C E O ,Anak Motor Dan Ustadz

C E O ,Anak Motor Dan Ustadz
BAB 52 SERIGALA BERBULU DOMBA


__ADS_3

"Maaf Dok kalau membuka luka lama?" Kata Dokter Eel.


"Ga apa apa Dok..mungkin Saya sendiri yang terbawa perasaan karena selama ini Dokter Lia tidak pernah tahu kalau Saya jatuh cinta dengannya" Kata Dokter Zainal.


"Syukurlah kalau Dokter Zainal tidak apa apa ,sebagai Kakaknya Dede Saya minta maaf kalau Dia tanpa sengaja sudah melukai perasaan Dokter Zainal"


"Tidak apa apa Dok..toh cinta tak selamanya memiliki kan?Saya juga tidak merasa kalau Dokter Lia telah melukai perasaan Saya ,anggap aja cinta Saya hanya ilusi"


"Sekarang Saya harus gimana Dok untuk menjaga Dokter Lia biar Dia tidak kenapa napa?" Tanya Dokter Zainal mengalihkan pembicaraannya .


"Ya..itu Dok,Di saat operasi berlanjut Dokter Zainal harus mendampinginya,Dan kalau sudah Dua jam belum selesai Dokter Zainal harus mengambil alih operasi itu dan minta Dede hanya mgintruksinya." kata Dokter Eel.


"Karena kalau lebih dari Dua jam akan berakibat fatal,cuma kita belum tahu apa yang akan terjadi selanjutnya"


"Aku tidak ingin mengambil resiko tersebut,tadi Dokter Zainal lihat sendiri bagaimana Dede keadaan Dede setelah empat jam turun dari pesawat" Kata Dokter Eel lagi.


"Baiklah Dok..akan Saya perhatikan itu semua,ini adalah tugas Asisten" Kata Dokter Zainal.


"Terimakasih Dok atas bantuannya,Semenjak Dia memutuskan untuk membantu Abi Hasan terus terang ada rasa khawatir pada kami,Kami tahu kalau operasi yang akan di lakukan nanti akan memakan waktu lama"


"Dan Dede sudah kami ingatkan tapi Dia begitu keras kepala"


"Dia hanya bilang dengan cara inilah Dia membuktikan kalau selama ini Dia peduli dengan calon mertua" Kata Dokter Eel.


"Maaf Dok..sebenarnya apa yang terjadi kok Dokter Lia memaksa membantu kesembuhan Abi Hasan?"


"Itu di karenakan pemberitaan di sosial media yang di lakukan orang orang yang tidak bertanggung jawab" Kata Dokter Eel.


"Pemberitaan seperti apa itu Dok?"


"Dokter Zainal tidak tahu?"


"Maaf Dok saya memang tidak pernah mengikuti pemberitaan Sosial media,yang Saya tahu Firman sudah jadi Ustadz muda"


"Dan keberhasilan Dokter jenius yang masih misterius di kalangan para Dokter"


"Dan sekarang sudah tahu kan Dokter jenius itu?"


"Alhamdulilah Saya sudah tahu Dokter Jenius itu malahan mau jadi asistennya besok di meja operasi" Kelekar Dokter Zainal.


"O..ya Dok kalau boleh tahu pemberitaan seperti apa ya?"


"Wah...kayanya Dokter mulai kepo ya.. tentang kehidupan Dokter jenius?" Kata Dokter Eel sambil membuka laptopnya mencari berita tentang Firman.


Dokter Eel memperlihatkan berita berita tersebut kepada Dokter Zainal.


"Selama ini hubungan antara Firman dan Dede masih di sembunyikan,Dede tidak mau semua orang tahu tentang dirinya"


"Dia selalu bersembunyi dari awak media,katanya terlalu ribet ngurusi mereka kurang kerjaan"


"Dokter Zainal kan tahu di dunia kedokteran aja banyak yang ingin tahu kehidupan Dokter Jenius sebenarnya,apalagi di tambah Dia sebagai calon istri Ustadz,ga bisa di bayangin gimana setiap harinya awak media datang kerumah maupun Rumah sakit" Kata Dokter Eel.


Dokter Zainal menyimak kata kata Dokter Eel sambil melihat berita tersebut.


Berita tersebut menyudutkan Lia yang menjadi calon istrinya.Para Netizen marah dan menuduh kalau calon istrinya adalah pelakor karena mereka hanya tahu selama ini Ustadz Firman dekat dengan Fatimah semenjak di Tarim.


......***Pantas acara pernikahan gagal itukan hukuman dari seorang pelakor yang tak tahu diri.......


Tunjukan wajahmu biar semua dunia tahu wajah pelakor sebenarnya.


...Pelakor ya tetap pelakor...


...mereka tetap tak bisa menang...


......Allah aja tidak merestui makanya acara pernikahan di bikin gagal***.......


Itulah sebagian kata Netizen yang sangat menyakitkan.Dokter Zainal merasa geram membaca komentar komentar Netizen.Dia aja yang bukan orang dimaksud netizen aja marah apalagi Dokter Lia yang di maksud bagaimana marah Dia sebenarnya.


"Gimana Dok dengan pemberitaan itu?jujur Saya sebagai Kakaknya sangat marah dan ingin rasanya menghancurkan mereka semua yang telah menghina adikku"Kata Dokter Eel sambil mengepal tangannya.


" Terus terang Dok mereka keterlaluan..kenapa mereka tidak mencari kebenaran dulu,dan kenapa Dokter Lia juga tidak mengklarifikasinya?" Kata Dokter Zainal ikut geram.


"Itulah Dok yang ga bisa Saya mengerti jalan pikiran Adikku,sebenarnya hanya dengan membalikkan telapak tangannya Adikku bisa membungkam mereka semua dan menghancurkan berita tersebut"


"Tapi ternyata Adikku terlalu cuek dan ga mau membahasnya..Biarlah..Anjing menggonggong Khafilah berlalu..itu yang selalu Dia katakan"Kata Dokter Eel lagi.


" Tapi Dok maaf mungkin para netizen juga tidak salah karena selama ini mereka hanya melihat kedekatan Firman dan Fatimah di dunia nyata"


"Terus terang saja selama ini Saya kira antara Firman dan Fatimah ada hubungan special,mungkin kalau Saya tidak tahu kenyataannya Saya juga akan berempati dengan Fatimah yang di tinggal nikah dengan Firman." Kata Dokter Zainal.


"Saya tahu itu Dok...karena dengan tidak maunya hubungan antara Firman dan Dede di ekspos dengan publik,itu di ambil dengan orang orang yang tidak bertanggung jawab"

__ADS_1


"Termasuk juga Fatimah Saya rasa Dia adalah wanita munafik yang berkedok di balik jilbab" Kata Dokter Eel geram.


Dokter Zainal mengernyit keningnya sedang mencerna kata kata Dokter Eel.


Dokter Eel kemudian memperlihatkan video dimana Fatimah minta doa restu dengan fansnya semoga Dia berjodoh dengan Ustadz Firman.


"Gimana Dok menurut Anda?Video ini di uploud saat Fatimah tahu kalau Firman sudah menkhitbah gadis lain,apakah itu pantas di ucapkan seorang wanita sholekhah?" Kata Dokter Eel.


Dokter Zainal tidak menyangka kalau di balik wajah yang lembut itu adalah serigala berbulu domba.


Apakah Firman tahu kelicikan dari Fatimah?


Dokter Zainal hanya geleng geleng kepala,dan tidak bisa membayangkan bagaimana hancurnya Dokter Lia menghadapi pemberitaan itu dengan kondisi badan yang tidak memungkinkan.


"Walau Dede ga pernah cerita tentang sakit hati nya Dia,tapi kami tahu kalau Dia kecewa dan terluka"


"Belum luka itu sembuh muncul pemberitaan seperti ini lagi" Kata Dokter Eel memperlihatkan Video Umi Hajar memuji Fatimaha kalau Dia adalah Calon mantu Idaman.


Dokter Zainal melihat dan bertambah geram akan pemberitaan itu,Dia tidak bisa membayangkan sakit dan kecewanya hati Dokter Lia.


Di balik ketegaran kamu ternyata tergores luka yang amat parah.


Aku salut dengan kamu gadis kecilku


Semoga kamu kuat menjalani ini semua


Semua kamu bisa mengatasi penyakitmu


semoga kamu bisa menyembuhkan lukamu.


"Sudahlah..Dok..kita malah meng gibah orang lain,semoga Dede di berikan kekuatan untuk mengatasi semua,kita sebagai orang terdekat hanya bisa membantu sebisanya di saat Dia sedang terpuruk" Kata Dokter Eel menghibur diri.


"Iya..Dok dan Saya siap bantu Dede di saat Dia terpuruk" Kata Dokter Zainal sambil menyeka air matanya.


"Sampai di sini dulu pertemuan kita,Dok..masih banyak yang harus kita kerjakan untuk mewujudkan misi Dede,Saya pamit dulu Assalamualaikum..." Kata Dokter Eel sambil menutup laptopnya


"Walaikum Salam .." Kata Dokter Zainal sambil melangkah keluar menuju pintu.


Dari Ruang Meeting Dokter Zainal kembali ke ruangannya untuk mempersiapkan keperluan besok dan kemudian Dia menuju ke ruangan Abi Hasan untuk mengambil Sampel darahnya.


*Ruang Perawatan Abi Hasan*


"Walaikum Salam..Nak"


"Kamu dari mana aja Nak,kok ga kasih kabar?" Tanya Umi Hajar.


"Maaf Umi tadi Firman di cafe sama Azzam" Kata Firman sambil membetulkan selimut Abi Hasan.


"Lain kali kemana kasih kabar dulu,atau Ga ajak tuh Fatimah sekalian biar tidak cemberut terus?" Kata Umi Hajar.


"Kok cemberut napa Dik.?Ya Maaf Kakak lupa kalau sudah ke asikan ngobrol"


"Ga apa apa Kak ,Fatimah ngerti kok.Cuma Umi aja yang besar besarin masalah" Kata Fatimah menunduk malu.


"Lho..kok Umi yang di salahin sich..tadi siapa yang ngadu ke Umi kalau Firman akhir akhir ini tidak mau nemeni makan?"


"Umi...jangan gitu dong Fatimah kan malu?" Kata Fatimah sambil bergelayut manja di lengan Umi Hajar.


"Maaf Dik walau tidak makan ama Kakak, kamu kan masih bisa makan bersama Umi"


"Lagian kalau kita sering makan berdua Kakak takut akan menimbulkan fitnah,dan kita bukan muhrim jadi tidak boleh sering sering jalan berdua" Kata Firman lagi.


"Kalau ga mau menimbulkan Fitnah ya kalian nikah aja gimana?" Kata Umi Hajar.


"Umi...kenapa bisa bilang seperti itu?" Tanya Firman.


"Lho..Umi ga salah kan ?Kamu sudah cukup dewasa Untuk menikah,Usia kamu sudah hampir Dua puluh Lima tahun,mau nunggu apa lagi Firman?"


"Umi Firman sudah punya calon istri,dan Firman sudah janji ingin menikahinya Umi"


"Firman...Firman buka mata kamu,buka hati kamu,lihatlah berapa lama Abi terbaring di rumah sakit?dan berapa kali calon istri kamu yang jadi kebanggaan Abah Ali menengok Abi kamu?"


"Kalau Dia calon mantu yang baik harusnya sekarang Dia ada di sini menemani kamu"


"Apa kamu tahu sekarang Dia dimana?sekarang Dia lagi apa?apa Dia memberi kabar ke kamu?"


"Umi..keadaan Abi di sini Firman tidak memberi tahu Dia,Di saat hari pernikahan kami pun Firman tidak memberi kabar,Posisi sekarang Firman lah yang jahat Umi..jangan salahkan Dia" Kata Firman sambil menangis.


"Umi, Firman mohon..cukup jangan bikin Firman pusing,sekarang yang penting kesembuhan Abi dulu" Kata Firman berusaha meredakan emosinya.


"Betul Umi,sekarang Umi istirahat dulu,soal pernikahan kita bicarakan nanti setelah Abi sembuh ya" Kata Fatimah berusaha mengambil hati Umi Hajar.

__ADS_1


"Lihat Firman...kurang baik apa Fatimah terhadap kamu?Dia benar benar memahami Umi,sedangkan calon istri kamu mana?Terus terang dari awal Umi tidak setuju perjodohan kalian tapi Umi menghargai Abah kamu?"


"Waktu kamu di Tarim,Dia jarang sekali berkunjung hanya sebulan sekali itu aja tidak pasti alasannya Dia sibuk"


"Umi tidak bisa membayangkan kalau Dia jadi istri kamu bisa bisa kamu tidak di urus dan diabaikan,alasannya sibuk kerja tapi kita tidak tahu apa yang dia lakukan di luaran sana" Kata Umi Hajar lagi.


Firman hanya diam dan tidak mau berdebat.Hatinya kacau emosinya tidak terkontrol.Lebih baik Dia diam daripada menanggapi ucapan Uminya nanti ujung ujungnya berantem.


"Sudah Umi Ayo...kita istirahat dulu" ajak Fatimah untuk menenangkan hati Umi Hajar.


Akhirnya Umi hajar menurut apa yang di katakan Fatimah.Mereka keluar dari ruangan untuk kembali ke Apartemennya Dokter Zainal yang tidak jauh dari Rumah sakit.


Kepergian Umi Hajar dan Fatimah membuat hati Firman sedikit lega,Dia langsung mengambil air Wudhu dan ingin membaca Alqur an.Hatinya benar benar gundah dan merindukan seseorang.


...Dik.....


...kamu di mana?...


...Aku sangat merindukan mu?...


...maaf kan aku Dik bila selama ini hatimu terluka?...


Firman mulai membaca Surat Ar Rahman.


Di saat Firman melantunkan ayat suci alqur an,di balik pintu ruang perawatan ada seseorang yang sedang menikmati lantunan itu.Dia pun menangis.


...Kak......


...Dede juga merindukanmu?...


"Dokter tidak apa apa?" Tanya Suster Ana


"Tidak Apa apa Sus..kira kira Dokter Zainal sudah mengambil sampel darah pasien belum Ya?"


"Coba Saya tanyakan dulu" Kata Suster Ana sambil menelpon Dokter Zainal.


"Ada yang bisa saya bantu Dok?" Tiba tiba ada suara dari arah belakang,ternyata Azzam yang menyapanya.


Lia kaget,dan berusaha membetulkan kacamatanya takut asisten Firman mengenalinya.


"Maaf kami ingin mengambil sampel darah dari Pasien" Kata Dokter Lia.


"O..silahkan masuk" Kata Azzam sambil membuka pintu ruang perawatan.


"Tapi maaf di dalam sedang ada yang mengaji apa tidak mengganggu?" Kata Dokter Lia.


"Tidak apa apa Dok..Ustadz Firman sudah biasa kalau menjaga Abinya sering baca Alqur an" Kata Azzam.


"O. ..di dalam seorang Ustadz"


"Wah Saya jadi minder,apalagi pakaian Saya seperti ini" Kata Dokter Lia sambil memperhatikan baju Dokternya.


"Saya rasa tidak masalah,Dokter sedang bertugas lagian menutup aurat kan Dok?"


"Iya juga sich.. jadi ga apa apa nich kalau saya masuk?Apa saya nunggu Ustadz nya selesai ngaji?tapi kalau nunggu takutnya kelamaan soalnya sampel darahnya sudah di tunggu orang laborat"


"Silahkan masuk aja Dok...biasanya Ustadz baca Alqur annya lama" Kata Azzam.


"Gimana Sus..sudah di ambil sampel darahnya?"


"Belum Dok katanya habis ini baru mau kesini?" Kata Suster Ana.


"Apa nunggu Dokter Zainal aja ,kok Saya jadi nerveos ya Sus"


"Mungkin Dokter gugup karena mau bertemu pujaan hati" kata Suster Ana menggoda Dokter Lia.


"Awas kamu ya Sus..Tak suntik kamu nanti ya"Kata Dokter Lia sambil mengacungkan jarum suntiknya.


" Hi...jangan Dok saya takut..Ha..ha..ha.." Kata Suster Ana sambil tertawa.


Dia berlari dan menabrak Dokter Zainal yang baru saja datang.


"Aduh.. sakit ,Siapa sich yang naruh batang pohon di tengah jalan" Kata Suster Ana sambil memegang pelipisnya.


"Apa Sus...batang Pohon?Kamu anggap saya tanaman apa?"Kata Dokter Zainal melotot ke arah Suster Ana.


" Ups...maaf Dok Saya tidak tahu,lagian punya dada keras amat?Saya kira selama ini yang punya Dada keras hanya Dokter Lia tapi ternyata Dokter Zainal juga punya"


"Kalian pada makan apa sich..bisa punya badan sekeras batu,tapi bukan badan aja yang keras sich..tapi sikap kalian juga sama sama keras " Kata Suster Ana sambil mundurkan badannya takut kena pukul Dokter Zainal.


"Rasaain loe..makanya jadi orang jangan suka ngeledek sekarang kena batu to kepalanya?" kata Dokter Lia sambil cekikikan menahan ketawa.

__ADS_1


__ADS_2