
Sungguh Perfeck...kolaborasi yang sangat bagus,mungkin kalau di sini ada produser lagu mereka bisa di lirik untuk rekaman .Batin Tamu undangan.
Di atas panggung Firman pun tak pungkiri kalau suara yang mendampingi nya pun sangat bagus,dan membuat hati bergetar kembali.
Gadis itu lagi...siapakah dia...kenapa hatiku selalu bergetar...Ya Allah mengapa di saat aku meyakinkan diriku untuk mengkhitbahkan seseorang, sekarang hatiku bergetar kembali untuk orang lain, dosa kah hamba?
Firman berusaha menengkan hati yang bergetar dan tidak karuan,sesekali dia melirik untuk melihat sosok misterius yang mampu menggoncangkan jiwanya.
Ya Allah maafkan hambamu ini yang telah melakukan dosa besar,membiarkan mata ini berbuat Zina memandang sosok ciptaanmu.
Tamu undangan pun merasa puas atas penampilan Ustad muda idolanya,dan acara puncak adalah dakwah dari Ustad muda tersebut.Semua menyambut sangat gembira,dan mengagung agungkan Ustad muda tersebut,ada sebagian merasa puas karena baru kali ini bisa melihat jelas bagaimana tampang Ustad Muda yang jadi idola anak anak muda jaman sekarang.
Acara demi acara pun selesai tamu undangan pun satu satu mulai pulang ke rumah masing masing setelah mereka puas untuk berselfy ria dengan Ustad Firman,walaupun lelah Firman tetap tersenyum untuk menyenangkan hati penggemarnya.
Sekolah pun kembali sepi hanya beberapa yang masih ada sekolah,Oma Palupi dan Abah Yusuf masih di sekolah,mereka lagi berkumpul dan ketemu sahabat lama yang kebetulan adalah abahnya Firman.
Abah Yusuf dan Abah Ali saling bercerita tentang pesantren mereka,sedangkan Oma Palupi hanya menjadi pendengar setia,pingin rasanya dia meninggalkan mereka dan langsung pulang,tapi Abah Yusuf tadi berpesan jangan pulang dulu karena dia mau tidur di sana.
Oma Palupi hanya menghela nafas panjang,rasanya seperti ada batu yang menindih badannya.
Oma Palupi sekali kali melihat Abah Yusuf dan berharap melihatnya dan dia mau izin ke ruangan aja dari pada di sini melihat MUHAMAD ALi yang begitu cuek dan seperti ga kenal.
Ach...Al..ternyata kamu ga berubah dari dulu kalau bertemu seorang cewek selalu cuek dan dingin,apa kamu udah bener bener melupakan aku?Ya...Allah maaf kan Hambamu ini yang tak tahu umur dan masih mencintai dia,walau kita sudah memiliki keluarga masing masing.batin Oma Palupi.
Abah Yusuf melihat raut wajah adiknya dan tersenyum.
Dik...dik..kenapa kamu masih aja mencintai Ali padahal kamu udah mempunyai suami yang bener bener mencintaimu,Batin Abah Yusuf.
"Assalamualaikum Abah...." Kata Davin yang baru datang.
"Walaikum salam. ..Vin... ni kenalkan temennya Abah dan Oma Palupi?"kata Abah Yusuf memperkenalkan temennya pada cucunya.
" Assalamualaimum ..."kata Davin sambil mencium tangan Abah Ali.
"Walaikum salam..."
"Wah...ganteng juga cucu kamu Suf" sambil menepuk pundak Davin.
"Masih gantengan cucumu Al..sekarang dia jadi idola anak jaman sekarang." Abah Yusuf.
"Ha...ha..ha...bisa aja,sayang cucu kamu tidak ada ceweknya ya kan kita bisa berbesan?"kata Abah Ali
" Oh...ada,ana punya cucu perempuan".kata Abah Yusuf
"Beneran?boleh dong kalau kita berbesan?"
"Gimana Dik,dia ajak berbesan ama Ali?tanya Abah Yusuf sama Oma Palupi.
" Apa...kak?berbesan?terserah Dedek aja"jawab Oma Palupi salah tingkah,karena tidak sengaja tatapannya beradu dengan Abah Ali.
"Vin,Dedek di mana?" tanya Oma Palupi sama Davin untuk mengalihkan pandangan dari Abah Ali.
"Tatapanmu masih seperti dulu Al..selalu menggetarkan jiwaku.Batin Oma Palupi yang Bucin Tua.
" Di ruangannya Oma,biasa melihat laporan keuangan Yayasan"Kata Davin dan melihat ada keanehan dengan Oma Palupi.
"Maaf Kak ,Palupi ke Dedek dulu ya mungkin dia butuh bantuan Palupi"
"Mari Ali...Assalamualaikum..." Oma Palupi langsung pergi dan tidak menunggu jawaban Kakaknya.
Dasar Bucin Tua udah tahu Cucunya ga mungkin butuh bantuan,karena otaknya terlalu Genius,bilang aja ga kuat deket sama sang pujaan....Batin Abah Yusuf sambil geleng geleng kepala.
"Maksud kamu Apa Suf....?
" Apanya Al...?Ah kamu kebiasaan selalu mencuri pemikiranku..."kata Abah Yusuf Manyun.
"Ha.. ha ..Suf..Suf..ternyata kebiasaanmu tidak berubah ya kalau marah masih manyun?apa kamu ikutin gaya Abahmu ini Vin..?kata Abah Ali dengan Davin.
" Alhamdulilah..ngga sich Bah...tapi ada adik Davin yang meniru gaya Abah kaya Tikus" kata Davin sambil tersenyum mengejek,
Untung ga ada Dedek ,kalau dia denger bisa berabe..batin Davin.
Awas kamu ya cucu durhaka Abah bilangi Dede biar di cincang tu mulut ama si monster cantik.Umpat Abah Yusuf lewat perang batin dengan Cucunya.
"Idih...Abah mainnya ngancam ngancam..." kata Davin sambil melengos.
"Ha...ha..kalian Abah ama cucu sama aja berantem di dalam hati"
"Ana jadi penasaran siapa cucu cewek kamu yang kamu jodohkan ama cucuku,terus siapa Dedek?jadi penasaran kok dari peran batin kalian kalau dedek itu sangat luar biasa di keluarga kalian" Tanya Abah Ali.
"Kamu tadi lihat ga yang jadi Qori'ah dan yang mendampingi Sholawat Cucumu?
" Ya...ana tahu,suaranya bagus kalau di lihat dari balik cadar dia cantik,apa itu cucumu?"
__ADS_1
"Iya ...itu cucuku,tepatnya itu Cucu Palupi"
"Palupi...?" Kata Abah Ali sambil mengeryit dahi.
"Iya...Palupi?kamu ingat to Palupi?tadi yang sempet duduk sama kita?
" Apa kamu masih benci Palupi Al...?
"Ana harap kamu jangan salahkan Palupi,karena itu kehendak Ayah kami..."
Abah Ali terdiam dan menerawang jauh sampai teringat kejadian beberapa Puluh tahun lalu yang sampai sekarang masih membekas dan sakit.
*******Flaz back On***
"Assalamualaikum Mas Ali...." Palupi muda menghampiri Ali muda.
"Walaikum salam. ..Pi?ada yang ingin kamu bicarakan?kok kayanya mendesak ?apa ga bisa nunggu besok?Saya tahu kamu sibuk dan lagi sedih karena di tinggal Ibu kamu"
"Maaf Mas emang ada yang harus Palupi bicarakan"
"Apa pi...jangan membuat Mas penasaran?soal pernikahan kita?aku janji setelah kepulangan ku dari Tarim aku langsung menikahimu"
"Bukan Mas...tapi***....
Palupi menangis dan ga tahu harus bilang apa
" ***Apa pi...Mas jadi takut?
"Palupi minta Putus Mas,dan lupakan Palupi...
" Putus?emang Mas salah apa pi...?tiba tiba kamu ngomong gitu?
"Mas tidak salah...karena bagi Palupi Mas sangat sempurna,makanya Palupi tidak ingin Mas kenapa napa dan sakit hati,makanya Palupi sudahin sampai disini Mas....
" Maaf kan Palupi yang srlama ini egois..jangan cari palupi lagi....
"Assalamualaikum....
***Flaz back off******
" Hai Al ..ga usah ngalamun?itu udah masalalu,dan dengan masalalu itu kuharap setelah aku menjelaskan kamu tidak berburuk sangka terhadap Palupi"
"Maksud kamu.. ?
"Aku ga ngerti maksud kamu Suf...?
" Kamu ingat ga waktu itu kalau Ibu kami baru saja meninggal?
Abah Ali mengangguk.Davin yang jadi pendengar setia jadi mengerti kalau Oma Palupi mantan Pacar nya Abah Ali.
Wah ...seru juga nich...kalau kisah percintaan mereka terulang kembali ke Cucu cucunya.***Batin Davin tanpa sadar diapun tertawa lepas.
Ha....ha....ha...
"Daviiiinn..."
"Maaf ...Abah...jangan marah***...."
Davin terdiam karena dengan membatin Abah pasti tahu apa yang dikatakan walaupun sudah di bentengi sekuat apa pun,tetap aja Abah bisa menembusnya.Kecuali sama Dedek Abah tidak akan bisa menebus petahanan yang Dedek buat.
"Di lanjut ga Al...?maaf tadi ada iklan dikit,biasa cucu durhaka ini selalu mrngganggu"
"Lanjut Suf...mungkin dengan ini bisa mengobati lukaku dan menghapus prasangka buruk ku ama Palupi"
"Baik...Al...aku ceritakan yang sebenarnya dan maaf kalau terlambat memberi tahu kamu"
Abah Yusuf pun bercerita masa lalu yang sudah beberapa puluh tahun lalu,semenjak kejadian Ibuny meninggal.
*******Flaz back on**
Setelah 40hari Ibu meninggal, Ayah mengumpulkan kami semua dan ada pembahasan yang sangat penting.
"Assalamualaikum ...Ayah kami sudah datang" kata Yusuf Muda mewakili adik adiknya.
"Terimakasih nak...sudah mau nenemui Ayah....
" Ayah cuma mau tanya siapa dia antara kalian yang mau mengganti posisi ayah nanti?kamu Yusuf gimana?kamu sebagai anak laki laki pertama dan sebenarnya itu adalah hak kamu karena kamu kakak yang tertua"
"Maaf Ayah,Yusuf ga bisa?Ayah tahu sendiri Yusuf ga suka pekerjaan berbau Bisnis,Yusuf lebih suka menghabiskan waktu untuk membaca kitab dari pada harus melihat laporan keuangan setiap hari.
" Yusuf mau Ke Tarim dan meneruskan Pesantren punya Kakek"
"Ayah tidak melarang keinginan kamu Suf,Ayah tahu kamu lebih suka di pesantren dari pada datang ke kantor ayah.
__ADS_1
" Terus gimana dengan kamu Markus?kamu juga sebagai anak laki laki ayah?
"Aduh...Ayah...Markus ogah ach...dari dulu Markys lebih suka di bidang medis,ini Markus udah mendaftar kuliah di Jerman.
" Apa kamu mau ke Jerman?
"Maaf Ayah..Markus belum sempet cerita karena akhir akhir keluarga kita ada masalah
" Apakah Ayah keberatan oleh keputusan Markus?
"Ah....sebenarnya Ayah kecewa atas keputusan kalian berdua,tapi Ayah tidak bisa memaksa karena dengan menjadi CEO kalau tidak ada minat percuma,nanti bisa menghancurkan Bisnis WIJAYA GROUP secara perlahan lahan.
" Berarti anak ayah tinggal Kamu Palupi,dan untuk ini Ayah tidak ada penawaran buat kamu,karena kakak dan adik kamu tidak mau menjadi CEO,jadi yang menjadi penerus ayah adalah kamu,apalagi kamu juga sudah sering ikut Ayah ke kantor dan tahu kinerja di kantor.
"Gimana Palupi?
" Apa tidak ada pilihan lain Ayah?Palupi merasa tidak bisa?
"Tidak ada Palupi,Ayah percaya kamu pasti bisa"
"Kalau itu keputusan Ayah,Palupi bisa apa?
" Dan...maaf kan Ayah Palupi ada satu permintaan Ayah lagi yang harus kamu turuti dan jangan membantah....?
"Maksud ayah?
" Tolong kamu lepaskan Kekasih kamu dan menikahlah dengan Anton"
"Apa Yah....?kalau suruh jadi CEO Palupi siap,tapi kalau Palupi harus menjauhi Mas Ali,Palupi ga danggup Yah..." hiks.. hiks..
Palupi menangis dan tidak menyangka kalau Ayahnya sangat kejam,padahal selama ini Ayah selalu mendukung dengan kedekatan kekasihnya,tetapi sekarang..
"Palupi Ayah mohon turuti apa kata Ayah,ini semua demi kebaikan kita semua"
"Kebaikan apa Yah....?disini Palupi merasa di rugikan"
"Palupi.. kamu ingatkan kematian Ibumu?kamu tahu kan Menjadi Penerus Wijaya Group tidak gampang,nyawa itu taruhannya.
" Musuh kita dimana mana,mereka selalu mengganggu dan ingin membunuh kita dengan cara apapun,seperti membunuh Ibumu,karena mereka tahu kelemahan Ayah,
"Dan Ayah tidak mau peristiwa itu terulang lagi,cukup Ibumu yang jadi korban"
"Ayah juga tidak ingin melibatkan keluarga besar Abah Firdaus yang menjadi sahabat kakekmu"
"Kamu pikir dulu Palupi,bagaimana kalau Ali jadi bagianmu?nyawanya pasti akan terancam,pesantren keluarganya juga akan di hancurkan oleh musuh musuh kita,apakah kita akan melibatkan orang orang yang tidak berdosa ke masalah kita?"
Palupi hanya diam dan membenarkan kata kata Ayah,kalau dia bener bener siap menjadi penerus Ayah jadi dia juga harus siap mengambil resiko yang harus dihadapi.
Palupi tidak bisa membayangkan Kalau Ali akan di kejar kejar para Mafia untuk balas dendam kepada keluarganya,rasanya tidak sanggup,lebih baik melepas Ali daripada melihat Ali mati seperti Ibunya.Palupi pun menangis.
"Palupi maaf kan Ayah,bukannya Ayah tidak ingin melihat kamu bahagia,tapi keadaanlah yang harus menuntut kita seperti ini,.Ayah menunjuk Anton sebagai suamimu karena Ayah tahu siapa dia,yang bisa melindungi kamu dan keluarga"
"Tolong pikirkan baik baik ya..." kata Ayah sambil memeluk Palupi.
Palupi hanya diam dan tidak tahu harus mengambil keputusan bagaimana
"Beri Palupi waktu ya Yah...." akhirnya Palupi membuka suara.
"Iya...Palupi.." kata Ayah.
"Dan untuk kalian Yusuf dan Markus Ayah juga minta maaf kalau mulai besok kalian pergi lah ke negara negara yang ingin kamu tuju..
" Untuk Yusuf kamu bisa ke Tarim,dan untuk Markus pergilah ke Jerman untuk melanjutkan cita cita mu,
"Tapi Ayah minta jangan pakai nama Wijaya di belang nama kalian dan jangan menyebut kalian adalah bagian dari Wijaya
" Bukan Ayah mengusir kalian dan tidak menganggap kalian,tapi Ayah ingin melindungi kalian agar tidak di kejar kejar musuh Ayah,biar lah Ayah di sini hanya fokus melindungi Palupi dan keluarganya kelak"kata Ayah
"Tapi Ayah apa kita tidak berhak untuk melindungi Palupi?kata Yusuf
" Biar Ayah dan Anton yang melindungi Palupi,kalian fokuslah dengan cita cita kalian,Untuk Harta warisan kalian masih berhak dan Ayah akan membagi seadil adilnya,"
"Di mata hukum kalian masih bagian Wijaya,tapi status itu akan Ayah tutup supaya tidak ada yang tahu tentang kalian..
" Ayah harap kalian mengerti dan memahami keputusan ini"kata Ayah dan berusaha menyeka airmata dan memeluk mereka bertiga.
****Flaz back off***
"Begitulah Al...setelah pertemuan itu,Ayah mengirimku ke Tarim dan melarangku kembali Ke Indonesia,dan Markus menetap di Jerman...mungkin juga dengan Palupi yang akhirnya memutuskan hubungan kalian dan menikah dengan Anton."kata Abah Yusuf.
Abah Ali mendengar cerita dari Abah Yusuf,merasa bersalah karena selama ini dia menganggap Palupi telah mengkhianatinya.
Davin mendengar cerita pun terharu,dan tidak bisa membayangkan ternyata hidup dengan membawa gelar Wijaya itu bukan suatu kebahagiaan tetapi harus selalu waspada,apalagi waktu mendengar Oma Palupi di culik dan Opa Anton terluka itu menjadi pukulan terberat bagi keluarga Wijaya.
__ADS_1
Pantas Abah Yusuf menyuruh aku pulang untuk melindungi Dedek,ternyata bahaya besar mengancam dia apalagi setelah mampu memenjarakan Tuan Alexander.Batin Davin