki beraninya main keroyokan..lawan perempuan lagi" lanjut lia.
"Emang gue takut, mau kalian maju satu satu kek...apa Lo mau keroyok gue...silahkan!teriak Lia
Dimas emosi..spontan tinjunya mengarah ke muka Lia .Dan..dengan reflek lia menangkis dengan tangan kirinya,karena matanya begitu jeli dengan pergerakan lawan.
"Dengar ..jangan Lo anggap gue gadis lemah and miskin" jawab lia sambil menarik tangan Roy dan melepaskannya.
"Sialan ...dasar B*******" umpat Roy sambil memegang tangan nya yang sakit.
Setelah melepas tangan Roy,Lia langsung duduk karena dia merasa ada yang akan masuk di dalam kelas.
Assalamualaikum...Selamat Pagi.."kata seseorang yang langsung membuka pintu,semua kaget dan sontak langsung memandang ke arah pintu.
Anak anak dalam kelas pun terkejut,ternyata guru matematika yang paling killer di sekolahnya masuk.Mereka pun pada ketakutan dan merapikan tempat duduk mereka.
Lia ga sempet melihat ketika guru matematika itu datang,dia lagi memejamkan mata untuk meredakan emosi,sambil membaca istighfar.
"Aduh..." teriak Lia sambil memegang keningnya karena merasa ada yang melempar sesuatu ke keningnya.
Spontan Lia melotot ke arah sumber yang melempar ke arah nya.
Dan...
"Kamu...." Sambil melotot menatap kearah sang pelempar.
*Buset dah..kenapa dia ada di sini?awas kamu ya..
"Bapak apa apaan sich melempar kertas di kening gue...sakit tahu" teriak Lia*.
Orang yang melempar tersenyum sambil mengedip mata.
Kena kamu ya .Batin guru Killer.
"Lagian siapa suruh kamu tidur di jam pelajaran saya," kata guru killer tersebut.
"Siapa yang tidur pak,?kalau ga tahu jangan asal nuduh?" lia emosi.
*Buset...dah baru mengendorkan urat ku,dateng biang resek...awas Lo ya kak .Gerutu Lia.
*Lagian kenapa sich.. kok Kak Davin bisa disini?bukannya dia bilang mau ke Kairo..?la bisa bisa ketahuan kalau gue anak dari Wijaya group.
*Ach..semoga Kak Davin ga buka rahasia.Kalau ampe buka awas Lo kak*...Batin lia*
*Astaghfirullah...ni anak ga berubah juga,uda di gojlok Abah satu bulan masih aja mulut bar barnya ga bisa direm*.Batin Guru Killer* tersebut.
"Kalau mulut gue bar bar emang napa pak?keberatan?ni mulut mulut gue, suka suka gue,Bapak ga suka" jawab nya tambah Emosi.
Temen temen Lia pun heran perasaan tidak ada yang bilang mulut bar bar tapi nich anak bisa nerocos aja.Dasar cewek gila.Batin mereka
Dia ga tahu apa bakal cari masalah dengan guru killer.
"O..jadi kamu merasa tidak tidur?kamu merasa udah pinter apa?sini maju?" Bentak guru killer pada Lia.
Lia kaget .
Buset dah..nich orang ga biasanya bisa semarah itu.Abah...kakak nakal..Batin lia.
Mampus low...Batin anak anak yang tadi sempet berseteru dengan lia.
__ADS_1
Aduh ya..kenapa Lo bikin masalah dengan Pak Davin sich...Batin Brian.
Ya...ya kenapa Lo ga bisa tahan emosi ,dia kan guru kita.Batin Kayla