C E O ,Anak Motor Dan Ustadz

C E O ,Anak Motor Dan Ustadz
BAB 47:BATAL NIKAH


__ADS_3

Setelah kejadian semalam Firman berusaha menghindar dari Fatimah.Kalau ada Sholawat bareng mereka hanya bertemu di panggung.


Firman mengahabiskan waktu di tempat dakwah dan kembali ke Rumahnya sendiri.


Dengan hasil berdakwah Firman sudah membeli rumah untuk masa depan bersama istrinya.


Sesekali Firman juga mengunjungi rumah sakit dan selalu memberi suport calon istrinya.Lia merasa bahagia dan menjadi semangat untuk melakukan penyembuhan.


Hari berganti hari,minggu berganti minggu,dan bulanpun berganti bulan .Persiapan pernikahanpun sudah 88% selesai.Karena pernikahan yang akan di selenggarakan sangat tertutup,maka perencanaanpun sangat sederhana,hanya di hadiri keluarga besar pengantin


Mungkin kalau mereka seperti orang orang lainnya yang selalu menonjolkan kekayaannya pastinya pernikahan ini adalah pernikahan yang paling wah se Dunia.


Karena pengantin pria adalah Ustadz terkenal di Asia,dan pengantin wanita adalah CEO yang terkenal Singa betina ratu bisnis sedunia.


Tapi calon pengantin bukanlah mereka.Dengan sebuah kesederhanaan mereka tetap bahagia menuju halal ..baik agama dan hukum.


Waktu tinggal satu minggu dan perencanaan hampir sempurna.Dan pertemuan kedua calon mempelai pun di larang.


Prose Penyembuhan Lia berjalan sempurna.Walau masih tertatih tatih Lia bisa berjalan.


Tapi Lia tetap semangat,karena Dia tidak ingin mengecewakan calon suaminya.Dia berjuang dan harus bisa berjalan di saat pernikahan nanti dan bisa mendampingi Suaminya tanpa kursi roda.


Tommy dan Pak Arif adalah orang tersibuk dalam mempersiapkan pernikahan itu.


Sedangkan Azzam yang tadinya sebagai asisten pribadi Firman sekarang lebih di sibukkan menjadi Asisten Fatimah.


Dia selalu mengikuti apa yang di pinta Fatimah.Entah itu suatu konferensi pers untuk menarik perhatian para fans,atau memposting curhatan Fatimah di sosial media kalau Dia adalah wanita yang tersakiti karena mau di tinggal menikah oleh Ustadz Firman.


Para Netizen pun mulai menghujat sana sini calon pengantin Ustadz Firman.Mereka geram karena idola mereka akan menikah dan bukan dengan Ustadzah Fatimah.


Untung dalam postingan tersebut tidak menyebutkan nama calon pengantin karena untuk Fatimah dan Azzam sendiri belum pernah melihat dan mengenalnya apalagi tahu Namanya.


Mungkin kalau mereka tahu sebuah nama,bisa bisa semua netizen akan memburu akun Sosial media yang menyangkut tentang calon Ustadz akan di hujat.


Tapi Lia bukanlah mereka yang punya waktu untuk bermain di sosial media.Walaupun Dia lagi sakit,Dia selalu mengikuti perkembangan Kantor dan pabrik yang di kelola keluarganya.


Dia selalu memberikan solusi yang terbaik dalam memecahkan masalah.Makanya Dia tidak pernah tahu tentang apa yang telah di hujatkan.


Keluarga Wijaya pun selalu menghindar dari sorotan media.Mereka merasa lebih tenang tanpa di kelilingi para Wartawan.


Firman sendiri juga tidak pernah mengurusi hal hal di sosial media.Sudah lama Dia tidak pernah aktif di Akun Youtubenya.Karena sekarang Dia bener bener di sibukkan Dakwah kemana mana ,bisa satu hari Dia harus mengisi Dua atau tiga Dakwah di tempat berbeda.


Untung Pak Arif selalu cekatan,karena Dia dudah ikut Firman dari awal merintis menjadi Ustadz kampung.Tapi sekarang Firman adalah Ustadz muda yang terkenal se Asia.


Kini persiapan Pernikahan sudah sempurna,dan menunggu hari H.Tapi apalah daya manusia hanya bisa merencanakan tapi Allahlah yang menentukan.


Tepat H-3 acara pernikahan di selenggarakan,Firman mendapat kabar kalau Abi Hasan kecelakaan dan sekarang Koma Di rumah sakit.


Peristiwa kecelakaan itu terjadi setelah kepulangan dari menghadiri Konferensi Ulama se Internasional di Itali.


Padahal Beliau berencana setelah selesai acara tersebut akan kembali bersama Umi Hajar untuk kembali Ke Indonesia menghadiri pernikahan anak semata wayangnya.


Tapi sungguh tragis dalam perjalanan mobil yang Beliau tumpangi di tabrak sebuah Bus angkotan umum yang dimana Sopir sedang mengantuk dan rem blong.


Di dalam mobil hanya ada Sopir,Abi Hasan dan Asistennya.Kejadian itu si sopir hanya cedera di kakinya tapi harus di amputasi,sedangkan Asistennya juga mengalami luka yang cukup parah.


Abi Hasan sendiri tidak sadarkan diri dan di nyatakan Koma.Mendengar keadaan Abinya Firman panik dan menyuruh Pak Arif membatalkan jadwal Dakwahnya.Dan Dia akan bertolak ke Itali.


Waktu mendapatkan kabar dari Firman Pak Arif sedang bersama Tommy menyelesaikan persiapan pernikahan dan ingin sekali memberikan hasilnya ke calon pengantin apakah mereka setuju dengan rencana mereka.


"Ada Pak...kok tegang gitu?" Tanya Tommy kepada Pak Arif setelah melihat perubahan Expresinya waktu terima telpon.


"Ini Nak Tommy...Nak Firman memberitahu kalau Abi Hasan mengalami kecelakaan dan Koma di Negara Itali,Dan Dia meminta Bapak untuk membatalkan jadwal Dia,dan malam ini Dia ingin ke Itali menemui kedia Orang tuanya." Kata Pak Arif.


"Astagfirullahaladzim...berarti segera aja Pak,apa untuk keberangkatannya nanti biar pakai pesawat pribadinya keluarga Wijaya" Kata Tommy

__ADS_1


"Emang bisa Nak?apa Nak Lia tidak keberatan?" Kata Pak Arif


"Menurut saya bisa Pak,kaya kenal Nona muda kemarin sore aja,coba kita tanya dulu kebetulan Saya mau ke Rumah sakit minta tanda tangan Dia" Kata Tommy.


"Baik lah Nak Tomm..Bapak ngikut aja" Kata Pak Arif.


Kemudian mereka keluar dari gedung yang di gunakan untuk resepsi pernikahan menuju Rumah Sakit.


Di Rumah sakit Lia sedang terjaga dari mimpi buruknya,Dia tidak tahu arti mimpi tersebut.


Sebenarnya firasat apakah ini?


Apakah firasat tentang pernikahan kami?


Sedangkan pernikahan kami tinggal di depan mata.


Lia berusaha menenangkan diri dan banyak banyak berdzikir.Dia berusaha konsentrasi untuk mengetahui apa yang terjadi.


Dalam pikirannya Dia hanya melihat Firman sedang terpuruk dalam kesedihan dan di sampingnya ada seorang wanita.Cuma Dia tak tahu apa yang sedang terjadi.


Semakin Dia paksa semakin sakit kepalanya.Akhirnya Lia hanya pasrah dan berdoa semoga tidak terjadi apa.


Di saat Dia menenangkan diri pintu kamar di ketuk.


"Assalamualaikum...Dik Lia boleh Suster masuk?" Kata Suster Ana di balik pintu.


"Silahkan Sus...!" Kata Lia ambil menghembuskan nafasnya.


Suster Ana masuk dengan Tommy dan Pak Arif.


"Lo...Kak Tommy dan Pak Arif tumben bareng bareng kesini?" Kata Lia menutupi kegelisahannya.


"Gini Non..Kakak biasa mau minta tandangan tentang proposal yang kita bahas kemarin" Kata Tommy sambil menyodorkan berkas Ke Lia.


"Ke Itali..Pak Arif?ada masalah dengan putramu?" Tanya Lia.


"Bu...bukan putraku Nak tapi...." Kata Pak Arif bingung menceritakannya.


"Terus kenapa?" Lia menatap heran


Tommy akhirnya membantu menjelaskan kalau Abi Hasan Koma dan Firman ingin pergi kesana.


"Astagfirullahaladzim...kalau gitu kamu siapkan aja Kak Tom,pastikan semua baik baik aja,Dan di rawat dimana Abi Hasan?" Tanya Lia.


"Bapak belum tahu Nak,nanti Bapak kabari lagi" Kata Pak Arif.


"Kak Tom.. tolong bantu dan pastikan di rawat di Rumah Sakitnya Kak Eel ya..."


"Kalau ga salah Putramu juga bekerja di Rumah sakit kami Pak Arif?Biar Dia yang pantau kesehatan Abi Hasan,Kebetulan ini kasus sesuai di bidangnya"


"Selama ini Saya tahu kemampuan putramu dan sangat memuaskan" Kata Lia.


"Terima kasih Nak Lia ternyata selama ini kamu juga memantau anak Bapak"


"Kita selalu memantau siapapun karyawan yang bekerja di tempat kami walaupun mereka tidak berhubungan dengan kami"


"Saya tahu kemampuan dari Putra Bapak,karena Kemampuan Dia saat bekerja di Rumah sakit terus saya tertarik akhirnya Saya gali informasi tentang keluarganya."


"Dan ternyata Dia anaknya Pak Arif jadi saya sangat senang,cuma memang tidak Saya beritahu ke Pak Arif takutnya nanti Bapak bilang dan akhirnya Dia bekerja semata mata menghargai Saya sebagai pemilik Rumah sakit bukan karena kemampuan" Kata Lia lagi.


"Terimakasih atas kepercayaan yang telah Nak Lia berikan kepada Putra Kami" Kata Pak Arif.


"Sama sama Pak,udah sekarang cepatlah berangkat,biar Tommy yang menganturnya,cuma Dede minta tolong jangan bilang ke keluarga Kak Firman kalau itu Rumah sakit milik Keluarga kami"


"Dan jangan bilang sama Putra Bapak tentang kami ya" Kata Lia

__ADS_1


"Baik Nak...akan Saya jaga amanat Nak Lia...Tapi..." Pak Arif berhenti dan takut mau melanjutkan kalimatnya.


"Kenapa Pak?tentang Pernikahan?" Kata Lia To THe POINT.


Pak Arif mengangguk karena Dia tahu ga mungkin Dia bisa berbohong karena Lia pasti akan bisa baca pikirannya.


"Soal itu ga usah di pikirkan Pak,Saya Ga apa apa kalau di tunda dulu sampai Abi Hasan sembuh" Kata Lia sambil menutupi kesedihannya.Ternyata ini yang menjadi firasat mimpinya kalau Dia batal Nikah.


Cuma Lia ga habis pikir kenapa hal sangat menyedihkan ini Firman tidak menghubungi Dia padahal Dia calon istrinya dimana setiap kesedihan dan kebahagiaan itu harus saling berbagi.


Tapi kalau di lihat dari penglihatannya Firman lebih suka berbagi kesedihan dengan wanita lain.Dan Lia tahu siapa wanita itu.


"Tapi Nak...ini pasti akan butuh waktu lama sedangkan pernikahan kalian tinggal tiga hari lagi" Kata Pak Arif.


"Mau nunggu sebulan ,enam bulan bahkan setahun lagi ga apa apa Pak,yang penting Abi Hasan sehat dan Kak Firman tidak sedih lagi"


"Dan Saya mohon jangan bahas tentang pernikahan di depan Kak Firman ya...biar Dia yang mengingat sendiri,Dede ga mau pikiran Kak firman terbagi biarkan Dia fokus kesembuhan Abinya" Kata Lia lagi.


"Terus untuk persiapannya gimana Non?semua sudah ready semua" Tanya Tommy.


"Semua di batalkan aja Kak Tom..dan maaf semua kerja keras kalian sia sia,dan berikan mereka bonus dua kali lipat yang sudah bekerja keras selama ini" Kata Lia.


"Baiklah Non...nanti akan Saya kerjakan" Kata Tommy lagi.


"Tapi Kak..untuk saat ini Kak Tommy jangan cuti dulu ya..kemungkinan Setelah ini Dede akan di sibukkan dengan penyembuhan Dedek dulu,Dede akan fokus untuk itu"


"Mungkin dengan pembatalan ini sebagai teguran kepada Dede untuk segera menyelesaikan penyembuhan ini biar keluarga kak Firman tidak malu punya menantu yang cacat,karena mereka adalah Pubrik Figur masyarakat." Kata Lia lagi.


Pak Arif dan Tommy hanya mengangguk dan berusaha memahami perasaan Lia.Dan mereka pun melihat ada kesedihan di matanya yang berusaha Dia tutupi.


Mereka pun pamit dan menjalani tugas masing masing.Pak Arif membatalkan jadwal Dakwah dari Firman,kemudian menyiapkan keperluan Firman selama di Negara Itali.


Sedang tugas Tommy lebih banyak,karena Dia adalah seorang Asisten CEO terkaya di Asia.


Dari pembatalan nikah di KUA,pembatalan gedung pernikahan,pengurusan pasien di Itali,pengawalan Untuk Firman,semua Dia lakukan dengan cepat dan sangat teliti.


Sampai di pesantren Pak Arif memberi kabar ke Firman kalau pesawat sudah siap.Firman sempat bingung apa yang di katakan Pak Arif.


Akhirnya Pak Arif menjelaskan kalau Dia meminjam pesawat pribadi temannya.Pak Arif ga berani menyinggung nama Lia di depan Firman karena permintaan Lia sendiri.


Firman mulai mempersiapkan diri untuk berangkat,Fatimah mendengar Firman mau ke Itali Dia merengek ikut dengan alasan ingin menemani Umi yang menjaga Abi disana.


Sebenarnya Pak Arif sendiri tidak setuju kalau Fatimah ikut,karena perjalanan ke Negara Itali butuh waktu berjam jam dan mereka bukan muhrom,Pak Arif juga takut kalau hati Firman akan goyah dan melupakan Lia.


Tapi Pak Arif bisa apa Firman menyetujui kalau Fatimah ikut,karena Firman berpikir dengan adanya Fatimah Umi Hajar akan merasa terhibur apalagi Umi sangat menyanyangi Fatimah.


Sebenarnya Pak Arif ingin ikut mereka tapi Dia juga harus membantu Tommy untuk pembatalan pernikahan ,karena Dia tahu tugas Tommy lebih banyak.


Akhirnya Pak Arif menyuruh Azzam untuk mendampingi mereka.Walau Pak Arif tidak yakin kalau Azzam bisa melindungi Firman dari kegenitan Fatimah.


Pak Arif sebenarnya selama ini tahu apa yang di lakukan Fatimah di belakang Firman yang di bantu Azzam untuk menjelek jelekkan calon istri Firman di Sosial media.


Mungkin waktu itu aku salah ucap dan salah di artikan oleh Fatimah.Ya..Dia pernah bilang kalau emang cinta perjuangkan.Tapi di perjuangkan dengan jalan Allah bukan jalan penuh maksiat seperti ini.


Sebenarnya Pak Arif pernah punya niat untuk memberitahu ke Abah Ali tentang Fatimah yang hampir membuat Firman berbuat dosa,tapi Pak Arif di larang Lia untuk melaporkannya.


"Biarkan Kak Firman sendiri Pak yang mengatakannya,Kita hanya meonton aja dari sini,mungkin Kak Firman sudah memaafkannya makanya Dia tidak ambil pusing" Kata Lia waktu itu.


"Biarkan semua berjalan semestinya Pak...Kak Firman sudah dewasa dan Dia lebih tahu yang baik dan yang buruk untuk kehidupannya"


"Kita sebagai orang terdekat hanya mengingatkan,tapi kalau tidak bisa ya biarkan Allah yang menegurnya"


Itulah Kata Kata Lia yang selalu berpikiran dewasa dalam menghadapi setiap masalahnya.


Setelah pesawat berangkat Pak Arif mulai membantu Tommy untuk pembatalan Pernikahan.Ternyata hasil keras mereka selama ini bener bener sia sia.

__ADS_1


__ADS_2