C E O ,Anak Motor Dan Ustadz

C E O ,Anak Motor Dan Ustadz
PIN VIP


__ADS_3

Walau dengan balutan tunik dan celana yang di padukan dengan jilbab,kecantikan Lia masih terlihat.Bulu mata yang letik,hidung yang mancung kulit yang putih itu menunjukkan bahwa ciptaan Allah bener bener sempurna.


Saat ini Lia sengaja tidak memakai cadar,karena Dia di luar lingkungan pembisnis.Sedangkan orang orang yang mendampingi bukanlah orang orang yang selalu menemani dia di dunia Bisnis.


Lia berharap tidak ada yang mengenali dia sebagai Bussines Queen.Dengan memakai kacamata hitam Lia pun lebih leluasa melihat sekitarnya.


Mobil yang di tumpangi Lia pun sampai di depan Masjid Al Huda.Lia turun di ikuti Anjani dan Mutiara.


Ternyata tempat pengajian Akbar itu sudah di penuhi para jamaah,sehingga ga ada celah untuk masuk ke Aula dan tidak bisa melihat sang idola dari dekat.


"Ya...Bunda kita ga bisa lihat Om Ustad dari dekat nich...tempatnya penuh banget" Celoteh Mutiara sambil melihatkan raut wajah kecewa.


"Salah Bunda sich...tadi Bunda lama banget dandannya,jadi kita terlambat kesini nya" kata Mutiara dengan nada kesal.


"Maaf Bunda ya..Muti.."


"Ada apa Muti kok cemberut aja" Tanya Lia setelah menelpon Tommy.


"Ini Tante gara gara Bunda kita ga kebagian tempat yang bisa lihat Om Ustad dari deket?"


"O...Muti ingin lihat Om Ustad dari deket ya?"


"Iya Tante..Muti uda berharap banget bisa ketemu Idola Muti..terus Muti ingin bershoalwat dengannya" Kata Muti sambil menunjukkan wajah sedihnya.


"Uda..uda ga usah sedih ,coba Muti berdoa agar keinginan Muti hari ini di kabulkan,Kan katanya Doa anak sholeh pasti di kabulkan" Kata Lia menghibur.


"Kak Anjani bisa antar saya di ke tempat penerima tamu?" Pinta Lia kepada Anjani.


Sebenarnya Dia tahu tempat itu tapi Lia menahan diri agar tidak ketahuan kalau dia sudah sembuh.


"Buat apa Dik?kita kan ga punya undangan atau tiket masuk kesana?" Tanya Anjani heran.


"Tante ...tante Muti sudah berdoa,semoga di kabulkan ya Tante?" Kata Mutiara


"Amien....kalau gitu Muti anterin Tante ke tempat orang yang menyambut para Jamaah" kata Lia.


"Apa itu Ya Tante..Kakak kakak yang memakai Syar' i Putih " Kata Mutiara.


"Ups Maaf Muti Tante...Muti lupa kalau Kakak masih sakit" Kata Muti dengan perasaan bersalah.


"Ga apa apa Muti...Ayo Tante antar kesana!" Pinta Lia lagi.


"Dedek..." panggil Anjani masih bingung.


"Ga usah bingung Kak,ayo anterin Dede kesana" Kata Lia sambil menarik tangan Anjani.


Mereka berjalan menuju tempat penerima tamu,di situ suasana beda dengan yang di luar sana pada berdesakkan,sedangkan di tempat itu hanya satu dua orang mengantri.


Yach...emang Uang menunjukkan kekuasaan.


Lihat lah dengan uang mereka ga usah antri dan berdesak desakkan.Mereka mendapat pelayanan secara terhomat.


Tapi di luar sana para jemaah berdesak desakkan,banyak kaki yang terinjak.Panas matahari yang begitu terik,keringat yang bercucuran hanya ingin melihat sang idolanya.


Ach...managemen yang begitu payah.Gerutu Lia


"Assalamualaikum...Mba ada yang bisa kami bantu?" tanya penerima tamu dengan tatapan sinis melihat penampilan Lia yang sangat sederhana,dan tidak mencerminkan orang kaya,di tambah dia memakai tongkat dan kacamata hitam.


Sedangkan di sebelahnya tidak kalah sederhananya.


Walaupun Anjani sudah menjadi istri seorang Militer,tapi dia tidak bisa meninggalkan kehidupan sederhananya.Hanya pertemuan pertemuan tertentu dia tampil beda untuk menghargai suaminya yang ternyata salah satu keluarga yang sangat terpandang di kota ini.


Anjani juga mencontoh kesederhanaan dari sesosok Lia,walau Dia adalah pemimpin Perusahaan terbesar tapi dia ga pernah melihatkan kekuasaannya.


"Walaikum sallam Mbak...saya datang dengan reservasi atas nama Tommy Hermawan untuk tiga orang" kata Lia masih berusaha menahan amarah karena tatapan sinis dari penerima tamu.


"Bisa lihat Pin VIP nya?" Jawab penerima tamu dengan ketus.


"Pin VIP?" tanya Lia lagi.


"Sudah saya duga kalau kalian adalah Tipu tipu,ngaku ngaku sebagai temannya Tuan Tommy tapi ga punya Pin VIP" jawab Penerima tamu itu.


"Lagian mana ada Tuan Tommy punya temen seperti kalian?Udah Buta pakaian kalian kaya gembel dan ga pantas masuk ruang VIP"


"Bisa bisa Ustad Firman lihat kalian ILFEELL dan ga jadi berdakwah di sini" Timpal Penerima tamu yang satunya.


Mendengar kata kata penerima tamu itu,darah Lia langsung mendidih dan rasanya pingin menampar tu mulut.


Managemennya siapa sich ini punya karyawan kok sampah..


"O..jadi Mbak anggap Tommy ga pantas kalau berteman dengan kami?Karna aku buta?karna kami miskin?sungguh pikiran yang sangat picik" Kata Lia masih berusaha mengendalikan emosi


"Ya..begitulah...karena kami tahu di dalam ada Ustad kondang,jadi pasti kalian akan menggunakan berbagai cara untuk bisa masuk di sini" Kata Penerima tamu lagi.


"O...begitu...kalau boleh tahu siapa atasan kamu?" Kata Lia dengan nada tinggi.


"Buat apa mbak pingin tahu atasan saya?pasti atasan saya juga ga mau menemui mbak,karena kalian ga selevel" jawab penerima tamu sinis.


"Tinggal jawab siapa nama atasan kamu?"Kata Lia sambil menarik jilbab penerima tamu


"Atasan saya Namanya Riana,puas...pasti mbak ga akan kenal karena hanya orang yang berlevel tinggi yang mengenal dia" Ujar Penerima tamu lagi sambil membetulkan jilbabnya yang tadi di tarik Lia.


Dasar wanita Buta


"Apa kamu bilang?" Lia semakin marah dan menarik jilbabnya lagi.


"Jangan kamu kira saya tidak dengar suara hati kamu?walau saya buta tapi saya tidak tuli mengerti" Kata Lia sambil menarik jilbabnya lebih kencang.


Teman yang satunya berusaha menolong dan mau menarik jilbab lia dari belakang.Dengan sigap Lia memlintir tangan yang mau menarik jilbabnya.


"Kalian mau coba coba dengan saya ya.." Teriak Lia masih menarik jilbab musuhnya.


Anjani bingung mau melerai takut kesalahan,Ini kali kedua Dia melihat kemarahan Lia melebihi kemarahan Ardian.


Melihat kegaduhan di luar salah satu karyawan langsung menemui Riana yang sedang berbicara dengan Ustad Firman.


"Assalamualaikum..Bu Riana" kata karyawan itu tergesa gesa

__ADS_1


"Ada apa May...kok kayanya ada masalah?" tanya Riana kepada karyawannya.


" Itu Bu..di luar ada kegaduhan antara Diana dengan salah satu pengunjung" kata Maya


"Diana bikin ulah lagi?dengan siapa?" Tanya Riana.


"Dengan gadis buta....tapi kayanya Dia..." Kata Maya,Dia ingin mengatakan kalau gadis buta itu adalah Big Bos. .tapi dia ragu apa bosnya itu buta.


Dari pada nanti kesalahan lebih baik diam aja.


"Dimana?" kata Riana lagi


"Di pintu masuk ruang VIP" Kata Maya.


"Maaf Ustadz saya undur diri dulu,mau lihat kegaduhan di luar"


"Assalamualaikum..."


"Walaikum sallam.."


Kepergian Riana Ustadz Firman penasaran dan ingin melihat kejadian itu juga.


"Pak Arif..gimana kalau kita lihat kesana juga?" Kata Firman.


"Saya kira Nak Firman ga usah kesana dari pada nambah masalah?"


"Firasat Bapak mungkin itu salah satu fans yang ingin mencoba menerobos masuk untuk melihat Nak Firman"


"Tapi Pak.. dari tadi perasaanku ga enak,jantungku rasanya mau copot berdebar terus" Kata Firman sambil mengelus dadanya .


Kenapa perasaanku seperti ini?apa Dia ada di sini?


"Betul kata Pak Arif,bisa jadi itu Fans yang nekat,jadi kamu di sini aja,biar Ana yang melihat di sana" Kata Azzam sambil melangkah keluar ruangan.


Di tempat Kegaduhan Lia masih menarik Jilbab nya Diana.


"Hai..untung loe perempuan,kalau loe laki laki uda gue sobek mulut loe yang ga punya akhlak" Teriak Lia.


"Br****** ,gadis S*****...lepasin gue,Kalau loe berani ayo kita duel" Kata Diana


"O...loe nantangin Gue..Oke gue terima.." Kata Lia sambil melepaskan tarikannya di jilbabnya Diana.


Semua orang orang yang melihat langsung berkerumunan dan melupakan Dakwah Ustad Firman yang akan di mulai.


Banyak yang mengomentari dan mendukung gadis buta.


***Gila gadis buta itu menuntut keadilan


dia ga terima di rendahkan


Walau buta ternyata wonder woman***.


Wartawan yang tadinya ingin meliput dakwahnya Ustad Firman, Kini mereka dapat berita yang menarik.


Gadis Buta Unjuk Gigi.


Tommy penasaran dan membuka salah satu akun Sosmednya ternyata di situ sdang viral dalam durasi beberapa menit seorang gadis buta sedang bertengkar dengan salah satu penerima tamu acara Dakwah Ustad Firman.


Tommy hanya bisa menarik nafas panjang


Siapa itu yang sudah membangunkan macan betina yang sedang tidur


Setelah tahu berita Viral itu akhirnya Tommy memutuskan menyusul di mana Lia sedang mengamuk.


Di luar Ruang VIP pun suasana semakin panas,Diana berusaha menampar,memukul dan mencakar tapi usahanya sia sia,setiap gerakan ya mampu di patahkan oleh Lia.


Busyet dach...ini orang bener bener buta ga sich...


"Ayo...mana kemampuan loe..ga usah banyak B****...loe..bisanya menghina orang,tapi ga mau ngaca kekurangan loe dimana?" kata Lia masih di kuasai emosi.Apalagi dia melihat banyak wartawan memotret dia.


"Hai...Loe Wartawan K******...hapus ga foto foto kalian?atau ingin aku hancurkan kamera kalian" Teriak Lia sambil mendatangi salah satu wartawan yang sudah memotret aksi Dia.


Prak....


Lia merampas kamera itu dan menghancurkannya.


Wartawan yang kamera nya di hancurkan pun marah dan naik pitam.


"Dasar gadis buta sialan...loe udah hancurin kamera gue,loe tahu harga kamera itu,loe bayar dengan tubuh loe aja masih kurang" teriak wartawan itu.


Mendengar wartawan itu merendahkan dia Lia langsung mendaratkan pukulan ke mukanya.


Bugg...


"Itu buat mulut busukmu..."


"B******...." teriak Wartawan itu sambil melayangkan tendangan ke Lia.


Tapi lagi lagi Lia bisa menghindar.


"Berhenti...." Tiba tiba ada suara Bariton dan suara itu mampu meredakan amarah Lia.


Kakak...


Di balik kacamata hitamnya Lia melihat Firman berdiri kurang lebih 100meter dari hadapannya.


Suasana jadi hening.


Ustad Firman menatap ke Gadis buta itu.Jantungnya mulai berdetak kencang,


Ya Allah..siapa gadis buta itu...


kenapa dengan jantungku.


Firman berusaha menguasai hatinya.


"Maaf Saudara saudara semua ,sebenarnya ada masalah apa?harusnya setiap masalah kita selesaikan dengan kepala dingin? bukan seperti ini?" Kata Ustad Firman.

__ADS_1


"Apalagi di Masjid.. Masjid adalah tempat kita beribadah,Masjid adalah rumah Allah.." lanjut Ustad Firman


"Dia duluan Ustadz..." Kata wartawan itu menunjuk Lia.


"Dia yang telah merusak kamera saya,padahal dengan kamera itu saya mencari nafkah" Kata Wartawan itu sambil memikirkan harga kamera yang harus di ganti karena itu milik perusahaannya.


Lia yang tadi hanya diam dan berusaha mengatur suasana hatinya yang kacau balau.


Semarah apapun dirinya,setiap mendengar suara Firman hatinya langsung amburadul.


"Apa itu betul mbak?" kata Firman tanpa melihat Lia.


"Memang gue yang hancurin,tapi bukan salah gue juga .. kan tadi gue udah peringatin jangan ambil foto gue,tapi loe masih nekat aja" Kata Lia juga tanpa melihat Firman.


"Itu kan pekerjaan gue mencari berita.. " kata Wartawan itu membela diri.


"Gue tahu loe cari berita,tapi kan gue yang jadi bahan berita loe gue ga suka dan ga ridho jadi berita picisan ...mengerti" Kata Lia sambil mengangkat tangannya karena melihat Tommy mau mendekat ke arah mereka.


"Saya minta maaf Pak Ustad kalau kelakuan saya merusak acara Pak Ustad,silahkan Pak Ustadz masuk kedalam dan lanjutkan acara selanjutnya" kata Lia sambil memberi kode ke Pak Arif agar segera membawa Firman ke dalam.


"Tunggu dulu Pak Ustad...." Panggil Lia.


Ustadz Firman berhenti tanpa menoleh


"Ada apa" jawabnya kemudian.


"Maaf Ustad saya kesini cuma mau antar keponakan saya, untuk bertemu Pak Ustad dan dia berharap bisa bersholawat dengan Ustadz"


"Silahkan.. bilang saja sama asisten saya"


"Assalmualaikum"


"Walaikum salam"


"Tapi bagaimana dengan kamera saya Pak Ustad?" Teriak Wartawan yang melihat Ustad Fiirman masuk.


Riana maju ke depan setelah mendapat kode dari Lia.


"Pak Wartawan biar kami yang mengganti kerusakan kamera Bapak,silahkan temui saya di kantor" Kata Riana dan mengatur para jamaah agar masuk dan melanjutkan acaranya yang sempat tertunda.


Setelah mengantar Firman kedalam Pak arif menemui Lia di luar.


"Assalamualaikum Nak..Lia"


"Walaikum salam Pak Arif.. ternyata bisa mengenali saya"


"Ya jelas mengenali kamu Dek...orang yang berani membuat kerusuhan di tempat umum siapa kalau bukan MARCHELIA si macan betina" ledek Tommy setelah suasana tenang


"Idih apa apan sich...emangnya sejelek itu kelakuan saya" jawab Lia manyun


"Bener tante...Muti aja sempet takut,wajah Tante lebih serem dari Papa Ardian kalau lagi marah"


"Untung Muti sering lihat Papa marah,kalau tidak Muti bisa kencing di celana" Kata Muti di susul tawa dari mereka yang mendengarnya.


"Tu..denger Dek jadi kan bukan aku aja yang bilang aku serem,pasti penghuni kuburan aja akan ketakutan melihat kamu...Ha..ha..." Ledek Tommy lagi


"Wah...kayanya sedang bahagia nich...apa pingin Dede lempar ke tempat pelepasan jiwa" kata Lia tanpa expresi.


"O.. jangan...jangan hi..hi.." Kata Tommy bergidik mendengar cerita takut apalagi mengalaminya.


"Nak Lia tadi katanya keponakannya ingin bersholawat dengan Nak Firman" Kata Pak Arif mengalihkan pembicaraan mereka


"O..ya pak...ini Muti anaknya Bang Ardian"


"Muti...salim ama Kakek..nanti Dia yang mengantar ke Om Ustad" Kata Lia kepada Muti


"Beneran Kakek?Muti akan bersholawat dengan Om Ustadz?"


Pak Arif mengangguk.


"Alhamdulilah...jadi Doa Muti terkabul" kata Muti kegirangan.


"Ya udah sana Muti pergi sama kakek Arif,O..ya Kak Anjani sekalian ikut Muti aja Dedrk mau bareng ama Kak Tommy aja.


" Baiklah Dek...kakak masuk dulu" kata Anjani .


Para jamaah masuk secara bergantian,di atur oleh anak buah Riana dan anak buah Tommy. Sebelum masuk mereka di minta menghapus Video dan foto atas insiden tadi.


Setelah semua masuk dengan tertib,Lia minta kepada Riana untuk menemui nya di ruang Meeting.


Riana mengangguk kemudian mencari Diana yang menjadi biang masalah untuk di ajak ke ruang Meeting juga.


Lia berjalan di samping Tommy dan menuju ke ruang Meeting di gedung itu.


Sebelum ke sampai di ruang meeting mereka berpapasan dengan wartawan yang tadi kameranya sudah di hancurkan oleh Lia.


Wartawan itu menatap Lia dan Tommy,dia merasa kalau mereka adalah orang penting karena kalau bukan orang penting mana mungkin seorang EO mau mengganti kameranya yang berharga ratusan juta.


Wartawan itu terus pergi dan berjanji tidak akan mengusik macan itu lagi.


Di Ruang Meting sudah ada Riana dan beberapa orang yang terlibat insiden tadi.


Lia masuk di ikuti Tommy di belakang.


Tommy kemudian menyiapkan tempat duduk untuk Lia.


Mereka heran sesosok Tommy salah satu Boz mereka yang terkenal dingin aja tunduk pada gadis buta itu,jadi siapa gadis buta iti sebenarnya.


Meeting di mulai....


Lia hanya menjelaskan bagaimana menjadi penerima tamu yang baik dan tidak memandang rendah dengan statusnya.


Lia juga menegur Riana dengan sistem kerja seperti ini adalah sistem kerja sampah.


Dia menjelaskan Poin poin yang perlu di perbaiki untuk kedepannya nanti.


Setelah mengadakan Meeting dadakan,semua yang ada di ruang meeting keluar cuma Riana da Tommy yang masih menemani Lia.

__ADS_1


Lia menghidupkan proyektor besar di ruang meeting ingin melihat dakwah firman yang ada di bawah.


__ADS_2