
Di ruang ICU semua tiem dokter khusus mulai menangani Lia.Keadaannya semakin kritis.Eel berusaha semaksimal mungkin menolong adiknya.
Tapi mau di kata apa,walau sekeras apa pun manusia untuk berusaha,tapi kalau Allah berkehendak lain kita sebagai manusia harus bisa menerima takdir.
Seperti keadaan Lia saat ini,walau sudah di kerahkan semua tenaga,ilmu,dan orang orang hebat turun tangan,kalau takdir berkata lain mau gimana lagi.
Allah menakdirkan Lia untuk tidur sementara,suruh istirahat dan menenangkan hati .Walau tidak tahu sampai kapan Dia akan tidur semua hanya di pasrahkan yang kuasa.
Sesuai kesepakatan bersama Lia di bawa ke Jerman supaya Eel dan Opa Markus bisa mengawasinya.
Dan untuk Perusahaan,mungkin Lia sudah punya firasat,Dia telah membekukan semua dana Perusahaan sehingga tidak beroperasi.
Dia juga sudah memutuskan kerja sama yang menyangkut dengan Perusahaan.Semua sudah di atur rapi oleh Lia.
Hanya satu perusahaan anak cabang yang masih aktif dan di serahkan oleh Tommy sebagai tanda terima kasih sudah membantu Dia selama ini.
Sedangkan perusahaan Induk peninggalan kakeknya Dia bekukan.
...***Biarkan perusahaan dan Pabrik untuk sementara berhenti total,berikan hak mereka pesangon yang layak sesuai dedikasi mereka....
...Biarkan Dede Istirahat dulu ,jangan ganggu Dede,Kalau Dede sudah lelah dari tidur baru kita bamgkit lagi....
...Oma...istirahat dulu nimmati hari tua Oma dengan senyum ya..Ga usah bersedih Dede baik baik aja di sana....
^^^Kak Davin..jaga sekolah dengan baik,jangan hancurkan harapan Nenek Kita,Kalau bisa tambahkan untuk Sebuah Universitas milik keluarga kita.Tapi seperti perjanjian awal jangan pakai nama Wijaya biar tidak di ganggu keluarga Alexander.^^^
^^^Abah...untuk Pesantren Dede yakin Abah bisa mengatasi,Jadi Dede mohon golong pertahankan dan minta tolong Kak Amar untuk kembali biar bisa bantu Abah di pesantren.^^^
Mommy..kalau Mommy ingin bersama Daddy,biarkan Rumah sakit yang pegang Dokter Hendra biar Dia di bantu para tiem.
Daddy..keamanan keluarga Wijaya untuk sementara Dede serahkan Ke Daddy dan biar di bantu Bang Ardian.
Bang Ardian..kamu adalah Abangku yang pertama jadi tolong dan lindungilah keluarga Wijaya,dan bekerja samalah dengan Daddy.
...Kak Tommy...Dede sisakan perusahaan di bidang property ini kamu kelola,Perusahaan ini Dede hadiahkan untuk kamu sebagai tanda terimakasih Dede karena kesetiaan Kakak terhadap Dede....
...Kak Eel dan Opa Markus semua obat yang harus Dede perlukan selama tidur,Dede sudah menulis di dalam Map yang Dede titipkan ke Suster Ana***....
Itulah surat yang di tulis Lia untuk semua.Ternyata Dia sudah mempunyai firasat kalau akan terjadi apa apa.
Semua keluarga sedih.Lia adalah kepala keluarga Wijaya.Dimana Dia adalah pondasi keluarga.Tanpa Lia keadaan keluarga Wijaya bukan apa apa.
Sesuai amanat dari Lia semua patuh,karena mereka percaya kalau Lia akan kembali entah butuh waktu berapa lama semua tidak tahu.Hanya Doa dan harapan yang selalu mereka panjatkan agar Lia di beri kesempatan untuk kembali.
Di tempat lain,Keluarga Firman bahagia.Setelah operasi dalam waktu delapan jam Abi Hasan siuman.Semua bergembira,karena penantian selama ini tidak sia sia.
Setelah sadar dari koma Abi Hasan menanyakan keadaan Lia gimana?semua orang bingung.
"Man...mana calon istri kam?mana Lia?" Tanya Abi Hasan lirih.
"Dia tidak di sini Abi" Kata Firman.
"Ga di sini?apa Dia baik baik aja kan?" Tanya Abi Hasan.
"Abi..sudahlah Abikan baru sadar jadi istirahat dulu" Kata Umi berusaha mengalihkan pembicaraan.
Dia masih shok dan tidak percaya orang yang selama ini Dia anggap calon mantu yang tidak berguna ternyata telah brrkorban banya untuk Suaminya,Apalagi mendengar Dia masih koma sampai sekarang.
Maafkan Umi De...bangunlah Firman menunggu kamu.
Umi berjanji kalau kamu bangun,
Umi akan merestui kalian.
Batin Umi.
"Umi..Apa salah kalau Abi ingin tahu keadaan orang yang telah menolong Abi" Kata Abi Hasan.
"Apa Abi?Abi tahu yang menolong adalah Lia?" Tanya Umi heran.
"Iya Umi...waktu itu di ruangan gelap tanpa cahaya Abi termenung di sana,dan berusaha mengingat apa yang terjadi"
"Ingatan Abi waktu itu kalau ga salah Kita menghadiri sebuah pertemuan para Ulama,kemudian mobil yang kami tumpangi remnya blong dan sopir tidak mengatasi akhirnya mobil mengalami kecelakaan dan terbalik."
"Habis itu Abi tidak tahuapa yang terjadi.Semua gelap dan tanpa cahaya.Abi ga tahu berapa lama Abi di situ.Suatu hari ada Suara yang mengejutkan Abi"
"Dia memanggil Abi,dan bilang kepada Abi jangan putus asa serta banyak lah berdzikir"
"Abi waktu itu ga tahu Dia siapa,Abi kemudian berdzikir dan terus berdzikir,secara perlahan ada seberkas cahaya mulai menerangi Abi."
"Abi ga tahu berapa lama Abi terkurung di tempat itu,Abi hanya bisa berdoa dan berdzikir,suara itu pun tak lagi terdengar."
"Suatu hari Suara itu memanggil Abi dan terus memanggil Abi,Dia terus memberi kekuatan pada Abi,Dia juga menuntun Abi dalam baca Doa"
__ADS_1
"Setiap dzikir dan Doa yang terucap,cahaya mulai tampak,dan Abi bisa melihat siapa yang telah membantu Abi"
"Dia tersenyum dan selalu berkata Kembalilah Bi...banyak yang menunggu Abi,Dia pun terus membaca Doa dan Dzikir kepada Abi"
"Waktu Abi melihat Dia ,ternyata hidung,telinga dan mulutnya berdarah,sempat Abi bertanya kenapa pada mengeluarin darah anggota tubuhnya?Dia hanya menjawab ga usah di bahas segeralah kembali"
"Lama lama darah yang keluar itu semakin banyak,Abi ga bisa berbuat apa apa dan tiba tiba ada cahaya yang menyedot Abi dan akhirnya saat mata terbuka Abi sudah terbaring disini" Kata Abi bercerita.
"Apakah Abi tahu orang yang membantu Doa Abi?"
"Abi tahu Dia calon istri kamu,Dia menggunakan kemampuan leluhurnya dengan penyatuan jiwa" Kata Abi Hasan menghela nafas.
"Dan apakah kamu tahu Man..dampak apa yang akan terjadi kalau orang itu telah menggunakan kemampuan itu?"
Firman menggeleng...karena selama ini Dia baru mendengar tentang kemampuan itu.
"Orang yang nekat menggunakan itu akibatnya Dia akan tertidur sampai batas waktu lama karena jiwanya kosong,Dan paling fatal kalau Dia tidak bisa mengatasi adalah Dia akan meninggal" kata Abi Hasan.
"Apa meninggal Abi?apakah dengan melakukan itu,Lia juga akibatnya?" Tanya Firman.
"Orang yang mempunyai kemampuan pasti akan tahu akibat dan dampaknya,dan Abi rasa Lia pasti tahu,karena kemampuan itu jarang yang memiliki" "
"Jadi Abi..apa yang di lakukan Lia itu adalah pengorbanan?"
"Bisa jadi Man...tapi Lia sekarang baik baik aja kan?"
Firman menggeleng dan tidak sanggup mengatakannya.
"Dia koma Abah...sampai sekarang kita belum ada kabar?" Kata Umi Hajar.
"Subhanallah...semoga Dia bisa bertahan" Kata Abi.
Firman mendengar cerita Abi Hasan sangat sedih,Dia tidak menyangka kalau Lia akan begitu besarnya.
Dia melangkah kakinya ke Mushola Rumah Sakit untuk berdoa.Berdoa untuk kesembuhan Lia dan berdoa agar Lia menjadi jodohnya.
Setelah keluar dari Mushola Firman kembali menuju kamar Abi dan bertemu dengan Dokter Zainal.
"Assalamualaikum Man..." Sapa Dokter Zainal
"Walaikum Sallam Nal...habis dari kamar Abi?" Kata Firman.
"Iya..sekarang Abi sedang istirahat"
"Alhamdulilah semua baik baik aja,masa pemulihannya sangat cepat"
"Makasih Nal..berkat kamu kesehatan Abi mulai membaik"
"Ga usah berterimakasih ini sudah kewajiban Saya,tapi semua ini juga campur tangan dari Dokter Lia"
"Dokter Lia?apakah Dia baik baik saja Nal?sekarang Dia di mana?Ana pingin ketemu Dia" Kata Firman sambil mengguncang bahu Zainal.
Dokter Zainal merasa sakit di bahunya dan hampir terjatuh,guncangan Firman membuat Dia tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya.
"Man..berhenti ! tangan Ana sakit" Mata Dokter Zainal.
"Maaf Nal...ga sengaja,Ana cuma ingin tahu kabarnya Dede"
"Ana tahu kekhawatiran Antum,di sini kita hanya bisa bantu Doa Man..untuk kesembuhan Dede"
"Jadi Dede belum sadar?"
Zainal menggeleng sambil memasukkan tangan di sakunya.
"Terus tadi kamu bilang campur tangan dari Dede itu apa?"
"Maksud Ana kamu kan tahu kalau yang mengoperasi kan Dokter Lia,dan waktu penyembuhan Dokter Lia sudah memberikan catatan apa yang di lakukan para tiem Dokter selama masa pemulihan Abi,mungkin Dokter Lia sudah mempunyai firasat untuk hal ini"
"Bisa jadi Nal..."
De...jadi kamu tahu resiko yang akan kamu alami?kenapa kamu harus berkorban seperti ini?
"Nal...kalau boleh tahu sekarang Dede di mana?"
"Masih di Jerman bersama Dokter Eel"
"Ana bisa minta telpon Dia?"
"Boleh...Nich..." Kata Dokter Zainal sambil memberikan Ponselnya.
Setelah itu Dokter Zainal pamit karena masih Visit pasien.
Firman kemudian menelpon ke Eel,dan menanyakan keadaan Dede,jawabannya masih sama Dia Koma dan tidak tahu sampai kapan sadarnya.
__ADS_1
Semua tergantung semangat dari Dede Man...Dia mau bangun apa ga?
Itulah yang di katakan Eel.
Segitu kecewakah kamu Dede..
sehingga untuk bangun dari tidur panjangmu kamu enggan?
Firman kembali ke ruang perawatan Abi Hasan,di situ ada Umi Hajar dan Fatimah.
Hari demi hari minggu berganti minggu,kesehatan Abi Hasan mulai membaik dan di ijinkan pulang Ke Indonesia.
Dengan menggunakan jet Pribadi milik keluarga Wijaya,Abi Hasan kembali ke Indonesia.Setelah sampai Di indonesia mereka di suruh cekc Up di Rumah sakit milik Wijaya dan di tangani Dokter Hendra.
Setelah kembali ke Indonesia,Firman mulai di sibukkan dakwah,dan sesekali masih bersholawat dengan Fatimah.
Firman mulai jaga jarak dengan Fatimah,Dia tidak ingin Dede yang sedang tidur akan kecewa karena kedekatan Dia dengan Fatimah.
Dari pihak Umi Hajar sendiri masih menjaga silaturohmi dengan Fatimah.Dia tidak ingin melepaskan tanggung jawab untuk menjaga Fatimah selama tinggal di Indonesia.
Walau sedikit ada perubahan,Umi Hajar sudah tidak membahas tentang hubungan Firman dengan Fatimah.
Fatimah agak kecewa dengan sikap Umi Hajar karena sudah tidak mendukung Fatimah lagi.
"Assalamualaikum Umi..." Kata Fatimah
"Walaikum sallam Fat...sini sini Umi lagi buka buku buat mengidi tausiyah nanti sore,Apa kamu mau bantu Umi?"
"Maaf Umi..Fatimah kan ga bisa isi Tausiyah.." Kata Fatimah.
"O..ya ga apa apa,Umi cuma minta pendapat enaknya nanti Umi tausyah tentang apa ya?'
" Aduh..apa ya Umi Fatimah tidak mengerti,kalau semua Sholawat Fatimah paham."
"Bener juga ya..Umi jadi ingat dulu waktu Dede sering bekunjung,Dia selalu mbantu Umi waktu mempersiapkan Tausiah,Dia menyarankan tentang Tausiah yang akan Umi berikan,Umi jadi rindu dengan Dede"
Fatimah mendengar Umi Hajar memuji Lia sangat geram.
Apa sich..istimewanya orang yang sedang sekarat itu,semua pada menyanjung Dia.
Umi Hajar yang dulu menentangnya sekarang memujanya.
"Umi...maaf kalau Fatimah tidak bisa seperti Dede?" Kata Fatimah pura pura sedih.
"Ga pa pa Fatimah..Umi tidak menyalahkan kamu,dan Umi tidak berharap kamu seperti Dede jadilah diri sendiri" Kata Umi Hajar sambil memeluk Fatimah.
"Terimakasih Umi..." Kata Fatimah masih memeluk Umi Hajar.
"Umi maaf kapan Kak Firman akan melamar Fatimah?" Tanya Fatimah.
Umi Hajar terkejut,karena selama ini tidak ada rencana untuk meminang Fatimah.
"Dulu Umi bilang kalau Fatimah calon mantu yang baik,la kapan Fatimah jadi Mantu benerannya Kak Firman?" Kata Fatimah merajuk.
"Fatimah...maafkan Umi, kalau soal ini Umi tidak bisa bantu,semua keputusan di tangan Firman"
"Umi tidak bisa memaksa kehendak Firman,jadi kamu harus bersabar,atau mungkin bukalah hatimu untuk yang lain gimana?biar kamu tidak kecewa,masih banyak orang diluar sana yang mencintai Kamu."
"Kamu cantik..pintar..cobalah buka pintu hati kamu,Atau mungkin biar Abi yang mencarikan calon Suami kamu?" Kata Umi Hajar masih mengelus Fatimah.
"Kenapa bukan Kak Firman aja yang menjadi calonnya Umi?"
"Maaf Fatimah..untuk yang ini Umi ga bisa bantu,Hati Firman sudah buat Dede,Dia mau menanti Dede sampai Dede bangun"
"Tapi Umi itu sampai kapan?kita kan ga tahu apakah Dede akan bangun atau tidak" Kata Fatimah.
"Dia pasti bangun! Ana yakin itu,dan jangan sekali kali kamu berharap kalau Dede tidak akan bangun"
"Tapi Kak...kita kan tahu takdir Allah tidak ada yang bisa menebak?apalagi tiem Dokter aja sudah menyerah"
"Kata siapa Tiem Dokter menyerah?kamu tahu siapa yang menjadi Dokter selama ini?Dia adalah Kakaknya Dede sendiri,Dia bilang tidak akan menyerah sampai kapan pun demi kesembuhan Dede"
"Jadi jangan berharap kalau Dede tidak tertolong lagi...mengerti?"
"Dan satu lagi kalau Allah berkehendak lain,jangan harap Ana mau menikah dengan kamu ...mengerti?" Kata Firman Emosi.
"Firman..sudah Istighfar..." Kata Umi Hajar meredam emosi Firman.
"Astaghfirulahaldzim..." Ucap Firman sambil mengelus dada kemudian Dia meninggalkan umi Hajar dan Fatimah.
"Sudahlah Fatimah...lupakan Firman daripada kamu kecewa" Kata Umi hajar sambil memeluk Fatimah yang sedang menangis.
Setelah kejadian itu Firman semakin menjauh,dan membuat kecewa Fatimah.Harapan untuk memiliki Firman pun tinggal harapan.Dia hanya bisa mengukir harapan itu dalam khayalan .
__ADS_1