C E O ,Anak Motor Dan Ustadz

C E O ,Anak Motor Dan Ustadz
BAB 68: CEMBURU


__ADS_3

Lelah.....


itulah yang di rasakan Fatimah.Lelah karena mengejar cinta yang tidak kesampaian,lelah karena di permainkan hidup.


Sekarang Dia menyadari sesuatu yang salah telah Dia jalani selama ini,Dia telah salah mengejar cinta,Dia telah salah mengabaikan anaknya.


Bertahun tahun Dia hanya tenggelam antara kebencian yang Dia tanam untuk seseorang,dan telah mengabaikan darah dagingnya yang masih membutuhkan kasih sayangnya.


Fatimah berjanji akan merubah dan menyayangi Assifa.


...----------------...


Diruangan Dokter Lia sedang terjadi perdebatan antara Dokter Lia dengan tamunya yang tadi bertemu dengan Ustadz Firman di depan ruangannya.


"Sekarang maksud Kamu apa Lia?Gua ga ngerti?kapan Gua punya anak?menikah aja belum pernah?apa loe berusaha menghindar dari Gua makanya loe bilang kalau gua sudah punya anak" Kata Rian tamunya Dokter Lia.


"Apa emang kamu ga ingat pernah menghamili seoarang wanita?" Kata Lia sambil bersedakap dan menyandarkan tubuhnya di kursi.


"Gila loe...gua emang dulu orang brengsek,gonta ganti pasangan tapi gua yakin gua selalu bermain aman,ga mungkinlah mereka bisa hamil?" Kata Rian menatap mata Lia.


"Hush...jaga mata kamu" Kata Lia sambil melempar tisu kearah Rian.


"Napa...loe takut jatuh cinta ama gua?kenapa loe takut. .?kalau loe jatuh cinta ama gua,tenang aja gua ga akan menolak,jujur gua udah jatuh cinta ama loe waktu dulu saat kita masih musuh dalam area balap motor"


"Gua tahu gadis di balik cadar yang jadi ketua motor adalah loe,dan gua tahu kalau loe juga yang menyelamatkan gua waktu itu"


"Dan Gua tahu loe adalah cucu dari keluarga wijaya yang sudah memenjarakan Kakek gua" Kata Rian lagi.


Lia hanya tersenyum dan berusaha menghindari tatapan Rian.


Dan gua juga tahu kalau loe di balik insiden di New York yang ingin mencelakakan gua.


"kalau kamu tahu itu semua, kenapa kamu jatuh cinta kepadaku?apakah ini jebakanmu agar aku bisa kamu perdaya?lagian dari dulu Alexander dan Wijaya ga pernah akur dan keluarga kamu selalu memiliki dendam kepada kami" Kata Lia sambil menghela nafas.


"Ini semua karena kesalahan Tetua tetua di jaman dulu,dan sekarang kita jadi imbasnya" Kata Rian.


"Kamu percaya akan cerita cerita Tetua kita?" Kata Lia mengernyitkan keningnya.


"Ya gua percaya karena sekarang kutukan itu gua yang mengalami" Kata Rian.


"Kutukan apa Yan...Aku ga paham?"


"Lia..apa kamu ga pernah tahu apa yang terjadi pada jaman Tetua kita?"


"Aku rasa itu cuma cerita masalalu yang tidak usah di ungkit lagi"


"Bagi kamu hanya cerita masalalu,tapi bagi kami kutukan itu benar benar ada,dan sekarang kutukan itu sedang mempermainkan hidupku"


"Kamu tahu apa kutukan itu?" Tanya Rian.


Lia hanya geleng geleng kepala,karen bagi Lia itu hanya cerita masalalu yang di ucapkan seorang wanita yang sakit hati.


Yach....dulu menurut cerita Keluarga Wijaya dan keluarga Alexander adalah sahabat mereka selalu menjalani bisnis secara bersama,dan dengan keakraban dua keluarga akhirnya menimbulkan perencanaan perjodohan demi kelancaran bisnis.


Waktu itu Kakek dari keluarga Alexander entah dari generasi yang mana di jodohkan oleh seorang wanita dari keluarga Wijaya,dan mereka di nikahkan,tapi ternyata kakek itu sudah mempunyai kekasih dan memiliki seoarng anak.


Akhirnya skandal itu ketahuan dan membuat sakit hati seorang wanita dari keluarga Wijaya akhirnya tanpa sadar Wanita dari keluarga Wijaya mengucapkan kalau suatu hari nanti sampai tujuh turunan anak lelaki dari keluarga Alexander akan tergila gila dengan turunan Wijaya,tetapi Cinta mereka tidak akan kesampaian.


Itulah ucapan dari seoarang wanita di keluarga Wijaya yang termasuk nenek buyut Lia entah generasi keberapa,dan ucapan nenek tersebut menjadi kenyataan sampai sekarang,Khodam di diri Nenek itu membantu kelancaran kutukan itu.


Dan sampai sekarang di mana khodam itu mengabdi salah satu turunan Wijaya dan dengan Dia pula turunan Alexander akan tergila gila padanya.


Sekarang pun di alami oleh Lia sendiri,Khodam leluhur telah memilih Dia setelah beberapa generasi khodam itu tidak mempunyai tuan.Tapi setelah Lia lahir Khodam itu langsung masuk di kehidupan Lia sebagai pelindung.


Cuma aura emosi dari khodam itu terlalu kuat,karena khodam itu sudah bertahun tahun baru menemukan Tuannya.


Butuh bertahun tahun pula Lia harus bisa mengontrol emosi yang di sebabkan khodam itu.


Ternyata cerita itu benar menjadi kenyataan Khodam leluhur mengikuti Dia,dan lelaki dari Alexander tergila gila dengannya.


Tapi bagi Lia itu hanyalah lelucon dan suatu cerita dalam dongeng.


"Apakah loe masih tidak percaya akan hal itu Lia?"


"kalau Loe tahu sekarang kutukan itu sedang gua jalani,Jujur gua sangat tergila gila sama loe ,gua berusaha melupakan loe dan menganggap kutukan itu tak akan ada"


"Berbagai cara uda gua lakukan untuk melupakan loe"

__ADS_1


"Sampai sampai gua punya niat untuk menghabisi loe,karena gua pikir dengan loe mati gua bisa nglupain loe dan loe tidak ada yang memiliki sama sekali"Kata Rian sambil memainkan ponselnya.


Lia hanya mendesah nafas panjang,dan memandang layar laptopnya.


Dokter Hendra hanya menyimak pembicaraan mereka sambil memeriksa data pasien.


Dia hanya bisa geleng geleng kepala ternyata didunia ini ada pecinta gila seperti Rian yang rela membunuh orang yang disayanginya.


Untung Dia bukan seperti itu,dulu Dia akui juga pernah mencintai Dokter Lia tapi Dia sadar itu tak mungkin makanya Dia berusaha melupakan dan berusaha membuka hati untuk orang lain.


Dan sekarang Dia bahagia bisa mencai orang lain yang sekarang telah menjadi istrinya.


Setelah terdiam sesaat Rian berdiri dan mendekati Dokter Lia,kemudian Dia bersimpuh sambil mengulurkan sebuah kotak yang isinya sebuah cincin.


" Dan sebagai pecinta gila ini,gua melamarmu"


"Will you marry me?" Kata Rian sambil membuka kotak di hadapan Lia.


Lia terkejut mendapat serangan seperti itu,Dia ga nyangka kalau Rian akan berbuat nekat seperti itu.


Di balik Pintu ada sepasang mata mengawasi dan penuh amarah yang terlintas di sana,kemudian orang itu pergi sambil menhan airmatanya.


"Ha...ha..loe gila Rian?" Kata Lia sambil menutup kotak tersebut.


"Gua emang gila Lia...dari dulu.. semenjak gua kenal loe" Kata Rian kecewa.


"Rian aku nyuruh kamu kesini bukan mau membahas hal konyol seperti ini,ada yang lebih penting yang perlu di bahas"


"Soal apa Lia?apa soal anak itu lagi?gua kan uda bilang ga mungkin gua punya anak,selama ini gua main aman aman aja jadi ga mungkin gua melakukan kesalahan"


"Lagian kenapa loe tanyakan itu?apa loe cemburu?"


"Gua akui dulu gua brengsek tapi jujur hanya loe yang gua sayang,persetan dengan konflik keluarga kita,persetan dengan Ustadz yang plin plan...yang penting loe jadi milik gua"Kata Rian sambil berdiri dan berusaha memegang tangan Lia.


Dengan sigap Dokter Hendra menghalangi gerakan Rian,dari tadi Dia memperhatikan Rian dan mulai melampui batas.


" Jangan halangi gua Dokter,gua juga ingin menyelesaikan masalah hati dengan Dia"Kata Rian berusaha mendorong Dokter Hendra.


Dokter Hendra sempat goyah,karena pada dasarnya ilmu pertahanan dirinya masih di bawah Rian.


"Hend...mundurlah !Biar gua selesaikan sendiri" Kata Lia sambil menarik Hendra untuk menjauh.


Lia menggelengkan kepala dan memberi isyarat kepada Dokter Hendra untuk mundur.


Lia kemudian mendekati Rian dan menepuk bahu Rian sambil merapalkan Doa.Tidak sulit bagi Lia menakhlukkan hati Rian karena tanpa dasar agama,tidak seperti waktu menakhlukkan hati Fatimah yang sudah mempunyai pertahanan dasar untuk melindungi diri.


"Rian kamu tenangkan hatimu ...untuk saat ini aku cuma minta tolong kerjasamamu untuk melakukan test DNA" Kata Lia sambil tersenyum ke arah Rian yang mulai tenang .


"Test DNA untuk apa?" Tanya Rian tidak mengerti.


"Kamu test DNA sama anak yang Aku rasa itu anakmu,kalau hasilnya negatif aku berjanji tidak akan mengganggu kamu lagi"


"Kalau positif?" Tanya Rian.


"Kalau positif aku akan bantu kamu mengingat tentang peristiwa darimana kamu bisa memiliki seoarang anak,dan aku juga ingin minta bantuan kamu" Kata Lia.


"Bantuan apa?"


"Nanti setelah hasil keluar kita bicarakan lagi" Kata Lia sambil kembali duduk.


"Baiklah gua ikuti saran loe,gua mau test DNA...kalau hasilnya negatif jangan halangi gua untuk terus mengejar loe,dan gua siap kalau suruh bertanding dengan Ustadz Firman tapi jangan bertanding soal agama,itu pasti gua akan kalah" Kata Rian sambil mengacak rambutnya.


Lia terdiam dan geleng geleng kepala.


***Gila sudah bisa ditakhlukkan hatinya masih aja keinginan cintanya terlalu besar,kutukan itu memang dahsyat ga ada penawarnya.batin Lia sambil melihat ke sudut ruangannya dan melihat makhluk astral yang sedang bertepuk tangan dan berjoget di depannya.


"awas kalian ya..menguji kesabaranku" Teriak batin Lia sambil melotot ke arah makhluk astral didepannya.


Makhluk Astral itu hanya berjoget joget dan menghilang dari pandangannya***.


Lia membuang nafas kasar,dan mengutuki diri sendiri.


Sungguh berat beban ini ya Allah....


Dokter Hendra melihat kearah Lia yang sedang melotot,Dia jadi merinding.Karena tidak satu kali atau dua kali Dokter Hendra melihat pandangan seperti itu,dan Dia tahu kalau Dede sedang komunikasi dengan temannya.Dan Dia pun harus siap di jahili makhluk itu.


"Aduh...." Tiba tiba Rian terjatuh dari kursinya.

__ADS_1


Dokter Hendra melihat langsung menutup mulutnya sambil menahan tawa.


Baru bilang harus waspada e...ternyata makhluk itu punya media baru.


Lia melihat makhluk astral menarik kursi Rian langsung memukulnya.


Jangan jahil...


Rian melihat Lia memukul udara kosong dan mengumpat ,Dia merasa heran.


"Gua ga jahil Lia...beneran ni gua jatuh..ga bohong gua" Kata Rian sambil berdiri.


"Maaf Rian..lagian kamu lucu enak enakkan duduk kok tiba tiba jatuh?" Kata Lia masih melototi makhluk astral itu.


"Ga tahu nich...tiba tiba ada yang dorong dan narik kursi gua" Kata Rian sambil garuk garuk kepala.


"Ya sudah...sudah...Hend...kamu bawa Rian ke ruang laborat sana biar prosesnya cepat selesai" Kata Lia sambil melihat ke arah ponsel dan ada pesan Chat masuk dari Firman.


(Ada yang ingin Saya bicarakan,ada waktu?)


Lia mengeryitkan keningnya Dia merasakan bahwa tulisan itu membawa perasaan yang sedang marah.


"Habis Test DNA gua kesini lagi ya" Kata Rian


"Ng...ga usah Rian,saya sudah ada janji ama asisten saya untuk kembali ke kantor" Kata Lia sambil berdiri dan melangkah pergi sambil membalas Chat.


"Ya...tunggu Saya di Lantai Suite President,ini Saya kirim akses untuk membukanya" Kata Lia sambil mengirim kode barcode nya.


Rian dan Dokter Hendra menuju ruang Laborat sedangkan Lia keruang pribadinya sambil mengirim pesan ke Suster Ana.


...****************...


Ruang Suite President


"Assalamualaikum Kak..." Ucap Lia setelah masuk di ruangannya dan melihat Firman duduk di sana.


"Walaikum sallam Dik..." Kata Firman singkat.


Lia hanya menarik nafas dalam dan merasakan sikap dingin Firman.


"Suster Ana...tolong buatkan minum buat Ustadz Firman" Kata Lia sambil duduk di depan Firman.


"Iya De...ini .." Kata Suster Ana sambil membawa minum.


"Tadi langsung kesini waktu kamu Chat"


"Makasih Sus...o..ya Dokter Hendra lagi melakukan tes DNA,coba kamu sambungkan program ke laptop karena Saya ingin mendapatkan hasil segera mungkin" Kata Lia.


"Baik De.. " Kata Suster Ana langsung menuju meja yang tidak jauh dari tempat Lia duduk.


Lia sengaja mengajak Suster Ana ke ruangan pribadinya karena antara Dia dan Firman belum jadi suami istri.


"Ada masalah apa Kak kayanya serius banget" Kata Lia sambil menundukkan kepalanya.


"Maaf Dik kalau boleh tahu tadi siapa yang melamarmu?" Kata Firman to the point.


"Kakak melihatnya?" Tanya Lia.


Firman mengangguk.


"Maaf tadi Saya cuma penasaran Siapa yang menjadi tamumu karena Saya lihat Dia tidak sakit." Kata Firman.


"Kakak curiga sama Dede?lagian apa Kakak tidak melihat Dokter Hendra di sana?"


"Maaf De,Saya tidak lihat".


" O...ternyata setelah sekian lama kita tidak pernah berjumpa Kak Firman tidak percaya sama Dede" Kata Lia datar.


"Maaf De...bukan nya Kakak tidak percaya tapi...salahkah kalau Kakak cemburu?" Kata Firman.


"Cemburu.....apa ga salah Kak?sekian lama hubungan kita hanya menggantung dan sekarang tiba tiba Kakak bilang cemburu setelah melihat Dede di lamar orang?"


"Apa Kakak ga ingat bagaimana perasaan Dede waktu itu,tiba tiba Kakak ga ada kabar di hari pernikahan kita,dan akhirnya harus Dede batalkan,tapi setelah itu setiap hari Dede harus mendengar tentang kedekatan Kakak dengan Fatimah?"


"Untung Allah memberikan Dede penyakit dan harus koma agar Dede ga pernah mendengar atau melihat kedekatan kalian berdua"


"Apakah selama ini Dede permasalahkan Kak?kedekatan kalian berlangsung lama semenjak di Tarim,apakah waktu itu Dede juga meragukan Kakak?padahal Dede juga tidak tahu bagaimana hubungan kalian di sana"

__ADS_1


"Sedangkan ini Kakak baru melihat sekilas dan tidak melihat sampai akhir kelanjutannya Kakak sudah marah dan cemburu" Kata Lia menahan emosi.


"Suster Ana tolong lihatkan rekaman di CCTV ruangan saya kamu ambil 30 menit yang lalu dengan suara" Kata Lia dengan suara tinggi.


__ADS_2