
Ardian pun mengangguk dan mereka bersalaman.
"Dok aku pingin ketemu ibu" kata ardian.
"Untuk saat ini Ibumu belum bisa di temui,dia belum sadar masih terpengaruh obat bius,nanti kalau sudah sadar kita temui ibu kamu ya..." kata mommy ririn memberi pengertian
"Sudah sana pada sholat Ashar ! kalian belum sholat to?" tanya Mommy ririn kemudian.
"Astagfirullah Al Adzim..." ucap mereka bebarengan.sambil berlari ke mushola.Mommy Ririn hanya geleng geleng kepala dan tersenyum
Dasar bocah...
Setelah Sholat Ardian dan Eel mendekati Mommy Eel yang sedang sibuk dengan hpnya sambil senyum senyum.Sedangkan Lia masih asik duduk di atas sajadah untuk melantukan Ayat ayat Suci Alquran
"Idich...Mommy kok senyum senyum sendiri sich tanya El mendekati Mommy nya ,sedangkan Ardian duduk di depan mereka.
" Eh...kakak uda selesai ?"tanya Mommy sambil mengelus elus kepala anaknya.
"Uda MY...,tadi dari POPPY ya...kapan Poppy pulang?tanya El kemudian.
" ya...memang tadi Poppy yang telp,tapi mommy ga tahu kapan pulang?jawab mommy ririn kemudian.
...****************...
2 jam kemudian...
Kriiing...
"Assalamualaikum...." tanya lia mengangkat telp.
"Assalamualaikum dik Lia,Bu Dokter ada?pasien yang baru operasi sudah sadar" jawab yang di seberang.
"Alhamdullillah... Makasih mbak atas infonya,nanti saya sampaikan ke Mommy dokter ya" jawab lia.
"iya sama..sama...Assalamualaikum" kata yang di seberang sambil menutup telp.
"Wassalamualaikum ..Lia menutup telpon nya.
" Siapa dik?"kata Mommy Ririn.
"Mbak Suster MY katanya pasien udah sadar?apa itu Orang tuanya Bang Ardian?tanya lia kemudian.
" Alhamdullilah... "jawab mereka bersamaan.
" Bener itu Ibuk Bu Dokter?"tanya Ardian
"Iya..ayo kita kesana?" ajak Mommy Ririn.
"Baik.." jawab mereka serempak.
"My..Opa Prof ga dibangunin?" Tanya lia sambil jalan ke luar kamar.
"Ga usah,kasihan Opa pasti capek,lagian posisi opa kan cuma membantu Mommy" jawab Mommy sambil memencet tombol lift.
10 menit kemudian mereka sampai di mana Ibu Ardian di rawat.
"Bagiamana Sus perkembangan pasien?" tanya Mommy Ririn.
"Alhamdulilah semua stabil Dok,tadi sudah di periksa Dokter Herman". jawab suster.
" Saya tinggal dulu Dok.."kata suster kemudian.
"Assalamualaikum ibu.. ?sapa Mommy Ririn pada pasien,
Sedangkan Ardian langsung memeluk ibunya dan menangis.
" Alhamdullilah Dok baik,dan sudah mendingan"jawab ibunya Ardian.
"Syukur alhamdulillah...udah Ardian ga usah nangis tu ibu udah sadar dan katanya udah baikan" kata Mommy Ririn pada Ardian yang masih di menangis di pelukan ibunya.
"Iya Bang..anak laki kok cengeng?ga cape dari tadi siang nangis terus?gue aja yang dari tadi liatin aja cape" kata Lia sambil mendekati Ibu Ardian.
"Assalamualaikum ..gimana Ibu uda baikan" kata Lia sambil mencium tangan ibunya Ardian.
Ibunya Ardian tersenyum.
__ADS_1
"Alhamdullilah dik..ini siapa kok cantik banget?tanya Ibu ardian sambil mengelus kepala lia.
" Dia Lia buk yang telah menolong ibuk membawa kesini,dan itu Eel kakak lia"kata Ardian setelah tenang dari tangisannya.
"O...dik Lia makasih ya udah membantu ibuk,bahagia banget rasanya..jawab Ibu Ardian
" Ga usah berterimakasih sama saya bu,berterima kasihlah kepada Allah,saya hanya perantara saja"jawab lia
Ibu Arum tersenyum dan sangat kagum atas kata bijak dari Lia masih kecil tapi uda memiliki hati mulia.
"Ya udah sekarang Ardian temani ibunya,Dokter pamit dulu kasian lia ama Eel biar mereka istirahat dulu" jawab Mommy ririn kemudian.
"Terimakasih Dok..." jawab ibuk Ardian.
"Abang lia pamit dulu ya..jangan nangis lagi,insya Allah kalau ada waktu Lia kesini lagi" kata lia sambil mencium tangan ibu Ardian dan tak lupa mengacak acak kepala Ardian sambil tersenyum.
Ardian di perlakukan seperti itu hanya tersenyum.
...*********...
Tok....tok...tok
"Assalamualaikum Ardian..sudah tidur?" kata dari luar
"Walaikum sallam ibu..ni mau tidur ibu" jawab Ardian sambil membuka pintu
"Ya sudah kamu tidur dulu..besok kamu masuk pagi,dan kata nyonya kamu ,harus antar sekolah nona muda" kata bu Arum.
"Baik bu Assalamualaikum" jawab Ardian sambil cium tangan.
Ardian pun kembali ke kamar dan memejamkan matanya.
Adzan subuh berkumandang,kokok ayam pun bersahutan.Lia yang sedari tadi Dzikir dan bersholawat akhirnya dia melaksanakan sholat subuh dan membaca Alquran .Setelah selesai membaca diapun mandi dan berganti pakaian untuk berangkat sekolah.
"Assalamualaikum...bu Arum" sapa Lia sambil mencium bu Arum.
"Walaikum salam...anak cantik,udah bangun?wiih...uda rapih aja?mau sekolah?la sudah sembuh kakinya?" tanya Bu arum setelah tahu siapa yang datang
"Idih..nanya pa interogasi nich?berondong aja kaya bom molotov" tanya lia sambil memanyunkan bibirnya.
"ih.. abang ,bibirku seksi to ya,tanganmu bersih ga tuh,nanti bibir yang seksi ini terkontaminasi virus dari tanganmu" kata lia sambil memegang bibirnya.
"idih. .songong tanganku bersih tahu,ni habis mandi,wangi kan?" tanya Ardian sambil memencet hidung lia yang mancung.
"Abang sakit tahu...Ibuk abang nakal" kata lia sambil merajuk pada ibu Arum.
"Sudah...sudah jangan gitu abang,liat hidungnya jadi merah kasihan adiknya dong" kata bu arum sambil memegang hidung lia yang merah.
"Ha.. ha ..katanya preman digituin aja udah merajuk pada ibu" kata Ardian sambil mencomot tempe di meja makan.
"itss. .abang ga punya sopan santun,kalau makan duduk tahu!kata lia sambil mengambil tempe yang di makan Ardian
" Iya..bu Ustadzah..."jawab Ardian sambil menarik kursi
"Udah hayo makan udah siang. " kata bu Arum sambil menyiapkan piring buat makan Ardian dan Lia.
Hi..hi..hi..
Suara ringtone hpnya Lia.
"Dasar bocah suara ringtone kok ya belum di ganti sich.. bikin merinding tahu?" kata Ardian.
"Biarin..." kata lia sambil memanyunkan bibirnya.
Ardian langsung mau memegang bibir yang di manyunkan,tapi lia berhasil mengelak
"week...ga kena..ga kena " kata lia sambil meledek Ardian.
"Halo Assalamualaikum kakak.." kata lia mengangkat telpon.
"WalIaikumsalam....,adik gapapa?" kata Eel di seberang.
"Adik ga papa bang,cuma ni tadi lia habis di aniaya ama Abang Ardi.." jawab Lia sambil memainkan mulutnya untuk meledek Ardian.
"Lo apa in Yan..adik gue?" teriak Eel setelah panggilan di alihkan VC.
__ADS_1
"Ga gue apa apin El..tenang aja,paling gue pencet hidungnya" sambil memencet hidung lia lagi sampai merah.
"Aduh..abang sakit tahu.." teriak lia sambil membalas menarik hidung Ardian.
"Aw..aw..aw" Teriak Ardian sambil memegang hidungnya.
"Rasain tu,lagian emang ga sakit pa hidung ini..?" kata lia sambil memegang hidungnya yang masih merah.
"Ha..ha..ha adik kejam banget dikau,liat hidung Ardian kayak pinokio.." tawa Eel di telpon liat hidung Ardian.
Ih.. awas lo el..kalau ketemu gue acak acak tu muka.."jawab Ardian mendengus kesal.
Ha...ha..ha..
tertawa Lia dan Eel pecah liat hidung tomatnya Ardian.
"uda..uda..ni makan pada berisik aja uda siang lo nanti kalian terlambat" kata Bu Arum ketika terdengar ribut ribut.
"Assalamualaikum Bu arum" jawab Eel di seberang
"walaikum sallam den Eel" jawab bu Arum setelah tahu siapa yang ada di balik layar hand phone.
"Bagaimana kabar bu Arum?"
"Alhamdulilah den, baik...gimana kabar den Eel di sana?"
"Alhamdulilah baik juga buk.."
"Kapan kembali ke Indonesia?"
"Belum tahu buk ni masih sibuk di Rumah sakit ama kampus"
"O ya..uda baik baik aja di sana ya den"
"Maaf Den di sudahi dulu ya,biar 2 anak nakal ni segera berangkat,kepala ibuk pusing kalau mereka kumpul ga pernah akur" jawab Bu Arum .
"Oya buk ni Eel juga ada panggilan dari Rumah sakit,hai adik udah dulu ya kakak ada panggilan Urgent ,Assalamualaikum..." kata Eel dan layar hubungan pun terputus.
"Sudah..sudah pada di selesain makannya..nanti terlambat" kata Bu Arum sambil nyuapin di ke mulut lia karena melihat di piringnya masih ada nasi dan belum tersentuh.
"Asyik...adik di suapin..." Kata Lia sambil membuka mulutnya.
"Idih ibuk..kok adik doang di suapin?Ardi juga mau dong!" Kata Ardian sambil membuka mulutnya.
Bu arum hanya geleng geleng kepala...
"Ardi..ardi uda besar kok yo minta di suapin..." kata Bu Arum sambil nyuapin Ardi juga.
"O ya non tadi nyonya pesen kalau non berangkatnya sama Ardi" kata Bu Arum.
"La di antar ?males ah...kan Lia uda sembuh?ni kaki buat jalan udah ga sakit" sambil mempraktekkan jalannya.Tapi...
"Auwww..." Teriak lia.
"Adik ga papa ?" kata Ardian langsung memegang tangan lia.
"Sakit.." kata lia sambil memegang kakinya.
"Tu kan masih sakit,ijin aja ya dari pada kesakitan seperti itu" kata Ardian cemas.
"Ga mau..adik mau sekolah,adik masih jadi siswa baru mosok bolos sich bang?" kata lia merajuk.
"Oc..oc kamu sekolah tapi Abang antar ya?nanti pulang sekolah tunggu Abang jemput" kata Ardian mengalah.
"Siap komandan...." kata lia sambil menaruh tangan di jidatnya.
"Ya uda ..ayo kita berangkat..,bisa jalan ga?kata Ardian kemudian.
" Gendong....."pinta lia merajuk.
Ardian pun menggendong Lia bawa ke mobil,jantung berpacu tanpa arah.
Ya Allah,kuatkan hati hamba,hilangkan rasa ini Ya Allah,jaga iman hamba
Doa Ardian sambil menggendong lia.
__ADS_1