C E O ,Anak Motor Dan Ustadz

C E O ,Anak Motor Dan Ustadz
BAB 56 OPERASI ABI HASAN


__ADS_3

Waktu operasi Abi Hasan sudah tiba,semua tiem yang di tugaskan sudah siap.Suster Ana dan perawat lainnya mulai menjemput Abi Hasan dari ruang perawatan.


"Assalamualaikum ...Tuan maaf pasien kita bawa dulu ruang operasi" Kata Suster Ana .


"Silahkan Sus..." Kata Firman


Suster Ana membetulkan letak infus dan mulai mendorong bed pasien di bantu perawat lainnya


"Sus..tunggu" Panggil Firman


"Maaf Tuan untuk pertanyaan di luar tentang pasien kita bahas Nanti,Pasien udah di tunggu Dokter di ruang Operasi" Kata Suster Ana sambil berjalan meninggalkan Firman.


"Kak...Ayo Abi udah jauh disana" Kata Fatimah sambil memapah Umi Hajar.


Firman mengangguk sambil berjalan mengikuti dari belakang.


"Zam...gimana kamu sudah menyelidiki Dokter M?" Kata Firman


"Udah Man?tapi nihil...kayanya Dokter M orangnya sangat hati hati,jadinya di Rumah sakit ini ga ada yang tahu Dokter M itu siapa" Kata Azzam.


"Apakah kamu sudah mengumpulkan rekaman CCTV di Rumah Sakit ini?"


"Sudah Man..tapi ga mungkin kamu cek sekarang kan...?"


"Iya sich...Zam..,kalau Ana minta tolong bisa?kamu tolong lihat dan cari orang ini ada ga di rekaman cctv Rumah sakit ini?kalau ada tempat yang sering Dia kunjungi dimana?" Kata Firman sambil memberikan foto seseorang.


"Ini...?"


"Dia Lia calon istriku,Aku merasa Dia ada disini,tapi Ana ga tahu sekarang di mana?"


"Ini kan...gadis yang sempat menolong Ana waktu mobil Ana mogok di parkiran Rumah sakit?" Kata Azzam sambil melihat foto dengan seksama.


"Itu Kapan Zam...?"


"Kalau ga salah Satu minggu yang lalu,mobil rental tiba tiba mogok waktu Ana mau menganterin Fatimah ke Apartemen"


#Flasz Back on#


"Maaf Nona mau tanya bengkel terdekat mana ya?" Tanya Azzam pada cewek yang lewat di dekatnya.


"Maaf Tuan Saya tidak tahu karena Saya bukan orang sini,ada yang bisa Saya bantu?" Kata gadis itu.


"Ini Saya pakai mobil rental tapi tiba tiba mogok?"


"Mobilnya mogok?coba Saya lihat?"


"Nona bisa?"


"Insya Allah...kita lihat dulu" Kata Gadis itu.


Gadis itu langsung membuka kap mobil dan mengutak utiknya,


Beberapa menit kemudian mobil sudah bisa di perbaiki,Azzam mengucapkankan terima kasih tapi tidak sempat bertanya namanya.


"Sudah selesai Tuan,maaf Saya pergi dulu"


"Terimakasih nona"


#Flaz back Off#


"Tapi sebentar Man..kalau ga salah orang ini sama persis Dokter yang waktu itu di depan kamar Abi waktu kamu lagi mengaji,Dia bilang mau ambil sampel darah Abi,tapi ternyata kemudian yang mengambil sampel malah Dokter Zaianal" Kata Azzam.


"Sudah Ana duga,kalau waktu itu emang Dia yang ada di sana,dan Ana tahu Zainal pasti tahu sesuatu,jangan jangan Dokter M adalah Dia?"


"Sebentar...sebentar M...Marchelia...ya sekarang Ana tahu...Ayo Zam kita ke ruang operasi" Kata Firman menarik Azzam.


Ada secercah kebahagiaan yang terpancar,ya. Dia sekarang tahu kalau Dokter yang menangani Abi adalah Lia orang yang selalu Dia rindukan


De...kenapa kamu harus menghindar dariku?


Aku tahu waktu di Gym itu kamu?


Waktu kamu marah di arena tinju,


Waktu kamu lampiaskan emosimu dengan Zainal?


Aku tahu itu kamu tapi kenapa kamu harus menghindar dari ku ?


*Ruang Operasi*


"Udah ga usah bawel napa kak?Dede pusing tahu?Dede uda ga anak kecil lagi?Dede paham akan kondisi Dede sebenarnya,pokoknya tenang aja Dua jam Dede berhenti operasi dan biar di lanjutkan Dokter Zainal oke..." Kata Lia sambil menggunakan baju Operasi.


"Bener ya...De waktumu Dua jam hanya dua jam ingat itu" Kata Eel masih menekan Lia.


"Iya...iya...bawel amat sich..." kata Lia


"Denger Nal...hanya Dua jam habis itu kamu ambil alih okay..." Kata Eel kepada Zainal.


"Baik Dok...."

__ADS_1


"Maaf Dok...pasien Udah siap" Kata Suster Ana.


"Makasih Sus...Ayo Dok kita kesana! " Ajak Lia ke Dokter Zainal.


"Tenang Kakakku,Adik yang imut ini ga bakal kenapa napa,habis ini istri kamu suruh cek kehamilan kaya nya Kakak tercinta ini lagi dramatis mungkin karena mau menjadi calon ayah" Kata Lia sambil menoel pipinya Eel.


Tiba tiba Eel nenarik Lia dan memeluknya,Dia ga tahu kenapa tiba tiba takut kehilangan adik satu satunya.


Lia juga memeluk Kakaknya,airmatanya jatuh.


"Idih...apa apa an sich Kak...kaya Dede baru kali ini memberikan tindakan ama pasien...jangan lebay gitu ah..." Kata Lia sambil mendorong Eel berusaha menutupi kesedihan hatinya.


"Sus..tolong jaga Kakakku takut kalau pingsan?" Kata Lia sambil berjalan menuju ruang operasi.


"Sudah Dok...banyak berdoa aja ,semoga Dokter Lia cepat selesai menanganinya,Dan Dia bisa istirahat" Kata Suster Ana menghibur Dokter Eel.


Di dalam ruang operasi Lia mulai bekerja,Dia mulai menuangkan kemampuannya menangani pasien.


Dokter Zainal membantu Lia,sesekali Dia melihat jam untuk memantau kinerja Lia.


Satu Jam...


Keringat Lia mulai menetes.Dengan lembut Dokter Zainal membersihkannya.


Dua jam...


Operasi belum selesai.Lia masih mengembalikan fungsi fungsi syaraf Abi Hasan yang sudah mati karena kelamaan koma.


Ayo...Bi..bangun...


kasihan keluarga kamu yang menunggu.


Dokter Zainal melihat jam ,operasi sudah berjalan Dua jam


"Dok...biar Saya yang menyelesaikannya ini sudah Dua jam lebih Dokter bekerja" Kata Dokter Zainal.


"Ga usah Dok...sebentar lagi Biar Saya menyekesaikannya" kata Lia masih sibuk dengan pekerjaannya.


Tiga jam...


Tubuh Lia mulai linglung,Dia mulai merasakan urat syaraf kakinya mulai kaku.Tapi Dia harus menyelesaikan tugasnya.


***Ya Allah...


tolong berikan kesempatan terakhir ini untuk menolong Abi.


Empat jam***....


Ya Allah...


Berikan hamba kekuatan


Aku harus kuat.


Lia memberikan kekuatan sendiri,menyalurkan tenaganya kearah kakinya agar bisa menopang tubuhnya.


Lima jam...


Kurang sedikit Operasi selesai,kekuatan Lia benar benar tidak bisa dipertahankan jahitan terakhir tangan terasa kaku,kaki terasa lemas,tenaganya benar benar terkuras habis,darah keluar dari hidungnya dan akhirnya pertahanan Dia sudah habis.


Lia jatuh dan pingsan di jahitan terakhir.


Zainal kaget dan berusaha menangkap Lia.Para tiem medis yang di dalam pun terkejut.


"Ayo semua bantu Saya..." Kata Zainal panik.


Dok...apapun yang terjadi nanti pada Saya tolong abaikan,kamu segera selesaikan tugas Saya.


Dokter Zainal mengingat pesan Lia sebelum operasi.


Ternyata kamu sudah punya firasat kalau bakal terjadi apa apa


"Tolong bawa Dokter Lia ke ICU biar ini saya selesaikan" Kata Dokter Zainal memberi perintah.


Para Tiem lainnya mendorong Dokter Lia kerluar ruangan ,bel berbunyi tanda darurat.


Eel tersentak mendengar Bel darurat Rumah sakit,Dia langsung menuju ruang operasi di susul Suster Ana.


Para anggota tiem medis khusus mulai berdatangan ke ruang operasi,Firman melihat kegaduhan para Tiem medis ikut panik.


Karena semua menuju ruangan di mana Abi hasan di Operasi.


Ada bed keluar yang di dorong para Tiem Medis,Dengan waktu bersamaan Abah Yusuf datang bersama Davin,Pak Arif dan Tommy.


"Eel...apa yang terjadi" Teriak Davin kepada Eel yang sedang keluar dari ruangan untuk menyusul Bed yang membawa Adiknya.


"Kak Davin...Abah..." Kata Eel langsung memeluk mereka da menangis.


Firman melihat kejadian itu langsung mendekatinya.

__ADS_1


"Eel...apa yang terjadi dengan Adikmu?" Tiba tiba suara bariton mengagetkan orang yang ada di rumah sakit.


"Papy....Mommy....maafkan Eel..." Kata Eel langsung memeluk mereka.


"Eel..cepat katakan apa yang terjadi?" Taya Abah Yusuf.


"Maafkan Eel...tidak bisa menjaga Dede...maafkan Eel."


"Eel sudah memperingat Dede agar tidak melakukan ini semua tapi Dia keras kepala...ini semua gara gara kamu Firman..." Teriak Eel menunjuk Firman yang berusaha mendekati mereka.


"Kenapa Anak Saya yang Anda salahkan Dokter....?" Kata Umi Hajar.


"Ya...emang Anak Andalah yang patut di salahkan termasuk Anda Umi dan kamu Gadis serigala berbulu domba" Kata Eel sambil menunjuk keluarga Firman.


"Kurang ajar..lihat Abah Yusuf ini didikan kamu?tidak tahu tata krama?"


"Umi..jangan salahkan Abah Yusuf...Eel putra Saya yang mendidik selama ini Saya" Teriak Moomy Ririn.


"Oh..iya..Saya lupa kalau kalian adalah keluarga yang terhormat,tapi ternyata keluarga terhormat tidak punya sopan santun" Kata Umi Hajar emosi.


"Sudah Umi...jangan emosi" Kata Firman menenangkan Uminya.


"Napa..Man..kamu mau membela keluarga mereka?lihatlah perlakuan mereka pada Umi?Umi bersyukur karena kamu tidak jadi menikah dengan putrinya,Umi ga bisa bayangin setiap hari melihat kelakuan mereka kepada Umi" Kata Umi Hajar masih emosi.


"Maaf Umi...dengan perkataan Nak Eel ...mungkin karena Dia shok apa yang terjadi pada Adiknya" Pak Arif menengahi perdebatan mereka.


"Buat apa minta maaf Pak Arif,dengarkan baik baik Firman...gua nyalahin loe kenapa Adik gua seperti ini,itu semua karena perbuatan kalian"


"Pertama...Walaupun Dia ga pernah cerita tentang masalahnya Gua tahu kalau Dia terluka dan kecewa karena tiada kabar dari loe di hari pernikahan kalian"


"Dia nanggung malu sendirian...tapi Dia berusaha kuat,karena Dia menyadari kenapa loe tidak hadir di hari pernikahan kalian"


"Kedua...tidak cukupkah kalian membuat hati Adik gua menderita?kalian menambahkan berita di Sosial media dengan kedekatan loe dengan gadis munafik seperti Dia?"


"Gua heran...loe belum memutuskan hubungan dengan Adik Gua tapi loe udah main belakang dari Adik Gua"


"Dan loe Gadis munafik...Gua ga nyangka di balik wajahmu yang lugu tersimpan akal licik,loe tahu Firman udah calon orang lain tapi ternyata loe tidak tahu malu mengumumkan kedekatan kalian di mata publik"


"Mentang mentang Adik Gua ga suka di sorot di depan publik,loe ambil kesempatan ini padahal loe tahu sendiri hubungan Firman dan adik gua belum ada kata putus"


"Apa loe ga berpikir seandainya apa yang terjadi pada Adik Gua itu terjadi di kehidupan loe?ingat Bung....karma pasti berlaku"


"Dan yang ketiga ...Umi Eel kasih tahu ya,selama ini Dede ga bisa mengunjungi Umi karena bukan karena Dede ga peduli?asal Umi tahu Dede sedang sakit ,Dia sedang masa pemulihan,dengan kondisi Dia yang seperti itu di tambah perbuatan kalian Dede semakin ngedrop,kami sudah berusaha untuk menolongnya"


"Tapi kalau Umi tahu selama ini semenjak Abi Hasan kecelakaan ,Dede tidak tinggal diam,Dia yang mengatur Rumah sakit ini,Umi ingat waktu Abi kecelakaan itu dimana?itu terjadi di pelosok dan jauh dari Rumah sakit ini"


"Tapi dengan permintaan Dede walau Dia ada di Indonesia,Dia menyuruh para polisi untuk membawa Abi Hasan di rawat di Rimah Sakit ini dan memberikan fasilitas yang lebih".


" Dan untuk hari ini apa Umi tahu,Dia berusaha menolong Abi Hasan agar sembuh,padahal Dia tahu akan kekuatan Dia"


"Dia hanya boleh bekerja cuma Dua jam tidak boleh lebih,kalau di langgar akan fatal akibatnya"


"Dan apakah Umi tahu apa yang terjadi operasi Dia lakukan selama lima jam,itu adalah waktu yang cukup lama dari standar kekuatan tubuhnya,dan sekarang lihatlah...orang yang baru saja kami dorong keluar dari ruangan operasi itu adalah Dede"


"Sekarang kami ga tahu apakah Dede masih bisa di selematkan atau tidak?"Kata Eel panjang lebar sambil menangis


"Sekarang kalian puas...sudah membuat Dede menderita?sekarang kalian puaskan...?" Teriak Eel.


"El..sudah kamu jangan teriak teriak seperti itu malu di lihat orang,kamu Presiden Direktur di sini" Kata Abah yusuf menenangkan Eel.


"Biarin aja Abah...lihat lah Abah..mereka puas melihat Dede terbaring seperti itu" Teriak Eel histeris.


Mommy Ririn berusaha memeluk Eel,Dia tahu dengan pelukan itu tidak akan bisa menenangkan hati Eel,karena selama ini hanya Lia lah yang mampu menenangkan hati Eel di saat terpuruk.


"Pak Davin biasanya kalau Dede seperti ini kita berdoa bersama ..mari kita lakukan sekarang!" Kata Firman


"Kayanya percuma Ustadz.. " Kata Suster Ana.


"Kenapa Sus?" Tanya Davin.


"Tadi pagi Nona bilang kalau nanti Tuan Tomy dan Empat sekawan yang biang rusuh akan datang Dia akan tidur lama dan bangun kalau Dia sudah merasa lelah untuk tidur"Kata Suster Ana.


" Apa Dia bilang kita biang rusuh?bener bener tu anak ya..udah mau sekarat aja ngatain orang "Kata Davin .


" Awas kamu ya De..kalau udah sadar Ana pites hidung Antum" Kata Davin


Kring...kring..


Ponsel Eel berbunyi.


"Hallo ...Maaf Dok...keadaan Dokter Lia tidak stabil,denyut nadinya melemah dan Dia kejang kejang" Kata Dokter yang tadi membawa Lia diruang ICU.


"Apa Dede kejang kejang?" Teriak Eel.


"Baik kami kesana" Kata Eel lagi sambil mematikan ponselnya.


"Kak Davin jangan nyumpahin Dede seperti itu,lihat Dia memberi respek yang tidak baik" Kata Eel sambil berjalan kevarah ICU.


Davin geleng geleng kepala.

__ADS_1


De..de..disaat kamu kaya gini aja bisa bisanya kamu memberi respon tidak suka.


Kemudian Dia menyusul Eel


__ADS_2